SELAMAT DATANG DI BLOG MALAYCELAKA, CELAKALAH ORANG - ORANG MALAYSIA YANG TELAH MENYIKSA TKI INDONESIA, DAN SEGALA AKSI TINDAKAN BODOH NYA TERHADAP BANGSA INDONESIA.PENULIS TIDAK SEDANG BERPERANG, TAPI PENULIS SEDANG MENYENTIL LEWAT TULISAN.

MALINGSIA ibarat VIRUS, dia telah menggerogoti wilayah kita indonesia. blog dan web yang menghina kesatuan indonesia kini bertebaran di dunia maya. itu bukan penghormatan, melainkan penghinaan besar terhadap negara kita indonesia. apa kesan anda setelah membaca dan melihat semua itu? pasti sakit, kecewa, dan terasa terinjak - injak harga diri kita. apa lagi saudara kita yang pernah tersiksa di sana, sudah pasti menimbulkan luka yang sangat dalam. apakah kita cuma tinggal diam melihat semua itu? sudah barang tentu tidak!!!untuk itu sudah saatnya kita bangkit, sudah saatnya kita sadar, sudah saatnya kita peduli terhadap bangsa kita sendiri yaitu indonesia. kalo bukan kita, siapa lagi? mari kita perangi bersama untuk malingsia yang suka menghina dan menyakiti saudara kita. !

Konjen Malaysia di Medan Disegel dan Dilempari Tomat

Medan - Ratusan mahasiswa dari dua kelompok, menggelar aksi unjukrasa di halaman Konjen Malaysia di Jl. Diponegoro Medan, Rabu (2/9/2009). Dalam aksinya, mahasiswa menyegel dan melempari logo Konjen Malaysia menggunakan buah tomat.

Selain itu, pengunjukrasa juga membakar bendera Malaysia sebagai bentuk kecaman dan protes terhadap Malaysia yang dinilai telah mengangkangi martabat bangsa Indonesia sebagai bangsa berdaulat.

Aksi mahasiswa gelombang pertama berasal dari mahasiswa yang mengatasnamakan Forum Mahasiswa Anti Liberalisme dan Kolonialisme (Formalin). Selain menggelar orasi di halaman Konjen Malaysia, mahasiswa juga menyegel konjen Malaysia dengan mencorat-coret logo Konjen yang
berada di samping pintu pagar. Mahasiswa kemudian melanjutkan aksinya dengan melempari logo konjen dengan buah tomat. Akis ini merupakan bentuk protes karena Malaysia dinilai tidak menghargai kedaulatan Indonesia dengan mengklaim sejumlah adat istiadat lokal menjadi milik
Malaysia.

Seperti estapet, aksi unjukrasa terus berlanjut dengan datangnya puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Taruna Merah Putih Sumatera Utara. Dalam aksinya, Taruna Merah Putih Sumatera Utara membakar bendera Malaysia dan mendesak negara jiran itu mencabut iklan promo pariwisata yang menampilkan tari pendet asal Bali.

Kordinator Aksi Taruna Merah Putih Sumatera Utara, Sahala Saragih mengatakan, aksi mereka adalah peringatan terakhir kepada pemerintah Malaysia agar tidak lagi melakukan tindakan yang dapat membuat kemarahan rakyat Indonesia.

"Sebagai anak bangsa, kami tidak rela jika Malaysia terus-menerus mengangkangi harkat martabat bangsa Indonesia. Klaim terhadap pulau dan adat istiadat adalah bentuk penjajahan yang dilakukan Malaysia terhadap Indonesia. Belum lagi pelecehan lagu Indonesia Raya yang diplesetkan, pantas membuat kita marah," kata Saragih.

Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, puluhan personil Polda Sumatera Utara disiagakan di lingkungan Konjen Malaysia, termasuk menyiagakan mobil water canon.

sumber : detik.com

catatan : "Sebagai anak bangsa, kami tidak rela jika Malaysia terus-menerus mengangkangi harkat martabat bangsa Indonesia. Klaim terhadap pulau dan adat istiadat adalah bentuk penjajahan yang dilakukan Malaysia terhadap Indonesia. Belum lagi pelecehan lagu Indonesia Raya yang diplesetkan, pantas membuat kita marah,"

"well rupanya bukan saya saja yang marah dan marah melihat malaysia berulah, tapi barisan mahasiswa juga sudah ambil bagian. ini adalah reaksi keras dan rupanya negara malaysia sudah kelewat batas atas sikap dan ulahnya."

2 komentar:

alie mengatakan...

hancur indon kena gempar bumi....
malaysia tidak akan tolong kalian...

