SELAMAT DATANG DI BLOG MALAYCELAKA, CELAKALAH ORANG - ORANG MALAYSIA YANG TELAH MENYIKSA TKI INDONESIA, DAN SEGALA AKSI TINDAKAN BODOH NYA TERHADAP BANGSA INDONESIA.PENULIS TIDAK SEDANG BERPERANG, TAPI PENULIS SEDANG MENYENTIL LEWAT TULISAN.

MALINGSIA ibarat VIRUS, dia telah menggerogoti wilayah kita indonesia. blog dan web yang menghina kesatuan indonesia kini bertebaran di dunia maya. itu bukan penghormatan, melainkan penghinaan besar terhadap negara kita indonesia. apa kesan anda setelah membaca dan melihat semua itu? pasti sakit, kecewa, dan terasa terinjak - injak harga diri kita. apa lagi saudara kita yang pernah tersiksa di sana, sudah pasti menimbulkan luka yang sangat dalam. apakah kita cuma tinggal diam melihat semua itu? sudah barang tentu tidak!!!untuk itu sudah saatnya kita bangkit, sudah saatnya kita sadar, sudah saatnya kita peduli terhadap bangsa kita sendiri yaitu indonesia. kalo bukan kita, siapa lagi? mari kita perangi bersama untuk malingsia yang suka menghina dan menyakiti saudara kita. !

Kaum Muda Malaysia Tetap Dugem Saat Ramadan

Kuala Lumpur -Bulan puasa rupanya tidak menyurutkan beberapa kawula muda di Malaysia untuk dugem. Mereka tetap minum bir dan menyaksikan tarian yang memakai kostum bikini.

Berdasarkan investigasi reporter Metro Ahad seperti dilansir dari The Star, Senin (14/9/2009), pesta dugem itu diadakan di suatu club di Kuala Lumpur, Malaysia pada Sabtu 12 September 2009 malam lalu.

Awalnya undangan yang bertema 'Bikini in The City' itu diposting melalui Facebook. Dan yang bersedia datang adalah 202 orang.

Menurut pantauan reporter Metro Ahad yang menyamar, 5 wanita berbikini merayap di meja saat waktu menunjukkan pukul 23.50 waktu setempat. Penari berbikini itu memanaskan clubbers yang hadir.

Sang disc jockey pun meminta 3 perempuan dan 1 laki-laki untuk mengikuti kontes menari dengan merayapi meja. Gerakan yang paling 'menggoda' dan mengundang applaus paling banyak dari clubbers memenangkan RM 150.

Salah satu pelanggan club, sebut saja Man, mengatakan dia langsung menyatakan hadir saat diundang di Facebook, mengingat sangat sulit menemui pertunjukan yang seperti itu di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Tentu saya bersenang-senang di sini, saya minum bir sambil lihat cewek berbikini menari seksi," kata Man.

Seorang pelanggan club lain, Zam yang juga seorang eksekutif muda, mengatakan lebih menyenangkan lagi jika lebih banyak lagi perempuan yang memakai bikini.

Biasanya, kelompok muda-mudi seperti itu berkeliaran di mal-mal atau menghadiri konser musik bawah tanah sebelum beredar di club, seperti di The Pavilion, Kuala Lumpur. Mantan anggota salah satu kelompok muda-mudi itu, Mohd Haris mengatakan ada satu kelompok di tiap negara bagian.

"Mereka akan bertemu di club malam, diskotek, dan tempat-tempat lain yang menjual minuman beralkohol," ujar pria 28 tahun yang menjadi anggota kelompok dugem itu saat kuliah di Masai, Johor.

Haris menambahkan, kelompok itu juga terikat karena gemar mengadakan pesta seks. Solidaritas di antara kelompok itu membuatnya tidak segan-segan membunuh mereka yang menantang dan melawan.

Sementara Kepala Pertubuhan Kebajikan Sahabat Insan Malaysia (Sidim) Mohamed Hanafiah Abdul Malek mengatakan kelompok ini memang sangat popular di antara anak-anak kuliahan.
Kuala Lumpur -Bulan puasa rupanya tidak menyurutkan beberapa kawula muda di Malaysia untuk dugem. Mereka tetap minum bir dan menyaksikan tarian yang memakai kostum bikini.

Berdasarkan investigasi reporter Metro Ahad seperti dilansir dari The Star, Senin (14/9/2009), pesta dugem itu diadakan di suatu club di Kuala Lumpur, Malaysia pada Sabtu 12 September 2009 malam lalu.

Awalnya undangan yang bertema 'Bikini in The City' itu diposting melalui Facebook. Dan yang bersedia datang adalah 202 orang.

Menurut pantauan reporter Metro Ahad yang menyamar, 5 wanita berbikini merayap di meja saat waktu menunjukkan pukul 23.50 waktu setempat. Penari berbikini itu memanaskan clubbers yang hadir.

Sang disc jockey pun meminta 3 perempuan dan 1 laki-laki untuk mengikuti kontes menari dengan merayapi meja. Gerakan yang paling 'menggoda' dan mengundang applaus paling banyak dari clubbers memenangkan RM 150.

Salah satu pelanggan club, sebut saja Man, mengatakan dia langsung menyatakan hadir saat diundang di Facebook, mengingat sangat sulit menemui pertunjukan yang seperti itu di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Tentu saya bersenang-senang di sini, saya minum bir sambil lihat cewek berbikini menari seksi," kata Man.

Seorang pelanggan club lain, Zam yang juga seorang eksekutif muda, mengatakan lebih menyenangkan lagi jika lebih banyak lagi perempuan yang memakai bikini.

Biasanya, kelompok muda-mudi seperti itu berkeliaran di mal-mal atau menghadiri konser musik bawah tanah sebelum beredar di club, seperti di The Pavilion, Kuala Lumpur. Mantan anggota salah satu kelompok muda-mudi itu, Mohd Haris mengatakan ada satu kelompok di tiap negara bagian.

"Mereka akan bertemu di club malam, diskotek, dan tempat-tempat lain yang menjual minuman beralkohol," ujar pria 28 tahun yang menjadi anggota kelompok dugem itu saat kuliah di Masai, Johor.

Haris menambahkan, kelompok itu juga terikat karena gemar mengadakan pesta seks. Solidaritas di antara kelompok itu membuatnya tidak segan-segan membunuh mereka yang menantang dan melawan.

Sementara Kepala Pertubuhan Kebajikan Sahabat Insan Malaysia (Sidim) Mohamed Hanafiah Abdul Malek mengatakan kelompok ini memang sangat popular di antara anak-anak kuliahan.

sumber : detik.com

catatan : wow.. bukanya malaysia negara yang religius? kok di bulan Ramahdan pergi kedugem, minum bir, bahkan ada yang bermain sex? ckckc.... hancurlah pemuda - pemuda malaysia.

tapi kalau berkunjung di blog ini setiap menghantar komentar selalu bilang Demi allah, selalu bawa - bawa islam, selalu mengancam akan di laknat allah, terutama komentar yang di tunjukan untuk admin blog ini. huhuhu..tapi faktnya pemuda - pemuda malaysia kelakuannya tidak semanis ucapannya. menyedihkan.. insyaflah wahai pemuda - pemuda malaysia, bagaimana negara anda tidak menjadi bodoh, kalau kelakuan penerus bangsa nya seperti itu.

14 komentar:

spooky_deidara mengatakan...

subhanallah... apa nak jadi dengan genarasi sekarang?? dibulan puasa pun masih buat maksiat! tak takut ke dalam kubur nanti kena soal dengan malaikat?

seperti aku sebutkan dalam komentar aku yang lepas, umat manusia tiada yang maksum melainkan junjungan besar kita, nabi Muhammad SAW!

aku sememangnya rakyat malaysia tapi aku tak nafikan perkara itu sememangnya berlaku di negara kami. malah aku juga berasa malu. namun, setelah aku fikirkan sejenak, kebanyakan yang menghadiri pesta dugem itu ialah orang melayu yang asal usul keturunannya dari indonesia, iaitu negara kamu sendiri!

dan.. pada zaman rasulullah dahulu, dibulan ramadhan, berlaku satu kejadian. suatu hari rasulullah dipanggil oleh sahabat kerna ada seorang wanita mengalami sakit perut yang tersangat serta memuntahkan darah dan ketulan daging yang mentah dan busuk. lantas rasulullah berdoa kepada Allah. selepas itu, wanita itu sembuh kembali. ketika itu, rasulullah bersabda; "janganlah kamu(umatku) mengumpat, kerna mengumpat itu umpama memakan daging saudara kamu sendiri." kini sudah hampir 1500 tahun kekasih Allah itu meninggalkan kita namun adakah kita ikut pesanannya?

mengikut kamus umum bahasa indonesia, mengumpat didefinisikan sebagai setiap kata-kata yang memburukan orang; fitnah.

mengikut kamus dewan bahasa dan pustaka malaysia pula ia definisikan sebagai setiap perkataan yang bertujuan untuk menodai nama seseorang(sama ada sedar atau tidak)

mengikut Islam pula, setiap perkataan yang mencela, memburukkan, menghina dll seseorang.

tidakkah kamu sedar yang kamu itu sedang mengumpat?

dan selagi kamu tidak dimaafkan oleh orang kamu umpat, kamu tidak akan merasa apa itu syurga. dan adakah kamu mahu mencari setiap satu orang yang kamu umpat di akhirat kelak untuk memohon maaf?

kamu adalah orang dewasa, yang waras akal fikiran, seharusnya memberikan contoh yang baik terhadap anak-anak muda!

seperti yang ku katakan , manusia bukan maksum. manusia adalah makhluk yang lemah.. kerna itu nafsu dan syaitan sentiasa mencuba untuk merosakkkan anak adam.

manusia tidak pernah lari dari melakukan kesilapan. aku juga begitu. jika ada terkasar bahasa, aku harap maaf.

bukan semua yang beragama Islam itu seorang mukmin, namun, seorang mukmin sudah pasti seorang Islam yang cemerlang..

Kuala Lumpur -Bulan puasa rupanya tidak menyurutkan beberapa kawula muda di Malaysia untuk dugem. Mereka tetap minum bir dan menyaksikan tarian yang memakai kostum bikini.

Berdasarkan investigasi reporter Metro Ahad seperti dilansir dari The Star, Senin (14/9/2009), pesta dugem itu diadakan di suatu club di Kuala Lumpur, Malaysia pada Sabtu 12 September 2009 malam lalu.

Awalnya undangan yang bertema 'Bikini in The City' itu diposting melalui Facebook. Dan yang bersedia datang adalah 202 orang.

Menurut pantauan reporter Metro Ahad yang menyamar, 5 wanita berbikini merayap di meja saat waktu menunjukkan pukul 23.50 waktu setempat. Penari berbikini itu memanaskan clubbers yang hadir.

Sang disc jockey pun meminta 3 perempuan dan 1 laki-laki untuk mengikuti kontes menari dengan merayapi meja. Gerakan yang paling 'menggoda' dan mengundang applaus paling banyak dari clubbers memenangkan RM 150.

Salah satu pelanggan club, sebut saja Man, mengatakan dia langsung menyatakan hadir saat diundang di Facebook, mengingat sangat sulit menemui pertunjukan yang seperti itu di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Tentu saya bersenang-senang di sini, saya minum bir sambil lihat cewek berbikini menari seksi," kata Man.

Seorang pelanggan club lain, Zam yang juga seorang eksekutif muda, mengatakan lebih menyenangkan lagi jika lebih banyak lagi perempuan yang memakai bikini.

Biasanya, kelompok muda-mudi seperti itu berkeliaran di mal-mal atau menghadiri konser musik bawah tanah sebelum beredar di club, seperti di The Pavilion, Kuala Lumpur. Mantan anggota salah satu kelompok muda-mudi itu, Mohd Haris mengatakan ada satu kelompok di tiap negara bagian.

"Mereka akan bertemu di club malam, diskotek, dan tempat-tempat lain yang menjual minuman beralkohol," ujar pria 28 tahun yang menjadi anggota kelompok dugem itu saat kuliah di Masai, Johor.

Haris menambahkan, kelompok itu juga terikat karena gemar mengadakan pesta seks. Solidaritas di antara kelompok itu membuatnya tidak segan-segan membunuh mereka yang menantang dan melawan.

Sementara Kepala Pertubuhan Kebajikan Sahabat Insan Malaysia (Sidim) Mohamed Hanafiah Abdul Malek mengatakan kelompok ini memang sangat popular di antara anak-anak kuliahan.
Kuala Lumpur -Bulan puasa rupanya tidak menyurutkan beberapa kawula muda di Malaysia untuk dugem. Mereka tetap minum bir dan menyaksikan tarian yang memakai kostum bikini.

