SELAMAT DATANG DI BLOG MALAYCELAKA, CELAKALAH ORANG - ORANG MALAYSIA YANG TELAH MENYIKSA TKI INDONESIA, DAN SEGALA AKSI TINDAKAN BODOH NYA TERHADAP BANGSA INDONESIA.PENULIS TIDAK SEDANG BERPERANG, TAPI PENULIS SEDANG MENYENTIL LEWAT TULISAN.

MALINGSIA ibarat VIRUS, dia telah menggerogoti wilayah kita indonesia. blog dan web yang menghina kesatuan indonesia kini bertebaran di dunia maya. itu bukan penghormatan, melainkan penghinaan besar terhadap negara kita indonesia. apa kesan anda setelah membaca dan melihat semua itu? pasti sakit, kecewa, dan terasa terinjak - injak harga diri kita. apa lagi saudara kita yang pernah tersiksa di sana, sudah pasti menimbulkan luka yang sangat dalam. apakah kita cuma tinggal diam melihat semua itu? sudah barang tentu tidak!!!untuk itu sudah saatnya kita bangkit, sudah saatnya kita sadar, sudah saatnya kita peduli terhadap bangsa kita sendiri yaitu indonesia. kalo bukan kita, siapa lagi? mari kita perangi bersama untuk malingsia yang suka menghina dan menyakiti saudara kita. !

Surat dari Malaysia

VIVAnews - Sweeping dan pembakaran bendera Malaysia di Indonesia rupanya menyita perhatian warga Malaysia. Media-media di Indonesia dinilai turut memanas-manasi suasana yang terjadi.

Fazlee Rahman, pembaca VIVAnews asal Malaysia mengirimkan surat elektronik atau email kepada VIVAnews, Jumat, 11 September 2009. Kegundahan hati Fazlee melihat pemberitaan soal pembakaran bendera kebangsaan Malaysia serta sweeping yang belum lama dilakukan warga Indonesia.

Fazlee menilai, panasnya hubungan Indonesia-Malaysia bukan kali ini saja terjadi. Tetapi mulai dari isu Ambalat hingga pemukulan wasit Indonesia di Malaysia.

Simak surat pria yang berasal dari Kuala Lumpur ini:

Apa kabar?

Saya Fazlee dari Malaysia. Saya rasa terpanggil untuk menulis kepada saudara sejak terbaca artikel saudara di sebuah laman web.

Isu demonstrasi jalanan, pembakaran bendera Malaysia dan lain-lain sering terjadi apabila sesuatu isu berlaku. Di sini saya mempertikaikan media Indonesia yang sering membakar semangat memberontak dan tidak bersabar dalam menyelesaikan sesuatu isu.

Sebelum ini pernah terjadi isu-isu seperti di Ambalat dan wasit dari Indonesia yang dipukul pihak Polis di Malaysia juga tentang isu pembantu rumah.

Harus diingat bahwa isu-isu ini bukan hanya berlaku di pihak Indonesia. Pihak kami juga pernah diperlakukan sedemikian. Di Malaysia terlalu ramai rakyat Indonesia mencari rezeki dan menyumbang tenaga mereka dalam memakmurkan Malaysia. Tetapi kebanjiran rakyat Indonesia juga mengundang kadar jenayah (kriminalitas) yang tinggi seperti pembunuhan, rompakan malah pembantu rumah yang mencuri barangan majikan.

Saya tidak katakan yang orang Malaysia tidak melakukan jenayah, kami juga mempunyai penjenayah yang ramai di sini. Tetapi kami tidak pernah membesarkan isu-isu ini. Bagi kami bukan negara penyebabnya, tetapi individu-individu yang pendek akal dalam menangani isu-isu tersebut.

Jadi saya rasakan yang rakyat Indonesia harus bertolak ansur (berangsur-angsur) dan mencari jalan penyelesaian secara damai, bukan dengan demonstrasi jalanan. Lagipun kita serumpun, kenapa perlu benci-membenci seperti begitu?

Sekian, terima kasih.

Fazlee Rahman

sumber : vivanews.com

catatan : kalau menurut saya, sebenarnya orang - orang malaysia mengerti letak masalahnya dimana. cuma saya pikir orang - orang malaysia yang memang terlalu congkak dan menutup mata sehingga dalam masalah ini indonesia terkesan disalahkan, padahal yang sebenarnya yang harus sadar diri dan membuka mata adalah negara malaysia.

kalau saya baca tulisan di atas orang malaysia jelas tahu bahwa isu ini memang sudah lama terjadi mulai dari kasus ambalat, penyiksaan TKI, pemukulan terhadap wasit dari indonesia itu semua terjadi dilakukan oleh siapa? dimulai oleh siapa ??negara malaysia kan? orang-orang malaysia kan? jadi apakah mungkin indonesia berbuat berlebihan tanpa ada sebab? coba tolong di renungkan wahai orang - orang malaysia.

sudah terlalu banyak dosa-dosa negara malaysia terhadap indonesia, jadi pantaslah orang indonesia berbuat lebih dan berontak melawan ketidak adilan yang di lakukan negara malaysia terhdapa indonesia. "saya perlu jelaskan juga, malaysia jangan sering berdalih satu rumpun dalam menyelesaikan segala kasus. ini bukan masalah sepele dan bukan masalah satu orang, tapi ini masalah negara, masalah jutaan penduduk. jadi ketika ada penghinaan dan penyiksaan , pencurian dll sebagainya yang dilakukan negara malaysia terhadap orang atau negara indonesia, maka orang malaysia jangan asal enteng bilang "kita satu rumpun" atau kita " saudara" atau kita "Islam ". saya rasa tidak semudah itu. coba anda renungkan wahai orang - orang malaysia, bagaimana nasib TKI indonesia yang anda siksa yang sekarang cacad seumur hidup? bagai mana sikap negara malaysia yang jelas - jelas sudah mengambil wilayah indonesia? bagai mana nasib budaya - budaya indonesia yang anda cap sebagai hak anda???? coba pikirka nitu????pasti dalam hal ini orang atau negara malaysia menutup mata, dan pura - pura tidak mengerti, atau pura - pura bodoh kalau di tanya soal ini. karena memang sesungguhnya begitulah sikap dan kelakuan orang - orang malaysia, setelah melakukan yang buruk langsung menutup mata dan telinga tidak mau mendengar dan melihat kesalahannya. bahkan melempar kesalahan terhadap indonesia.

media indonesia sudah melakukan yang benar, yaitu memberitakan yang sesungguhnya. memberitakan yang sebenarnya terjadi. memberitakan yang fakta. tidak seperti media malaysia yang tertutup, yang memberitakan baik - baiknya saja padahal sesungguhnya yang terjadi adalah kebohongan publik, keburukan di tutup - tutupi padahal dalamnya bobrok. jadi saya pikir dengan adanya media rakyat indonesia bisa mengerti apa yang telah terjadi antar indonesia dan malaysia.

dan satu hal lagi yang saya perlu jadikan catatan disini adalah : negara malaysia saya ibaratkan sebagai anak kecil. alasanya kenapa? karena sipat dan kelakuan anak kecil itu biasanya manja, maunya di sayang, tidak mau disalahkan, dan sedikit egois. sebagai contoh: ketika malaysia melukai orang indonesia dan mengambil milik indonesia,maka malaysia pura-pura tidak bersalah, tidak mau mengaku dan berlaku egois atau ingin menang sendiri. padahal jelas - jelas melakukan kesalahan. tapi ketika indonesia baru saja ingin melakukan pembelaan dan memerangi hak nya, malaysia seperti kebakaran jenggot. sebagai contoh isu sweeping dilakukan indonesia, itu baru isu tapi malaysia sudah ketar - ketir. perdana mentri malaysia sudah kalang kabut ketakutan padahal baru isu dan tidak ada orang malaysia yang di tangkap atau terluka, tapi sebaliknya sudah berpuluh - puluh orang indonesia yang terluka dan cacad di aniyaya orang malaysia. apa itu sudah cukup adil?? sebenarnya negara malaysia negara kecil, bisanya mencolek tapi pas di colek tidak mau alias ketakutan. jadi jangan bermain api jika tidak ingin terbakar, jangan bikin ulah kalau tidak mau kena tulah.

singkat kata sebaiknya malaysia jangan salahkan indonesia jika indonesia berbuat anarkis, karena yang mulai duluan adalah engara anda malaysia. malaysia sudah melampaui batas, malaysia negara yang pintar dan cerdik, setelah melakukan perampasan, mengklaim dan penyiksaan kini dia menyuruh indonesia diam, tenang dan jangan emosi "KITA SERUMPUN" itulah dalih licik malaysia dalam menggerogoti indonesia.

maju terus indonesia, maju terus media indonesia, jangan mudah menyerah, jangan mudah di perdaya oleh bangsa yang lemah.

salam.

19 komentar:

Anonim mengatakan...

kamu yahudi!! jangan harap dapat pecah belah kan umat islam di malaysia dan indonesia dengan blog provokasi kamu ini!! Allahuakbar!!!

hancurlah kamu kafir laknatullah!!!

VIVAnews - Sweeping dan pembakaran bendera Malaysia di Indonesia rupanya menyita perhatian warga Malaysia. Media-media di Indonesia dinilai turut memanas-manasi suasana yang terjadi.

Fazlee Rahman, pembaca VIVAnews asal Malaysia mengirimkan surat elektronik atau email kepada VIVAnews, Jumat, 11 September 2009. Kegundahan hati Fazlee melihat pemberitaan soal pembakaran bendera kebangsaan Malaysia serta sweeping yang belum lama dilakukan warga Indonesia.

Fazlee menilai, panasnya hubungan Indonesia-Malaysia bukan kali ini saja terjadi. Tetapi mulai dari isu Ambalat hingga pemukulan wasit Indonesia di Malaysia.

Simak surat pria yang berasal dari Kuala Lumpur ini:

Apa kabar?

Saya Fazlee dari Malaysia. Saya rasa terpanggil untuk menulis kepada saudara sejak terbaca artikel saudara di sebuah laman web.

Isu demonstrasi jalanan, pembakaran bendera Malaysia dan lain-lain sering terjadi apabila sesuatu isu berlaku. Di sini saya mempertikaikan media Indonesia yang sering membakar semangat memberontak dan tidak bersabar dalam menyelesaikan sesuatu isu.

Sebelum ini pernah terjadi isu-isu seperti di Ambalat dan wasit dari Indonesia yang dipukul pihak Polis di Malaysia juga tentang isu pembantu rumah.

Harus diingat bahwa isu-isu ini bukan hanya berlaku di pihak Indonesia. Pihak kami juga pernah diperlakukan sedemikian. Di Malaysia terlalu ramai rakyat Indonesia mencari rezeki dan menyumbang tenaga mereka dalam memakmurkan Malaysia. Tetapi kebanjiran rakyat Indonesia juga mengundang kadar jenayah (kriminalitas) yang tinggi seperti pembunuhan, rompakan malah pembantu rumah yang mencuri barangan majikan.

Saya tidak katakan yang orang Malaysia tidak melakukan jenayah, kami juga mempunyai penjenayah yang ramai di sini. Tetapi kami tidak pernah membesarkan isu-isu ini. Bagi kami bukan negara penyebabnya, tetapi individu-individu yang pendek akal dalam menangani isu-isu tersebut.

Jadi saya rasakan yang rakyat Indonesia harus bertolak ansur (berangsur-angsur) dan mencari jalan penyelesaian secara damai, bukan dengan demonstrasi jalanan. Lagipun kita serumpun, kenapa perlu benci-membenci seperti begitu?

Sekian, terima kasih.

Fazlee Rahman

sumber : vivanews.com

catatan : kalau menurut saya, sebenarnya orang - orang malaysia mengerti letak masalahnya dimana. cuma saya pikir orang - orang malaysia yang memang terlalu congkak dan menutup mata sehingga dalam masalah ini indonesia terkesan disalahkan, padahal yang sebenarnya yang harus sadar diri dan membuka mata adalah negara malaysia.

kalau saya baca tulisan di atas orang malaysia jelas tahu bahwa isu ini memang sudah lama terjadi mulai dari kasus ambalat, penyiksaan TKI, pemukulan terhadap wasit dari indonesia itu semua terjadi dilakukan oleh siapa? dimulai oleh siapa ??negara malaysia kan? orang-orang malaysia kan? jadi apakah mungkin indonesia berbuat berlebihan tanpa ada sebab? coba tolong di renungkan wahai orang - orang malaysia.

sudah terlalu banyak dosa-dosa negara malaysia terhadap indonesia, jadi pantaslah orang indonesia berbuat lebih dan berontak melawan ketidak adilan yang di lakukan negara malaysia terhdapa indonesia. "saya perlu jelaskan juga, malaysia jangan sering berdalih satu rumpun dalam menyelesaikan segala kasus. ini bukan masalah sepele dan bukan masalah satu orang, tapi ini masalah negara, masalah jutaan penduduk. jadi ketika ada penghinaan dan penyiksaan , pencurian dll sebagainya yang dilakukan negara malaysia terhadap orang atau negara indonesia, maka orang malaysia jangan asal enteng bilang "kita satu rumpun" atau kita " saudara" atau kita "Islam ". saya rasa tidak semudah itu. coba anda renungkan wahai orang - orang malaysia, bagaimana nasib TKI indonesia yang anda siksa yang sekarang cacad seumur hidup? bagai mana sikap negara malaysia yang jelas - jelas sudah mengambil wilayah indonesia? bagai mana nasib budaya - budaya indonesia yang anda cap sebagai hak anda???? coba pikirka nitu????pasti dalam hal ini orang atau negara malaysia menutup mata, dan pura - pura tidak mengerti, atau pura - pura bodoh kalau di tanya soal ini. karena memang sesungguhnya begitulah sikap dan kelakuan orang - orang malaysia, setelah melakukan yang buruk langsung menutup mata dan telinga tidak mau mendengar dan melihat kesalahannya. bahkan melempar kesalahan terhadap indonesia.

media indonesia sudah melakukan yang benar, yaitu memberitakan yang sesungguhnya. memberitakan yang sebenarnya terjadi. memberitakan yang fakta. tidak seperti media malaysia yang tertutup, yang memberitakan baik - baiknya saja padahal sesungguhnya yang terjadi adalah kebohongan publik, keburukan di tutup - tutupi padahal dalamnya bobrok. jadi saya pikir dengan adanya media rakyat indonesia bisa mengerti apa yang telah terjadi antar indonesia dan malaysia.

dan satu hal lagi yang saya perlu jadikan catatan disini adalah : negara malaysia saya ibaratkan sebagai anak kecil. alasanya kenapa? karena sipat dan kelakuan anak kecil itu biasanya manja, maunya di sayang, tidak mau disalahkan, dan sedikit egois. sebagai contoh: ketika malaysia melukai orang indonesia dan mengambil milik indonesia,maka malaysia pura-pura tidak bersalah, tidak mau mengaku dan berlaku egois atau ingin menang sendiri. padahal jelas - jelas melakukan kesalahan. tapi ketika indonesia baru saja ingin melakukan pembelaan dan memerangi hak nya, malaysia seperti kebakaran jenggot. sebagai contoh isu sweeping dilakukan indonesia, itu baru isu tapi malaysia sudah ketar - ketir. perdana mentri malaysia sudah kalang kabut ketakutan padahal baru isu dan tidak ada orang malaysia yang di tangkap atau terluka, tapi sebaliknya sudah berpuluh - puluh orang indonesia yang terluka dan cacad di aniyaya orang malaysia. apa itu sudah cukup adil?? sebenarnya negara malaysia negara kecil, bisanya mencolek tapi pas di colek tidak mau alias ketakutan. jadi jangan bermain api jika tidak ingin terbakar, jangan bikin ulah kalau tidak mau kena tulah.

singkat kata sebaiknya malaysia jangan salahkan indonesia jika indonesia berbuat anarkis, karena yang mulai duluan adalah engara anda malaysia. malaysia sudah melampaui batas, malaysia negara yang pintar dan cerdik, setelah melakukan perampasan, mengklaim dan penyiksaan kini dia menyuruh indonesia diam, tenang dan jangan emosi "KITA SERUMPUN" itulah dalih licik malaysia dalam menggerogoti indonesia.

maju terus indonesia, maju terus media indonesia, jangan mudah menyerah, jangan mudah di perdaya oleh bangsa yang lemah.

salam.

Anonim mengatakan...

