SELAMAT DATANG DI BLOG MALAYCELAKA, CELAKALAH ORANG - ORANG MALAYSIA YANG TELAH MENYIKSA TKI INDONESIA, DAN SEGALA AKSI TINDAKAN BODOH NYA TERHADAP BANGSA INDONESIA.PENULIS TIDAK SEDANG BERPERANG, TAPI PENULIS SEDANG MENYENTIL LEWAT TULISAN.

MALINGSIA ibarat VIRUS, dia telah menggerogoti wilayah kita indonesia. blog dan web yang menghina kesatuan indonesia kini bertebaran di dunia maya. itu bukan penghormatan, melainkan penghinaan besar terhadap negara kita indonesia. apa kesan anda setelah membaca dan melihat semua itu? pasti sakit, kecewa, dan terasa terinjak - injak harga diri kita. apa lagi saudara kita yang pernah tersiksa di sana, sudah pasti menimbulkan luka yang sangat dalam. apakah kita cuma tinggal diam melihat semua itu? sudah barang tentu tidak!!!untuk itu sudah saatnya kita bangkit, sudah saatnya kita sadar, sudah saatnya kita peduli terhadap bangsa kita sendiri yaitu indonesia. kalo bukan kita, siapa lagi? mari kita perangi bersama untuk malingsia yang suka menghina dan menyakiti saudara kita. !

Malaysia Jangan Cuci Tangan

Padang - Sikap Malaysia yang menyebut klaim budaya dan penghinaan lagu kebangsaan Indonesia bukan dilakukan pihak pemerintah sangat disesalkan. Tak seharusnya Malaysia cuci tangan dari polemik ini.

"Pemerintah Malaysia jangan cuci tangan. Tidak bisa dia mengelak, karena siapapun yang melakukan pelecehan di wilayah Malaysia, merupakan bagian Malaysia. Jangan-jangan, pemerintah Malaysia menjadi desainer dari semua kasus itu," kata pakar hukum internasional dari Universitas Andalas Padang, Firman Hasan di Padang, Sumatera Barat, Sabtu (29/8).

Menurut Firman, sikap Malaysia yang mengelak menunjukkan mereka tidak mampu mengatur rakyatnya sendiri. Oleh karena itu, Firman menilai pemerintah Indonesia harus mengingatkan pemerintah Malaysia untuk mengatur rakyatnya.

"Katakan bahwa pemerintah Indonesia tidak suka dengan berbagai pelecehan tersebut," tandasnya.

Firman juga menilai pemerintah Indonesia harus menekan pemerintah Malaysia untuk menyelesaikan masalah ini jika ingin bertetangga dengan Indonesia. Malaysia juga harus respek dengan budaya dan identitas Indonesia.

"Sebab, untuk bisa harmonis dalam bertetangga harus ada sikap saling menghargai," katanya. [*/fiq]

sumber : inilah.com

catatan : "Menurut Firman, sikap Malaysia yang mengelak menunjukkan mereka tidak mampu mengatur rakyatnya sendiri. Oleh karena itu, Firman menilai pemerintah Indonesia harus mengingatkan pemerintah Malaysia untuk mengatur rakyatnya"

"kasihan rakyatnya di bodoh - bodohin oleh pemerintahnya. dan rakyatnya sendiri tidak sadar diri . negara yang bodoh..

6 komentar:

shail2chouhan mengatakan...

really unique images..nice blog.

Padang - Sikap Malaysia yang menyebut klaim budaya dan penghinaan lagu kebangsaan Indonesia bukan dilakukan pihak pemerintah sangat disesalkan. Tak seharusnya Malaysia cuci tangan dari polemik ini.

"Pemerintah Malaysia jangan cuci tangan. Tidak bisa dia mengelak, karena siapapun yang melakukan pelecehan di wilayah Malaysia, merupakan bagian Malaysia. Jangan-jangan, pemerintah Malaysia menjadi desainer dari semua kasus itu," kata pakar hukum internasional dari Universitas Andalas Padang, Firman Hasan di Padang, Sumatera Barat, Sabtu (29/8).