Berdasarkan investigasi reporter Metro Ahad seperti dilansir dari The Star, Senin (14/9/2009), pesta dugem itu diadakan di suatu club di Kuala Lumpur, Malaysia pada Sabtu 12 September 2009 malam lalu.

Awalnya undangan yang bertema 'Bikini in The City' itu diposting melalui Facebook. Dan yang bersedia datang adalah 202 orang.

Menurut pantauan reporter Metro Ahad yang menyamar, 5 wanita berbikini merayap di meja saat waktu menunjukkan pukul 23.50 waktu setempat. Penari berbikini itu memanaskan clubbers yang hadir.

Sang disc jockey pun meminta 3 perempuan dan 1 laki-laki untuk mengikuti kontes menari dengan merayapi meja. Gerakan yang paling 'menggoda' dan mengundang applaus paling banyak dari clubbers memenangkan RM 150.

Salah satu pelanggan club, sebut saja Man, mengatakan dia langsung menyatakan hadir saat diundang di Facebook, mengingat sangat sulit menemui pertunjukan yang seperti itu di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Tentu saya bersenang-senang di sini, saya minum bir sambil lihat cewek berbikini menari seksi," kata Man.

Seorang pelanggan club lain, Zam yang juga seorang eksekutif muda, mengatakan lebih menyenangkan lagi jika lebih banyak lagi perempuan yang memakai bikini.

Biasanya, kelompok muda-mudi seperti itu berkeliaran di mal-mal atau menghadiri konser musik bawah tanah sebelum beredar di club, seperti di The Pavilion, Kuala Lumpur. Mantan anggota salah satu kelompok muda-mudi itu, Mohd Haris mengatakan ada satu kelompok di tiap negara bagian.

"Mereka akan bertemu di club malam, diskotek, dan tempat-tempat lain yang menjual minuman beralkohol," ujar pria 28 tahun yang menjadi anggota kelompok dugem itu saat kuliah di Masai, Johor.

Haris menambahkan, kelompok itu juga terikat karena gemar mengadakan pesta seks. Solidaritas di antara kelompok itu membuatnya tidak segan-segan membunuh mereka yang menantang dan melawan.

Sementara Kepala Pertubuhan Kebajikan Sahabat Insan Malaysia (Sidim) Mohamed Hanafiah Abdul Malek mengatakan kelompok ini memang sangat popular di antara anak-anak kuliahan.

sumber : detik.com

catatan : wow.. bukanya malaysia negara yang religius? kok di bulan Ramahdan pergi kedugem, minum bir, bahkan ada yang bermain sex? ckckc.... hancurlah pemuda - pemuda malaysia.

tapi kalau berkunjung di blog ini setiap menghantar komentar selalu bilang Demi allah, selalu bawa - bawa islam, selalu mengancam akan di laknat allah, terutama komentar yang di tunjukan untuk admin blog ini. huhuhu..tapi faktnya pemuda - pemuda malaysia kelakuannya tidak semanis ucapannya. menyedihkan.. insyaflah wahai pemuda - pemuda malaysia, bagaimana negara anda tidak menjadi bodoh, kalau kelakuan penerus bangsa nya seperti itu.

Anonim mengatakan...

admin juga mengumpat & menghina umat islam lain yang ada kalimah di bulan mulia ini.
sedarkah anda akan perkara ini?
atau admin hanya memekakkan telinga dan membutakan mata ..

Kuala Lumpur -Bulan puasa rupanya tidak menyurutkan beberapa kawula muda di Malaysia untuk dugem. Mereka tetap minum bir dan menyaksikan tarian yang memakai kostum bikini.

Berdasarkan investigasi reporter Metro Ahad seperti dilansir dari The Star, Senin (14/9/2009), pesta dugem itu diadakan di suatu club di Kuala Lumpur, Malaysia pada Sabtu 12 September 2009 malam lalu.

Awalnya undangan yang bertema 'Bikini in The City' itu diposting melalui Facebook. Dan yang bersedia datang adalah 202 orang.

Menurut pantauan reporter Metro Ahad yang menyamar, 5 wanita berbikini merayap di meja saat waktu menunjukkan pukul 23.50 waktu setempat. Penari berbikini itu memanaskan clubbers yang hadir.

Sang disc jockey pun meminta 3 perempuan dan 1 laki-laki untuk mengikuti kontes menari dengan merayapi meja. Gerakan yang paling 'menggoda' dan mengundang applaus paling banyak dari clubbers memenangkan RM 150.

Salah satu pelanggan club, sebut saja Man, mengatakan dia langsung menyatakan hadir saat diundang di Facebook, mengingat sangat sulit menemui pertunjukan yang seperti itu di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Tentu saya bersenang-senang di sini, saya minum bir sambil lihat cewek berbikini menari seksi," kata Man.

Seorang pelanggan club lain, Zam yang juga seorang eksekutif muda, mengatakan lebih menyenangkan lagi jika lebih banyak lagi perempuan yang memakai bikini.

Biasanya, kelompok muda-mudi seperti itu berkeliaran di mal-mal atau menghadiri konser musik bawah tanah sebelum beredar di club, seperti di The Pavilion, Kuala Lumpur. Mantan anggota salah satu kelompok muda-mudi itu, Mohd Haris mengatakan ada satu kelompok di tiap negara bagian.

"Mereka akan bertemu di club malam, diskotek, dan tempat-tempat lain yang menjual minuman beralkohol," ujar pria 28 tahun yang menjadi anggota kelompok dugem itu saat kuliah di Masai, Johor.

Haris menambahkan, kelompok itu juga terikat karena gemar mengadakan pesta seks. Solidaritas di antara kelompok itu membuatnya tidak segan-segan membunuh mereka yang menantang dan melawan.

Sementara Kepala Pertubuhan Kebajikan Sahabat Insan Malaysia (Sidim) Mohamed Hanafiah Abdul Malek mengatakan kelompok ini memang sangat popular di antara anak-anak kuliahan.
Kuala Lumpur -Bulan puasa rupanya tidak menyurutkan beberapa kawula muda di Malaysia untuk dugem. Mereka tetap minum bir dan menyaksikan tarian yang memakai kostum bikini.

Berdasarkan investigasi reporter Metro Ahad seperti dilansir dari The Star, Senin (14/9/2009), pesta dugem itu diadakan di suatu club di Kuala Lumpur, Malaysia pada Sabtu 12 September 2009 malam lalu.

Awalnya undangan yang bertema 'Bikini in The City' itu diposting melalui Facebook. Dan yang bersedia datang adalah 202 orang.

Menurut pantauan reporter Metro Ahad yang menyamar, 5 wanita berbikini merayap di meja saat waktu menunjukkan pukul 23.50 waktu setempat. Penari berbikini itu memanaskan clubbers yang hadir.

Sang disc jockey pun meminta 3 perempuan dan 1 laki-laki untuk mengikuti kontes menari dengan merayapi meja. Gerakan yang paling 'menggoda' dan mengundang applaus paling banyak dari clubbers memenangkan RM 150.

Salah satu pelanggan club, sebut saja Man, mengatakan dia langsung menyatakan hadir saat diundang di Facebook, mengingat sangat sulit menemui pertunjukan yang seperti itu di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Tentu saya bersenang-senang di sini, saya minum bir sambil lihat cewek berbikini menari seksi," kata Man.

Seorang pelanggan club lain, Zam yang juga seorang eksekutif muda, mengatakan lebih menyenangkan lagi jika lebih banyak lagi perempuan yang memakai bikini.

Biasanya, kelompok muda-mudi seperti itu berkeliaran di mal-mal atau menghadiri konser musik bawah tanah sebelum beredar di club, seperti di The Pavilion, Kuala Lumpur. Mantan anggota salah satu kelompok muda-mudi itu, Mohd Haris mengatakan ada satu kelompok di tiap negara bagian.

"Mereka akan bertemu di club malam, diskotek, dan tempat-tempat lain yang menjual minuman beralkohol," ujar pria 28 tahun yang menjadi anggota kelompok dugem itu saat kuliah di Masai, Johor.

Haris menambahkan, kelompok itu juga terikat karena gemar mengadakan pesta seks. Solidaritas di antara kelompok itu membuatnya tidak segan-segan membunuh mereka yang menantang dan melawan.

Sementara Kepala Pertubuhan Kebajikan Sahabat Insan Malaysia (Sidim) Mohamed Hanafiah Abdul Malek mengatakan kelompok ini memang sangat popular di antara anak-anak kuliahan.

sumber : detik.com

catatan : wow.. bukanya malaysia negara yang religius? kok di bulan Ramahdan pergi kedugem, minum bir, bahkan ada yang bermain sex? ckckc.... hancurlah pemuda - pemuda malaysia.

tapi kalau berkunjung di blog ini setiap menghantar komentar selalu bilang Demi allah, selalu bawa - bawa islam, selalu mengancam akan di laknat allah, terutama komentar yang di tunjukan untuk admin blog ini. huhuhu..tapi faktnya pemuda - pemuda malaysia kelakuannya tidak semanis ucapannya. menyedihkan.. insyaflah wahai pemuda - pemuda malaysia, bagaimana negara anda tidak menjadi bodoh, kalau kelakuan penerus bangsa nya seperti itu.

Anonim mengatakan...

kpd admin .. jangan jadi lalat, walau masuk taman yg indah tetap mencari tahi yg busuk untuk di cium.
tapi jadilah seperti lebah yg kalau masuk kawasan sampah pun tetap mencari bunga yg wangi untuk mendapat kan madu.

admin skg seperti mata LALAT ..

Kuala Lumpur -Bulan puasa rupanya tidak menyurutkan beberapa kawula muda di Malaysia untuk dugem. Mereka tetap minum bir dan menyaksikan tarian yang memakai kostum bikini.

Berdasarkan investigasi reporter Metro Ahad seperti dilansir dari The Star, Senin (14/9/2009), pesta dugem itu diadakan di suatu club di Kuala Lumpur, Malaysia pada Sabtu 12 September 2009 malam lalu.

Awalnya undangan yang bertema 'Bikini in The City' itu diposting melalui Facebook. Dan yang bersedia datang adalah 202 orang.

Menurut pantauan reporter Metro Ahad yang menyamar, 5 wanita berbikini merayap di meja saat waktu menunjukkan pukul 23.50 waktu setempat. Penari berbikini itu memanaskan clubbers yang hadir.

Sang disc jockey pun meminta 3 perempuan dan 1 laki-laki untuk mengikuti kontes menari dengan merayapi meja. Gerakan yang paling 'menggoda' dan mengundang applaus paling banyak dari clubbers memenangkan RM 150.

Salah satu pelanggan club, sebut saja Man, mengatakan dia langsung menyatakan hadir saat diundang di Facebook, mengingat sangat sulit menemui pertunjukan yang seperti itu di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Tentu saya bersenang-senang di sini, saya minum bir sambil lihat cewek berbikini menari seksi," kata Man.

Seorang pelanggan club lain, Zam yang juga seorang eksekutif muda, mengatakan lebih menyenangkan lagi jika lebih banyak lagi perempuan yang memakai bikini.

Biasanya, kelompok muda-mudi seperti itu berkeliaran di mal-mal atau menghadiri konser musik bawah tanah sebelum beredar di club, seperti di The Pavilion, Kuala Lumpur. Mantan anggota salah satu kelompok muda-mudi itu, Mohd Haris mengatakan ada satu kelompok di tiap negara bagian.

"Mereka akan bertemu di club malam, diskotek, dan tempat-tempat lain yang menjual minuman beralkohol," ujar pria 28 tahun yang menjadi anggota kelompok dugem itu saat kuliah di Masai, Johor.

Haris menambahkan, kelompok itu juga terikat karena gemar mengadakan pesta seks. Solidaritas di antara kelompok itu membuatnya tidak segan-segan membunuh mereka yang menantang dan melawan.

Sementara Kepala Pertubuhan Kebajikan Sahabat Insan Malaysia (Sidim) Mohamed Hanafiah Abdul Malek mengatakan kelompok ini memang sangat popular di antara anak-anak kuliahan.
Kuala Lumpur -Bulan puasa rupanya tidak menyurutkan beberapa kawula muda di Malaysia untuk dugem. Mereka tetap minum bir dan menyaksikan tarian yang memakai kostum bikini.