SIApA YG YAHUDI...???, Jngan asal komentar, kamu yang bangsa sejenis mereka, SEBELUM BERKOMENTAR BACA DULU APA ISI BERITA DIATAS... ITU BENTUK PROTES DAN PERINGATAN BUAT ORANG MALON MALON.., SEMUA UDAH TERBUKTI, DITIMUR TENGAH AJA KALIAN DIBENCI BENDERA KALIAN DI BAKAR... INI FAKTA.., INILAH PARA MALON MALON KADANG BERKOMENTAR TIDAK SESUAI DENGAN APA YG DIBACA.. ASAL KOMENT AJA..

MUNGKIN MALON INI IDIOT KALI YAAA...ups...

VIVAnews - Sweeping dan pembakaran bendera Malaysia di Indonesia rupanya menyita perhatian warga Malaysia. Media-media di Indonesia dinilai turut memanas-manasi suasana yang terjadi.

Fazlee Rahman, pembaca VIVAnews asal Malaysia mengirimkan surat elektronik atau email kepada VIVAnews, Jumat, 11 September 2009. Kegundahan hati Fazlee melihat pemberitaan soal pembakaran bendera kebangsaan Malaysia serta sweeping yang belum lama dilakukan warga Indonesia.

Fazlee menilai, panasnya hubungan Indonesia-Malaysia bukan kali ini saja terjadi. Tetapi mulai dari isu Ambalat hingga pemukulan wasit Indonesia di Malaysia.

Simak surat pria yang berasal dari Kuala Lumpur ini:

Apa kabar?

Saya Fazlee dari Malaysia. Saya rasa terpanggil untuk menulis kepada saudara sejak terbaca artikel saudara di sebuah laman web.

Isu demonstrasi jalanan, pembakaran bendera Malaysia dan lain-lain sering terjadi apabila sesuatu isu berlaku. Di sini saya mempertikaikan media Indonesia yang sering membakar semangat memberontak dan tidak bersabar dalam menyelesaikan sesuatu isu.

Sebelum ini pernah terjadi isu-isu seperti di Ambalat dan wasit dari Indonesia yang dipukul pihak Polis di Malaysia juga tentang isu pembantu rumah.

Harus diingat bahwa isu-isu ini bukan hanya berlaku di pihak Indonesia. Pihak kami juga pernah diperlakukan sedemikian. Di Malaysia terlalu ramai rakyat Indonesia mencari rezeki dan menyumbang tenaga mereka dalam memakmurkan Malaysia. Tetapi kebanjiran rakyat Indonesia juga mengundang kadar jenayah (kriminalitas) yang tinggi seperti pembunuhan, rompakan malah pembantu rumah yang mencuri barangan majikan.

Saya tidak katakan yang orang Malaysia tidak melakukan jenayah, kami juga mempunyai penjenayah yang ramai di sini. Tetapi kami tidak pernah membesarkan isu-isu ini. Bagi kami bukan negara penyebabnya, tetapi individu-individu yang pendek akal dalam menangani isu-isu tersebut.

Jadi saya rasakan yang rakyat Indonesia harus bertolak ansur (berangsur-angsur) dan mencari jalan penyelesaian secara damai, bukan dengan demonstrasi jalanan. Lagipun kita serumpun, kenapa perlu benci-membenci seperti begitu?

Sekian, terima kasih.

Fazlee Rahman

sumber : vivanews.com

catatan : kalau menurut saya, sebenarnya orang - orang malaysia mengerti letak masalahnya dimana. cuma saya pikir orang - orang malaysia yang memang terlalu congkak dan menutup mata sehingga dalam masalah ini indonesia terkesan disalahkan, padahal yang sebenarnya yang harus sadar diri dan membuka mata adalah negara malaysia.

kalau saya baca tulisan di atas orang malaysia jelas tahu bahwa isu ini memang sudah lama terjadi mulai dari kasus ambalat, penyiksaan TKI, pemukulan terhadap wasit dari indonesia itu semua terjadi dilakukan oleh siapa? dimulai oleh siapa ??negara malaysia kan? orang-orang malaysia kan? jadi apakah mungkin indonesia berbuat berlebihan tanpa ada sebab? coba tolong di renungkan wahai orang - orang malaysia.

sudah terlalu banyak dosa-dosa negara malaysia terhadap indonesia, jadi pantaslah orang indonesia berbuat lebih dan berontak melawan ketidak adilan yang di lakukan negara malaysia terhdapa indonesia. "saya perlu jelaskan juga, malaysia jangan sering berdalih satu rumpun dalam menyelesaikan segala kasus. ini bukan masalah sepele dan bukan masalah satu orang, tapi ini masalah negara, masalah jutaan penduduk. jadi ketika ada penghinaan dan penyiksaan , pencurian dll sebagainya yang dilakukan negara malaysia terhadap orang atau negara indonesia, maka orang malaysia jangan asal enteng bilang "kita satu rumpun" atau kita " saudara" atau kita "Islam ". saya rasa tidak semudah itu. coba anda renungkan wahai orang - orang malaysia, bagaimana nasib TKI indonesia yang anda siksa yang sekarang cacad seumur hidup? bagai mana sikap negara malaysia yang jelas - jelas sudah mengambil wilayah indonesia? bagai mana nasib budaya - budaya indonesia yang anda cap sebagai hak anda???? coba pikirka nitu????pasti dalam hal ini orang atau negara malaysia menutup mata, dan pura - pura tidak mengerti, atau pura - pura bodoh kalau di tanya soal ini. karena memang sesungguhnya begitulah sikap dan kelakuan orang - orang malaysia, setelah melakukan yang buruk langsung menutup mata dan telinga tidak mau mendengar dan melihat kesalahannya. bahkan melempar kesalahan terhadap indonesia.

media indonesia sudah melakukan yang benar, yaitu memberitakan yang sesungguhnya. memberitakan yang sebenarnya terjadi. memberitakan yang fakta. tidak seperti media malaysia yang tertutup, yang memberitakan baik - baiknya saja padahal sesungguhnya yang terjadi adalah kebohongan publik, keburukan di tutup - tutupi padahal dalamnya bobrok. jadi saya pikir dengan adanya media rakyat indonesia bisa mengerti apa yang telah terjadi antar indonesia dan malaysia.

dan satu hal lagi yang saya perlu jadikan catatan disini adalah : negara malaysia saya ibaratkan sebagai anak kecil. alasanya kenapa? karena sipat dan kelakuan anak kecil itu biasanya manja, maunya di sayang, tidak mau disalahkan, dan sedikit egois. sebagai contoh: ketika malaysia melukai orang indonesia dan mengambil milik indonesia,maka malaysia pura-pura tidak bersalah, tidak mau mengaku dan berlaku egois atau ingin menang sendiri. padahal jelas - jelas melakukan kesalahan. tapi ketika indonesia baru saja ingin melakukan pembelaan dan memerangi hak nya, malaysia seperti kebakaran jenggot. sebagai contoh isu sweeping dilakukan indonesia, itu baru isu tapi malaysia sudah ketar - ketir. perdana mentri malaysia sudah kalang kabut ketakutan padahal baru isu dan tidak ada orang malaysia yang di tangkap atau terluka, tapi sebaliknya sudah berpuluh - puluh orang indonesia yang terluka dan cacad di aniyaya orang malaysia. apa itu sudah cukup adil?? sebenarnya negara malaysia negara kecil, bisanya mencolek tapi pas di colek tidak mau alias ketakutan. jadi jangan bermain api jika tidak ingin terbakar, jangan bikin ulah kalau tidak mau kena tulah.

singkat kata sebaiknya malaysia jangan salahkan indonesia jika indonesia berbuat anarkis, karena yang mulai duluan adalah engara anda malaysia. malaysia sudah melampaui batas, malaysia negara yang pintar dan cerdik, setelah melakukan perampasan, mengklaim dan penyiksaan kini dia menyuruh indonesia diam, tenang dan jangan emosi "KITA SERUMPUN" itulah dalih licik malaysia dalam menggerogoti indonesia.

maju terus indonesia, maju terus media indonesia, jangan mudah menyerah, jangan mudah di perdaya oleh bangsa yang lemah.

salam.

Anonim mengatakan...

nah tuh kan??? makanya baca bung.. jangan langsung bilang yahudi - yahudi saja. siapa yang ingin memecah belah islam? siapa yang laknatulah? siapa yang kafir?? anda itu bodoh sekali yah otaknya. saya cuma kasih penjelasan ini bukan masalah islam, bukan masalah satu rumpun. tapi ini masalah sikap dan kelakuan orang - orang malaysia. itu saja. sedih saya lihat komentar bodoh anda di atas. anda terkesan sok suci dan religius sekali. anda itu islam keturunan, sholat anda juga belum tentu benar. susah bicara sama orang bodoh.. hehe

VIVAnews - Sweeping dan pembakaran bendera Malaysia di Indonesia rupanya menyita perhatian warga Malaysia. Media-media di Indonesia dinilai turut memanas-manasi suasana yang terjadi.

Fazlee Rahman, pembaca VIVAnews asal Malaysia mengirimkan surat elektronik atau email kepada VIVAnews, Jumat, 11 September 2009. Kegundahan hati Fazlee melihat pemberitaan soal pembakaran bendera kebangsaan Malaysia serta sweeping yang belum lama dilakukan warga Indonesia.

Fazlee menilai, panasnya hubungan Indonesia-Malaysia bukan kali ini saja terjadi. Tetapi mulai dari isu Ambalat hingga pemukulan wasit Indonesia di Malaysia.

Simak surat pria yang berasal dari Kuala Lumpur ini:

Apa kabar?

Saya Fazlee dari Malaysia. Saya rasa terpanggil untuk menulis kepada saudara sejak terbaca artikel saudara di sebuah laman web.

Isu demonstrasi jalanan, pembakaran bendera Malaysia dan lain-lain sering terjadi apabila sesuatu isu berlaku. Di sini saya mempertikaikan media Indonesia yang sering membakar semangat memberontak dan tidak bersabar dalam menyelesaikan sesuatu isu.

Sebelum ini pernah terjadi isu-isu seperti di Ambalat dan wasit dari Indonesia yang dipukul pihak Polis di Malaysia juga tentang isu pembantu rumah.

Harus diingat bahwa isu-isu ini bukan hanya berlaku di pihak Indonesia. Pihak kami juga pernah diperlakukan sedemikian. Di Malaysia terlalu ramai rakyat Indonesia mencari rezeki dan menyumbang tenaga mereka dalam memakmurkan Malaysia. Tetapi kebanjiran rakyat Indonesia juga mengundang kadar jenayah (kriminalitas) yang tinggi seperti pembunuhan, rompakan malah pembantu rumah yang mencuri barangan majikan.

Saya tidak katakan yang orang Malaysia tidak melakukan jenayah, kami juga mempunyai penjenayah yang ramai di sini. Tetapi kami tidak pernah membesarkan isu-isu ini. Bagi kami bukan negara penyebabnya, tetapi individu-individu yang pendek akal dalam menangani isu-isu tersebut.

Jadi saya rasakan yang rakyat Indonesia harus bertolak ansur (berangsur-angsur) dan mencari jalan penyelesaian secara damai, bukan dengan demonstrasi jalanan. Lagipun kita serumpun, kenapa perlu benci-membenci seperti begitu?

Sekian, terima kasih.

Fazlee Rahman

sumber : vivanews.com

catatan : kalau menurut saya, sebenarnya orang - orang malaysia mengerti letak masalahnya dimana. cuma saya pikir orang - orang malaysia yang memang terlalu congkak dan menutup mata sehingga dalam masalah ini indonesia terkesan disalahkan, padahal yang sebenarnya yang harus sadar diri dan membuka mata adalah negara malaysia.

kalau saya baca tulisan di atas orang malaysia jelas tahu bahwa isu ini memang sudah lama terjadi mulai dari kasus ambalat, penyiksaan TKI, pemukulan terhadap wasit dari indonesia itu semua terjadi dilakukan oleh siapa? dimulai oleh siapa ??negara malaysia kan? orang-orang malaysia kan? jadi apakah mungkin indonesia berbuat berlebihan tanpa ada sebab? coba tolong di renungkan wahai orang - orang malaysia.

sudah terlalu banyak dosa-dosa negara malaysia terhadap indonesia, jadi pantaslah orang indonesia berbuat lebih dan berontak melawan ketidak adilan yang di lakukan negara malaysia terhdapa indonesia. "saya perlu jelaskan juga, malaysia jangan sering berdalih satu rumpun dalam menyelesaikan segala kasus. ini bukan masalah sepele dan bukan masalah satu orang, tapi ini masalah negara, masalah jutaan penduduk. jadi ketika ada penghinaan dan penyiksaan , pencurian dll sebagainya yang dilakukan negara malaysia terhadap orang atau negara indonesia, maka orang malaysia jangan asal enteng bilang "kita satu rumpun" atau kita " saudara" atau kita "Islam ". saya rasa tidak semudah itu. coba anda renungkan wahai orang - orang malaysia, bagaimana nasib TKI indonesia yang anda siksa yang sekarang cacad seumur hidup? bagai mana sikap negara malaysia yang jelas - jelas sudah mengambil wilayah indonesia? bagai mana nasib budaya - budaya indonesia yang anda cap sebagai hak anda???? coba pikirka nitu????pasti dalam hal ini orang atau negara malaysia menutup mata, dan pura - pura tidak mengerti, atau pura - pura bodoh kalau di tanya soal ini. karena memang sesungguhnya begitulah sikap dan kelakuan orang - orang malaysia, setelah melakukan yang buruk langsung menutup mata dan telinga tidak mau mendengar dan melihat kesalahannya. bahkan melempar kesalahan terhadap indonesia.

media indonesia sudah melakukan yang benar, yaitu memberitakan yang sesungguhnya. memberitakan yang sebenarnya terjadi. memberitakan yang fakta. tidak seperti media malaysia yang tertutup, yang memberitakan baik - baiknya saja padahal sesungguhnya yang terjadi adalah kebohongan publik, keburukan di tutup - tutupi padahal dalamnya bobrok. jadi saya pikir dengan adanya media rakyat indonesia bisa mengerti apa yang telah terjadi antar indonesia dan malaysia.

dan satu hal lagi yang saya perlu jadikan catatan disini adalah : negara malaysia saya ibaratkan sebagai anak kecil. alasanya kenapa? karena sipat dan kelakuan anak kecil itu biasanya manja, maunya di sayang, tidak mau disalahkan, dan sedikit egois. sebagai contoh: ketika malaysia melukai orang indonesia dan mengambil milik indonesia,maka malaysia pura-pura tidak bersalah, tidak mau mengaku dan berlaku egois atau ingin menang sendiri. padahal jelas - jelas melakukan kesalahan. tapi ketika indonesia baru saja ingin melakukan pembelaan dan memerangi hak nya, malaysia seperti kebakaran jenggot. sebagai contoh isu sweeping dilakukan indonesia, itu baru isu tapi malaysia sudah ketar - ketir. perdana mentri malaysia sudah kalang kabut ketakutan padahal baru isu dan tidak ada orang malaysia yang di tangkap atau terluka, tapi sebaliknya sudah berpuluh - puluh orang indonesia yang terluka dan cacad di aniyaya orang malaysia. apa itu sudah cukup adil?? sebenarnya negara malaysia negara kecil, bisanya mencolek tapi pas di colek tidak mau alias ketakutan. jadi jangan bermain api jika tidak ingin terbakar, jangan bikin ulah kalau tidak mau kena tulah.

singkat kata sebaiknya malaysia jangan salahkan indonesia jika indonesia berbuat anarkis, karena yang mulai duluan adalah engara anda malaysia. malaysia sudah melampaui batas, malaysia negara yang pintar dan cerdik, setelah melakukan perampasan, mengklaim dan penyiksaan kini dia menyuruh indonesia diam, tenang dan jangan emosi "KITA SERUMPUN" itulah dalih licik malaysia dalam menggerogoti indonesia.

maju terus indonesia, maju terus media indonesia, jangan mudah menyerah, jangan mudah di perdaya oleh bangsa yang lemah.

salam.

Anonim mengatakan...

Susah lagi bawa bicara dengan bangsa bernama INDON! sudah la mundur, apa sebab kalian mundur? sebab bangsa kalian bodoh semua...hanya mengikut perasaan semata-mata tanpa memikir kesan jangka panjang. Selama-lamenya mundur deh...Orang islam tidak akan mencari gaduh hanya kerna perkara 'pencurian budaya', cuba pikir ya? kenapa budaya boleh ada di negara malaysia? kerna kebanyakkan rakyat malaysia berketurunan dr negara kalian. Salahkah rakyat malaysia mempertahankan budaya nenek moyang mereka? lagi-lagi bangsa indon tak pernah nak menghargai budaya mereka, berbanding rakyat malaysia yang lebih menghargai. Sungguh sempit pemikiran kalian.