Menurut Firman, sikap Malaysia yang mengelak menunjukkan mereka tidak mampu mengatur rakyatnya sendiri. Oleh karena itu, Firman menilai pemerintah Indonesia harus mengingatkan pemerintah Malaysia untuk mengatur rakyatnya.

"Katakan bahwa pemerintah Indonesia tidak suka dengan berbagai pelecehan tersebut," tandasnya.

Firman juga menilai pemerintah Indonesia harus menekan pemerintah Malaysia untuk menyelesaikan masalah ini jika ingin bertetangga dengan Indonesia. Malaysia juga harus respek dengan budaya dan identitas Indonesia.

"Sebab, untuk bisa harmonis dalam bertetangga harus ada sikap saling menghargai," katanya. [*/fiq]

sumber : inilah.com

catatan : "Menurut Firman, sikap Malaysia yang mengelak menunjukkan mereka tidak mampu mengatur rakyatnya sendiri. Oleh karena itu, Firman menilai pemerintah Indonesia harus mengingatkan pemerintah Malaysia untuk mengatur rakyatnya"

"kasihan rakyatnya di bodoh - bodohin oleh pemerintahnya. dan rakyatnya sendiri tidak sadar diri . negara yang bodoh..

Ricard GAY for Hire mengatakan...

Pelik

yang korang sibuk sangat pasal Malaysia kenapa ek?

Jaga negara sendiri yang banyak merempat bawah jambatan tu lagi bagus la...

Sibuk sangat mengutuk Malaysia

Rakyat sendiri banyak yang merempat ke Malaysia.

Tak malu punya blogger.

Padang - Sikap Malaysia yang menyebut klaim budaya dan penghinaan lagu kebangsaan Indonesia bukan dilakukan pihak pemerintah sangat disesalkan. Tak seharusnya Malaysia cuci tangan dari polemik ini.

"Pemerintah Malaysia jangan cuci tangan. Tidak bisa dia mengelak, karena siapapun yang melakukan pelecehan di wilayah Malaysia, merupakan bagian Malaysia. Jangan-jangan, pemerintah Malaysia menjadi desainer dari semua kasus itu," kata pakar hukum internasional dari Universitas Andalas Padang, Firman Hasan di Padang, Sumatera Barat, Sabtu (29/8).

Menurut Firman, sikap Malaysia yang mengelak menunjukkan mereka tidak mampu mengatur rakyatnya sendiri. Oleh karena itu, Firman menilai pemerintah Indonesia harus mengingatkan pemerintah Malaysia untuk mengatur rakyatnya.

"Katakan bahwa pemerintah Indonesia tidak suka dengan berbagai pelecehan tersebut," tandasnya.

Firman juga menilai pemerintah Indonesia harus menekan pemerintah Malaysia untuk menyelesaikan masalah ini jika ingin bertetangga dengan Indonesia. Malaysia juga harus respek dengan budaya dan identitas Indonesia.

"Sebab, untuk bisa harmonis dalam bertetangga harus ada sikap saling menghargai," katanya. [*/fiq]

sumber : inilah.com

catatan : "Menurut Firman, sikap Malaysia yang mengelak menunjukkan mereka tidak mampu mengatur rakyatnya sendiri. Oleh karena itu, Firman menilai pemerintah Indonesia harus mengingatkan pemerintah Malaysia untuk mengatur rakyatnya"

"kasihan rakyatnya di bodoh - bodohin oleh pemerintahnya. dan rakyatnya sendiri tidak sadar diri . negara yang bodoh..

alie mengatakan...

org indon tidor d bwah jambatan....
kalian boleh search d google...
tidak ade tempat tidur...
merempat....

Padang - Sikap Malaysia yang menyebut klaim budaya dan penghinaan lagu kebangsaan Indonesia bukan dilakukan pihak pemerintah sangat disesalkan. Tak seharusnya Malaysia cuci tangan dari polemik ini.

"Pemerintah Malaysia jangan cuci tangan. Tidak bisa dia mengelak, karena siapapun yang melakukan pelecehan di wilayah Malaysia, merupakan bagian Malaysia. Jangan-jangan, pemerintah Malaysia menjadi desainer dari semua kasus itu," kata pakar hukum internasional dari Universitas Andalas Padang, Firman Hasan di Padang, Sumatera Barat, Sabtu (29/8).