Berdasarkan investigasi reporter Metro Ahad seperti dilansir dari The Star, Senin (14/9/2009), pesta dugem itu diadakan di suatu club di Kuala Lumpur, Malaysia pada Sabtu 12 September 2009 malam lalu.

Awalnya undangan yang bertema 'Bikini in The City' itu diposting melalui Facebook. Dan yang bersedia datang adalah 202 orang.

Menurut pantauan reporter Metro Ahad yang menyamar, 5 wanita berbikini merayap di meja saat waktu menunjukkan pukul 23.50 waktu setempat. Penari berbikini itu memanaskan clubbers yang hadir.

Sang disc jockey pun meminta 3 perempuan dan 1 laki-laki untuk mengikuti kontes menari dengan merayapi meja. Gerakan yang paling 'menggoda' dan mengundang applaus paling banyak dari clubbers memenangkan RM 150.

Salah satu pelanggan club, sebut saja Man, mengatakan dia langsung menyatakan hadir saat diundang di Facebook, mengingat sangat sulit menemui pertunjukan yang seperti itu di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Tentu saya bersenang-senang di sini, saya minum bir sambil lihat cewek berbikini menari seksi," kata Man.

Seorang pelanggan club lain, Zam yang juga seorang eksekutif muda, mengatakan lebih menyenangkan lagi jika lebih banyak lagi perempuan yang memakai bikini.

Biasanya, kelompok muda-mudi seperti itu berkeliaran di mal-mal atau menghadiri konser musik bawah tanah sebelum beredar di club, seperti di The Pavilion, Kuala Lumpur. Mantan anggota salah satu kelompok muda-mudi itu, Mohd Haris mengatakan ada satu kelompok di tiap negara bagian.

"Mereka akan bertemu di club malam, diskotek, dan tempat-tempat lain yang menjual minuman beralkohol," ujar pria 28 tahun yang menjadi anggota kelompok dugem itu saat kuliah di Masai, Johor.

Haris menambahkan, kelompok itu juga terikat karena gemar mengadakan pesta seks. Solidaritas di antara kelompok itu membuatnya tidak segan-segan membunuh mereka yang menantang dan melawan.

Sementara Kepala Pertubuhan Kebajikan Sahabat Insan Malaysia (Sidim) Mohamed Hanafiah Abdul Malek mengatakan kelompok ini memang sangat popular di antara anak-anak kuliahan.

sumber : detik.com

catatan : wow.. bukanya malaysia negara yang religius? kok di bulan Ramahdan pergi kedugem, minum bir, bahkan ada yang bermain sex? ckckc.... hancurlah pemuda - pemuda malaysia.

tapi kalau berkunjung di blog ini setiap menghantar komentar selalu bilang Demi allah, selalu bawa - bawa islam, selalu mengancam akan di laknat allah, terutama komentar yang di tunjukan untuk admin blog ini. huhuhu..tapi faktnya pemuda - pemuda malaysia kelakuannya tidak semanis ucapannya. menyedihkan.. insyaflah wahai pemuda - pemuda malaysia, bagaimana negara anda tidak menjadi bodoh, kalau kelakuan penerus bangsa nya seperti itu.

Anonim mengatakan...

golongan para DAJAL mmg begitukan. nampak alim tp hati mcm bangkai. masakan di ciptakan SYURGA dan NERAKA jika tidak sebahagiannya manusia yg bermuka2 seperti indon2 ini. teruskan lagi ya usaha anda indon.

Kuala Lumpur -Bulan puasa rupanya tidak menyurutkan beberapa kawula muda di Malaysia untuk dugem. Mereka tetap minum bir dan menyaksikan tarian yang memakai kostum bikini.

Berdasarkan investigasi reporter Metro Ahad seperti dilansir dari The Star, Senin (14/9/2009), pesta dugem itu diadakan di suatu club di Kuala Lumpur, Malaysia pada Sabtu 12 September 2009 malam lalu.

Awalnya undangan yang bertema 'Bikini in The City' itu diposting melalui Facebook. Dan yang bersedia datang adalah 202 orang.

Menurut pantauan reporter Metro Ahad yang menyamar, 5 wanita berbikini merayap di meja saat waktu menunjukkan pukul 23.50 waktu setempat. Penari berbikini itu memanaskan clubbers yang hadir.

Sang disc jockey pun meminta 3 perempuan dan 1 laki-laki untuk mengikuti kontes menari dengan merayapi meja. Gerakan yang paling 'menggoda' dan mengundang applaus paling banyak dari clubbers memenangkan RM 150.

Salah satu pelanggan club, sebut saja Man, mengatakan dia langsung menyatakan hadir saat diundang di Facebook, mengingat sangat sulit menemui pertunjukan yang seperti itu di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Tentu saya bersenang-senang di sini, saya minum bir sambil lihat cewek berbikini menari seksi," kata Man.

Seorang pelanggan club lain, Zam yang juga seorang eksekutif muda, mengatakan lebih menyenangkan lagi jika lebih banyak lagi perempuan yang memakai bikini.

Biasanya, kelompok muda-mudi seperti itu berkeliaran di mal-mal atau menghadiri konser musik bawah tanah sebelum beredar di club, seperti di The Pavilion, Kuala Lumpur. Mantan anggota salah satu kelompok muda-mudi itu, Mohd Haris mengatakan ada satu kelompok di tiap negara bagian.

"Mereka akan bertemu di club malam, diskotek, dan tempat-tempat lain yang menjual minuman beralkohol," ujar pria 28 tahun yang menjadi anggota kelompok dugem itu saat kuliah di Masai, Johor.

Haris menambahkan, kelompok itu juga terikat karena gemar mengadakan pesta seks. Solidaritas di antara kelompok itu membuatnya tidak segan-segan membunuh mereka yang menantang dan melawan.

Sementara Kepala Pertubuhan Kebajikan Sahabat Insan Malaysia (Sidim) Mohamed Hanafiah Abdul Malek mengatakan kelompok ini memang sangat popular di antara anak-anak kuliahan.
Kuala Lumpur -Bulan puasa rupanya tidak menyurutkan beberapa kawula muda di Malaysia untuk dugem. Mereka tetap minum bir dan menyaksikan tarian yang memakai kostum bikini.

Berdasarkan investigasi reporter Metro Ahad seperti dilansir dari The Star, Senin (14/9/2009), pesta dugem itu diadakan di suatu club di Kuala Lumpur, Malaysia pada Sabtu 12 September 2009 malam lalu.

Awalnya undangan yang bertema 'Bikini in The City' itu diposting melalui Facebook. Dan yang bersedia datang adalah 202 orang.

Menurut pantauan reporter Metro Ahad yang menyamar, 5 wanita berbikini merayap di meja saat waktu menunjukkan pukul 23.50 waktu setempat. Penari berbikini itu memanaskan clubbers yang hadir.

Sang disc jockey pun meminta 3 perempuan dan 1 laki-laki untuk mengikuti kontes menari dengan merayapi meja. Gerakan yang paling 'menggoda' dan mengundang applaus paling banyak dari clubbers memenangkan RM 150.

Salah satu pelanggan club, sebut saja Man, mengatakan dia langsung menyatakan hadir saat diundang di Facebook, mengingat sangat sulit menemui pertunjukan yang seperti itu di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Tentu saya bersenang-senang di sini, saya minum bir sambil lihat cewek berbikini menari seksi," kata Man.

Seorang pelanggan club lain, Zam yang juga seorang eksekutif muda, mengatakan lebih menyenangkan lagi jika lebih banyak lagi perempuan yang memakai bikini.

Biasanya, kelompok muda-mudi seperti itu berkeliaran di mal-mal atau menghadiri konser musik bawah tanah sebelum beredar di club, seperti di The Pavilion, Kuala Lumpur. Mantan anggota salah satu kelompok muda-mudi itu, Mohd Haris mengatakan ada satu kelompok di tiap negara bagian.

"Mereka akan bertemu di club malam, diskotek, dan tempat-tempat lain yang menjual minuman beralkohol," ujar pria 28 tahun yang menjadi anggota kelompok dugem itu saat kuliah di Masai, Johor.

Haris menambahkan, kelompok itu juga terikat karena gemar mengadakan pesta seks. Solidaritas di antara kelompok itu membuatnya tidak segan-segan membunuh mereka yang menantang dan melawan.

Sementara Kepala Pertubuhan Kebajikan Sahabat Insan Malaysia (Sidim) Mohamed Hanafiah Abdul Malek mengatakan kelompok ini memang sangat popular di antara anak-anak kuliahan.

sumber : detik.com

catatan : wow.. bukanya malaysia negara yang religius? kok di bulan Ramahdan pergi kedugem, minum bir, bahkan ada yang bermain sex? ckckc.... hancurlah pemuda - pemuda malaysia.

tapi kalau berkunjung di blog ini setiap menghantar komentar selalu bilang Demi allah, selalu bawa - bawa islam, selalu mengancam akan di laknat allah, terutama komentar yang di tunjukan untuk admin blog ini. huhuhu..tapi faktnya pemuda - pemuda malaysia kelakuannya tidak semanis ucapannya. menyedihkan.. insyaflah wahai pemuda - pemuda malaysia, bagaimana negara anda tidak menjadi bodoh, kalau kelakuan penerus bangsa nya seperti itu.

Anonim mengatakan...

hehe sedih yah melihat komentar di atas.. itu kan berita fakta, harusnya tidak usah marah.
kenapa jadi admin yang di salahkan? berati hati anda yang menghantar komentar disini tidak lebih baik dari orang - orang yang dugem diatas. hehe dengan kata lain membenci admin sama dengan mempunyai sipat buruk terhadap orang lain. maaf yah wahai orang - orang malaysia.. ini kan cuma artikel dan berita fakta serta di di bumbuhi catatan jadi rasanya tidak ada yang salah tuh.. karena sudah menjadi hak orang untuk bebas berpendapat. paham kan?

Kuala Lumpur -Bulan puasa rupanya tidak menyurutkan beberapa kawula muda di Malaysia untuk dugem. Mereka tetap minum bir dan menyaksikan tarian yang memakai kostum bikini.

Berdasarkan investigasi reporter Metro Ahad seperti dilansir dari The Star, Senin (14/9/2009), pesta dugem itu diadakan di suatu club di Kuala Lumpur, Malaysia pada Sabtu 12 September 2009 malam lalu.

Awalnya undangan yang bertema 'Bikini in The City' itu diposting melalui Facebook. Dan yang bersedia datang adalah 202 orang.

Menurut pantauan reporter Metro Ahad yang menyamar, 5 wanita berbikini merayap di meja saat waktu menunjukkan pukul 23.50 waktu setempat. Penari berbikini itu memanaskan clubbers yang hadir.

Sang disc jockey pun meminta 3 perempuan dan 1 laki-laki untuk mengikuti kontes menari dengan merayapi meja. Gerakan yang paling 'menggoda' dan mengundang applaus paling banyak dari clubbers memenangkan RM 150.

Salah satu pelanggan club, sebut saja Man, mengatakan dia langsung menyatakan hadir saat diundang di Facebook, mengingat sangat sulit menemui pertunjukan yang seperti itu di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Tentu saya bersenang-senang di sini, saya minum bir sambil lihat cewek berbikini menari seksi," kata Man.

Seorang pelanggan club lain, Zam yang juga seorang eksekutif muda, mengatakan lebih menyenangkan lagi jika lebih banyak lagi perempuan yang memakai bikini.

Biasanya, kelompok muda-mudi seperti itu berkeliaran di mal-mal atau menghadiri konser musik bawah tanah sebelum beredar di club, seperti di The Pavilion, Kuala Lumpur. Mantan anggota salah satu kelompok muda-mudi itu, Mohd Haris mengatakan ada satu kelompok di tiap negara bagian.

"Mereka akan bertemu di club malam, diskotek, dan tempat-tempat lain yang menjual minuman beralkohol," ujar pria 28 tahun yang menjadi anggota kelompok dugem itu saat kuliah di Masai, Johor.

Haris menambahkan, kelompok itu juga terikat karena gemar mengadakan pesta seks. Solidaritas di antara kelompok itu membuatnya tidak segan-segan membunuh mereka yang menantang dan melawan.

Sementara Kepala Pertubuhan Kebajikan Sahabat Insan Malaysia (Sidim) Mohamed Hanafiah Abdul Malek mengatakan kelompok ini memang sangat popular di antara anak-anak kuliahan.
Kuala Lumpur -Bulan puasa rupanya tidak menyurutkan beberapa kawula muda di Malaysia untuk dugem. Mereka tetap minum bir dan menyaksikan tarian yang memakai kostum bikini.