VIVAnews - Sweeping dan pembakaran bendera Malaysia di Indonesia rupanya menyita perhatian warga Malaysia. Media-media di Indonesia dinilai turut memanas-manasi suasana yang terjadi.

Fazlee Rahman, pembaca VIVAnews asal Malaysia mengirimkan surat elektronik atau email kepada VIVAnews, Jumat, 11 September 2009. Kegundahan hati Fazlee melihat pemberitaan soal pembakaran bendera kebangsaan Malaysia serta sweeping yang belum lama dilakukan warga Indonesia.

Fazlee menilai, panasnya hubungan Indonesia-Malaysia bukan kali ini saja terjadi. Tetapi mulai dari isu Ambalat hingga pemukulan wasit Indonesia di Malaysia.

Simak surat pria yang berasal dari Kuala Lumpur ini:

Apa kabar?

Saya Fazlee dari Malaysia. Saya rasa terpanggil untuk menulis kepada saudara sejak terbaca artikel saudara di sebuah laman web.

Isu demonstrasi jalanan, pembakaran bendera Malaysia dan lain-lain sering terjadi apabila sesuatu isu berlaku. Di sini saya mempertikaikan media Indonesia yang sering membakar semangat memberontak dan tidak bersabar dalam menyelesaikan sesuatu isu.

Sebelum ini pernah terjadi isu-isu seperti di Ambalat dan wasit dari Indonesia yang dipukul pihak Polis di Malaysia juga tentang isu pembantu rumah.

Harus diingat bahwa isu-isu ini bukan hanya berlaku di pihak Indonesia. Pihak kami juga pernah diperlakukan sedemikian. Di Malaysia terlalu ramai rakyat Indonesia mencari rezeki dan menyumbang tenaga mereka dalam memakmurkan Malaysia. Tetapi kebanjiran rakyat Indonesia juga mengundang kadar jenayah (kriminalitas) yang tinggi seperti pembunuhan, rompakan malah pembantu rumah yang mencuri barangan majikan.

Saya tidak katakan yang orang Malaysia tidak melakukan jenayah, kami juga mempunyai penjenayah yang ramai di sini. Tetapi kami tidak pernah membesarkan isu-isu ini. Bagi kami bukan negara penyebabnya, tetapi individu-individu yang pendek akal dalam menangani isu-isu tersebut.

Jadi saya rasakan yang rakyat Indonesia harus bertolak ansur (berangsur-angsur) dan mencari jalan penyelesaian secara damai, bukan dengan demonstrasi jalanan. Lagipun kita serumpun, kenapa perlu benci-membenci seperti begitu?

Sekian, terima kasih.

Fazlee Rahman

sumber : vivanews.com

catatan : kalau menurut saya, sebenarnya orang - orang malaysia mengerti letak masalahnya dimana. cuma saya pikir orang - orang malaysia yang memang terlalu congkak dan menutup mata sehingga dalam masalah ini indonesia terkesan disalahkan, padahal yang sebenarnya yang harus sadar diri dan membuka mata adalah negara malaysia.

kalau saya baca tulisan di atas orang malaysia jelas tahu bahwa isu ini memang sudah lama terjadi mulai dari kasus ambalat, penyiksaan TKI, pemukulan terhadap wasit dari indonesia itu semua terjadi dilakukan oleh siapa? dimulai oleh siapa ??negara malaysia kan? orang-orang malaysia kan? jadi apakah mungkin indonesia berbuat berlebihan tanpa ada sebab? coba tolong di renungkan wahai orang - orang malaysia.

sudah terlalu banyak dosa-dosa negara malaysia terhadap indonesia, jadi pantaslah orang indonesia berbuat lebih dan berontak melawan ketidak adilan yang di lakukan negara malaysia terhdapa indonesia. "saya perlu jelaskan juga, malaysia jangan sering berdalih satu rumpun dalam menyelesaikan segala kasus. ini bukan masalah sepele dan bukan masalah satu orang, tapi ini masalah negara, masalah jutaan penduduk. jadi ketika ada penghinaan dan penyiksaan , pencurian dll sebagainya yang dilakukan negara malaysia terhadap orang atau negara indonesia, maka orang malaysia jangan asal enteng bilang "kita satu rumpun" atau kita " saudara" atau kita "Islam ". saya rasa tidak semudah itu. coba anda renungkan wahai orang - orang malaysia, bagaimana nasib TKI indonesia yang anda siksa yang sekarang cacad seumur hidup? bagai mana sikap negara malaysia yang jelas - jelas sudah mengambil wilayah indonesia? bagai mana nasib budaya - budaya indonesia yang anda cap sebagai hak anda???? coba pikirka nitu????pasti dalam hal ini orang atau negara malaysia menutup mata, dan pura - pura tidak mengerti, atau pura - pura bodoh kalau di tanya soal ini. karena memang sesungguhnya begitulah sikap dan kelakuan orang - orang malaysia, setelah melakukan yang buruk langsung menutup mata dan telinga tidak mau mendengar dan melihat kesalahannya. bahkan melempar kesalahan terhadap indonesia.

media indonesia sudah melakukan yang benar, yaitu memberitakan yang sesungguhnya. memberitakan yang sebenarnya terjadi. memberitakan yang fakta. tidak seperti media malaysia yang tertutup, yang memberitakan baik - baiknya saja padahal sesungguhnya yang terjadi adalah kebohongan publik, keburukan di tutup - tutupi padahal dalamnya bobrok. jadi saya pikir dengan adanya media rakyat indonesia bisa mengerti apa yang telah terjadi antar indonesia dan malaysia.

dan satu hal lagi yang saya perlu jadikan catatan disini adalah : negara malaysia saya ibaratkan sebagai anak kecil. alasanya kenapa? karena sipat dan kelakuan anak kecil itu biasanya manja, maunya di sayang, tidak mau disalahkan, dan sedikit egois. sebagai contoh: ketika malaysia melukai orang indonesia dan mengambil milik indonesia,maka malaysia pura-pura tidak bersalah, tidak mau mengaku dan berlaku egois atau ingin menang sendiri. padahal jelas - jelas melakukan kesalahan. tapi ketika indonesia baru saja ingin melakukan pembelaan dan memerangi hak nya, malaysia seperti kebakaran jenggot. sebagai contoh isu sweeping dilakukan indonesia, itu baru isu tapi malaysia sudah ketar - ketir. perdana mentri malaysia sudah kalang kabut ketakutan padahal baru isu dan tidak ada orang malaysia yang di tangkap atau terluka, tapi sebaliknya sudah berpuluh - puluh orang indonesia yang terluka dan cacad di aniyaya orang malaysia. apa itu sudah cukup adil?? sebenarnya negara malaysia negara kecil, bisanya mencolek tapi pas di colek tidak mau alias ketakutan. jadi jangan bermain api jika tidak ingin terbakar, jangan bikin ulah kalau tidak mau kena tulah.

singkat kata sebaiknya malaysia jangan salahkan indonesia jika indonesia berbuat anarkis, karena yang mulai duluan adalah engara anda malaysia. malaysia sudah melampaui batas, malaysia negara yang pintar dan cerdik, setelah melakukan perampasan, mengklaim dan penyiksaan kini dia menyuruh indonesia diam, tenang dan jangan emosi "KITA SERUMPUN" itulah dalih licik malaysia dalam menggerogoti indonesia.

maju terus indonesia, maju terus media indonesia, jangan mudah menyerah, jangan mudah di perdaya oleh bangsa yang lemah.

salam.

Anonim mengatakan...

yang otaknya sempit itu elo malon, malaysia tidak tau arti mencuri.. makanya di bilang sah - sah saja mengambil milik orang. maklum bangsa pemalas memamng begitu. malaysia tidak merasakan di curi tapi mencuri terus jadi ya begitulah gaya berpikir orang - orang bodoh malon.

VIVAnews - Sweeping dan pembakaran bendera Malaysia di Indonesia rupanya menyita perhatian warga Malaysia. Media-media di Indonesia dinilai turut memanas-manasi suasana yang terjadi.

Fazlee Rahman, pembaca VIVAnews asal Malaysia mengirimkan surat elektronik atau email kepada VIVAnews, Jumat, 11 September 2009. Kegundahan hati Fazlee melihat pemberitaan soal pembakaran bendera kebangsaan Malaysia serta sweeping yang belum lama dilakukan warga Indonesia.

Fazlee menilai, panasnya hubungan Indonesia-Malaysia bukan kali ini saja terjadi. Tetapi mulai dari isu Ambalat hingga pemukulan wasit Indonesia di Malaysia.

Simak surat pria yang berasal dari Kuala Lumpur ini:

Apa kabar?

Saya Fazlee dari Malaysia. Saya rasa terpanggil untuk menulis kepada saudara sejak terbaca artikel saudara di sebuah laman web.

Isu demonstrasi jalanan, pembakaran bendera Malaysia dan lain-lain sering terjadi apabila sesuatu isu berlaku. Di sini saya mempertikaikan media Indonesia yang sering membakar semangat memberontak dan tidak bersabar dalam menyelesaikan sesuatu isu.

Sebelum ini pernah terjadi isu-isu seperti di Ambalat dan wasit dari Indonesia yang dipukul pihak Polis di Malaysia juga tentang isu pembantu rumah.

Harus diingat bahwa isu-isu ini bukan hanya berlaku di pihak Indonesia. Pihak kami juga pernah diperlakukan sedemikian. Di Malaysia terlalu ramai rakyat Indonesia mencari rezeki dan menyumbang tenaga mereka dalam memakmurkan Malaysia. Tetapi kebanjiran rakyat Indonesia juga mengundang kadar jenayah (kriminalitas) yang tinggi seperti pembunuhan, rompakan malah pembantu rumah yang mencuri barangan majikan.

Saya tidak katakan yang orang Malaysia tidak melakukan jenayah, kami juga mempunyai penjenayah yang ramai di sini. Tetapi kami tidak pernah membesarkan isu-isu ini. Bagi kami bukan negara penyebabnya, tetapi individu-individu yang pendek akal dalam menangani isu-isu tersebut.

Jadi saya rasakan yang rakyat Indonesia harus bertolak ansur (berangsur-angsur) dan mencari jalan penyelesaian secara damai, bukan dengan demonstrasi jalanan. Lagipun kita serumpun, kenapa perlu benci-membenci seperti begitu?

Sekian, terima kasih.

Fazlee Rahman

sumber : vivanews.com

catatan : kalau menurut saya, sebenarnya orang - orang malaysia mengerti letak masalahnya dimana. cuma saya pikir orang - orang malaysia yang memang terlalu congkak dan menutup mata sehingga dalam masalah ini indonesia terkesan disalahkan, padahal yang sebenarnya yang harus sadar diri dan membuka mata adalah negara malaysia.

kalau saya baca tulisan di atas orang malaysia jelas tahu bahwa isu ini memang sudah lama terjadi mulai dari kasus ambalat, penyiksaan TKI, pemukulan terhadap wasit dari indonesia itu semua terjadi dilakukan oleh siapa? dimulai oleh siapa ??negara malaysia kan? orang-orang malaysia kan? jadi apakah mungkin indonesia berbuat berlebihan tanpa ada sebab? coba tolong di renungkan wahai orang - orang malaysia.

sudah terlalu banyak dosa-dosa negara malaysia terhadap indonesia, jadi pantaslah orang indonesia berbuat lebih dan berontak melawan ketidak adilan yang di lakukan negara malaysia terhdapa indonesia. "saya perlu jelaskan juga, malaysia jangan sering berdalih satu rumpun dalam menyelesaikan segala kasus. ini bukan masalah sepele dan bukan masalah satu orang, tapi ini masalah negara, masalah jutaan penduduk. jadi ketika ada penghinaan dan penyiksaan , pencurian dll sebagainya yang dilakukan negara malaysia terhadap orang atau negara indonesia, maka orang malaysia jangan asal enteng bilang "kita satu rumpun" atau kita " saudara" atau kita "Islam ". saya rasa tidak semudah itu. coba anda renungkan wahai orang - orang malaysia, bagaimana nasib TKI indonesia yang anda siksa yang sekarang cacad seumur hidup? bagai mana sikap negara malaysia yang jelas - jelas sudah mengambil wilayah indonesia? bagai mana nasib budaya - budaya indonesia yang anda cap sebagai hak anda???? coba pikirka nitu????pasti dalam hal ini orang atau negara malaysia menutup mata, dan pura - pura tidak mengerti, atau pura - pura bodoh kalau di tanya soal ini. karena memang sesungguhnya begitulah sikap dan kelakuan orang - orang malaysia, setelah melakukan yang buruk langsung menutup mata dan telinga tidak mau mendengar dan melihat kesalahannya. bahkan melempar kesalahan terhadap indonesia.

media indonesia sudah melakukan yang benar, yaitu memberitakan yang sesungguhnya. memberitakan yang sebenarnya terjadi. memberitakan yang fakta. tidak seperti media malaysia yang tertutup, yang memberitakan baik - baiknya saja padahal sesungguhnya yang terjadi adalah kebohongan publik, keburukan di tutup - tutupi padahal dalamnya bobrok. jadi saya pikir dengan adanya media rakyat indonesia bisa mengerti apa yang telah terjadi antar indonesia dan malaysia.

dan satu hal lagi yang saya perlu jadikan catatan disini adalah : negara malaysia saya ibaratkan sebagai anak kecil. alasanya kenapa? karena sipat dan kelakuan anak kecil itu biasanya manja, maunya di sayang, tidak mau disalahkan, dan sedikit egois. sebagai contoh: ketika malaysia melukai orang indonesia dan mengambil milik indonesia,maka malaysia pura-pura tidak bersalah, tidak mau mengaku dan berlaku egois atau ingin menang sendiri. padahal jelas - jelas melakukan kesalahan. tapi ketika indonesia baru saja ingin melakukan pembelaan dan memerangi hak nya, malaysia seperti kebakaran jenggot. sebagai contoh isu sweeping dilakukan indonesia, itu baru isu tapi malaysia sudah ketar - ketir. perdana mentri malaysia sudah kalang kabut ketakutan padahal baru isu dan tidak ada orang malaysia yang di tangkap atau terluka, tapi sebaliknya sudah berpuluh - puluh orang indonesia yang terluka dan cacad di aniyaya orang malaysia. apa itu sudah cukup adil?? sebenarnya negara malaysia negara kecil, bisanya mencolek tapi pas di colek tidak mau alias ketakutan. jadi jangan bermain api jika tidak ingin terbakar, jangan bikin ulah kalau tidak mau kena tulah.

singkat kata sebaiknya malaysia jangan salahkan indonesia jika indonesia berbuat anarkis, karena yang mulai duluan adalah engara anda malaysia. malaysia sudah melampaui batas, malaysia negara yang pintar dan cerdik, setelah melakukan perampasan, mengklaim dan penyiksaan kini dia menyuruh indonesia diam, tenang dan jangan emosi "KITA SERUMPUN" itulah dalih licik malaysia dalam menggerogoti indonesia.

maju terus indonesia, maju terus media indonesia, jangan mudah menyerah, jangan mudah di perdaya oleh bangsa yang lemah.

salam.

Anonim mengatakan...

haha... bodoh punya indon!!! apa motif kau buat blog ni??? sebab nak cari gaduh kan??? bodoh la kau.. ada ke kau nak satu padukan islam dengan cara penulisan fitnah begini?? biar Allah yang membalasnya... dah banyak musibah Allah bagi, tapi tak sedar jugak... indon yang bertopengkan yaudi!!!

VIVAnews - Sweeping dan pembakaran bendera Malaysia di Indonesia rupanya menyita perhatian warga Malaysia. Media-media di Indonesia dinilai turut memanas-manasi suasana yang terjadi.

Fazlee Rahman, pembaca VIVAnews asal Malaysia mengirimkan surat elektronik atau email kepada VIVAnews, Jumat, 11 September 2009. Kegundahan hati Fazlee melihat pemberitaan soal pembakaran bendera kebangsaan Malaysia serta sweeping yang belum lama dilakukan warga Indonesia.

Fazlee menilai, panasnya hubungan Indonesia-Malaysia bukan kali ini saja terjadi. Tetapi mulai dari isu Ambalat hingga pemukulan wasit Indonesia di Malaysia.

Simak surat pria yang berasal dari Kuala Lumpur ini:

Apa kabar?

Saya Fazlee dari Malaysia. Saya rasa terpanggil untuk menulis kepada saudara sejak terbaca artikel saudara di sebuah laman web.