Menurut Firman, sikap Malaysia yang mengelak menunjukkan mereka tidak mampu mengatur rakyatnya sendiri. Oleh karena itu, Firman menilai pemerintah Indonesia harus mengingatkan pemerintah Malaysia untuk mengatur rakyatnya.

"Katakan bahwa pemerintah Indonesia tidak suka dengan berbagai pelecehan tersebut," tandasnya.

Firman juga menilai pemerintah Indonesia harus menekan pemerintah Malaysia untuk menyelesaikan masalah ini jika ingin bertetangga dengan Indonesia. Malaysia juga harus respek dengan budaya dan identitas Indonesia.

"Sebab, untuk bisa harmonis dalam bertetangga harus ada sikap saling menghargai," katanya. [*/fiq]

sumber : inilah.com

catatan : "Menurut Firman, sikap Malaysia yang mengelak menunjukkan mereka tidak mampu mengatur rakyatnya sendiri. Oleh karena itu, Firman menilai pemerintah Indonesia harus mengingatkan pemerintah Malaysia untuk mengatur rakyatnya"

"kasihan rakyatnya di bodoh - bodohin oleh pemerintahnya. dan rakyatnya sendiri tidak sadar diri . negara yang bodoh..

Revoltion mengatakan...

Apehal plak ko nak bising2 nie Indon oi.

Kalo best sgt, jg puak2 ko je ah. Jgn bg puak2 ko dtg Malaysia. Malaysia Negara Berdaulat.

Org Indon yg dtg Malaysia lah sebenarnya pencuri, maling. Sbb korg mencuri semua duit2 org Malaysia.

Tak bertamadun langsung.

Padang - Sikap Malaysia yang menyebut klaim budaya dan penghinaan lagu kebangsaan Indonesia bukan dilakukan pihak pemerintah sangat disesalkan. Tak seharusnya Malaysia cuci tangan dari polemik ini.

"Pemerintah Malaysia jangan cuci tangan. Tidak bisa dia mengelak, karena siapapun yang melakukan pelecehan di wilayah Malaysia, merupakan bagian Malaysia. Jangan-jangan, pemerintah Malaysia menjadi desainer dari semua kasus itu," kata pakar hukum internasional dari Universitas Andalas Padang, Firman Hasan di Padang, Sumatera Barat, Sabtu (29/8).

Menurut Firman, sikap Malaysia yang mengelak menunjukkan mereka tidak mampu mengatur rakyatnya sendiri. Oleh karena itu, Firman menilai pemerintah Indonesia harus mengingatkan pemerintah Malaysia untuk mengatur rakyatnya.

"Katakan bahwa pemerintah Indonesia tidak suka dengan berbagai pelecehan tersebut," tandasnya.

Firman juga menilai pemerintah Indonesia harus menekan pemerintah Malaysia untuk menyelesaikan masalah ini jika ingin bertetangga dengan Indonesia. Malaysia juga harus respek dengan budaya dan identitas Indonesia.

"Sebab, untuk bisa harmonis dalam bertetangga harus ada sikap saling menghargai," katanya. [*/fiq]

sumber : inilah.com

catatan : "Menurut Firman, sikap Malaysia yang mengelak menunjukkan mereka tidak mampu mengatur rakyatnya sendiri. Oleh karena itu, Firman menilai pemerintah Indonesia harus mengingatkan pemerintah Malaysia untuk mengatur rakyatnya"

"kasihan rakyatnya di bodoh - bodohin oleh pemerintahnya. dan rakyatnya sendiri tidak sadar diri . negara yang bodoh..

fhad mengatakan...

ahahah... lagu korang yang saykoji buat tu cam hampes.. cakap diri tu melayu, tetapi melayu yang bertatu? apa itu yang dikatakan melayu? akidah terpesong ada hati nak sruh org lain jaga diri.. sampah.. tgk diri dulu sebelum judge orang lain.. to blogger blog ni.. lain kali nak letak video klip carik yang elok2 skit noleh tak? aku ni jenis detail.. tak pun ko suruh saykoji ko freestyle rap ngn aku boleh?