Berdasarkan investigasi reporter Metro Ahad seperti dilansir dari The Star, Senin (14/9/2009), pesta dugem itu diadakan di suatu club di Kuala Lumpur, Malaysia pada Sabtu 12 September 2009 malam lalu.

Awalnya undangan yang bertema 'Bikini in The City' itu diposting melalui Facebook. Dan yang bersedia datang adalah 202 orang.

Menurut pantauan reporter Metro Ahad yang menyamar, 5 wanita berbikini merayap di meja saat waktu menunjukkan pukul 23.50 waktu setempat. Penari berbikini itu memanaskan clubbers yang hadir.

Sang disc jockey pun meminta 3 perempuan dan 1 laki-laki untuk mengikuti kontes menari dengan merayapi meja. Gerakan yang paling 'menggoda' dan mengundang applaus paling banyak dari clubbers memenangkan RM 150.

Salah satu pelanggan club, sebut saja Man, mengatakan dia langsung menyatakan hadir saat diundang di Facebook, mengingat sangat sulit menemui pertunjukan yang seperti itu di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Tentu saya bersenang-senang di sini, saya minum bir sambil lihat cewek berbikini menari seksi," kata Man.

Seorang pelanggan club lain, Zam yang juga seorang eksekutif muda, mengatakan lebih menyenangkan lagi jika lebih banyak lagi perempuan yang memakai bikini.

Biasanya, kelompok muda-mudi seperti itu berkeliaran di mal-mal atau menghadiri konser musik bawah tanah sebelum beredar di club, seperti di The Pavilion, Kuala Lumpur. Mantan anggota salah satu kelompok muda-mudi itu, Mohd Haris mengatakan ada satu kelompok di tiap negara bagian.

"Mereka akan bertemu di club malam, diskotek, dan tempat-tempat lain yang menjual minuman beralkohol," ujar pria 28 tahun yang menjadi anggota kelompok dugem itu saat kuliah di Masai, Johor.

Haris menambahkan, kelompok itu juga terikat karena gemar mengadakan pesta seks. Solidaritas di antara kelompok itu membuatnya tidak segan-segan membunuh mereka yang menantang dan melawan.

Sementara Kepala Pertubuhan Kebajikan Sahabat Insan Malaysia (Sidim) Mohamed Hanafiah Abdul Malek mengatakan kelompok ini memang sangat popular di antara anak-anak kuliahan.

sumber : detik.com

catatan : wow.. bukanya malaysia negara yang religius? kok di bulan Ramahdan pergi kedugem, minum bir, bahkan ada yang bermain sex? ckckc.... hancurlah pemuda - pemuda malaysia.

tapi kalau berkunjung di blog ini setiap menghantar komentar selalu bilang Demi allah, selalu bawa - bawa islam, selalu mengancam akan di laknat allah, terutama komentar yang di tunjukan untuk admin blog ini. huhuhu..tapi faktnya pemuda - pemuda malaysia kelakuannya tidak semanis ucapannya. menyedihkan.. insyaflah wahai pemuda - pemuda malaysia, bagaimana negara anda tidak menjadi bodoh, kalau kelakuan penerus bangsa nya seperti itu.

aku mengatakan...

poyo gile blog ni. asik2 nak kutuk je. cukup2 la. org x kaco kau pon. kecoh je lebe.

Kuala Lumpur -Bulan puasa rupanya tidak menyurutkan beberapa kawula muda di Malaysia untuk dugem. Mereka tetap minum bir dan menyaksikan tarian yang memakai kostum bikini.

Berdasarkan investigasi reporter Metro Ahad seperti dilansir dari The Star, Senin (14/9/2009), pesta dugem itu diadakan di suatu club di Kuala Lumpur, Malaysia pada Sabtu 12 September 2009 malam lalu.

Awalnya undangan yang bertema 'Bikini in The City' itu diposting melalui Facebook. Dan yang bersedia datang adalah 202 orang.

Menurut pantauan reporter Metro Ahad yang menyamar, 5 wanita berbikini merayap di meja saat waktu menunjukkan pukul 23.50 waktu setempat. Penari berbikini itu memanaskan clubbers yang hadir.

Sang disc jockey pun meminta 3 perempuan dan 1 laki-laki untuk mengikuti kontes menari dengan merayapi meja. Gerakan yang paling 'menggoda' dan mengundang applaus paling banyak dari clubbers memenangkan RM 150.

Salah satu pelanggan club, sebut saja Man, mengatakan dia langsung menyatakan hadir saat diundang di Facebook, mengingat sangat sulit menemui pertunjukan yang seperti itu di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Tentu saya bersenang-senang di sini, saya minum bir sambil lihat cewek berbikini menari seksi," kata Man.

Seorang pelanggan club lain, Zam yang juga seorang eksekutif muda, mengatakan lebih menyenangkan lagi jika lebih banyak lagi perempuan yang memakai bikini.

Biasanya, kelompok muda-mudi seperti itu berkeliaran di mal-mal atau menghadiri konser musik bawah tanah sebelum beredar di club, seperti di The Pavilion, Kuala Lumpur. Mantan anggota salah satu kelompok muda-mudi itu, Mohd Haris mengatakan ada satu kelompok di tiap negara bagian.

"Mereka akan bertemu di club malam, diskotek, dan tempat-tempat lain yang menjual minuman beralkohol," ujar pria 28 tahun yang menjadi anggota kelompok dugem itu saat kuliah di Masai, Johor.

Haris menambahkan, kelompok itu juga terikat karena gemar mengadakan pesta seks. Solidaritas di antara kelompok itu membuatnya tidak segan-segan membunuh mereka yang menantang dan melawan.

Sementara Kepala Pertubuhan Kebajikan Sahabat Insan Malaysia (Sidim) Mohamed Hanafiah Abdul Malek mengatakan kelompok ini memang sangat popular di antara anak-anak kuliahan.
Kuala Lumpur -Bulan puasa rupanya tidak menyurutkan beberapa kawula muda di Malaysia untuk dugem. Mereka tetap minum bir dan menyaksikan tarian yang memakai kostum bikini.

Berdasarkan investigasi reporter Metro Ahad seperti dilansir dari The Star, Senin (14/9/2009), pesta dugem itu diadakan di suatu club di Kuala Lumpur, Malaysia pada Sabtu 12 September 2009 malam lalu.

Awalnya undangan yang bertema 'Bikini in The City' itu diposting melalui Facebook. Dan yang bersedia datang adalah 202 orang.

Menurut pantauan reporter Metro Ahad yang menyamar, 5 wanita berbikini merayap di meja saat waktu menunjukkan pukul 23.50 waktu setempat. Penari berbikini itu memanaskan clubbers yang hadir.

Sang disc jockey pun meminta 3 perempuan dan 1 laki-laki untuk mengikuti kontes menari dengan merayapi meja. Gerakan yang paling 'menggoda' dan mengundang applaus paling banyak dari clubbers memenangkan RM 150.

Salah satu pelanggan club, sebut saja Man, mengatakan dia langsung menyatakan hadir saat diundang di Facebook, mengingat sangat sulit menemui pertunjukan yang seperti itu di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Tentu saya bersenang-senang di sini, saya minum bir sambil lihat cewek berbikini menari seksi," kata Man.

Seorang pelanggan club lain, Zam yang juga seorang eksekutif muda, mengatakan lebih menyenangkan lagi jika lebih banyak lagi perempuan yang memakai bikini.

Biasanya, kelompok muda-mudi seperti itu berkeliaran di mal-mal atau menghadiri konser musik bawah tanah sebelum beredar di club, seperti di The Pavilion, Kuala Lumpur. Mantan anggota salah satu kelompok muda-mudi itu, Mohd Haris mengatakan ada satu kelompok di tiap negara bagian.

"Mereka akan bertemu di club malam, diskotek, dan tempat-tempat lain yang menjual minuman beralkohol," ujar pria 28 tahun yang menjadi anggota kelompok dugem itu saat kuliah di Masai, Johor.

Haris menambahkan, kelompok itu juga terikat karena gemar mengadakan pesta seks. Solidaritas di antara kelompok itu membuatnya tidak segan-segan membunuh mereka yang menantang dan melawan.

Sementara Kepala Pertubuhan Kebajikan Sahabat Insan Malaysia (Sidim) Mohamed Hanafiah Abdul Malek mengatakan kelompok ini memang sangat popular di antara anak-anak kuliahan.

sumber : detik.com

catatan : wow.. bukanya malaysia negara yang religius? kok di bulan Ramahdan pergi kedugem, minum bir, bahkan ada yang bermain sex? ckckc.... hancurlah pemuda - pemuda malaysia.

tapi kalau berkunjung di blog ini setiap menghantar komentar selalu bilang Demi allah, selalu bawa - bawa islam, selalu mengancam akan di laknat allah, terutama komentar yang di tunjukan untuk admin blog ini. huhuhu..tapi faktnya pemuda - pemuda malaysia kelakuannya tidak semanis ucapannya. menyedihkan.. insyaflah wahai pemuda - pemuda malaysia, bagaimana negara anda tidak menjadi bodoh, kalau kelakuan penerus bangsa nya seperti itu.

spooky_deidara mengatakan...

huhh.. yare..yare...

kamu mengatakan aku mengumpat? hah! itukan sudah cukup untuk buktikan tiada manusia yang maksum? kerna itu aku juga melakukan kesilapan. tapi, bukankah aku juga mohon maaf jika aku terkasar bahasa? tidakkah kamu baca?

yare..yare...

malah, bukankah syurga dan neraka telah Allah ciptakan sebelum terciptanya nabi Allah adam? dan bukankah sepatutnya seluruh umat manusia berada di syurga sekarang ini jika bukan kerna syaitan laknatullah yang menganayai hawa untuk memakan buah khuldi lalu nabi adam juga memakan buah tersebut kerna perasaan kasihnya terhadap hawa lantas mereka dilemparkan ke bumi semula? neraka pada asalnya untuk syaitan laknatullah. namun, syaitan laknatullah telah bersumpah dihadapan Allah untuk merosakkan anak adam supaya masuk ke neraka juga. neraka bukan tempat untuk manusia pada asalnya... kalian harus faham itu.

Kuala Lumpur -Bulan puasa rupanya tidak menyurutkan beberapa kawula muda di Malaysia untuk dugem. Mereka tetap minum bir dan menyaksikan tarian yang memakai kostum bikini.

Berdasarkan investigasi reporter Metro Ahad seperti dilansir dari The Star, Senin (14/9/2009), pesta dugem itu diadakan di suatu club di Kuala Lumpur, Malaysia pada Sabtu 12 September 2009 malam lalu.

Awalnya undangan yang bertema 'Bikini in The City' itu diposting melalui Facebook. Dan yang bersedia datang adalah 202 orang.

Menurut pantauan reporter Metro Ahad yang menyamar, 5 wanita berbikini merayap di meja saat waktu menunjukkan pukul 23.50 waktu setempat. Penari berbikini itu memanaskan clubbers yang hadir.

Sang disc jockey pun meminta 3 perempuan dan 1 laki-laki untuk mengikuti kontes menari dengan merayapi meja. Gerakan yang paling 'menggoda' dan mengundang applaus paling banyak dari clubbers memenangkan RM 150.

Salah satu pelanggan club, sebut saja Man, mengatakan dia langsung menyatakan hadir saat diundang di Facebook, mengingat sangat sulit menemui pertunjukan yang seperti itu di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Tentu saya bersenang-senang di sini, saya minum bir sambil lihat cewek berbikini menari seksi," kata Man.

Seorang pelanggan club lain, Zam yang juga seorang eksekutif muda, mengatakan lebih menyenangkan lagi jika lebih banyak lagi perempuan yang memakai bikini.

Biasanya, kelompok muda-mudi seperti itu berkeliaran di mal-mal atau menghadiri konser musik bawah tanah sebelum beredar di club, seperti di The Pavilion, Kuala Lumpur. Mantan anggota salah satu kelompok muda-mudi itu, Mohd Haris mengatakan ada satu kelompok di tiap negara bagian.

"Mereka akan bertemu di club malam, diskotek, dan tempat-tempat lain yang menjual minuman beralkohol," ujar pria 28 tahun yang menjadi anggota kelompok dugem itu saat kuliah di Masai, Johor.

Haris menambahkan, kelompok itu juga terikat karena gemar mengadakan pesta seks. Solidaritas di antara kelompok itu membuatnya tidak segan-segan membunuh mereka yang menantang dan melawan.