Isu demonstrasi jalanan, pembakaran bendera Malaysia dan lain-lain sering terjadi apabila sesuatu isu berlaku. Di sini saya mempertikaikan media Indonesia yang sering membakar semangat memberontak dan tidak bersabar dalam menyelesaikan sesuatu isu.

Sebelum ini pernah terjadi isu-isu seperti di Ambalat dan wasit dari Indonesia yang dipukul pihak Polis di Malaysia juga tentang isu pembantu rumah.

Harus diingat bahwa isu-isu ini bukan hanya berlaku di pihak Indonesia. Pihak kami juga pernah diperlakukan sedemikian. Di Malaysia terlalu ramai rakyat Indonesia mencari rezeki dan menyumbang tenaga mereka dalam memakmurkan Malaysia. Tetapi kebanjiran rakyat Indonesia juga mengundang kadar jenayah (kriminalitas) yang tinggi seperti pembunuhan, rompakan malah pembantu rumah yang mencuri barangan majikan.

Saya tidak katakan yang orang Malaysia tidak melakukan jenayah, kami juga mempunyai penjenayah yang ramai di sini. Tetapi kami tidak pernah membesarkan isu-isu ini. Bagi kami bukan negara penyebabnya, tetapi individu-individu yang pendek akal dalam menangani isu-isu tersebut.

Jadi saya rasakan yang rakyat Indonesia harus bertolak ansur (berangsur-angsur) dan mencari jalan penyelesaian secara damai, bukan dengan demonstrasi jalanan. Lagipun kita serumpun, kenapa perlu benci-membenci seperti begitu?

Sekian, terima kasih.

Fazlee Rahman

sumber : vivanews.com

catatan : kalau menurut saya, sebenarnya orang - orang malaysia mengerti letak masalahnya dimana. cuma saya pikir orang - orang malaysia yang memang terlalu congkak dan menutup mata sehingga dalam masalah ini indonesia terkesan disalahkan, padahal yang sebenarnya yang harus sadar diri dan membuka mata adalah negara malaysia.

kalau saya baca tulisan di atas orang malaysia jelas tahu bahwa isu ini memang sudah lama terjadi mulai dari kasus ambalat, penyiksaan TKI, pemukulan terhadap wasit dari indonesia itu semua terjadi dilakukan oleh siapa? dimulai oleh siapa ??negara malaysia kan? orang-orang malaysia kan? jadi apakah mungkin indonesia berbuat berlebihan tanpa ada sebab? coba tolong di renungkan wahai orang - orang malaysia.

sudah terlalu banyak dosa-dosa negara malaysia terhadap indonesia, jadi pantaslah orang indonesia berbuat lebih dan berontak melawan ketidak adilan yang di lakukan negara malaysia terhdapa indonesia. "saya perlu jelaskan juga, malaysia jangan sering berdalih satu rumpun dalam menyelesaikan segala kasus. ini bukan masalah sepele dan bukan masalah satu orang, tapi ini masalah negara, masalah jutaan penduduk. jadi ketika ada penghinaan dan penyiksaan , pencurian dll sebagainya yang dilakukan negara malaysia terhadap orang atau negara indonesia, maka orang malaysia jangan asal enteng bilang "kita satu rumpun" atau kita " saudara" atau kita "Islam ". saya rasa tidak semudah itu. coba anda renungkan wahai orang - orang malaysia, bagaimana nasib TKI indonesia yang anda siksa yang sekarang cacad seumur hidup? bagai mana sikap negara malaysia yang jelas - jelas sudah mengambil wilayah indonesia? bagai mana nasib budaya - budaya indonesia yang anda cap sebagai hak anda???? coba pikirka nitu????pasti dalam hal ini orang atau negara malaysia menutup mata, dan pura - pura tidak mengerti, atau pura - pura bodoh kalau di tanya soal ini. karena memang sesungguhnya begitulah sikap dan kelakuan orang - orang malaysia, setelah melakukan yang buruk langsung menutup mata dan telinga tidak mau mendengar dan melihat kesalahannya. bahkan melempar kesalahan terhadap indonesia.

media indonesia sudah melakukan yang benar, yaitu memberitakan yang sesungguhnya. memberitakan yang sebenarnya terjadi. memberitakan yang fakta. tidak seperti media malaysia yang tertutup, yang memberitakan baik - baiknya saja padahal sesungguhnya yang terjadi adalah kebohongan publik, keburukan di tutup - tutupi padahal dalamnya bobrok. jadi saya pikir dengan adanya media rakyat indonesia bisa mengerti apa yang telah terjadi antar indonesia dan malaysia.

dan satu hal lagi yang saya perlu jadikan catatan disini adalah : negara malaysia saya ibaratkan sebagai anak kecil. alasanya kenapa? karena sipat dan kelakuan anak kecil itu biasanya manja, maunya di sayang, tidak mau disalahkan, dan sedikit egois. sebagai contoh: ketika malaysia melukai orang indonesia dan mengambil milik indonesia,maka malaysia pura-pura tidak bersalah, tidak mau mengaku dan berlaku egois atau ingin menang sendiri. padahal jelas - jelas melakukan kesalahan. tapi ketika indonesia baru saja ingin melakukan pembelaan dan memerangi hak nya, malaysia seperti kebakaran jenggot. sebagai contoh isu sweeping dilakukan indonesia, itu baru isu tapi malaysia sudah ketar - ketir. perdana mentri malaysia sudah kalang kabut ketakutan padahal baru isu dan tidak ada orang malaysia yang di tangkap atau terluka, tapi sebaliknya sudah berpuluh - puluh orang indonesia yang terluka dan cacad di aniyaya orang malaysia. apa itu sudah cukup adil?? sebenarnya negara malaysia negara kecil, bisanya mencolek tapi pas di colek tidak mau alias ketakutan. jadi jangan bermain api jika tidak ingin terbakar, jangan bikin ulah kalau tidak mau kena tulah.

singkat kata sebaiknya malaysia jangan salahkan indonesia jika indonesia berbuat anarkis, karena yang mulai duluan adalah engara anda malaysia. malaysia sudah melampaui batas, malaysia negara yang pintar dan cerdik, setelah melakukan perampasan, mengklaim dan penyiksaan kini dia menyuruh indonesia diam, tenang dan jangan emosi "KITA SERUMPUN" itulah dalih licik malaysia dalam menggerogoti indonesia.

maju terus indonesia, maju terus media indonesia, jangan mudah menyerah, jangan mudah di perdaya oleh bangsa yang lemah.

salam.

Anonim mengatakan...

malaysia bangsa pemalas,dan flagiat.

VIVAnews - Sweeping dan pembakaran bendera Malaysia di Indonesia rupanya menyita perhatian warga Malaysia. Media-media di Indonesia dinilai turut memanas-manasi suasana yang terjadi.

Fazlee Rahman, pembaca VIVAnews asal Malaysia mengirimkan surat elektronik atau email kepada VIVAnews, Jumat, 11 September 2009. Kegundahan hati Fazlee melihat pemberitaan soal pembakaran bendera kebangsaan Malaysia serta sweeping yang belum lama dilakukan warga Indonesia.

Fazlee menilai, panasnya hubungan Indonesia-Malaysia bukan kali ini saja terjadi. Tetapi mulai dari isu Ambalat hingga pemukulan wasit Indonesia di Malaysia.

Simak surat pria yang berasal dari Kuala Lumpur ini:

Apa kabar?

Saya Fazlee dari Malaysia. Saya rasa terpanggil untuk menulis kepada saudara sejak terbaca artikel saudara di sebuah laman web.

Isu demonstrasi jalanan, pembakaran bendera Malaysia dan lain-lain sering terjadi apabila sesuatu isu berlaku. Di sini saya mempertikaikan media Indonesia yang sering membakar semangat memberontak dan tidak bersabar dalam menyelesaikan sesuatu isu.

Sebelum ini pernah terjadi isu-isu seperti di Ambalat dan wasit dari Indonesia yang dipukul pihak Polis di Malaysia juga tentang isu pembantu rumah.

Harus diingat bahwa isu-isu ini bukan hanya berlaku di pihak Indonesia. Pihak kami juga pernah diperlakukan sedemikian. Di Malaysia terlalu ramai rakyat Indonesia mencari rezeki dan menyumbang tenaga mereka dalam memakmurkan Malaysia. Tetapi kebanjiran rakyat Indonesia juga mengundang kadar jenayah (kriminalitas) yang tinggi seperti pembunuhan, rompakan malah pembantu rumah yang mencuri barangan majikan.

Saya tidak katakan yang orang Malaysia tidak melakukan jenayah, kami juga mempunyai penjenayah yang ramai di sini. Tetapi kami tidak pernah membesarkan isu-isu ini. Bagi kami bukan negara penyebabnya, tetapi individu-individu yang pendek akal dalam menangani isu-isu tersebut.

Jadi saya rasakan yang rakyat Indonesia harus bertolak ansur (berangsur-angsur) dan mencari jalan penyelesaian secara damai, bukan dengan demonstrasi jalanan. Lagipun kita serumpun, kenapa perlu benci-membenci seperti begitu?

Sekian, terima kasih.

Fazlee Rahman

sumber : vivanews.com

catatan : kalau menurut saya, sebenarnya orang - orang malaysia mengerti letak masalahnya dimana. cuma saya pikir orang - orang malaysia yang memang terlalu congkak dan menutup mata sehingga dalam masalah ini indonesia terkesan disalahkan, padahal yang sebenarnya yang harus sadar diri dan membuka mata adalah negara malaysia.

kalau saya baca tulisan di atas orang malaysia jelas tahu bahwa isu ini memang sudah lama terjadi mulai dari kasus ambalat, penyiksaan TKI, pemukulan terhadap wasit dari indonesia itu semua terjadi dilakukan oleh siapa? dimulai oleh siapa ??negara malaysia kan? orang-orang malaysia kan? jadi apakah mungkin indonesia berbuat berlebihan tanpa ada sebab? coba tolong di renungkan wahai orang - orang malaysia.

sudah terlalu banyak dosa-dosa negara malaysia terhadap indonesia, jadi pantaslah orang indonesia berbuat lebih dan berontak melawan ketidak adilan yang di lakukan negara malaysia terhdapa indonesia. "saya perlu jelaskan juga, malaysia jangan sering berdalih satu rumpun dalam menyelesaikan segala kasus. ini bukan masalah sepele dan bukan masalah satu orang, tapi ini masalah negara, masalah jutaan penduduk. jadi ketika ada penghinaan dan penyiksaan , pencurian dll sebagainya yang dilakukan negara malaysia terhadap orang atau negara indonesia, maka orang malaysia jangan asal enteng bilang "kita satu rumpun" atau kita " saudara" atau kita "Islam ". saya rasa tidak semudah itu. coba anda renungkan wahai orang - orang malaysia, bagaimana nasib TKI indonesia yang anda siksa yang sekarang cacad seumur hidup? bagai mana sikap negara malaysia yang jelas - jelas sudah mengambil wilayah indonesia? bagai mana nasib budaya - budaya indonesia yang anda cap sebagai hak anda???? coba pikirka nitu????pasti dalam hal ini orang atau negara malaysia menutup mata, dan pura - pura tidak mengerti, atau pura - pura bodoh kalau di tanya soal ini. karena memang sesungguhnya begitulah sikap dan kelakuan orang - orang malaysia, setelah melakukan yang buruk langsung menutup mata dan telinga tidak mau mendengar dan melihat kesalahannya. bahkan melempar kesalahan terhadap indonesia.

media indonesia sudah melakukan yang benar, yaitu memberitakan yang sesungguhnya. memberitakan yang sebenarnya terjadi. memberitakan yang fakta. tidak seperti media malaysia yang tertutup, yang memberitakan baik - baiknya saja padahal sesungguhnya yang terjadi adalah kebohongan publik, keburukan di tutup - tutupi padahal dalamnya bobrok. jadi saya pikir dengan adanya media rakyat indonesia bisa mengerti apa yang telah terjadi antar indonesia dan malaysia.

dan satu hal lagi yang saya perlu jadikan catatan disini adalah : negara malaysia saya ibaratkan sebagai anak kecil. alasanya kenapa? karena sipat dan kelakuan anak kecil itu biasanya manja, maunya di sayang, tidak mau disalahkan, dan sedikit egois. sebagai contoh: ketika malaysia melukai orang indonesia dan mengambil milik indonesia,maka malaysia pura-pura tidak bersalah, tidak mau mengaku dan berlaku egois atau ingin menang sendiri. padahal jelas - jelas melakukan kesalahan. tapi ketika indonesia baru saja ingin melakukan pembelaan dan memerangi hak nya, malaysia seperti kebakaran jenggot. sebagai contoh isu sweeping dilakukan indonesia, itu baru isu tapi malaysia sudah ketar - ketir. perdana mentri malaysia sudah kalang kabut ketakutan padahal baru isu dan tidak ada orang malaysia yang di tangkap atau terluka, tapi sebaliknya sudah berpuluh - puluh orang indonesia yang terluka dan cacad di aniyaya orang malaysia. apa itu sudah cukup adil?? sebenarnya negara malaysia negara kecil, bisanya mencolek tapi pas di colek tidak mau alias ketakutan. jadi jangan bermain api jika tidak ingin terbakar, jangan bikin ulah kalau tidak mau kena tulah.

singkat kata sebaiknya malaysia jangan salahkan indonesia jika indonesia berbuat anarkis, karena yang mulai duluan adalah engara anda malaysia. malaysia sudah melampaui batas, malaysia negara yang pintar dan cerdik, setelah melakukan perampasan, mengklaim dan penyiksaan kini dia menyuruh indonesia diam, tenang dan jangan emosi "KITA SERUMPUN" itulah dalih licik malaysia dalam menggerogoti indonesia.

maju terus indonesia, maju terus media indonesia, jangan mudah menyerah, jangan mudah di perdaya oleh bangsa yang lemah.

salam.

Anonim mengatakan...

tak usah dilayan bangsa bodoh bernama Indon ni. mereka suka aja mengadu domba bagai anak kecil. sungguh tidak matang perlakuannya. ini aja sudah terbukti mereka tak pernah maju dengan perlakuan primitif! Berbanding rakyat malaysia lebih berfikiran positif. Terus maju Malaysia.

VIVAnews - Sweeping dan pembakaran bendera Malaysia di Indonesia rupanya menyita perhatian warga Malaysia. Media-media di Indonesia dinilai turut memanas-manasi suasana yang terjadi.

Fazlee Rahman, pembaca VIVAnews asal Malaysia mengirimkan surat elektronik atau email kepada VIVAnews, Jumat, 11 September 2009. Kegundahan hati Fazlee melihat pemberitaan soal pembakaran bendera kebangsaan Malaysia serta sweeping yang belum lama dilakukan warga Indonesia.

Fazlee menilai, panasnya hubungan Indonesia-Malaysia bukan kali ini saja terjadi. Tetapi mulai dari isu Ambalat hingga pemukulan wasit Indonesia di Malaysia.

Simak surat pria yang berasal dari Kuala Lumpur ini:

Apa kabar?

Saya Fazlee dari Malaysia. Saya rasa terpanggil untuk menulis kepada saudara sejak terbaca artikel saudara di sebuah laman web.

Isu demonstrasi jalanan, pembakaran bendera Malaysia dan lain-lain sering terjadi apabila sesuatu isu berlaku. Di sini saya mempertikaikan media Indonesia yang sering membakar semangat memberontak dan tidak bersabar dalam menyelesaikan sesuatu isu.

Sebelum ini pernah terjadi isu-isu seperti di Ambalat dan wasit dari Indonesia yang dipukul pihak Polis di Malaysia juga tentang isu pembantu rumah.

Harus diingat bahwa isu-isu ini bukan hanya berlaku di pihak Indonesia. Pihak kami juga pernah diperlakukan sedemikian. Di Malaysia terlalu ramai rakyat Indonesia mencari rezeki dan menyumbang tenaga mereka dalam memakmurkan Malaysia. Tetapi kebanjiran rakyat Indonesia juga mengundang kadar jenayah (kriminalitas) yang tinggi seperti pembunuhan, rompakan malah pembantu rumah yang mencuri barangan majikan.

Saya tidak katakan yang orang Malaysia tidak melakukan jenayah, kami juga mempunyai penjenayah yang ramai di sini. Tetapi kami tidak pernah membesarkan isu-isu ini. Bagi kami bukan negara penyebabnya, tetapi individu-individu yang pendek akal dalam menangani isu-isu tersebut.

Jadi saya rasakan yang rakyat Indonesia harus bertolak ansur (berangsur-angsur) dan mencari jalan penyelesaian secara damai, bukan dengan demonstrasi jalanan. Lagipun kita serumpun, kenapa perlu benci-membenci seperti begitu?