Padang - Sikap Malaysia yang menyebut klaim budaya dan penghinaan lagu kebangsaan Indonesia bukan dilakukan pihak pemerintah sangat disesalkan. Tak seharusnya Malaysia cuci tangan dari polemik ini.

"Pemerintah Malaysia jangan cuci tangan. Tidak bisa dia mengelak, karena siapapun yang melakukan pelecehan di wilayah Malaysia, merupakan bagian Malaysia. Jangan-jangan, pemerintah Malaysia menjadi desainer dari semua kasus itu," kata pakar hukum internasional dari Universitas Andalas Padang, Firman Hasan di Padang, Sumatera Barat, Sabtu (29/8).

Menurut Firman, sikap Malaysia yang mengelak menunjukkan mereka tidak mampu mengatur rakyatnya sendiri. Oleh karena itu, Firman menilai pemerintah Indonesia harus mengingatkan pemerintah Malaysia untuk mengatur rakyatnya.

"Katakan bahwa pemerintah Indonesia tidak suka dengan berbagai pelecehan tersebut," tandasnya.

Firman juga menilai pemerintah Indonesia harus menekan pemerintah Malaysia untuk menyelesaikan masalah ini jika ingin bertetangga dengan Indonesia. Malaysia juga harus respek dengan budaya dan identitas Indonesia.

"Sebab, untuk bisa harmonis dalam bertetangga harus ada sikap saling menghargai," katanya. [*/fiq]

sumber : inilah.com

catatan : "Menurut Firman, sikap Malaysia yang mengelak menunjukkan mereka tidak mampu mengatur rakyatnya sendiri. Oleh karena itu, Firman menilai pemerintah Indonesia harus mengingatkan pemerintah Malaysia untuk mengatur rakyatnya"

"kasihan rakyatnya di bodoh - bodohin oleh pemerintahnya. dan rakyatnya sendiri tidak sadar diri . negara yang bodoh..

Anonim mengatakan...

HIMBauan..

Terkait dengan pengukuhan warisan budaya leluhur kita, BATIK, oleh
UNESCO .

marilah kita hormati dan hargai budaya bangsa kita ini, dengan
mengenakannya pada tanggal 2 Oktober 2009, kebetulan jatuh pada hari
Jum'at


UNESCO Akui Batik Milik Indonesia

Luhur Hertanto - detikNews



Bogor - Akhirnya dunia mengakui batik merupakan salah satu warisan umat
manusia yang dihasilkan oleh bangsa Indonesia. Pengakuan serta
penghargaan itu akan disampaikan secara resmi oleh United Nations
Educational, Scientific, and Culture Organization (UNESCO).



"Pengakuannya pada 28 September nanti dan penghargaan resmi pada 2
Oktober di Abu Dhabi," kata Menko Kesra Aburizal Bakrie di Istana Bogor,
Senin (7/9/2009).



Menurutnya, pengakuan UNESCO itu diberikan terutama karena penilaian
terhadap keragaman motif batik yang penuh makna filosofi mendalam. Di
samping itu pemerintah dan rakyat Indonesia juga dinilai telah melakukan
berbagai langkah nyata untuk lindungi dan melestarikan warisan budaya
itu secara turun menurun.



Atas perkembangan ini Presiden SBY menyambut baik kabar tersebut.
Sebagai bentuk apresiasi baik terhadap batik dan penghargaan UNESCO itu,
Presiden SBY meminta seluruh warga negara mengenakan batik pada 2
Oktober 2009.



"Orang lain bisa saja klaim batik, tapi dunia tahu kalau batik adalah
milik Indonesia," tambah Menbudpar Jero Wacik pada kesempatan sama.



Lebih lanjut dikatakannya pemerintah terus memperjuangkan pengakuan atas
karya budaya lain bangsa Indonesia. Sekarang ini yang tengah
diperjuangkan adalah musik kulintang, naskah Negara Kertagama versi
Majapahit dan epos La Galigo asal Bugis


JOHN..