Sementara Kepala Pertubuhan Kebajikan Sahabat Insan Malaysia (Sidim) Mohamed Hanafiah Abdul Malek mengatakan kelompok ini memang sangat popular di antara anak-anak kuliahan.
Kuala Lumpur -Bulan puasa rupanya tidak menyurutkan beberapa kawula muda di Malaysia untuk dugem. Mereka tetap minum bir dan menyaksikan tarian yang memakai kostum bikini.

Berdasarkan investigasi reporter Metro Ahad seperti dilansir dari The Star, Senin (14/9/2009), pesta dugem itu diadakan di suatu club di Kuala Lumpur, Malaysia pada Sabtu 12 September 2009 malam lalu.

Awalnya undangan yang bertema 'Bikini in The City' itu diposting melalui Facebook. Dan yang bersedia datang adalah 202 orang.

Menurut pantauan reporter Metro Ahad yang menyamar, 5 wanita berbikini merayap di meja saat waktu menunjukkan pukul 23.50 waktu setempat. Penari berbikini itu memanaskan clubbers yang hadir.

Sang disc jockey pun meminta 3 perempuan dan 1 laki-laki untuk mengikuti kontes menari dengan merayapi meja. Gerakan yang paling 'menggoda' dan mengundang applaus paling banyak dari clubbers memenangkan RM 150.

Salah satu pelanggan club, sebut saja Man, mengatakan dia langsung menyatakan hadir saat diundang di Facebook, mengingat sangat sulit menemui pertunjukan yang seperti itu di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Tentu saya bersenang-senang di sini, saya minum bir sambil lihat cewek berbikini menari seksi," kata Man.

Seorang pelanggan club lain, Zam yang juga seorang eksekutif muda, mengatakan lebih menyenangkan lagi jika lebih banyak lagi perempuan yang memakai bikini.

Biasanya, kelompok muda-mudi seperti itu berkeliaran di mal-mal atau menghadiri konser musik bawah tanah sebelum beredar di club, seperti di The Pavilion, Kuala Lumpur. Mantan anggota salah satu kelompok muda-mudi itu, Mohd Haris mengatakan ada satu kelompok di tiap negara bagian.

"Mereka akan bertemu di club malam, diskotek, dan tempat-tempat lain yang menjual minuman beralkohol," ujar pria 28 tahun yang menjadi anggota kelompok dugem itu saat kuliah di Masai, Johor.

Haris menambahkan, kelompok itu juga terikat karena gemar mengadakan pesta seks. Solidaritas di antara kelompok itu membuatnya tidak segan-segan membunuh mereka yang menantang dan melawan.

Sementara Kepala Pertubuhan Kebajikan Sahabat Insan Malaysia (Sidim) Mohamed Hanafiah Abdul Malek mengatakan kelompok ini memang sangat popular di antara anak-anak kuliahan.

sumber : detik.com

catatan : wow.. bukanya malaysia negara yang religius? kok di bulan Ramahdan pergi kedugem, minum bir, bahkan ada yang bermain sex? ckckc.... hancurlah pemuda - pemuda malaysia.

tapi kalau berkunjung di blog ini setiap menghantar komentar selalu bilang Demi allah, selalu bawa - bawa islam, selalu mengancam akan di laknat allah, terutama komentar yang di tunjukan untuk admin blog ini. huhuhu..tapi faktnya pemuda - pemuda malaysia kelakuannya tidak semanis ucapannya. menyedihkan.. insyaflah wahai pemuda - pemuda malaysia, bagaimana negara anda tidak menjadi bodoh, kalau kelakuan penerus bangsa nya seperti itu.

spooky_deidara mengatakan...

yare..yare...

dari sikap kamu itu juga sudah menunjukkan yang kamu tidak baca komentar aku dengan teliti. juga kamu sangat cepat mengikut nafsu marahmu. aku bercakap secara lembut namun kalian membalas dengan perasaan yang marah.

jika nak diikutkan, orang muda seperti aku sememangnya cepat baran. tapi mengapa kamu yang lebih tua dari aku pula lebih cepat marah? sedang aku juga sedang berpuasa seperti mana kalian.

yare..yare...

Kuala Lumpur -Bulan puasa rupanya tidak menyurutkan beberapa kawula muda di Malaysia untuk dugem. Mereka tetap minum bir dan menyaksikan tarian yang memakai kostum bikini.

Berdasarkan investigasi reporter Metro Ahad seperti dilansir dari The Star, Senin (14/9/2009), pesta dugem itu diadakan di suatu club di Kuala Lumpur, Malaysia pada Sabtu 12 September 2009 malam lalu.

Awalnya undangan yang bertema 'Bikini in The City' itu diposting melalui Facebook. Dan yang bersedia datang adalah 202 orang.

Menurut pantauan reporter Metro Ahad yang menyamar, 5 wanita berbikini merayap di meja saat waktu menunjukkan pukul 23.50 waktu setempat. Penari berbikini itu memanaskan clubbers yang hadir.

Sang disc jockey pun meminta 3 perempuan dan 1 laki-laki untuk mengikuti kontes menari dengan merayapi meja. Gerakan yang paling 'menggoda' dan mengundang applaus paling banyak dari clubbers memenangkan RM 150.

Salah satu pelanggan club, sebut saja Man, mengatakan dia langsung menyatakan hadir saat diundang di Facebook, mengingat sangat sulit menemui pertunjukan yang seperti itu di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Tentu saya bersenang-senang di sini, saya minum bir sambil lihat cewek berbikini menari seksi," kata Man.

Seorang pelanggan club lain, Zam yang juga seorang eksekutif muda, mengatakan lebih menyenangkan lagi jika lebih banyak lagi perempuan yang memakai bikini.

Biasanya, kelompok muda-mudi seperti itu berkeliaran di mal-mal atau menghadiri konser musik bawah tanah sebelum beredar di club, seperti di The Pavilion, Kuala Lumpur. Mantan anggota salah satu kelompok muda-mudi itu, Mohd Haris mengatakan ada satu kelompok di tiap negara bagian.

"Mereka akan bertemu di club malam, diskotek, dan tempat-tempat lain yang menjual minuman beralkohol," ujar pria 28 tahun yang menjadi anggota kelompok dugem itu saat kuliah di Masai, Johor.

Haris menambahkan, kelompok itu juga terikat karena gemar mengadakan pesta seks. Solidaritas di antara kelompok itu membuatnya tidak segan-segan membunuh mereka yang menantang dan melawan.

Sementara Kepala Pertubuhan Kebajikan Sahabat Insan Malaysia (Sidim) Mohamed Hanafiah Abdul Malek mengatakan kelompok ini memang sangat popular di antara anak-anak kuliahan.
Kuala Lumpur -Bulan puasa rupanya tidak menyurutkan beberapa kawula muda di Malaysia untuk dugem. Mereka tetap minum bir dan menyaksikan tarian yang memakai kostum bikini.

Berdasarkan investigasi reporter Metro Ahad seperti dilansir dari The Star, Senin (14/9/2009), pesta dugem itu diadakan di suatu club di Kuala Lumpur, Malaysia pada Sabtu 12 September 2009 malam lalu.

Awalnya undangan yang bertema 'Bikini in The City' itu diposting melalui Facebook. Dan yang bersedia datang adalah 202 orang.

Menurut pantauan reporter Metro Ahad yang menyamar, 5 wanita berbikini merayap di meja saat waktu menunjukkan pukul 23.50 waktu setempat. Penari berbikini itu memanaskan clubbers yang hadir.

Sang disc jockey pun meminta 3 perempuan dan 1 laki-laki untuk mengikuti kontes menari dengan merayapi meja. Gerakan yang paling 'menggoda' dan mengundang applaus paling banyak dari clubbers memenangkan RM 150.

Salah satu pelanggan club, sebut saja Man, mengatakan dia langsung menyatakan hadir saat diundang di Facebook, mengingat sangat sulit menemui pertunjukan yang seperti itu di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Tentu saya bersenang-senang di sini, saya minum bir sambil lihat cewek berbikini menari seksi," kata Man.

Seorang pelanggan club lain, Zam yang juga seorang eksekutif muda, mengatakan lebih menyenangkan lagi jika lebih banyak lagi perempuan yang memakai bikini.

Biasanya, kelompok muda-mudi seperti itu berkeliaran di mal-mal atau menghadiri konser musik bawah tanah sebelum beredar di club, seperti di The Pavilion, Kuala Lumpur. Mantan anggota salah satu kelompok muda-mudi itu, Mohd Haris mengatakan ada satu kelompok di tiap negara bagian.

"Mereka akan bertemu di club malam, diskotek, dan tempat-tempat lain yang menjual minuman beralkohol," ujar pria 28 tahun yang menjadi anggota kelompok dugem itu saat kuliah di Masai, Johor.

Haris menambahkan, kelompok itu juga terikat karena gemar mengadakan pesta seks. Solidaritas di antara kelompok itu membuatnya tidak segan-segan membunuh mereka yang menantang dan melawan.

Sementara Kepala Pertubuhan Kebajikan Sahabat Insan Malaysia (Sidim) Mohamed Hanafiah Abdul Malek mengatakan kelompok ini memang sangat popular di antara anak-anak kuliahan.

sumber : detik.com

catatan : wow.. bukanya malaysia negara yang religius? kok di bulan Ramahdan pergi kedugem, minum bir, bahkan ada yang bermain sex? ckckc.... hancurlah pemuda - pemuda malaysia.

tapi kalau berkunjung di blog ini setiap menghantar komentar selalu bilang Demi allah, selalu bawa - bawa islam, selalu mengancam akan di laknat allah, terutama komentar yang di tunjukan untuk admin blog ini. huhuhu..tapi faktnya pemuda - pemuda malaysia kelakuannya tidak semanis ucapannya. menyedihkan.. insyaflah wahai pemuda - pemuda malaysia, bagaimana negara anda tidak menjadi bodoh, kalau kelakuan penerus bangsa nya seperti itu.

spooky_deidara mengatakan...

sudahlah.. apa yang kalian lakukan sekarang ini hanya memecah belahkan umat Islam.

aku tidak suka jika seseorang menggunakan 'kita serumpun' untuk mendamaikan keadaan kerna aku tau kamu juga akan menolak perkara itu.

aku juga tidak suka nak mengungkit.

sudah lah. apa pun yang aku cakap pasti aku tidak akan terima kerna mata kamu dikaburi oleh perasaan marah dan dendam.

apa yang kalian siarkan bukan fakta, fakta adalah sesuatu yang pasti bertujuan untuk pendidikan. bukan menghancurkan hubungan silaturrahim. jika itu yang kalian anggap fakta, teruskanlah..

kekerasan hanya akan melahirkan satu lagi kekerasan. kekerasan juga takkan dapat selesaikan apa-apa.

Kuala Lumpur -Bulan puasa rupanya tidak menyurutkan beberapa kawula muda di Malaysia untuk dugem. Mereka tetap minum bir dan menyaksikan tarian yang memakai kostum bikini.

Berdasarkan investigasi reporter Metro Ahad seperti dilansir dari The Star, Senin (14/9/2009), pesta dugem itu diadakan di suatu club di Kuala Lumpur, Malaysia pada Sabtu 12 September 2009 malam lalu.

Awalnya undangan yang bertema 'Bikini in The City' itu diposting melalui Facebook. Dan yang bersedia datang adalah 202 orang.

Menurut pantauan reporter Metro Ahad yang menyamar, 5 wanita berbikini merayap di meja saat waktu menunjukkan pukul 23.50 waktu setempat. Penari berbikini itu memanaskan clubbers yang hadir.

Sang disc jockey pun meminta 3 perempuan dan 1 laki-laki untuk mengikuti kontes menari dengan merayapi meja. Gerakan yang paling 'menggoda' dan mengundang applaus paling banyak dari clubbers memenangkan RM 150.

Salah satu pelanggan club, sebut saja Man, mengatakan dia langsung menyatakan hadir saat diundang di Facebook, mengingat sangat sulit menemui pertunjukan yang seperti itu di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Tentu saya bersenang-senang di sini, saya minum bir sambil lihat cewek berbikini menari seksi," kata Man.

Seorang pelanggan club lain, Zam yang juga seorang eksekutif muda, mengatakan lebih menyenangkan lagi jika lebih banyak lagi perempuan yang memakai bikini.

Biasanya, kelompok muda-mudi seperti itu berkeliaran di mal-mal atau menghadiri konser musik bawah tanah sebelum beredar di club, seperti di The Pavilion, Kuala Lumpur. Mantan anggota salah satu kelompok muda-mudi itu, Mohd Haris mengatakan ada satu kelompok di tiap negara bagian.