Sekian, terima kasih.

Fazlee Rahman

sumber : vivanews.com

catatan : kalau menurut saya, sebenarnya orang - orang malaysia mengerti letak masalahnya dimana. cuma saya pikir orang - orang malaysia yang memang terlalu congkak dan menutup mata sehingga dalam masalah ini indonesia terkesan disalahkan, padahal yang sebenarnya yang harus sadar diri dan membuka mata adalah negara malaysia.

kalau saya baca tulisan di atas orang malaysia jelas tahu bahwa isu ini memang sudah lama terjadi mulai dari kasus ambalat, penyiksaan TKI, pemukulan terhadap wasit dari indonesia itu semua terjadi dilakukan oleh siapa? dimulai oleh siapa ??negara malaysia kan? orang-orang malaysia kan? jadi apakah mungkin indonesia berbuat berlebihan tanpa ada sebab? coba tolong di renungkan wahai orang - orang malaysia.

sudah terlalu banyak dosa-dosa negara malaysia terhadap indonesia, jadi pantaslah orang indonesia berbuat lebih dan berontak melawan ketidak adilan yang di lakukan negara malaysia terhdapa indonesia. "saya perlu jelaskan juga, malaysia jangan sering berdalih satu rumpun dalam menyelesaikan segala kasus. ini bukan masalah sepele dan bukan masalah satu orang, tapi ini masalah negara, masalah jutaan penduduk. jadi ketika ada penghinaan dan penyiksaan , pencurian dll sebagainya yang dilakukan negara malaysia terhadap orang atau negara indonesia, maka orang malaysia jangan asal enteng bilang "kita satu rumpun" atau kita " saudara" atau kita "Islam ". saya rasa tidak semudah itu. coba anda renungkan wahai orang - orang malaysia, bagaimana nasib TKI indonesia yang anda siksa yang sekarang cacad seumur hidup? bagai mana sikap negara malaysia yang jelas - jelas sudah mengambil wilayah indonesia? bagai mana nasib budaya - budaya indonesia yang anda cap sebagai hak anda???? coba pikirka nitu????pasti dalam hal ini orang atau negara malaysia menutup mata, dan pura - pura tidak mengerti, atau pura - pura bodoh kalau di tanya soal ini. karena memang sesungguhnya begitulah sikap dan kelakuan orang - orang malaysia, setelah melakukan yang buruk langsung menutup mata dan telinga tidak mau mendengar dan melihat kesalahannya. bahkan melempar kesalahan terhadap indonesia.

media indonesia sudah melakukan yang benar, yaitu memberitakan yang sesungguhnya. memberitakan yang sebenarnya terjadi. memberitakan yang fakta. tidak seperti media malaysia yang tertutup, yang memberitakan baik - baiknya saja padahal sesungguhnya yang terjadi adalah kebohongan publik, keburukan di tutup - tutupi padahal dalamnya bobrok. jadi saya pikir dengan adanya media rakyat indonesia bisa mengerti apa yang telah terjadi antar indonesia dan malaysia.

dan satu hal lagi yang saya perlu jadikan catatan disini adalah : negara malaysia saya ibaratkan sebagai anak kecil. alasanya kenapa? karena sipat dan kelakuan anak kecil itu biasanya manja, maunya di sayang, tidak mau disalahkan, dan sedikit egois. sebagai contoh: ketika malaysia melukai orang indonesia dan mengambil milik indonesia,maka malaysia pura-pura tidak bersalah, tidak mau mengaku dan berlaku egois atau ingin menang sendiri. padahal jelas - jelas melakukan kesalahan. tapi ketika indonesia baru saja ingin melakukan pembelaan dan memerangi hak nya, malaysia seperti kebakaran jenggot. sebagai contoh isu sweeping dilakukan indonesia, itu baru isu tapi malaysia sudah ketar - ketir. perdana mentri malaysia sudah kalang kabut ketakutan padahal baru isu dan tidak ada orang malaysia yang di tangkap atau terluka, tapi sebaliknya sudah berpuluh - puluh orang indonesia yang terluka dan cacad di aniyaya orang malaysia. apa itu sudah cukup adil?? sebenarnya negara malaysia negara kecil, bisanya mencolek tapi pas di colek tidak mau alias ketakutan. jadi jangan bermain api jika tidak ingin terbakar, jangan bikin ulah kalau tidak mau kena tulah.

singkat kata sebaiknya malaysia jangan salahkan indonesia jika indonesia berbuat anarkis, karena yang mulai duluan adalah engara anda malaysia. malaysia sudah melampaui batas, malaysia negara yang pintar dan cerdik, setelah melakukan perampasan, mengklaim dan penyiksaan kini dia menyuruh indonesia diam, tenang dan jangan emosi "KITA SERUMPUN" itulah dalih licik malaysia dalam menggerogoti indonesia.

maju terus indonesia, maju terus media indonesia, jangan mudah menyerah, jangan mudah di perdaya oleh bangsa yang lemah.

salam.

Anonim mengatakan...

indon otaknye TEPU mana terima pendpt org lain. katanya anak kecil mengelak. katanya lagi ayat yg serupa malon maling anjing babi itu aja.. kalo kamu berjuang utk bangsa kamu ya indon ada baiknya kamu bantu diluar tu anak2 yg kelaparan kebuluran bkn dlm blog ini. majukan negara kamu dulu baru kamu sibuk mencari kesilapan org lain. kalo kamu benar ISLAM bkn kerana budaya bodoh ini kamu berperang. yg otaknya tepu mana boleh fikir.. ckp dgn haiwan lagi mudah dr dgn indon ni. ahaks!

VIVAnews - Sweeping dan pembakaran bendera Malaysia di Indonesia rupanya menyita perhatian warga Malaysia. Media-media di Indonesia dinilai turut memanas-manasi suasana yang terjadi.

Fazlee Rahman, pembaca VIVAnews asal Malaysia mengirimkan surat elektronik atau email kepada VIVAnews, Jumat, 11 September 2009. Kegundahan hati Fazlee melihat pemberitaan soal pembakaran bendera kebangsaan Malaysia serta sweeping yang belum lama dilakukan warga Indonesia.

Fazlee menilai, panasnya hubungan Indonesia-Malaysia bukan kali ini saja terjadi. Tetapi mulai dari isu Ambalat hingga pemukulan wasit Indonesia di Malaysia.

Simak surat pria yang berasal dari Kuala Lumpur ini:

Apa kabar?

Saya Fazlee dari Malaysia. Saya rasa terpanggil untuk menulis kepada saudara sejak terbaca artikel saudara di sebuah laman web.

Isu demonstrasi jalanan, pembakaran bendera Malaysia dan lain-lain sering terjadi apabila sesuatu isu berlaku. Di sini saya mempertikaikan media Indonesia yang sering membakar semangat memberontak dan tidak bersabar dalam menyelesaikan sesuatu isu.

Sebelum ini pernah terjadi isu-isu seperti di Ambalat dan wasit dari Indonesia yang dipukul pihak Polis di Malaysia juga tentang isu pembantu rumah.

Harus diingat bahwa isu-isu ini bukan hanya berlaku di pihak Indonesia. Pihak kami juga pernah diperlakukan sedemikian. Di Malaysia terlalu ramai rakyat Indonesia mencari rezeki dan menyumbang tenaga mereka dalam memakmurkan Malaysia. Tetapi kebanjiran rakyat Indonesia juga mengundang kadar jenayah (kriminalitas) yang tinggi seperti pembunuhan, rompakan malah pembantu rumah yang mencuri barangan majikan.

Saya tidak katakan yang orang Malaysia tidak melakukan jenayah, kami juga mempunyai penjenayah yang ramai di sini. Tetapi kami tidak pernah membesarkan isu-isu ini. Bagi kami bukan negara penyebabnya, tetapi individu-individu yang pendek akal dalam menangani isu-isu tersebut.

Jadi saya rasakan yang rakyat Indonesia harus bertolak ansur (berangsur-angsur) dan mencari jalan penyelesaian secara damai, bukan dengan demonstrasi jalanan. Lagipun kita serumpun, kenapa perlu benci-membenci seperti begitu?

Sekian, terima kasih.

Fazlee Rahman

sumber : vivanews.com

catatan : kalau menurut saya, sebenarnya orang - orang malaysia mengerti letak masalahnya dimana. cuma saya pikir orang - orang malaysia yang memang terlalu congkak dan menutup mata sehingga dalam masalah ini indonesia terkesan disalahkan, padahal yang sebenarnya yang harus sadar diri dan membuka mata adalah negara malaysia.

kalau saya baca tulisan di atas orang malaysia jelas tahu bahwa isu ini memang sudah lama terjadi mulai dari kasus ambalat, penyiksaan TKI, pemukulan terhadap wasit dari indonesia itu semua terjadi dilakukan oleh siapa? dimulai oleh siapa ??negara malaysia kan? orang-orang malaysia kan? jadi apakah mungkin indonesia berbuat berlebihan tanpa ada sebab? coba tolong di renungkan wahai orang - orang malaysia.

sudah terlalu banyak dosa-dosa negara malaysia terhadap indonesia, jadi pantaslah orang indonesia berbuat lebih dan berontak melawan ketidak adilan yang di lakukan negara malaysia terhdapa indonesia. "saya perlu jelaskan juga, malaysia jangan sering berdalih satu rumpun dalam menyelesaikan segala kasus. ini bukan masalah sepele dan bukan masalah satu orang, tapi ini masalah negara, masalah jutaan penduduk. jadi ketika ada penghinaan dan penyiksaan , pencurian dll sebagainya yang dilakukan negara malaysia terhadap orang atau negara indonesia, maka orang malaysia jangan asal enteng bilang "kita satu rumpun" atau kita " saudara" atau kita "Islam ". saya rasa tidak semudah itu. coba anda renungkan wahai orang - orang malaysia, bagaimana nasib TKI indonesia yang anda siksa yang sekarang cacad seumur hidup? bagai mana sikap negara malaysia yang jelas - jelas sudah mengambil wilayah indonesia? bagai mana nasib budaya - budaya indonesia yang anda cap sebagai hak anda???? coba pikirka nitu????pasti dalam hal ini orang atau negara malaysia menutup mata, dan pura - pura tidak mengerti, atau pura - pura bodoh kalau di tanya soal ini. karena memang sesungguhnya begitulah sikap dan kelakuan orang - orang malaysia, setelah melakukan yang buruk langsung menutup mata dan telinga tidak mau mendengar dan melihat kesalahannya. bahkan melempar kesalahan terhadap indonesia.

media indonesia sudah melakukan yang benar, yaitu memberitakan yang sesungguhnya. memberitakan yang sebenarnya terjadi. memberitakan yang fakta. tidak seperti media malaysia yang tertutup, yang memberitakan baik - baiknya saja padahal sesungguhnya yang terjadi adalah kebohongan publik, keburukan di tutup - tutupi padahal dalamnya bobrok. jadi saya pikir dengan adanya media rakyat indonesia bisa mengerti apa yang telah terjadi antar indonesia dan malaysia.

dan satu hal lagi yang saya perlu jadikan catatan disini adalah : negara malaysia saya ibaratkan sebagai anak kecil. alasanya kenapa? karena sipat dan kelakuan anak kecil itu biasanya manja, maunya di sayang, tidak mau disalahkan, dan sedikit egois. sebagai contoh: ketika malaysia melukai orang indonesia dan mengambil milik indonesia,maka malaysia pura-pura tidak bersalah, tidak mau mengaku dan berlaku egois atau ingin menang sendiri. padahal jelas - jelas melakukan kesalahan. tapi ketika indonesia baru saja ingin melakukan pembelaan dan memerangi hak nya, malaysia seperti kebakaran jenggot. sebagai contoh isu sweeping dilakukan indonesia, itu baru isu tapi malaysia sudah ketar - ketir. perdana mentri malaysia sudah kalang kabut ketakutan padahal baru isu dan tidak ada orang malaysia yang di tangkap atau terluka, tapi sebaliknya sudah berpuluh - puluh orang indonesia yang terluka dan cacad di aniyaya orang malaysia. apa itu sudah cukup adil?? sebenarnya negara malaysia negara kecil, bisanya mencolek tapi pas di colek tidak mau alias ketakutan. jadi jangan bermain api jika tidak ingin terbakar, jangan bikin ulah kalau tidak mau kena tulah.

singkat kata sebaiknya malaysia jangan salahkan indonesia jika indonesia berbuat anarkis, karena yang mulai duluan adalah engara anda malaysia. malaysia sudah melampaui batas, malaysia negara yang pintar dan cerdik, setelah melakukan perampasan, mengklaim dan penyiksaan kini dia menyuruh indonesia diam, tenang dan jangan emosi "KITA SERUMPUN" itulah dalih licik malaysia dalam menggerogoti indonesia.

maju terus indonesia, maju terus media indonesia, jangan mudah menyerah, jangan mudah di perdaya oleh bangsa yang lemah.

salam.

Anonim mengatakan...

1st problem:

Penderaan TKI - majoriti dilakukan oleh golongan bukan melayu. Hanya sebilangan kecil (beberapa) kes jika dibandingkan dgn ratio penduduk Malaysia. Media malaysia tidak melebihkan isu penjenayah dari indonesia yang sanggup menetak, membunuh, merogol, etc. rakyat malaysia disini.

conclusion: solved (jika pihak indo sanggup berkompromi dan duduk semeja)

VIVAnews - Sweeping dan pembakaran bendera Malaysia di Indonesia rupanya menyita perhatian warga Malaysia. Media-media di Indonesia dinilai turut memanas-manasi suasana yang terjadi.

Fazlee Rahman, pembaca VIVAnews asal Malaysia mengirimkan surat elektronik atau email kepada VIVAnews, Jumat, 11 September 2009. Kegundahan hati Fazlee melihat pemberitaan soal pembakaran bendera kebangsaan Malaysia serta sweeping yang belum lama dilakukan warga Indonesia.

Fazlee menilai, panasnya hubungan Indonesia-Malaysia bukan kali ini saja terjadi. Tetapi mulai dari isu Ambalat hingga pemukulan wasit Indonesia di Malaysia.

Simak surat pria yang berasal dari Kuala Lumpur ini:

Apa kabar?

Saya Fazlee dari Malaysia. Saya rasa terpanggil untuk menulis kepada saudara sejak terbaca artikel saudara di sebuah laman web.

Isu demonstrasi jalanan, pembakaran bendera Malaysia dan lain-lain sering terjadi apabila sesuatu isu berlaku. Di sini saya mempertikaikan media Indonesia yang sering membakar semangat memberontak dan tidak bersabar dalam menyelesaikan sesuatu isu.

Sebelum ini pernah terjadi isu-isu seperti di Ambalat dan wasit dari Indonesia yang dipukul pihak Polis di Malaysia juga tentang isu pembantu rumah.

Harus diingat bahwa isu-isu ini bukan hanya berlaku di pihak Indonesia. Pihak kami juga pernah diperlakukan sedemikian. Di Malaysia terlalu ramai rakyat Indonesia mencari rezeki dan menyumbang tenaga mereka dalam memakmurkan Malaysia. Tetapi kebanjiran rakyat Indonesia juga mengundang kadar jenayah (kriminalitas) yang tinggi seperti pembunuhan, rompakan malah pembantu rumah yang mencuri barangan majikan.

Saya tidak katakan yang orang Malaysia tidak melakukan jenayah, kami juga mempunyai penjenayah yang ramai di sini. Tetapi kami tidak pernah membesarkan isu-isu ini. Bagi kami bukan negara penyebabnya, tetapi individu-individu yang pendek akal dalam menangani isu-isu tersebut.

Jadi saya rasakan yang rakyat Indonesia harus bertolak ansur (berangsur-angsur) dan mencari jalan penyelesaian secara damai, bukan dengan demonstrasi jalanan. Lagipun kita serumpun, kenapa perlu benci-membenci seperti begitu?

Sekian, terima kasih.