Medan - Ratusan mahasiswa dari dua kelompok, menggelar aksi unjukrasa di halaman Konjen Malaysia di Jl. Diponegoro Medan, Rabu (2/9/2009). Dalam aksinya, mahasiswa menyegel dan melempari logo Konjen Malaysia menggunakan buah tomat.


Selain itu, pengunjukrasa juga membakar bendera Malaysia sebagai bentuk kecaman dan protes terhadap Malaysia yang dinilai telah mengangkangi martabat bangsa Indonesia sebagai bangsa berdaulat.

Aksi mahasiswa gelombang pertama berasal dari mahasiswa yang mengatasnamakan Forum Mahasiswa Anti Liberalisme dan Kolonialisme (Formalin). Selain menggelar orasi di halaman Konjen Malaysia, mahasiswa juga menyegel konjen Malaysia dengan mencorat-coret logo Konjen yang
berada di samping pintu pagar. Mahasiswa kemudian melanjutkan aksinya dengan melempari logo konjen dengan buah tomat. Akis ini merupakan bentuk protes karena Malaysia dinilai tidak menghargai kedaulatan Indonesia dengan mengklaim sejumlah adat istiadat lokal menjadi milik
Malaysia.

Seperti estapet, aksi unjukrasa terus berlanjut dengan datangnya puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Taruna Merah Putih Sumatera Utara. Dalam aksinya, Taruna Merah Putih Sumatera Utara membakar bendera Malaysia dan mendesak negara jiran itu mencabut iklan promo pariwisata yang menampilkan tari pendet asal Bali.

Kordinator Aksi Taruna Merah Putih Sumatera Utara, Sahala Saragih mengatakan, aksi mereka adalah peringatan terakhir kepada pemerintah Malaysia agar tidak lagi melakukan tindakan yang dapat membuat kemarahan rakyat Indonesia.

"Sebagai anak bangsa, kami tidak rela jika Malaysia terus-menerus mengangkangi harkat martabat bangsa Indonesia. Klaim terhadap pulau dan adat istiadat adalah bentuk penjajahan yang dilakukan Malaysia terhadap Indonesia. Belum lagi pelecehan lagu Indonesia Raya yang diplesetkan, pantas membuat kita marah," kata Saragih.

Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, puluhan personil Polda Sumatera Utara disiagakan di lingkungan Konjen Malaysia, termasuk menyiagakan mobil water canon.

sumber : detik.com

catatan : "Sebagai anak bangsa, kami tidak rela jika Malaysia terus-menerus mengangkangi harkat martabat bangsa Indonesia. Klaim terhadap pulau dan adat istiadat adalah bentuk penjajahan yang dilakukan Malaysia terhadap Indonesia. Belum lagi pelecehan lagu Indonesia Raya yang diplesetkan, pantas membuat kita marah,"

"well rupanya bukan saya saja yang marah dan marah melihat malaysia berulah, tapi barisan mahasiswa juga sudah ambil bagian. ini adalah reaksi keras dan rupanya negara malaysia sudah kelewat batas atas sikap dan ulahnya."

laksamana sunan mengatakan...

catatan : "Sebagai anak bangsa, kami tidak rela jika Malaysia terus-menerus mengangkangi harkat martabat bangsa Indonesia. ((kami juga begitu, tapi kalian mestilah dengar dulu penjelasan 2 pihak. bukan sewenang2nya menyalak terus)) Klaim terhadap pulau dan adat istiadat adalah bentuk penjajahan yang dilakukan Malaysia terhadap Indonesia. ((pulau tu, biarlah mahkamah antarabangsa yang tentukan. tak perlu menyalak lagi ye. yang adat istiadat, itu hak serumpun lah)) Belum lagi pelecehan lagu Indonesia Raya yang diplesetkan, pantas membuat kita marah," ((haha, memang benar dong, indonesia raya juga diciplak.. sudah kene batang hidung sendiri, mau tuduh orang lain pulak))

"well rupanya bukan saya saja yang marah dan marah melihat malaysia berulah, tapi barisan mahasiswa juga sudah ambil bagian. ini adalah reaksi keras dan rupanya negara malaysia sudah kelewat batas atas sikap dan ulahnya." ((haha, dendam itu api, marah itu bara.. marah secara melulu tiada guna.. itulah kalian, tidak pernah menjaga hati jiran tetangga.. bila terjadi gempa/tsunami/apa2 je lah, mula la mengharap bantuan jiran terdekat.. malaysia juga..))

Medan - Ratusan mahasiswa dari dua kelompok, menggelar aksi unjukrasa di halaman Konjen Malaysia di Jl. Diponegoro Medan, Rabu (2/9/2009). Dalam aksinya, mahasiswa menyegel dan melempari logo Konjen Malaysia menggunakan buah tomat.