"Mereka akan bertemu di club malam, diskotek, dan tempat-tempat lain yang menjual minuman beralkohol," ujar pria 28 tahun yang menjadi anggota kelompok dugem itu saat kuliah di Masai, Johor.

Haris menambahkan, kelompok itu juga terikat karena gemar mengadakan pesta seks. Solidaritas di antara kelompok itu membuatnya tidak segan-segan membunuh mereka yang menantang dan melawan.

Sementara Kepala Pertubuhan Kebajikan Sahabat Insan Malaysia (Sidim) Mohamed Hanafiah Abdul Malek mengatakan kelompok ini memang sangat popular di antara anak-anak kuliahan.
Kuala Lumpur -Bulan puasa rupanya tidak menyurutkan beberapa kawula muda di Malaysia untuk dugem. Mereka tetap minum bir dan menyaksikan tarian yang memakai kostum bikini.

Berdasarkan investigasi reporter Metro Ahad seperti dilansir dari The Star, Senin (14/9/2009), pesta dugem itu diadakan di suatu club di Kuala Lumpur, Malaysia pada Sabtu 12 September 2009 malam lalu.

Awalnya undangan yang bertema 'Bikini in The City' itu diposting melalui Facebook. Dan yang bersedia datang adalah 202 orang.

Menurut pantauan reporter Metro Ahad yang menyamar, 5 wanita berbikini merayap di meja saat waktu menunjukkan pukul 23.50 waktu setempat. Penari berbikini itu memanaskan clubbers yang hadir.

Sang disc jockey pun meminta 3 perempuan dan 1 laki-laki untuk mengikuti kontes menari dengan merayapi meja. Gerakan yang paling 'menggoda' dan mengundang applaus paling banyak dari clubbers memenangkan RM 150.

Salah satu pelanggan club, sebut saja Man, mengatakan dia langsung menyatakan hadir saat diundang di Facebook, mengingat sangat sulit menemui pertunjukan yang seperti itu di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Tentu saya bersenang-senang di sini, saya minum bir sambil lihat cewek berbikini menari seksi," kata Man.

Seorang pelanggan club lain, Zam yang juga seorang eksekutif muda, mengatakan lebih menyenangkan lagi jika lebih banyak lagi perempuan yang memakai bikini.

Biasanya, kelompok muda-mudi seperti itu berkeliaran di mal-mal atau menghadiri konser musik bawah tanah sebelum beredar di club, seperti di The Pavilion, Kuala Lumpur. Mantan anggota salah satu kelompok muda-mudi itu, Mohd Haris mengatakan ada satu kelompok di tiap negara bagian.

"Mereka akan bertemu di club malam, diskotek, dan tempat-tempat lain yang menjual minuman beralkohol," ujar pria 28 tahun yang menjadi anggota kelompok dugem itu saat kuliah di Masai, Johor.

Haris menambahkan, kelompok itu juga terikat karena gemar mengadakan pesta seks. Solidaritas di antara kelompok itu membuatnya tidak segan-segan membunuh mereka yang menantang dan melawan.

Sementara Kepala Pertubuhan Kebajikan Sahabat Insan Malaysia (Sidim) Mohamed Hanafiah Abdul Malek mengatakan kelompok ini memang sangat popular di antara anak-anak kuliahan.

sumber : detik.com

catatan : wow.. bukanya malaysia negara yang religius? kok di bulan Ramahdan pergi kedugem, minum bir, bahkan ada yang bermain sex? ckckc.... hancurlah pemuda - pemuda malaysia.

tapi kalau berkunjung di blog ini setiap menghantar komentar selalu bilang Demi allah, selalu bawa - bawa islam, selalu mengancam akan di laknat allah, terutama komentar yang di tunjukan untuk admin blog ini. huhuhu..tapi faktnya pemuda - pemuda malaysia kelakuannya tidak semanis ucapannya. menyedihkan.. insyaflah wahai pemuda - pemuda malaysia, bagaimana negara anda tidak menjadi bodoh, kalau kelakuan penerus bangsa nya seperti itu.

Anonim mengatakan...

sudahlah, mental anjing, jangAn ragu kau tampaKkan, HEI MALASIAL(MALAS DAN BIKIN SIAL) JANAGN KAU TUTUP KAU PUNYA ODSA, GAY MELAYU MU ITU BANYAK, BERCINTA SEDAAP DI WC, LALAU DUGEM RIA, DENGAN BERSEX RIA, TAK SADAR, KAU PUNYA DOSA SALAHKAN INDON, KAMBINGHITAMKAN JKA ITU MASYARAKAT KETURURNAS INDON, jangan kau lupa, itu negara mu, polisi tak tegas hadapi maksiat, apa polisi di negara mu polisi jaga maksiat, SENENG BUAT ONAR, camakan, jangan kau telan ludahmu sendiri, seperti kaum jahiliyah nabi luth,jangan kau rusak, isalam dengan kau menakau sebagai pemeluknya! tai kau,jangan sosk, kau sebut nabiku, jika kelakuaanmu, seperti kauam kafir ,quraisy di zaman nabiku!!!!! acap tak kaau jaga otak, tak jaga kau lisan, zina sembarang tempat, zina sembarang waktu!!!

Kuala Lumpur -Bulan puasa rupanya tidak menyurutkan beberapa kawula muda di Malaysia untuk dugem. Mereka tetap minum bir dan menyaksikan tarian yang memakai kostum bikini.

Berdasarkan investigasi reporter Metro Ahad seperti dilansir dari The Star, Senin (14/9/2009), pesta dugem itu diadakan di suatu club di Kuala Lumpur, Malaysia pada Sabtu 12 September 2009 malam lalu.

Awalnya undangan yang bertema 'Bikini in The City' itu diposting melalui Facebook. Dan yang bersedia datang adalah 202 orang.

Menurut pantauan reporter Metro Ahad yang menyamar, 5 wanita berbikini merayap di meja saat waktu menunjukkan pukul 23.50 waktu setempat. Penari berbikini itu memanaskan clubbers yang hadir.

Sang disc jockey pun meminta 3 perempuan dan 1 laki-laki untuk mengikuti kontes menari dengan merayapi meja. Gerakan yang paling 'menggoda' dan mengundang applaus paling banyak dari clubbers memenangkan RM 150.

Salah satu pelanggan club, sebut saja Man, mengatakan dia langsung menyatakan hadir saat diundang di Facebook, mengingat sangat sulit menemui pertunjukan yang seperti itu di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Tentu saya bersenang-senang di sini, saya minum bir sambil lihat cewek berbikini menari seksi," kata Man.

Seorang pelanggan club lain, Zam yang juga seorang eksekutif muda, mengatakan lebih menyenangkan lagi jika lebih banyak lagi perempuan yang memakai bikini.

Biasanya, kelompok muda-mudi seperti itu berkeliaran di mal-mal atau menghadiri konser musik bawah tanah sebelum beredar di club, seperti di The Pavilion, Kuala Lumpur. Mantan anggota salah satu kelompok muda-mudi itu, Mohd Haris mengatakan ada satu kelompok di tiap negara bagian.

"Mereka akan bertemu di club malam, diskotek, dan tempat-tempat lain yang menjual minuman beralkohol," ujar pria 28 tahun yang menjadi anggota kelompok dugem itu saat kuliah di Masai, Johor.

Haris menambahkan, kelompok itu juga terikat karena gemar mengadakan pesta seks. Solidaritas di antara kelompok itu membuatnya tidak segan-segan membunuh mereka yang menantang dan melawan.

Sementara Kepala Pertubuhan Kebajikan Sahabat Insan Malaysia (Sidim) Mohamed Hanafiah Abdul Malek mengatakan kelompok ini memang sangat popular di antara anak-anak kuliahan.
Kuala Lumpur -Bulan puasa rupanya tidak menyurutkan beberapa kawula muda di Malaysia untuk dugem. Mereka tetap minum bir dan menyaksikan tarian yang memakai kostum bikini.

Berdasarkan investigasi reporter Metro Ahad seperti dilansir dari The Star, Senin (14/9/2009), pesta dugem itu diadakan di suatu club di Kuala Lumpur, Malaysia pada Sabtu 12 September 2009 malam lalu.

Awalnya undangan yang bertema 'Bikini in The City' itu diposting melalui Facebook. Dan yang bersedia datang adalah 202 orang.

Menurut pantauan reporter Metro Ahad yang menyamar, 5 wanita berbikini merayap di meja saat waktu menunjukkan pukul 23.50 waktu setempat. Penari berbikini itu memanaskan clubbers yang hadir.

Sang disc jockey pun meminta 3 perempuan dan 1 laki-laki untuk mengikuti kontes menari dengan merayapi meja. Gerakan yang paling 'menggoda' dan mengundang applaus paling banyak dari clubbers memenangkan RM 150.

Salah satu pelanggan club, sebut saja Man, mengatakan dia langsung menyatakan hadir saat diundang di Facebook, mengingat sangat sulit menemui pertunjukan yang seperti itu di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Tentu saya bersenang-senang di sini, saya minum bir sambil lihat cewek berbikini menari seksi," kata Man.

Seorang pelanggan club lain, Zam yang juga seorang eksekutif muda, mengatakan lebih menyenangkan lagi jika lebih banyak lagi perempuan yang memakai bikini.

Biasanya, kelompok muda-mudi seperti itu berkeliaran di mal-mal atau menghadiri konser musik bawah tanah sebelum beredar di club, seperti di The Pavilion, Kuala Lumpur. Mantan anggota salah satu kelompok muda-mudi itu, Mohd Haris mengatakan ada satu kelompok di tiap negara bagian.

"Mereka akan bertemu di club malam, diskotek, dan tempat-tempat lain yang menjual minuman beralkohol," ujar pria 28 tahun yang menjadi anggota kelompok dugem itu saat kuliah di Masai, Johor.

Haris menambahkan, kelompok itu juga terikat karena gemar mengadakan pesta seks. Solidaritas di antara kelompok itu membuatnya tidak segan-segan membunuh mereka yang menantang dan melawan.

Sementara Kepala Pertubuhan Kebajikan Sahabat Insan Malaysia (Sidim) Mohamed Hanafiah Abdul Malek mengatakan kelompok ini memang sangat popular di antara anak-anak kuliahan.

sumber : detik.com

catatan : wow.. bukanya malaysia negara yang religius? kok di bulan Ramahdan pergi kedugem, minum bir, bahkan ada yang bermain sex? ckckc.... hancurlah pemuda - pemuda malaysia.

tapi kalau berkunjung di blog ini setiap menghantar komentar selalu bilang Demi allah, selalu bawa - bawa islam, selalu mengancam akan di laknat allah, terutama komentar yang di tunjukan untuk admin blog ini. huhuhu..tapi faktnya pemuda - pemuda malaysia kelakuannya tidak semanis ucapannya. menyedihkan.. insyaflah wahai pemuda - pemuda malaysia, bagaimana negara anda tidak menjadi bodoh, kalau kelakuan penerus bangsa nya seperti itu.

Anonim mengatakan...

INDOGNESIAL = sudah lah ANJING.. sial pulak tu. tgk sendiri rakyat loe byk bermastautin di malaysia hampir suku juta loe fikir sendiri negara loe sendiri najis! khekehkehke.. sepertinya meludah ke langit kena muka sendiri. negara loe bersih dr dosa? loe tgk BALI sendiri bodoh.dan tgk diri loe sendiri hehe..

Kuala Lumpur -Bulan puasa rupanya tidak menyurutkan beberapa kawula muda di Malaysia untuk dugem. Mereka tetap minum bir dan menyaksikan tarian yang memakai kostum bikini.

Berdasarkan investigasi reporter Metro Ahad seperti dilansir dari The Star, Senin (14/9/2009), pesta dugem itu diadakan di suatu club di Kuala Lumpur, Malaysia pada Sabtu 12 September 2009 malam lalu.

Awalnya undangan yang bertema 'Bikini in The City' itu diposting melalui Facebook. Dan yang bersedia datang adalah 202 orang.

Menurut pantauan reporter Metro Ahad yang menyamar, 5 wanita berbikini merayap di meja saat waktu menunjukkan pukul 23.50 waktu setempat. Penari berbikini itu memanaskan clubbers yang hadir.

Sang disc jockey pun meminta 3 perempuan dan 1 laki-laki untuk mengikuti kontes menari dengan merayapi meja. Gerakan yang paling 'menggoda' dan mengundang applaus paling banyak dari clubbers memenangkan RM 150.