Fazlee Rahman

sumber : vivanews.com

catatan : kalau menurut saya, sebenarnya orang - orang malaysia mengerti letak masalahnya dimana. cuma saya pikir orang - orang malaysia yang memang terlalu congkak dan menutup mata sehingga dalam masalah ini indonesia terkesan disalahkan, padahal yang sebenarnya yang harus sadar diri dan membuka mata adalah negara malaysia.

kalau saya baca tulisan di atas orang malaysia jelas tahu bahwa isu ini memang sudah lama terjadi mulai dari kasus ambalat, penyiksaan TKI, pemukulan terhadap wasit dari indonesia itu semua terjadi dilakukan oleh siapa? dimulai oleh siapa ??negara malaysia kan? orang-orang malaysia kan? jadi apakah mungkin indonesia berbuat berlebihan tanpa ada sebab? coba tolong di renungkan wahai orang - orang malaysia.

sudah terlalu banyak dosa-dosa negara malaysia terhadap indonesia, jadi pantaslah orang indonesia berbuat lebih dan berontak melawan ketidak adilan yang di lakukan negara malaysia terhdapa indonesia. "saya perlu jelaskan juga, malaysia jangan sering berdalih satu rumpun dalam menyelesaikan segala kasus. ini bukan masalah sepele dan bukan masalah satu orang, tapi ini masalah negara, masalah jutaan penduduk. jadi ketika ada penghinaan dan penyiksaan , pencurian dll sebagainya yang dilakukan negara malaysia terhadap orang atau negara indonesia, maka orang malaysia jangan asal enteng bilang "kita satu rumpun" atau kita " saudara" atau kita "Islam ". saya rasa tidak semudah itu. coba anda renungkan wahai orang - orang malaysia, bagaimana nasib TKI indonesia yang anda siksa yang sekarang cacad seumur hidup? bagai mana sikap negara malaysia yang jelas - jelas sudah mengambil wilayah indonesia? bagai mana nasib budaya - budaya indonesia yang anda cap sebagai hak anda???? coba pikirka nitu????pasti dalam hal ini orang atau negara malaysia menutup mata, dan pura - pura tidak mengerti, atau pura - pura bodoh kalau di tanya soal ini. karena memang sesungguhnya begitulah sikap dan kelakuan orang - orang malaysia, setelah melakukan yang buruk langsung menutup mata dan telinga tidak mau mendengar dan melihat kesalahannya. bahkan melempar kesalahan terhadap indonesia.

media indonesia sudah melakukan yang benar, yaitu memberitakan yang sesungguhnya. memberitakan yang sebenarnya terjadi. memberitakan yang fakta. tidak seperti media malaysia yang tertutup, yang memberitakan baik - baiknya saja padahal sesungguhnya yang terjadi adalah kebohongan publik, keburukan di tutup - tutupi padahal dalamnya bobrok. jadi saya pikir dengan adanya media rakyat indonesia bisa mengerti apa yang telah terjadi antar indonesia dan malaysia.

dan satu hal lagi yang saya perlu jadikan catatan disini adalah : negara malaysia saya ibaratkan sebagai anak kecil. alasanya kenapa? karena sipat dan kelakuan anak kecil itu biasanya manja, maunya di sayang, tidak mau disalahkan, dan sedikit egois. sebagai contoh: ketika malaysia melukai orang indonesia dan mengambil milik indonesia,maka malaysia pura-pura tidak bersalah, tidak mau mengaku dan berlaku egois atau ingin menang sendiri. padahal jelas - jelas melakukan kesalahan. tapi ketika indonesia baru saja ingin melakukan pembelaan dan memerangi hak nya, malaysia seperti kebakaran jenggot. sebagai contoh isu sweeping dilakukan indonesia, itu baru isu tapi malaysia sudah ketar - ketir. perdana mentri malaysia sudah kalang kabut ketakutan padahal baru isu dan tidak ada orang malaysia yang di tangkap atau terluka, tapi sebaliknya sudah berpuluh - puluh orang indonesia yang terluka dan cacad di aniyaya orang malaysia. apa itu sudah cukup adil?? sebenarnya negara malaysia negara kecil, bisanya mencolek tapi pas di colek tidak mau alias ketakutan. jadi jangan bermain api jika tidak ingin terbakar, jangan bikin ulah kalau tidak mau kena tulah.

singkat kata sebaiknya malaysia jangan salahkan indonesia jika indonesia berbuat anarkis, karena yang mulai duluan adalah engara anda malaysia. malaysia sudah melampaui batas, malaysia negara yang pintar dan cerdik, setelah melakukan perampasan, mengklaim dan penyiksaan kini dia menyuruh indonesia diam, tenang dan jangan emosi "KITA SERUMPUN" itulah dalih licik malaysia dalam menggerogoti indonesia.

maju terus indonesia, maju terus media indonesia, jangan mudah menyerah, jangan mudah di perdaya oleh bangsa yang lemah.

salam.

Anonim mengatakan...

2nd problem

Klaim kawasan - Malaysia hanya membawa isu ini ke pihak antarabangsa dan yg mengadili nya pihak sana. btw, latest one. tell ur media, JEMOR and JEMUR is two different island!

Conclusion: Solved (jika rakyat Indonesia banyak membaca)

VIVAnews - Sweeping dan pembakaran bendera Malaysia di Indonesia rupanya menyita perhatian warga Malaysia. Media-media di Indonesia dinilai turut memanas-manasi suasana yang terjadi.

Fazlee Rahman, pembaca VIVAnews asal Malaysia mengirimkan surat elektronik atau email kepada VIVAnews, Jumat, 11 September 2009. Kegundahan hati Fazlee melihat pemberitaan soal pembakaran bendera kebangsaan Malaysia serta sweeping yang belum lama dilakukan warga Indonesia.

Fazlee menilai, panasnya hubungan Indonesia-Malaysia bukan kali ini saja terjadi. Tetapi mulai dari isu Ambalat hingga pemukulan wasit Indonesia di Malaysia.

Simak surat pria yang berasal dari Kuala Lumpur ini:

Apa kabar?

Saya Fazlee dari Malaysia. Saya rasa terpanggil untuk menulis kepada saudara sejak terbaca artikel saudara di sebuah laman web.

Isu demonstrasi jalanan, pembakaran bendera Malaysia dan lain-lain sering terjadi apabila sesuatu isu berlaku. Di sini saya mempertikaikan media Indonesia yang sering membakar semangat memberontak dan tidak bersabar dalam menyelesaikan sesuatu isu.

Sebelum ini pernah terjadi isu-isu seperti di Ambalat dan wasit dari Indonesia yang dipukul pihak Polis di Malaysia juga tentang isu pembantu rumah.

Harus diingat bahwa isu-isu ini bukan hanya berlaku di pihak Indonesia. Pihak kami juga pernah diperlakukan sedemikian. Di Malaysia terlalu ramai rakyat Indonesia mencari rezeki dan menyumbang tenaga mereka dalam memakmurkan Malaysia. Tetapi kebanjiran rakyat Indonesia juga mengundang kadar jenayah (kriminalitas) yang tinggi seperti pembunuhan, rompakan malah pembantu rumah yang mencuri barangan majikan.

Saya tidak katakan yang orang Malaysia tidak melakukan jenayah, kami juga mempunyai penjenayah yang ramai di sini. Tetapi kami tidak pernah membesarkan isu-isu ini. Bagi kami bukan negara penyebabnya, tetapi individu-individu yang pendek akal dalam menangani isu-isu tersebut.

Jadi saya rasakan yang rakyat Indonesia harus bertolak ansur (berangsur-angsur) dan mencari jalan penyelesaian secara damai, bukan dengan demonstrasi jalanan. Lagipun kita serumpun, kenapa perlu benci-membenci seperti begitu?

Sekian, terima kasih.

Fazlee Rahman

sumber : vivanews.com

catatan : kalau menurut saya, sebenarnya orang - orang malaysia mengerti letak masalahnya dimana. cuma saya pikir orang - orang malaysia yang memang terlalu congkak dan menutup mata sehingga dalam masalah ini indonesia terkesan disalahkan, padahal yang sebenarnya yang harus sadar diri dan membuka mata adalah negara malaysia.

kalau saya baca tulisan di atas orang malaysia jelas tahu bahwa isu ini memang sudah lama terjadi mulai dari kasus ambalat, penyiksaan TKI, pemukulan terhadap wasit dari indonesia itu semua terjadi dilakukan oleh siapa? dimulai oleh siapa ??negara malaysia kan? orang-orang malaysia kan? jadi apakah mungkin indonesia berbuat berlebihan tanpa ada sebab? coba tolong di renungkan wahai orang - orang malaysia.

sudah terlalu banyak dosa-dosa negara malaysia terhadap indonesia, jadi pantaslah orang indonesia berbuat lebih dan berontak melawan ketidak adilan yang di lakukan negara malaysia terhdapa indonesia. "saya perlu jelaskan juga, malaysia jangan sering berdalih satu rumpun dalam menyelesaikan segala kasus. ini bukan masalah sepele dan bukan masalah satu orang, tapi ini masalah negara, masalah jutaan penduduk. jadi ketika ada penghinaan dan penyiksaan , pencurian dll sebagainya yang dilakukan negara malaysia terhadap orang atau negara indonesia, maka orang malaysia jangan asal enteng bilang "kita satu rumpun" atau kita " saudara" atau kita "Islam ". saya rasa tidak semudah itu. coba anda renungkan wahai orang - orang malaysia, bagaimana nasib TKI indonesia yang anda siksa yang sekarang cacad seumur hidup? bagai mana sikap negara malaysia yang jelas - jelas sudah mengambil wilayah indonesia? bagai mana nasib budaya - budaya indonesia yang anda cap sebagai hak anda???? coba pikirka nitu????pasti dalam hal ini orang atau negara malaysia menutup mata, dan pura - pura tidak mengerti, atau pura - pura bodoh kalau di tanya soal ini. karena memang sesungguhnya begitulah sikap dan kelakuan orang - orang malaysia, setelah melakukan yang buruk langsung menutup mata dan telinga tidak mau mendengar dan melihat kesalahannya. bahkan melempar kesalahan terhadap indonesia.

media indonesia sudah melakukan yang benar, yaitu memberitakan yang sesungguhnya. memberitakan yang sebenarnya terjadi. memberitakan yang fakta. tidak seperti media malaysia yang tertutup, yang memberitakan baik - baiknya saja padahal sesungguhnya yang terjadi adalah kebohongan publik, keburukan di tutup - tutupi padahal dalamnya bobrok. jadi saya pikir dengan adanya media rakyat indonesia bisa mengerti apa yang telah terjadi antar indonesia dan malaysia.

dan satu hal lagi yang saya perlu jadikan catatan disini adalah : negara malaysia saya ibaratkan sebagai anak kecil. alasanya kenapa? karena sipat dan kelakuan anak kecil itu biasanya manja, maunya di sayang, tidak mau disalahkan, dan sedikit egois. sebagai contoh: ketika malaysia melukai orang indonesia dan mengambil milik indonesia,maka malaysia pura-pura tidak bersalah, tidak mau mengaku dan berlaku egois atau ingin menang sendiri. padahal jelas - jelas melakukan kesalahan. tapi ketika indonesia baru saja ingin melakukan pembelaan dan memerangi hak nya, malaysia seperti kebakaran jenggot. sebagai contoh isu sweeping dilakukan indonesia, itu baru isu tapi malaysia sudah ketar - ketir. perdana mentri malaysia sudah kalang kabut ketakutan padahal baru isu dan tidak ada orang malaysia yang di tangkap atau terluka, tapi sebaliknya sudah berpuluh - puluh orang indonesia yang terluka dan cacad di aniyaya orang malaysia. apa itu sudah cukup adil?? sebenarnya negara malaysia negara kecil, bisanya mencolek tapi pas di colek tidak mau alias ketakutan. jadi jangan bermain api jika tidak ingin terbakar, jangan bikin ulah kalau tidak mau kena tulah.

singkat kata sebaiknya malaysia jangan salahkan indonesia jika indonesia berbuat anarkis, karena yang mulai duluan adalah engara anda malaysia. malaysia sudah melampaui batas, malaysia negara yang pintar dan cerdik, setelah melakukan perampasan, mengklaim dan penyiksaan kini dia menyuruh indonesia diam, tenang dan jangan emosi "KITA SERUMPUN" itulah dalih licik malaysia dalam menggerogoti indonesia.

maju terus indonesia, maju terus media indonesia, jangan mudah menyerah, jangan mudah di perdaya oleh bangsa yang lemah.

salam.

Anonim mengatakan...

3rd problem

Isu klaim budaya - lihat link ni aja deh

http://forum.lowyat.net/topic/1159659

Conclusion: solved!!!

VIVAnews - Sweeping dan pembakaran bendera Malaysia di Indonesia rupanya menyita perhatian warga Malaysia. Media-media di Indonesia dinilai turut memanas-manasi suasana yang terjadi.

Fazlee Rahman, pembaca VIVAnews asal Malaysia mengirimkan surat elektronik atau email kepada VIVAnews, Jumat, 11 September 2009. Kegundahan hati Fazlee melihat pemberitaan soal pembakaran bendera kebangsaan Malaysia serta sweeping yang belum lama dilakukan warga Indonesia.

Fazlee menilai, panasnya hubungan Indonesia-Malaysia bukan kali ini saja terjadi. Tetapi mulai dari isu Ambalat hingga pemukulan wasit Indonesia di Malaysia.

Simak surat pria yang berasal dari Kuala Lumpur ini:

Apa kabar?

Saya Fazlee dari Malaysia. Saya rasa terpanggil untuk menulis kepada saudara sejak terbaca artikel saudara di sebuah laman web.

Isu demonstrasi jalanan, pembakaran bendera Malaysia dan lain-lain sering terjadi apabila sesuatu isu berlaku. Di sini saya mempertikaikan media Indonesia yang sering membakar semangat memberontak dan tidak bersabar dalam menyelesaikan sesuatu isu.

Sebelum ini pernah terjadi isu-isu seperti di Ambalat dan wasit dari Indonesia yang dipukul pihak Polis di Malaysia juga tentang isu pembantu rumah.

Harus diingat bahwa isu-isu ini bukan hanya berlaku di pihak Indonesia. Pihak kami juga pernah diperlakukan sedemikian. Di Malaysia terlalu ramai rakyat Indonesia mencari rezeki dan menyumbang tenaga mereka dalam memakmurkan Malaysia. Tetapi kebanjiran rakyat Indonesia juga mengundang kadar jenayah (kriminalitas) yang tinggi seperti pembunuhan, rompakan malah pembantu rumah yang mencuri barangan majikan.

Saya tidak katakan yang orang Malaysia tidak melakukan jenayah, kami juga mempunyai penjenayah yang ramai di sini. Tetapi kami tidak pernah membesarkan isu-isu ini. Bagi kami bukan negara penyebabnya, tetapi individu-individu yang pendek akal dalam menangani isu-isu tersebut.

Jadi saya rasakan yang rakyat Indonesia harus bertolak ansur (berangsur-angsur) dan mencari jalan penyelesaian secara damai, bukan dengan demonstrasi jalanan. Lagipun kita serumpun, kenapa perlu benci-membenci seperti begitu?

Sekian, terima kasih.