MERDEKA

Padang - Sikap Malaysia yang menyebut klaim budaya dan penghinaan lagu kebangsaan Indonesia bukan dilakukan pihak pemerintah sangat disesalkan. Tak seharusnya Malaysia cuci tangan dari polemik ini.

"Pemerintah Malaysia jangan cuci tangan. Tidak bisa dia mengelak, karena siapapun yang melakukan pelecehan di wilayah Malaysia, merupakan bagian Malaysia. Jangan-jangan, pemerintah Malaysia menjadi desainer dari semua kasus itu," kata pakar hukum internasional dari Universitas Andalas Padang, Firman Hasan di Padang, Sumatera Barat, Sabtu (29/8).

Menurut Firman, sikap Malaysia yang mengelak menunjukkan mereka tidak mampu mengatur rakyatnya sendiri. Oleh karena itu, Firman menilai pemerintah Indonesia harus mengingatkan pemerintah Malaysia untuk mengatur rakyatnya.

"Katakan bahwa pemerintah Indonesia tidak suka dengan berbagai pelecehan tersebut," tandasnya.

Firman juga menilai pemerintah Indonesia harus menekan pemerintah Malaysia untuk menyelesaikan masalah ini jika ingin bertetangga dengan Indonesia. Malaysia juga harus respek dengan budaya dan identitas Indonesia.

"Sebab, untuk bisa harmonis dalam bertetangga harus ada sikap saling menghargai," katanya. [*/fiq]

sumber : inilah.com

catatan : "Menurut Firman, sikap Malaysia yang mengelak menunjukkan mereka tidak mampu mengatur rakyatnya sendiri. Oleh karena itu, Firman menilai pemerintah Indonesia harus mengingatkan pemerintah Malaysia untuk mengatur rakyatnya"

"kasihan rakyatnya di bodoh - bodohin oleh pemerintahnya. dan rakyatnya sendiri tidak sadar diri . negara yang bodoh..

Poskan Komentar

kasih pendapat anda,

Anwar Ibrahim

Anwar Ibrahim
saat ini generasi muda Malaysia hanya mengenal Indonesia dari TKI dan lagu “rasa sayange” yang diributkan. Mereka kurang mengenal tokoh pemikir Indonesia seperti Mohammad Natsir dan Buya Hamka. dengan kata lain pemuda malaysia tidak tau apa - apa tentang indonesia mereka buta sejarah indonesia.

Pengunjung Online

Statistik Pengunjung

website hit counter

Tukar Link

dari Bung Admin

jangan hanya ada kejadian TKI kita ingin di penggal lehernya,dihukum pancung,disiksa,dan diperkosa kita baru menyadarinya, tapi pemerintah kita harus melek dan berbuat sebelum semua itu terjadi. negara indonesia harus serius dalam menangani masalah TKI indonesia. karena ini menyangkut masalah nyawa, tenaga dan harga diri indonesia dimata dunia khususnya dinegara malaysia dan arab saudi yang sudah menjadi langganan masalah dalam hal TKI.

efek dari sulitnya lapangan kerja di indonesia, dan minimnya peluang kerja bagi rakyat miskin membuat rasa tidak percaya rakyat indonesia terhadap pemerintahnya, hal inilah yang mendorong, memicu bagi segelintir warga indonesia untuk hijrah mencari rejeki dinegara lain.

apakah hal ini salah? atau siapa yang harus disalahkan, pemerintah atau rakyatnya?

Alasan Benci Malaysia

Kenapa Orang Indonesia benci malaysia?
mau tau alasanya?

masukan kata sesuka anda.

Dari Bung Admin

akibat kebodohan generasi muda malaysia, sehingga
pemuda - pemuda malaysia tidak mampu menyebut
kata indonesia.

Perlu saya luruskan bahwa, menyebut kata indonesia
bukan indon, tapi INDONESIA.
untuk itu pemuda - pemuda malaysia
harus banyak belajar lagi. dan jangan mau di bilang
pemuda bodoh dan tak berpendidikan.

Pengikut