Salah satu pelanggan club, sebut saja Man, mengatakan dia langsung menyatakan hadir saat diundang di Facebook, mengingat sangat sulit menemui pertunjukan yang seperti itu di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Tentu saya bersenang-senang di sini, saya minum bir sambil lihat cewek berbikini menari seksi," kata Man.

Seorang pelanggan club lain, Zam yang juga seorang eksekutif muda, mengatakan lebih menyenangkan lagi jika lebih banyak lagi perempuan yang memakai bikini.

Biasanya, kelompok muda-mudi seperti itu berkeliaran di mal-mal atau menghadiri konser musik bawah tanah sebelum beredar di club, seperti di The Pavilion, Kuala Lumpur. Mantan anggota salah satu kelompok muda-mudi itu, Mohd Haris mengatakan ada satu kelompok di tiap negara bagian.

"Mereka akan bertemu di club malam, diskotek, dan tempat-tempat lain yang menjual minuman beralkohol," ujar pria 28 tahun yang menjadi anggota kelompok dugem itu saat kuliah di Masai, Johor.

Haris menambahkan, kelompok itu juga terikat karena gemar mengadakan pesta seks. Solidaritas di antara kelompok itu membuatnya tidak segan-segan membunuh mereka yang menantang dan melawan.

Sementara Kepala Pertubuhan Kebajikan Sahabat Insan Malaysia (Sidim) Mohamed Hanafiah Abdul Malek mengatakan kelompok ini memang sangat popular di antara anak-anak kuliahan.
Kuala Lumpur -Bulan puasa rupanya tidak menyurutkan beberapa kawula muda di Malaysia untuk dugem. Mereka tetap minum bir dan menyaksikan tarian yang memakai kostum bikini.

Berdasarkan investigasi reporter Metro Ahad seperti dilansir dari The Star, Senin (14/9/2009), pesta dugem itu diadakan di suatu club di Kuala Lumpur, Malaysia pada Sabtu 12 September 2009 malam lalu.

Awalnya undangan yang bertema 'Bikini in The City' itu diposting melalui Facebook. Dan yang bersedia datang adalah 202 orang.

Menurut pantauan reporter Metro Ahad yang menyamar, 5 wanita berbikini merayap di meja saat waktu menunjukkan pukul 23.50 waktu setempat. Penari berbikini itu memanaskan clubbers yang hadir.

Sang disc jockey pun meminta 3 perempuan dan 1 laki-laki untuk mengikuti kontes menari dengan merayapi meja. Gerakan yang paling 'menggoda' dan mengundang applaus paling banyak dari clubbers memenangkan RM 150.

Salah satu pelanggan club, sebut saja Man, mengatakan dia langsung menyatakan hadir saat diundang di Facebook, mengingat sangat sulit menemui pertunjukan yang seperti itu di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Tentu saya bersenang-senang di sini, saya minum bir sambil lihat cewek berbikini menari seksi," kata Man.

Seorang pelanggan club lain, Zam yang juga seorang eksekutif muda, mengatakan lebih menyenangkan lagi jika lebih banyak lagi perempuan yang memakai bikini.

Biasanya, kelompok muda-mudi seperti itu berkeliaran di mal-mal atau menghadiri konser musik bawah tanah sebelum beredar di club, seperti di The Pavilion, Kuala Lumpur. Mantan anggota salah satu kelompok muda-mudi itu, Mohd Haris mengatakan ada satu kelompok di tiap negara bagian.

"Mereka akan bertemu di club malam, diskotek, dan tempat-tempat lain yang menjual minuman beralkohol," ujar pria 28 tahun yang menjadi anggota kelompok dugem itu saat kuliah di Masai, Johor.

Haris menambahkan, kelompok itu juga terikat karena gemar mengadakan pesta seks. Solidaritas di antara kelompok itu membuatnya tidak segan-segan membunuh mereka yang menantang dan melawan.

Sementara Kepala Pertubuhan Kebajikan Sahabat Insan Malaysia (Sidim) Mohamed Hanafiah Abdul Malek mengatakan kelompok ini memang sangat popular di antara anak-anak kuliahan.

sumber : detik.com

catatan : wow.. bukanya malaysia negara yang religius? kok di bulan Ramahdan pergi kedugem, minum bir, bahkan ada yang bermain sex? ckckc.... hancurlah pemuda - pemuda malaysia.

tapi kalau berkunjung di blog ini setiap menghantar komentar selalu bilang Demi allah, selalu bawa - bawa islam, selalu mengancam akan di laknat allah, terutama komentar yang di tunjukan untuk admin blog ini. huhuhu..tapi faktnya pemuda - pemuda malaysia kelakuannya tidak semanis ucapannya. menyedihkan.. insyaflah wahai pemuda - pemuda malaysia, bagaimana negara anda tidak menjadi bodoh, kalau kelakuan penerus bangsa nya seperti itu.

Anonim mengatakan...

ya itu fakta... jangan menghindar lagi wahai malon malon...idiot.
hehehehe...

ada apa dengan bali... bali itu indah... sangat menghormati agama disini.
jadi jangan asal ngomong.
liat kesini... jgn main komentar sembarangan...

Kuala Lumpur -Bulan puasa rupanya tidak menyurutkan beberapa kawula muda di Malaysia untuk dugem. Mereka tetap minum bir dan menyaksikan tarian yang memakai kostum bikini.

Berdasarkan investigasi reporter Metro Ahad seperti dilansir dari The Star, Senin (14/9/2009), pesta dugem itu diadakan di suatu club di Kuala Lumpur, Malaysia pada Sabtu 12 September 2009 malam lalu.

Awalnya undangan yang bertema 'Bikini in The City' itu diposting melalui Facebook. Dan yang bersedia datang adalah 202 orang.

Menurut pantauan reporter Metro Ahad yang menyamar, 5 wanita berbikini merayap di meja saat waktu menunjukkan pukul 23.50 waktu setempat. Penari berbikini itu memanaskan clubbers yang hadir.

Sang disc jockey pun meminta 3 perempuan dan 1 laki-laki untuk mengikuti kontes menari dengan merayapi meja. Gerakan yang paling 'menggoda' dan mengundang applaus paling banyak dari clubbers memenangkan RM 150.

Salah satu pelanggan club, sebut saja Man, mengatakan dia langsung menyatakan hadir saat diundang di Facebook, mengingat sangat sulit menemui pertunjukan yang seperti itu di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Tentu saya bersenang-senang di sini, saya minum bir sambil lihat cewek berbikini menari seksi," kata Man.

Seorang pelanggan club lain, Zam yang juga seorang eksekutif muda, mengatakan lebih menyenangkan lagi jika lebih banyak lagi perempuan yang memakai bikini.

Biasanya, kelompok muda-mudi seperti itu berkeliaran di mal-mal atau menghadiri konser musik bawah tanah sebelum beredar di club, seperti di The Pavilion, Kuala Lumpur. Mantan anggota salah satu kelompok muda-mudi itu, Mohd Haris mengatakan ada satu kelompok di tiap negara bagian.

"Mereka akan bertemu di club malam, diskotek, dan tempat-tempat lain yang menjual minuman beralkohol," ujar pria 28 tahun yang menjadi anggota kelompok dugem itu saat kuliah di Masai, Johor.

Haris menambahkan, kelompok itu juga terikat karena gemar mengadakan pesta seks. Solidaritas di antara kelompok itu membuatnya tidak segan-segan membunuh mereka yang menantang dan melawan.

Sementara Kepala Pertubuhan Kebajikan Sahabat Insan Malaysia (Sidim) Mohamed Hanafiah Abdul Malek mengatakan kelompok ini memang sangat popular di antara anak-anak kuliahan.
Kuala Lumpur -Bulan puasa rupanya tidak menyurutkan beberapa kawula muda di Malaysia untuk dugem. Mereka tetap minum bir dan menyaksikan tarian yang memakai kostum bikini.

Berdasarkan investigasi reporter Metro Ahad seperti dilansir dari The Star, Senin (14/9/2009), pesta dugem itu diadakan di suatu club di Kuala Lumpur, Malaysia pada Sabtu 12 September 2009 malam lalu.

Awalnya undangan yang bertema 'Bikini in The City' itu diposting melalui Facebook. Dan yang bersedia datang adalah 202 orang.

Menurut pantauan reporter Metro Ahad yang menyamar, 5 wanita berbikini merayap di meja saat waktu menunjukkan pukul 23.50 waktu setempat. Penari berbikini itu memanaskan clubbers yang hadir.

Sang disc jockey pun meminta 3 perempuan dan 1 laki-laki untuk mengikuti kontes menari dengan merayapi meja. Gerakan yang paling 'menggoda' dan mengundang applaus paling banyak dari clubbers memenangkan RM 150.

Salah satu pelanggan club, sebut saja Man, mengatakan dia langsung menyatakan hadir saat diundang di Facebook, mengingat sangat sulit menemui pertunjukan yang seperti itu di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Tentu saya bersenang-senang di sini, saya minum bir sambil lihat cewek berbikini menari seksi," kata Man.

Seorang pelanggan club lain, Zam yang juga seorang eksekutif muda, mengatakan lebih menyenangkan lagi jika lebih banyak lagi perempuan yang memakai bikini.

Biasanya, kelompok muda-mudi seperti itu berkeliaran di mal-mal atau menghadiri konser musik bawah tanah sebelum beredar di club, seperti di The Pavilion, Kuala Lumpur. Mantan anggota salah satu kelompok muda-mudi itu, Mohd Haris mengatakan ada satu kelompok di tiap negara bagian.

"Mereka akan bertemu di club malam, diskotek, dan tempat-tempat lain yang menjual minuman beralkohol," ujar pria 28 tahun yang menjadi anggota kelompok dugem itu saat kuliah di Masai, Johor.

Haris menambahkan, kelompok itu juga terikat karena gemar mengadakan pesta seks. Solidaritas di antara kelompok itu membuatnya tidak segan-segan membunuh mereka yang menantang dan melawan.

Sementara Kepala Pertubuhan Kebajikan Sahabat Insan Malaysia (Sidim) Mohamed Hanafiah Abdul Malek mengatakan kelompok ini memang sangat popular di antara anak-anak kuliahan.

sumber : detik.com

catatan : wow.. bukanya malaysia negara yang religius? kok di bulan Ramahdan pergi kedugem, minum bir, bahkan ada yang bermain sex? ckckc.... hancurlah pemuda - pemuda malaysia.

tapi kalau berkunjung di blog ini setiap menghantar komentar selalu bilang Demi allah, selalu bawa - bawa islam, selalu mengancam akan di laknat allah, terutama komentar yang di tunjukan untuk admin blog ini. huhuhu..tapi faktnya pemuda - pemuda malaysia kelakuannya tidak semanis ucapannya. menyedihkan.. insyaflah wahai pemuda - pemuda malaysia, bagaimana negara anda tidak menjadi bodoh, kalau kelakuan penerus bangsa nya seperti itu.

Anonim mengatakan...

yg dtg itu adalah warga2 indonesial yang banyak berada di malaysia. merempat mcm anjing... honestly. :)

Kuala Lumpur -Bulan puasa rupanya tidak menyurutkan beberapa kawula muda di Malaysia untuk dugem. Mereka tetap minum bir dan menyaksikan tarian yang memakai kostum bikini.

Berdasarkan investigasi reporter Metro Ahad seperti dilansir dari The Star, Senin (14/9/2009), pesta dugem itu diadakan di suatu club di Kuala Lumpur, Malaysia pada Sabtu 12 September 2009 malam lalu.

Awalnya undangan yang bertema 'Bikini in The City' itu diposting melalui Facebook. Dan yang bersedia datang adalah 202 orang.

Menurut pantauan reporter Metro Ahad yang menyamar, 5 wanita berbikini merayap di meja saat waktu menunjukkan pukul 23.50 waktu setempat. Penari berbikini itu memanaskan clubbers yang hadir.

Sang disc jockey pun meminta 3 perempuan dan 1 laki-laki untuk mengikuti kontes menari dengan merayapi meja. Gerakan yang paling 'menggoda' dan mengundang applaus paling banyak dari clubbers memenangkan RM 150.

Salah satu pelanggan club, sebut saja Man, mengatakan dia langsung menyatakan hadir saat diundang di Facebook, mengingat sangat sulit menemui pertunjukan yang seperti itu di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Tentu saya bersenang-senang di sini, saya minum bir sambil lihat cewek berbikini menari seksi," kata Man.