Fazlee Rahman

sumber : vivanews.com

catatan : kalau menurut saya, sebenarnya orang - orang malaysia mengerti letak masalahnya dimana. cuma saya pikir orang - orang malaysia yang memang terlalu congkak dan menutup mata sehingga dalam masalah ini indonesia terkesan disalahkan, padahal yang sebenarnya yang harus sadar diri dan membuka mata adalah negara malaysia.

kalau saya baca tulisan di atas orang malaysia jelas tahu bahwa isu ini memang sudah lama terjadi mulai dari kasus ambalat, penyiksaan TKI, pemukulan terhadap wasit dari indonesia itu semua terjadi dilakukan oleh siapa? dimulai oleh siapa ??negara malaysia kan? orang-orang malaysia kan? jadi apakah mungkin indonesia berbuat berlebihan tanpa ada sebab? coba tolong di renungkan wahai orang - orang malaysia.

sudah terlalu banyak dosa-dosa negara malaysia terhadap indonesia, jadi pantaslah orang indonesia berbuat lebih dan berontak melawan ketidak adilan yang di lakukan negara malaysia terhdapa indonesia. "saya perlu jelaskan juga, malaysia jangan sering berdalih satu rumpun dalam menyelesaikan segala kasus. ini bukan masalah sepele dan bukan masalah satu orang, tapi ini masalah negara, masalah jutaan penduduk. jadi ketika ada penghinaan dan penyiksaan , pencurian dll sebagainya yang dilakukan negara malaysia terhadap orang atau negara indonesia, maka orang malaysia jangan asal enteng bilang "kita satu rumpun" atau kita " saudara" atau kita "Islam ". saya rasa tidak semudah itu. coba anda renungkan wahai orang - orang malaysia, bagaimana nasib TKI indonesia yang anda siksa yang sekarang cacad seumur hidup? bagai mana sikap negara malaysia yang jelas - jelas sudah mengambil wilayah indonesia? bagai mana nasib budaya - budaya indonesia yang anda cap sebagai hak anda???? coba pikirka nitu????pasti dalam hal ini orang atau negara malaysia menutup mata, dan pura - pura tidak mengerti, atau pura - pura bodoh kalau di tanya soal ini. karena memang sesungguhnya begitulah sikap dan kelakuan orang - orang malaysia, setelah melakukan yang buruk langsung menutup mata dan telinga tidak mau mendengar dan melihat kesalahannya. bahkan melempar kesalahan terhadap indonesia.

media indonesia sudah melakukan yang benar, yaitu memberitakan yang sesungguhnya. memberitakan yang sebenarnya terjadi. memberitakan yang fakta. tidak seperti media malaysia yang tertutup, yang memberitakan baik - baiknya saja padahal sesungguhnya yang terjadi adalah kebohongan publik, keburukan di tutup - tutupi padahal dalamnya bobrok. jadi saya pikir dengan adanya media rakyat indonesia bisa mengerti apa yang telah terjadi antar indonesia dan malaysia.

dan satu hal lagi yang saya perlu jadikan catatan disini adalah : negara malaysia saya ibaratkan sebagai anak kecil. alasanya kenapa? karena sipat dan kelakuan anak kecil itu biasanya manja, maunya di sayang, tidak mau disalahkan, dan sedikit egois. sebagai contoh: ketika malaysia melukai orang indonesia dan mengambil milik indonesia,maka malaysia pura-pura tidak bersalah, tidak mau mengaku dan berlaku egois atau ingin menang sendiri. padahal jelas - jelas melakukan kesalahan. tapi ketika indonesia baru saja ingin melakukan pembelaan dan memerangi hak nya, malaysia seperti kebakaran jenggot. sebagai contoh isu sweeping dilakukan indonesia, itu baru isu tapi malaysia sudah ketar - ketir. perdana mentri malaysia sudah kalang kabut ketakutan padahal baru isu dan tidak ada orang malaysia yang di tangkap atau terluka, tapi sebaliknya sudah berpuluh - puluh orang indonesia yang terluka dan cacad di aniyaya orang malaysia. apa itu sudah cukup adil?? sebenarnya negara malaysia negara kecil, bisanya mencolek tapi pas di colek tidak mau alias ketakutan. jadi jangan bermain api jika tidak ingin terbakar, jangan bikin ulah kalau tidak mau kena tulah.

singkat kata sebaiknya malaysia jangan salahkan indonesia jika indonesia berbuat anarkis, karena yang mulai duluan adalah engara anda malaysia. malaysia sudah melampaui batas, malaysia negara yang pintar dan cerdik, setelah melakukan perampasan, mengklaim dan penyiksaan kini dia menyuruh indonesia diam, tenang dan jangan emosi "KITA SERUMPUN" itulah dalih licik malaysia dalam menggerogoti indonesia.

maju terus indonesia, maju terus media indonesia, jangan mudah menyerah, jangan mudah di perdaya oleh bangsa yang lemah.

salam.

perihatin mengatakan...

kamu semua menulis dan bertindak tidak menggunakan akal yang diberi. selama ini negara mana yang banyak membantu kamu semua. waktu aceh di landa bencana TSUNAMI, siapa yang tolong? kamu patut bersyukur. kita bangsa serumpun, banyak persamaan adat dan budaya. hanya kerana benda yang kecil kita serumpun bergaduh. berduyun-duyun rakyat negara kamu yang datang ke malaysia untuk mencari rezeki tak kira yang datang secara legal ataupun illegal. fikirkan sejenak apa yang saya katakan di sini. kalau kita tidak saling membantu bagaiman bangsa serumpun kita akan maju? kita akan ditindas, negara tidak akan maju. FIKIRKAN

VIVAnews - Sweeping dan pembakaran bendera Malaysia di Indonesia rupanya menyita perhatian warga Malaysia. Media-media di Indonesia dinilai turut memanas-manasi suasana yang terjadi.

Fazlee Rahman, pembaca VIVAnews asal Malaysia mengirimkan surat elektronik atau email kepada VIVAnews, Jumat, 11 September 2009. Kegundahan hati Fazlee melihat pemberitaan soal pembakaran bendera kebangsaan Malaysia serta sweeping yang belum lama dilakukan warga Indonesia.

Fazlee menilai, panasnya hubungan Indonesia-Malaysia bukan kali ini saja terjadi. Tetapi mulai dari isu Ambalat hingga pemukulan wasit Indonesia di Malaysia.

Simak surat pria yang berasal dari Kuala Lumpur ini:

Apa kabar?

Saya Fazlee dari Malaysia. Saya rasa terpanggil untuk menulis kepada saudara sejak terbaca artikel saudara di sebuah laman web.

Isu demonstrasi jalanan, pembakaran bendera Malaysia dan lain-lain sering terjadi apabila sesuatu isu berlaku. Di sini saya mempertikaikan media Indonesia yang sering membakar semangat memberontak dan tidak bersabar dalam menyelesaikan sesuatu isu.

Sebelum ini pernah terjadi isu-isu seperti di Ambalat dan wasit dari Indonesia yang dipukul pihak Polis di Malaysia juga tentang isu pembantu rumah.

Harus diingat bahwa isu-isu ini bukan hanya berlaku di pihak Indonesia. Pihak kami juga pernah diperlakukan sedemikian. Di Malaysia terlalu ramai rakyat Indonesia mencari rezeki dan menyumbang tenaga mereka dalam memakmurkan Malaysia. Tetapi kebanjiran rakyat Indonesia juga mengundang kadar jenayah (kriminalitas) yang tinggi seperti pembunuhan, rompakan malah pembantu rumah yang mencuri barangan majikan.

Saya tidak katakan yang orang Malaysia tidak melakukan jenayah, kami juga mempunyai penjenayah yang ramai di sini. Tetapi kami tidak pernah membesarkan isu-isu ini. Bagi kami bukan negara penyebabnya, tetapi individu-individu yang pendek akal dalam menangani isu-isu tersebut.

Jadi saya rasakan yang rakyat Indonesia harus bertolak ansur (berangsur-angsur) dan mencari jalan penyelesaian secara damai, bukan dengan demonstrasi jalanan. Lagipun kita serumpun, kenapa perlu benci-membenci seperti begitu?

Sekian, terima kasih.

Fazlee Rahman

sumber : vivanews.com

catatan : kalau menurut saya, sebenarnya orang - orang malaysia mengerti letak masalahnya dimana. cuma saya pikir orang - orang malaysia yang memang terlalu congkak dan menutup mata sehingga dalam masalah ini indonesia terkesan disalahkan, padahal yang sebenarnya yang harus sadar diri dan membuka mata adalah negara malaysia.

kalau saya baca tulisan di atas orang malaysia jelas tahu bahwa isu ini memang sudah lama terjadi mulai dari kasus ambalat, penyiksaan TKI, pemukulan terhadap wasit dari indonesia itu semua terjadi dilakukan oleh siapa? dimulai oleh siapa ??negara malaysia kan? orang-orang malaysia kan? jadi apakah mungkin indonesia berbuat berlebihan tanpa ada sebab? coba tolong di renungkan wahai orang - orang malaysia.

sudah terlalu banyak dosa-dosa negara malaysia terhadap indonesia, jadi pantaslah orang indonesia berbuat lebih dan berontak melawan ketidak adilan yang di lakukan negara malaysia terhdapa indonesia. "saya perlu jelaskan juga, malaysia jangan sering berdalih satu rumpun dalam menyelesaikan segala kasus. ini bukan masalah sepele dan bukan masalah satu orang, tapi ini masalah negara, masalah jutaan penduduk. jadi ketika ada penghinaan dan penyiksaan , pencurian dll sebagainya yang dilakukan negara malaysia terhadap orang atau negara indonesia, maka orang malaysia jangan asal enteng bilang "kita satu rumpun" atau kita " saudara" atau kita "Islam ". saya rasa tidak semudah itu. coba anda renungkan wahai orang - orang malaysia, bagaimana nasib TKI indonesia yang anda siksa yang sekarang cacad seumur hidup? bagai mana sikap negara malaysia yang jelas - jelas sudah mengambil wilayah indonesia? bagai mana nasib budaya - budaya indonesia yang anda cap sebagai hak anda???? coba pikirka nitu????pasti dalam hal ini orang atau negara malaysia menutup mata, dan pura - pura tidak mengerti, atau pura - pura bodoh kalau di tanya soal ini. karena memang sesungguhnya begitulah sikap dan kelakuan orang - orang malaysia, setelah melakukan yang buruk langsung menutup mata dan telinga tidak mau mendengar dan melihat kesalahannya. bahkan melempar kesalahan terhadap indonesia.

media indonesia sudah melakukan yang benar, yaitu memberitakan yang sesungguhnya. memberitakan yang sebenarnya terjadi. memberitakan yang fakta. tidak seperti media malaysia yang tertutup, yang memberitakan baik - baiknya saja padahal sesungguhnya yang terjadi adalah kebohongan publik, keburukan di tutup - tutupi padahal dalamnya bobrok. jadi saya pikir dengan adanya media rakyat indonesia bisa mengerti apa yang telah terjadi antar indonesia dan malaysia.

dan satu hal lagi yang saya perlu jadikan catatan disini adalah : negara malaysia saya ibaratkan sebagai anak kecil. alasanya kenapa? karena sipat dan kelakuan anak kecil itu biasanya manja, maunya di sayang, tidak mau disalahkan, dan sedikit egois. sebagai contoh: ketika malaysia melukai orang indonesia dan mengambil milik indonesia,maka malaysia pura-pura tidak bersalah, tidak mau mengaku dan berlaku egois atau ingin menang sendiri. padahal jelas - jelas melakukan kesalahan. tapi ketika indonesia baru saja ingin melakukan pembelaan dan memerangi hak nya, malaysia seperti kebakaran jenggot. sebagai contoh isu sweeping dilakukan indonesia, itu baru isu tapi malaysia sudah ketar - ketir. perdana mentri malaysia sudah kalang kabut ketakutan padahal baru isu dan tidak ada orang malaysia yang di tangkap atau terluka, tapi sebaliknya sudah berpuluh - puluh orang indonesia yang terluka dan cacad di aniyaya orang malaysia. apa itu sudah cukup adil?? sebenarnya negara malaysia negara kecil, bisanya mencolek tapi pas di colek tidak mau alias ketakutan. jadi jangan bermain api jika tidak ingin terbakar, jangan bikin ulah kalau tidak mau kena tulah.

singkat kata sebaiknya malaysia jangan salahkan indonesia jika indonesia berbuat anarkis, karena yang mulai duluan adalah engara anda malaysia. malaysia sudah melampaui batas, malaysia negara yang pintar dan cerdik, setelah melakukan perampasan, mengklaim dan penyiksaan kini dia menyuruh indonesia diam, tenang dan jangan emosi "KITA SERUMPUN" itulah dalih licik malaysia dalam menggerogoti indonesia.

maju terus indonesia, maju terus media indonesia, jangan mudah menyerah, jangan mudah di perdaya oleh bangsa yang lemah.

salam.

Anonim mengatakan...

DISAAT WAFATNYA RASULLAH S.A.W….IA MASIH BIMBANGKAN KITA UMATNYA .
MARI BERSALAWAT KEATASNYA SELALU .

AIRMATA RASULULLAH SAW...

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan
salam. 'Bolehkah saya masuk?' tanyanya. Tapi Fatimah tidak
mengizinkannya masuk, 'Maafkanlah, ayahku sedang demam', kata Fatimah
yang membalikkan badan Dan menutup pintu.

Kemudian IA kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka Mata
Dan bertanya pada Fatimah, 'Siapakah itu wahai anakku?'
'Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,'
tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan
pandangan yang menggetarkan.

Seolah-olah bahagian demi! Bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

'Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah
yang memisahkan pertemuan di dunia.
Dialah malaikatul maut,' kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan
tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah
menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.

Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas
langit dunia menyambut ruh kekasih Allah Dan penghulu dunia ini.

'Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?', tanya
Rasululllah dengan suara yang amat lemah.
'Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.
'Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,' kata Jibril.
Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih
penuh kecemasan. 'Engkau tidak senang mendengar khabar ini?', tanya
Jibril lagi.
'Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?'
'Jangan khawatir, wahai Rasul ! Allah, aku pernah mendengar Allah
berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat
Muhammad telah berada di dalamnya,' kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan
ruh Rasulullah ditarik.

Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya
menegang. 'Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.'
Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya
menunduk semakin dalam Dan Jibril memalingkan muka.

'Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?'
Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
'Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,' kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang
tidak tertahankan lagi.

'Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini
kepadaku, jangan pada umatku.'
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki Dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, ! Ali segera
mendekatkan telinganya. 'Uushiikum bis shalati, WA maa malakat
aimanuku'
'peliharalah shalat Dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.'


Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.
Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, Dan Ali kembali mendekatkan
telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

'Ummatii,ummatii,ummatiii?' - 'Umatku, umatku, umatku'
Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.
Kini, mampukah Kita mencintai sepertinya?
Allahumma sholli 'Ala Muhammad WA baarik WA salim 'alaihi

Betapa cintanya Rasulullah kepada Kita.

NB:
Kirimkan kepada sahabat-sahabat Muslim lainnya agar timbul kesadaran
untuk mengingat maut Dan mencintai Allah Dan RasulNya, seperti Allah
Dan Rasulnya mencintai Kita

VIVAnews - Sweeping dan pembakaran bendera Malaysia di Indonesia rupanya menyita perhatian warga Malaysia. Media-media di Indonesia dinilai turut memanas-manasi suasana yang terjadi.

Fazlee Rahman, pembaca VIVAnews asal Malaysia mengirimkan surat elektronik atau email kepada VIVAnews, Jumat, 11 September 2009. Kegundahan hati Fazlee melihat pemberitaan soal pembakaran bendera kebangsaan Malaysia serta sweeping yang belum lama dilakukan warga Indonesia.

Fazlee menilai, panasnya hubungan Indonesia-Malaysia bukan kali ini saja terjadi. Tetapi mulai dari isu Ambalat hingga pemukulan wasit Indonesia di Malaysia.

Simak surat pria yang berasal dari Kuala Lumpur ini:

Apa kabar?

Saya Fazlee dari Malaysia. Saya rasa terpanggil untuk menulis kepada saudara sejak terbaca artikel saudara di sebuah laman web.

Isu demonstrasi jalanan, pembakaran bendera Malaysia dan lain-lain sering terjadi apabila sesuatu isu berlaku. Di sini saya mempertikaikan media Indonesia yang sering membakar semangat memberontak dan tidak bersabar dalam menyelesaikan sesuatu isu.

Sebelum ini pernah terjadi isu-isu seperti di Ambalat dan wasit dari Indonesia yang dipukul pihak Polis di Malaysia juga tentang isu pembantu rumah.

Harus diingat bahwa isu-isu ini bukan hanya berlaku di pihak Indonesia. Pihak kami juga pernah diperlakukan sedemikian. Di Malaysia terlalu ramai rakyat Indonesia mencari rezeki dan menyumbang tenaga mereka dalam memakmurkan Malaysia. Tetapi kebanjiran rakyat Indonesia juga mengundang kadar jenayah (kriminalitas) yang tinggi seperti pembunuhan, rompakan malah pembantu rumah yang mencuri barangan majikan.

Saya tidak katakan yang orang Malaysia tidak melakukan jenayah, kami juga mempunyai penjenayah yang ramai di sini. Tetapi kami tidak pernah membesarkan isu-isu ini. Bagi kami bukan negara penyebabnya, tetapi individu-individu yang pendek akal dalam menangani isu-isu tersebut.

Jadi saya rasakan yang rakyat Indonesia harus bertolak ansur (berangsur-angsur) dan mencari jalan penyelesaian secara damai, bukan dengan demonstrasi jalanan. Lagipun kita serumpun, kenapa perlu benci-membenci seperti begitu?

Sekian, terima kasih.