Selain itu, pengunjukrasa juga membakar bendera Malaysia sebagai bentuk kecaman dan protes terhadap Malaysia yang dinilai telah mengangkangi martabat bangsa Indonesia sebagai bangsa berdaulat.

Aksi mahasiswa gelombang pertama berasal dari mahasiswa yang mengatasnamakan Forum Mahasiswa Anti Liberalisme dan Kolonialisme (Formalin). Selain menggelar orasi di halaman Konjen Malaysia, mahasiswa juga menyegel konjen Malaysia dengan mencorat-coret logo Konjen yang
berada di samping pintu pagar. Mahasiswa kemudian melanjutkan aksinya dengan melempari logo konjen dengan buah tomat. Akis ini merupakan bentuk protes karena Malaysia dinilai tidak menghargai kedaulatan Indonesia dengan mengklaim sejumlah adat istiadat lokal menjadi milik
Malaysia.

Seperti estapet, aksi unjukrasa terus berlanjut dengan datangnya puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Taruna Merah Putih Sumatera Utara. Dalam aksinya, Taruna Merah Putih Sumatera Utara membakar bendera Malaysia dan mendesak negara jiran itu mencabut iklan promo pariwisata yang menampilkan tari pendet asal Bali.

Kordinator Aksi Taruna Merah Putih Sumatera Utara, Sahala Saragih mengatakan, aksi mereka adalah peringatan terakhir kepada pemerintah Malaysia agar tidak lagi melakukan tindakan yang dapat membuat kemarahan rakyat Indonesia.

"Sebagai anak bangsa, kami tidak rela jika Malaysia terus-menerus mengangkangi harkat martabat bangsa Indonesia. Klaim terhadap pulau dan adat istiadat adalah bentuk penjajahan yang dilakukan Malaysia terhadap Indonesia. Belum lagi pelecehan lagu Indonesia Raya yang diplesetkan, pantas membuat kita marah," kata Saragih.

Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, puluhan personil Polda Sumatera Utara disiagakan di lingkungan Konjen Malaysia, termasuk menyiagakan mobil water canon.

sumber : detik.com

catatan : "Sebagai anak bangsa, kami tidak rela jika Malaysia terus-menerus mengangkangi harkat martabat bangsa Indonesia. Klaim terhadap pulau dan adat istiadat adalah bentuk penjajahan yang dilakukan Malaysia terhadap Indonesia. Belum lagi pelecehan lagu Indonesia Raya yang diplesetkan, pantas membuat kita marah,"

"well rupanya bukan saya saja yang marah dan marah melihat malaysia berulah, tapi barisan mahasiswa juga sudah ambil bagian. ini adalah reaksi keras dan rupanya negara malaysia sudah kelewat batas atas sikap dan ulahnya."

Poskan Komentar

kasih pendapat anda,

Anwar Ibrahim

Anwar Ibrahim
saat ini generasi muda Malaysia hanya mengenal Indonesia dari TKI dan lagu “rasa sayange” yang diributkan. Mereka kurang mengenal tokoh pemikir Indonesia seperti Mohammad Natsir dan Buya Hamka. dengan kata lain pemuda malaysia tidak tau apa - apa tentang indonesia mereka buta sejarah indonesia.

Pengunjung Online

Statistik Pengunjung

website hit counter

Tukar Link

dari Bung Admin

jangan hanya ada kejadian TKI kita ingin di penggal lehernya,dihukum pancung,disiksa,dan diperkosa kita baru menyadarinya, tapi pemerintah kita harus melek dan berbuat sebelum semua itu terjadi. negara indonesia harus serius dalam menangani masalah TKI indonesia. karena ini menyangkut masalah nyawa, tenaga dan harga diri indonesia dimata dunia khususnya dinegara malaysia dan arab saudi yang sudah menjadi langganan masalah dalam hal TKI.

efek dari sulitnya lapangan kerja di indonesia, dan minimnya peluang kerja bagi rakyat miskin membuat rasa tidak percaya rakyat indonesia terhadap pemerintahnya, hal inilah yang mendorong, memicu bagi segelintir warga indonesia untuk hijrah mencari rejeki dinegara lain.

apakah hal ini salah? atau siapa yang harus disalahkan, pemerintah atau rakyatnya?

Alasan Benci Malaysia

Kenapa Orang Indonesia benci malaysia?
mau tau alasanya?

masukan kata sesuka anda.

Dari Bung Admin

akibat kebodohan generasi muda malaysia, sehingga
pemuda - pemuda malaysia tidak mampu menyebut
kata indonesia.

Perlu saya luruskan bahwa, menyebut kata indonesia
bukan indon, tapi INDONESIA.
untuk itu pemuda - pemuda malaysia
harus banyak belajar lagi. dan jangan mau di bilang
pemuda bodoh dan tak berpendidikan.

Pengikut