Seorang pelanggan club lain, Zam yang juga seorang eksekutif muda, mengatakan lebih menyenangkan lagi jika lebih banyak lagi perempuan yang memakai bikini.

Biasanya, kelompok muda-mudi seperti itu berkeliaran di mal-mal atau menghadiri konser musik bawah tanah sebelum beredar di club, seperti di The Pavilion, Kuala Lumpur. Mantan anggota salah satu kelompok muda-mudi itu, Mohd Haris mengatakan ada satu kelompok di tiap negara bagian.

"Mereka akan bertemu di club malam, diskotek, dan tempat-tempat lain yang menjual minuman beralkohol," ujar pria 28 tahun yang menjadi anggota kelompok dugem itu saat kuliah di Masai, Johor.

Haris menambahkan, kelompok itu juga terikat karena gemar mengadakan pesta seks. Solidaritas di antara kelompok itu membuatnya tidak segan-segan membunuh mereka yang menantang dan melawan.

Sementara Kepala Pertubuhan Kebajikan Sahabat Insan Malaysia (Sidim) Mohamed Hanafiah Abdul Malek mengatakan kelompok ini memang sangat popular di antara anak-anak kuliahan.
Kuala Lumpur -Bulan puasa rupanya tidak menyurutkan beberapa kawula muda di Malaysia untuk dugem. Mereka tetap minum bir dan menyaksikan tarian yang memakai kostum bikini.

Berdasarkan investigasi reporter Metro Ahad seperti dilansir dari The Star, Senin (14/9/2009), pesta dugem itu diadakan di suatu club di Kuala Lumpur, Malaysia pada Sabtu 12 September 2009 malam lalu.

Awalnya undangan yang bertema 'Bikini in The City' itu diposting melalui Facebook. Dan yang bersedia datang adalah 202 orang.

Menurut pantauan reporter Metro Ahad yang menyamar, 5 wanita berbikini merayap di meja saat waktu menunjukkan pukul 23.50 waktu setempat. Penari berbikini itu memanaskan clubbers yang hadir.

Sang disc jockey pun meminta 3 perempuan dan 1 laki-laki untuk mengikuti kontes menari dengan merayapi meja. Gerakan yang paling 'menggoda' dan mengundang applaus paling banyak dari clubbers memenangkan RM 150.

Salah satu pelanggan club, sebut saja Man, mengatakan dia langsung menyatakan hadir saat diundang di Facebook, mengingat sangat sulit menemui pertunjukan yang seperti itu di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Tentu saya bersenang-senang di sini, saya minum bir sambil lihat cewek berbikini menari seksi," kata Man.

Seorang pelanggan club lain, Zam yang juga seorang eksekutif muda, mengatakan lebih menyenangkan lagi jika lebih banyak lagi perempuan yang memakai bikini.

Biasanya, kelompok muda-mudi seperti itu berkeliaran di mal-mal atau menghadiri konser musik bawah tanah sebelum beredar di club, seperti di The Pavilion, Kuala Lumpur. Mantan anggota salah satu kelompok muda-mudi itu, Mohd Haris mengatakan ada satu kelompok di tiap negara bagian.

"Mereka akan bertemu di club malam, diskotek, dan tempat-tempat lain yang menjual minuman beralkohol," ujar pria 28 tahun yang menjadi anggota kelompok dugem itu saat kuliah di Masai, Johor.

Haris menambahkan, kelompok itu juga terikat karena gemar mengadakan pesta seks. Solidaritas di antara kelompok itu membuatnya tidak segan-segan membunuh mereka yang menantang dan melawan.

Sementara Kepala Pertubuhan Kebajikan Sahabat Insan Malaysia (Sidim) Mohamed Hanafiah Abdul Malek mengatakan kelompok ini memang sangat popular di antara anak-anak kuliahan.

sumber : detik.com

catatan : wow.. bukanya malaysia negara yang religius? kok di bulan Ramahdan pergi kedugem, minum bir, bahkan ada yang bermain sex? ckckc.... hancurlah pemuda - pemuda malaysia.

tapi kalau berkunjung di blog ini setiap menghantar komentar selalu bilang Demi allah, selalu bawa - bawa islam, selalu mengancam akan di laknat allah, terutama komentar yang di tunjukan untuk admin blog ini. huhuhu..tapi faktnya pemuda - pemuda malaysia kelakuannya tidak semanis ucapannya. menyedihkan.. insyaflah wahai pemuda - pemuda malaysia, bagaimana negara anda tidak menjadi bodoh, kalau kelakuan penerus bangsa nya seperti itu.

Anonim mengatakan...

ek ele...mcm indon bagos, xde maksiat...boleh bla....

Kuala Lumpur -Bulan puasa rupanya tidak menyurutkan beberapa kawula muda di Malaysia untuk dugem. Mereka tetap minum bir dan menyaksikan tarian yang memakai kostum bikini.

Berdasarkan investigasi reporter Metro Ahad seperti dilansir dari The Star, Senin (14/9/2009), pesta dugem itu diadakan di suatu club di Kuala Lumpur, Malaysia pada Sabtu 12 September 2009 malam lalu.

Awalnya undangan yang bertema 'Bikini in The City' itu diposting melalui Facebook. Dan yang bersedia datang adalah 202 orang.

Menurut pantauan reporter Metro Ahad yang menyamar, 5 wanita berbikini merayap di meja saat waktu menunjukkan pukul 23.50 waktu setempat. Penari berbikini itu memanaskan clubbers yang hadir.

Sang disc jockey pun meminta 3 perempuan dan 1 laki-laki untuk mengikuti kontes menari dengan merayapi meja. Gerakan yang paling 'menggoda' dan mengundang applaus paling banyak dari clubbers memenangkan RM 150.

Salah satu pelanggan club, sebut saja Man, mengatakan dia langsung menyatakan hadir saat diundang di Facebook, mengingat sangat sulit menemui pertunjukan yang seperti itu di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Tentu saya bersenang-senang di sini, saya minum bir sambil lihat cewek berbikini menari seksi," kata Man.

Seorang pelanggan club lain, Zam yang juga seorang eksekutif muda, mengatakan lebih menyenangkan lagi jika lebih banyak lagi perempuan yang memakai bikini.

Biasanya, kelompok muda-mudi seperti itu berkeliaran di mal-mal atau menghadiri konser musik bawah tanah sebelum beredar di club, seperti di The Pavilion, Kuala Lumpur. Mantan anggota salah satu kelompok muda-mudi itu, Mohd Haris mengatakan ada satu kelompok di tiap negara bagian.

"Mereka akan bertemu di club malam, diskotek, dan tempat-tempat lain yang menjual minuman beralkohol," ujar pria 28 tahun yang menjadi anggota kelompok dugem itu saat kuliah di Masai, Johor.

Haris menambahkan, kelompok itu juga terikat karena gemar mengadakan pesta seks. Solidaritas di antara kelompok itu membuatnya tidak segan-segan membunuh mereka yang menantang dan melawan.

Sementara Kepala Pertubuhan Kebajikan Sahabat Insan Malaysia (Sidim) Mohamed Hanafiah Abdul Malek mengatakan kelompok ini memang sangat popular di antara anak-anak kuliahan.
Kuala Lumpur -Bulan puasa rupanya tidak menyurutkan beberapa kawula muda di Malaysia untuk dugem. Mereka tetap minum bir dan menyaksikan tarian yang memakai kostum bikini.

Berdasarkan investigasi reporter Metro Ahad seperti dilansir dari The Star, Senin (14/9/2009), pesta dugem itu diadakan di suatu club di Kuala Lumpur, Malaysia pada Sabtu 12 September 2009 malam lalu.

Awalnya undangan yang bertema 'Bikini in The City' itu diposting melalui Facebook. Dan yang bersedia datang adalah 202 orang.

Menurut pantauan reporter Metro Ahad yang menyamar, 5 wanita berbikini merayap di meja saat waktu menunjukkan pukul 23.50 waktu setempat. Penari berbikini itu memanaskan clubbers yang hadir.

Sang disc jockey pun meminta 3 perempuan dan 1 laki-laki untuk mengikuti kontes menari dengan merayapi meja. Gerakan yang paling 'menggoda' dan mengundang applaus paling banyak dari clubbers memenangkan RM 150.

Salah satu pelanggan club, sebut saja Man, mengatakan dia langsung menyatakan hadir saat diundang di Facebook, mengingat sangat sulit menemui pertunjukan yang seperti itu di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Tentu saya bersenang-senang di sini, saya minum bir sambil lihat cewek berbikini menari seksi," kata Man.

Seorang pelanggan club lain, Zam yang juga seorang eksekutif muda, mengatakan lebih menyenangkan lagi jika lebih banyak lagi perempuan yang memakai bikini.

Biasanya, kelompok muda-mudi seperti itu berkeliaran di mal-mal atau menghadiri konser musik bawah tanah sebelum beredar di club, seperti di The Pavilion, Kuala Lumpur. Mantan anggota salah satu kelompok muda-mudi itu, Mohd Haris mengatakan ada satu kelompok di tiap negara bagian.

"Mereka akan bertemu di club malam, diskotek, dan tempat-tempat lain yang menjual minuman beralkohol," ujar pria 28 tahun yang menjadi anggota kelompok dugem itu saat kuliah di Masai, Johor.

Haris menambahkan, kelompok itu juga terikat karena gemar mengadakan pesta seks. Solidaritas di antara kelompok itu membuatnya tidak segan-segan membunuh mereka yang menantang dan melawan.

Sementara Kepala Pertubuhan Kebajikan Sahabat Insan Malaysia (Sidim) Mohamed Hanafiah Abdul Malek mengatakan kelompok ini memang sangat popular di antara anak-anak kuliahan.

sumber : detik.com

catatan : wow.. bukanya malaysia negara yang religius? kok di bulan Ramahdan pergi kedugem, minum bir, bahkan ada yang bermain sex? ckckc.... hancurlah pemuda - pemuda malaysia.

tapi kalau berkunjung di blog ini setiap menghantar komentar selalu bilang Demi allah, selalu bawa - bawa islam, selalu mengancam akan di laknat allah, terutama komentar yang di tunjukan untuk admin blog ini. huhuhu..tapi faktnya pemuda - pemuda malaysia kelakuannya tidak semanis ucapannya. menyedihkan.. insyaflah wahai pemuda - pemuda malaysia, bagaimana negara anda tidak menjadi bodoh, kalau kelakuan penerus bangsa nya seperti itu.

Poskan Komentar

kasih pendapat anda,

Anwar Ibrahim

Anwar Ibrahim
saat ini generasi muda Malaysia hanya mengenal Indonesia dari TKI dan lagu “rasa sayange” yang diributkan. Mereka kurang mengenal tokoh pemikir Indonesia seperti Mohammad Natsir dan Buya Hamka. dengan kata lain pemuda malaysia tidak tau apa - apa tentang indonesia mereka buta sejarah indonesia.

Pengunjung Online

Statistik Pengunjung

website hit counter

Tukar Link

dari Bung Admin

jangan hanya ada kejadian TKI kita ingin di penggal lehernya,dihukum pancung,disiksa,dan diperkosa kita baru menyadarinya, tapi pemerintah kita harus melek dan berbuat sebelum semua itu terjadi. negara indonesia harus serius dalam menangani masalah TKI indonesia. karena ini menyangkut masalah nyawa, tenaga dan harga diri indonesia dimata dunia khususnya dinegara malaysia dan arab saudi yang sudah menjadi langganan masalah dalam hal TKI.

efek dari sulitnya lapangan kerja di indonesia, dan minimnya peluang kerja bagi rakyat miskin membuat rasa tidak percaya rakyat indonesia terhadap pemerintahnya, hal inilah yang mendorong, memicu bagi segelintir warga indonesia untuk hijrah mencari rejeki dinegara lain.

apakah hal ini salah? atau siapa yang harus disalahkan, pemerintah atau rakyatnya?

Alasan Benci Malaysia

Kenapa Orang Indonesia benci malaysia?
mau tau alasanya?

masukan kata sesuka anda.

Dari Bung Admin

akibat kebodohan generasi muda malaysia, sehingga
pemuda - pemuda malaysia tidak mampu menyebut
kata indonesia.

Perlu saya luruskan bahwa, menyebut kata indonesia
bukan indon, tapi INDONESIA.
untuk itu pemuda - pemuda malaysia
harus banyak belajar lagi. dan jangan mau di bilang
pemuda bodoh dan tak berpendidikan.

Pengikut