Fazlee Rahman

sumber : vivanews.com

catatan : kalau menurut saya, sebenarnya orang - orang malaysia mengerti letak masalahnya dimana. cuma saya pikir orang - orang malaysia yang memang terlalu congkak dan menutup mata sehingga dalam masalah ini indonesia terkesan disalahkan, padahal yang sebenarnya yang harus sadar diri dan membuka mata adalah negara malaysia.

kalau saya baca tulisan di atas orang malaysia jelas tahu bahwa isu ini memang sudah lama terjadi mulai dari kasus ambalat, penyiksaan TKI, pemukulan terhadap wasit dari indonesia itu semua terjadi dilakukan oleh siapa? dimulai oleh siapa ??negara malaysia kan? orang-orang malaysia kan? jadi apakah mungkin indonesia berbuat berlebihan tanpa ada sebab? coba tolong di renungkan wahai orang - orang malaysia.

sudah terlalu banyak dosa-dosa negara malaysia terhadap indonesia, jadi pantaslah orang indonesia berbuat lebih dan berontak melawan ketidak adilan yang di lakukan negara malaysia terhdapa indonesia. "saya perlu jelaskan juga, malaysia jangan sering berdalih satu rumpun dalam menyelesaikan segala kasus. ini bukan masalah sepele dan bukan masalah satu orang, tapi ini masalah negara, masalah jutaan penduduk. jadi ketika ada penghinaan dan penyiksaan , pencurian dll sebagainya yang dilakukan negara malaysia terhadap orang atau negara indonesia, maka orang malaysia jangan asal enteng bilang "kita satu rumpun" atau kita " saudara" atau kita "Islam ". saya rasa tidak semudah itu. coba anda renungkan wahai orang - orang malaysia, bagaimana nasib TKI indonesia yang anda siksa yang sekarang cacad seumur hidup? bagai mana sikap negara malaysia yang jelas - jelas sudah mengambil wilayah indonesia? bagai mana nasib budaya - budaya indonesia yang anda cap sebagai hak anda???? coba pikirka nitu????pasti dalam hal ini orang atau negara malaysia menutup mata, dan pura - pura tidak mengerti, atau pura - pura bodoh kalau di tanya soal ini. karena memang sesungguhnya begitulah sikap dan kelakuan orang - orang malaysia, setelah melakukan yang buruk langsung menutup mata dan telinga tidak mau mendengar dan melihat kesalahannya. bahkan melempar kesalahan terhadap indonesia.

media indonesia sudah melakukan yang benar, yaitu memberitakan yang sesungguhnya. memberitakan yang sebenarnya terjadi. memberitakan yang fakta. tidak seperti media malaysia yang tertutup, yang memberitakan baik - baiknya saja padahal sesungguhnya yang terjadi adalah kebohongan publik, keburukan di tutup - tutupi padahal dalamnya bobrok. jadi saya pikir dengan adanya media rakyat indonesia bisa mengerti apa yang telah terjadi antar indonesia dan malaysia.

dan satu hal lagi yang saya perlu jadikan catatan disini adalah : negara malaysia saya ibaratkan sebagai anak kecil. alasanya kenapa? karena sipat dan kelakuan anak kecil itu biasanya manja, maunya di sayang, tidak mau disalahkan, dan sedikit egois. sebagai contoh: ketika malaysia melukai orang indonesia dan mengambil milik indonesia,maka malaysia pura-pura tidak bersalah, tidak mau mengaku dan berlaku egois atau ingin menang sendiri. padahal jelas - jelas melakukan kesalahan. tapi ketika indonesia baru saja ingin melakukan pembelaan dan memerangi hak nya, malaysia seperti kebakaran jenggot. sebagai contoh isu sweeping dilakukan indonesia, itu baru isu tapi malaysia sudah ketar - ketir. perdana mentri malaysia sudah kalang kabut ketakutan padahal baru isu dan tidak ada orang malaysia yang di tangkap atau terluka, tapi sebaliknya sudah berpuluh - puluh orang indonesia yang terluka dan cacad di aniyaya orang malaysia. apa itu sudah cukup adil?? sebenarnya negara malaysia negara kecil, bisanya mencolek tapi pas di colek tidak mau alias ketakutan. jadi jangan bermain api jika tidak ingin terbakar, jangan bikin ulah kalau tidak mau kena tulah.

singkat kata sebaiknya malaysia jangan salahkan indonesia jika indonesia berbuat anarkis, karena yang mulai duluan adalah engara anda malaysia. malaysia sudah melampaui batas, malaysia negara yang pintar dan cerdik, setelah melakukan perampasan, mengklaim dan penyiksaan kini dia menyuruh indonesia diam, tenang dan jangan emosi "KITA SERUMPUN" itulah dalih licik malaysia dalam menggerogoti indonesia.

maju terus indonesia, maju terus media indonesia, jangan mudah menyerah, jangan mudah di perdaya oleh bangsa yang lemah.

salam.

INDON BABI HUTAN mengatakan...

fuck u indonesial....minumair seni bapak sendirilah kau ni sial.....
bodoh kau indonesial....PANCASILA=PANCASIAL
negara bebal

VIVAnews - Sweeping dan pembakaran bendera Malaysia di Indonesia rupanya menyita perhatian warga Malaysia. Media-media di Indonesia dinilai turut memanas-manasi suasana yang terjadi.

Fazlee Rahman, pembaca VIVAnews asal Malaysia mengirimkan surat elektronik atau email kepada VIVAnews, Jumat, 11 September 2009. Kegundahan hati Fazlee melihat pemberitaan soal pembakaran bendera kebangsaan Malaysia serta sweeping yang belum lama dilakukan warga Indonesia.

Fazlee menilai, panasnya hubungan Indonesia-Malaysia bukan kali ini saja terjadi. Tetapi mulai dari isu Ambalat hingga pemukulan wasit Indonesia di Malaysia.

Simak surat pria yang berasal dari Kuala Lumpur ini:

Apa kabar?

Saya Fazlee dari Malaysia. Saya rasa terpanggil untuk menulis kepada saudara sejak terbaca artikel saudara di sebuah laman web.

Isu demonstrasi jalanan, pembakaran bendera Malaysia dan lain-lain sering terjadi apabila sesuatu isu berlaku. Di sini saya mempertikaikan media Indonesia yang sering membakar semangat memberontak dan tidak bersabar dalam menyelesaikan sesuatu isu.

Sebelum ini pernah terjadi isu-isu seperti di Ambalat dan wasit dari Indonesia yang dipukul pihak Polis di Malaysia juga tentang isu pembantu rumah.

Harus diingat bahwa isu-isu ini bukan hanya berlaku di pihak Indonesia. Pihak kami juga pernah diperlakukan sedemikian. Di Malaysia terlalu ramai rakyat Indonesia mencari rezeki dan menyumbang tenaga mereka dalam memakmurkan Malaysia. Tetapi kebanjiran rakyat Indonesia juga mengundang kadar jenayah (kriminalitas) yang tinggi seperti pembunuhan, rompakan malah pembantu rumah yang mencuri barangan majikan.

Saya tidak katakan yang orang Malaysia tidak melakukan jenayah, kami juga mempunyai penjenayah yang ramai di sini. Tetapi kami tidak pernah membesarkan isu-isu ini. Bagi kami bukan negara penyebabnya, tetapi individu-individu yang pendek akal dalam menangani isu-isu tersebut.

Jadi saya rasakan yang rakyat Indonesia harus bertolak ansur (berangsur-angsur) dan mencari jalan penyelesaian secara damai, bukan dengan demonstrasi jalanan. Lagipun kita serumpun, kenapa perlu benci-membenci seperti begitu?

Sekian, terima kasih.

Fazlee Rahman

sumber : vivanews.com

catatan : kalau menurut saya, sebenarnya orang - orang malaysia mengerti letak masalahnya dimana. cuma saya pikir orang - orang malaysia yang memang terlalu congkak dan menutup mata sehingga dalam masalah ini indonesia terkesan disalahkan, padahal yang sebenarnya yang harus sadar diri dan membuka mata adalah negara malaysia.

kalau saya baca tulisan di atas orang malaysia jelas tahu bahwa isu ini memang sudah lama terjadi mulai dari kasus ambalat, penyiksaan TKI, pemukulan terhadap wasit dari indonesia itu semua terjadi dilakukan oleh siapa? dimulai oleh siapa ??negara malaysia kan? orang-orang malaysia kan? jadi apakah mungkin indonesia berbuat berlebihan tanpa ada sebab? coba tolong di renungkan wahai orang - orang malaysia.

sudah terlalu banyak dosa-dosa negara malaysia terhadap indonesia, jadi pantaslah orang indonesia berbuat lebih dan berontak melawan ketidak adilan yang di lakukan negara malaysia terhdapa indonesia. "saya perlu jelaskan juga, malaysia jangan sering berdalih satu rumpun dalam menyelesaikan segala kasus. ini bukan masalah sepele dan bukan masalah satu orang, tapi ini masalah negara, masalah jutaan penduduk. jadi ketika ada penghinaan dan penyiksaan , pencurian dll sebagainya yang dilakukan negara malaysia terhadap orang atau negara indonesia, maka orang malaysia jangan asal enteng bilang "kita satu rumpun" atau kita " saudara" atau kita "Islam ". saya rasa tidak semudah itu. coba anda renungkan wahai orang - orang malaysia, bagaimana nasib TKI indonesia yang anda siksa yang sekarang cacad seumur hidup? bagai mana sikap negara malaysia yang jelas - jelas sudah mengambil wilayah indonesia? bagai mana nasib budaya - budaya indonesia yang anda cap sebagai hak anda???? coba pikirka nitu????pasti dalam hal ini orang atau negara malaysia menutup mata, dan pura - pura tidak mengerti, atau pura - pura bodoh kalau di tanya soal ini. karena memang sesungguhnya begitulah sikap dan kelakuan orang - orang malaysia, setelah melakukan yang buruk langsung menutup mata dan telinga tidak mau mendengar dan melihat kesalahannya. bahkan melempar kesalahan terhadap indonesia.

media indonesia sudah melakukan yang benar, yaitu memberitakan yang sesungguhnya. memberitakan yang sebenarnya terjadi. memberitakan yang fakta. tidak seperti media malaysia yang tertutup, yang memberitakan baik - baiknya saja padahal sesungguhnya yang terjadi adalah kebohongan publik, keburukan di tutup - tutupi padahal dalamnya bobrok. jadi saya pikir dengan adanya media rakyat indonesia bisa mengerti apa yang telah terjadi antar indonesia dan malaysia.

dan satu hal lagi yang saya perlu jadikan catatan disini adalah : negara malaysia saya ibaratkan sebagai anak kecil. alasanya kenapa? karena sipat dan kelakuan anak kecil itu biasanya manja, maunya di sayang, tidak mau disalahkan, dan sedikit egois. sebagai contoh: ketika malaysia melukai orang indonesia dan mengambil milik indonesia,maka malaysia pura-pura tidak bersalah, tidak mau mengaku dan berlaku egois atau ingin menang sendiri. padahal jelas - jelas melakukan kesalahan. tapi ketika indonesia baru saja ingin melakukan pembelaan dan memerangi hak nya, malaysia seperti kebakaran jenggot. sebagai contoh isu sweeping dilakukan indonesia, itu baru isu tapi malaysia sudah ketar - ketir. perdana mentri malaysia sudah kalang kabut ketakutan padahal baru isu dan tidak ada orang malaysia yang di tangkap atau terluka, tapi sebaliknya sudah berpuluh - puluh orang indonesia yang terluka dan cacad di aniyaya orang malaysia. apa itu sudah cukup adil?? sebenarnya negara malaysia negara kecil, bisanya mencolek tapi pas di colek tidak mau alias ketakutan. jadi jangan bermain api jika tidak ingin terbakar, jangan bikin ulah kalau tidak mau kena tulah.

singkat kata sebaiknya malaysia jangan salahkan indonesia jika indonesia berbuat anarkis, karena yang mulai duluan adalah engara anda malaysia. malaysia sudah melampaui batas, malaysia negara yang pintar dan cerdik, setelah melakukan perampasan, mengklaim dan penyiksaan kini dia menyuruh indonesia diam, tenang dan jangan emosi "KITA SERUMPUN" itulah dalih licik malaysia dalam menggerogoti indonesia.

maju terus indonesia, maju terus media indonesia, jangan mudah menyerah, jangan mudah di perdaya oleh bangsa yang lemah.

salam.

WongJowoMalaysia mengatakan...

kita seharusnya berfikir dengan dingin..biar pahit untuk ditelan. :)

VIVAnews - Sweeping dan pembakaran bendera Malaysia di Indonesia rupanya menyita perhatian warga Malaysia. Media-media di Indonesia dinilai turut memanas-manasi suasana yang terjadi.

Fazlee Rahman, pembaca VIVAnews asal Malaysia mengirimkan surat elektronik atau email kepada VIVAnews, Jumat, 11 September 2009. Kegundahan hati Fazlee melihat pemberitaan soal pembakaran bendera kebangsaan Malaysia serta sweeping yang belum lama dilakukan warga Indonesia.

Fazlee menilai, panasnya hubungan Indonesia-Malaysia bukan kali ini saja terjadi. Tetapi mulai dari isu Ambalat hingga pemukulan wasit Indonesia di Malaysia.

Simak surat pria yang berasal dari Kuala Lumpur ini:

Apa kabar?

Saya Fazlee dari Malaysia. Saya rasa terpanggil untuk menulis kepada saudara sejak terbaca artikel saudara di sebuah laman web.

Isu demonstrasi jalanan, pembakaran bendera Malaysia dan lain-lain sering terjadi apabila sesuatu isu berlaku. Di sini saya mempertikaikan media Indonesia yang sering membakar semangat memberontak dan tidak bersabar dalam menyelesaikan sesuatu isu.

Sebelum ini pernah terjadi isu-isu seperti di Ambalat dan wasit dari Indonesia yang dipukul pihak Polis di Malaysia juga tentang isu pembantu rumah.

Harus diingat bahwa isu-isu ini bukan hanya berlaku di pihak Indonesia. Pihak kami juga pernah diperlakukan sedemikian. Di Malaysia terlalu ramai rakyat Indonesia mencari rezeki dan menyumbang tenaga mereka dalam memakmurkan Malaysia. Tetapi kebanjiran rakyat Indonesia juga mengundang kadar jenayah (kriminalitas) yang tinggi seperti pembunuhan, rompakan malah pembantu rumah yang mencuri barangan majikan.

Saya tidak katakan yang orang Malaysia tidak melakukan jenayah, kami juga mempunyai penjenayah yang ramai di sini. Tetapi kami tidak pernah membesarkan isu-isu ini. Bagi kami bukan negara penyebabnya, tetapi individu-individu yang pendek akal dalam menangani isu-isu tersebut.

Jadi saya rasakan yang rakyat Indonesia harus bertolak ansur (berangsur-angsur) dan mencari jalan penyelesaian secara damai, bukan dengan demonstrasi jalanan. Lagipun kita serumpun, kenapa perlu benci-membenci seperti begitu?

Sekian, terima kasih.

Fazlee Rahman

sumber : vivanews.com

catatan : kalau menurut saya, sebenarnya orang - orang malaysia mengerti letak masalahnya dimana. cuma saya pikir orang - orang malaysia yang memang terlalu congkak dan menutup mata sehingga dalam masalah ini indonesia terkesan disalahkan, padahal yang sebenarnya yang harus sadar diri dan membuka mata adalah negara malaysia.

kalau saya baca tulisan di atas orang malaysia jelas tahu bahwa isu ini memang sudah lama terjadi mulai dari kasus ambalat, penyiksaan TKI, pemukulan terhadap wasit dari indonesia itu semua terjadi dilakukan oleh siapa? dimulai oleh siapa ??negara malaysia kan? orang-orang malaysia kan? jadi apakah mungkin indonesia berbuat berlebihan tanpa ada sebab? coba tolong di renungkan wahai orang - orang malaysia.

sudah terlalu banyak dosa-dosa negara malaysia terhadap indonesia, jadi pantaslah orang indonesia berbuat lebih dan berontak melawan ketidak adilan yang di lakukan negara malaysia terhdapa indonesia. "saya perlu jelaskan juga, malaysia jangan sering berdalih satu rumpun dalam menyelesaikan segala kasus. ini bukan masalah sepele dan bukan masalah satu orang, tapi ini masalah negara, masalah jutaan penduduk. jadi ketika ada penghinaan dan penyiksaan , pencurian dll sebagainya yang dilakukan negara malaysia terhadap orang atau negara indonesia, maka orang malaysia jangan asal enteng bilang "kita satu rumpun" atau kita " saudara" atau kita "Islam ". saya rasa tidak semudah itu. coba anda renungkan wahai orang - orang malaysia, bagaimana nasib TKI indonesia yang anda siksa yang sekarang cacad seumur hidup? bagai mana sikap negara malaysia yang jelas - jelas sudah mengambil wilayah indonesia? bagai mana nasib budaya - budaya indonesia yang anda cap sebagai hak anda???? coba pikirka nitu????pasti dalam hal ini orang atau negara malaysia menutup mata, dan pura - pura tidak mengerti, atau pura - pura bodoh kalau di tanya soal ini. karena memang sesungguhnya begitulah sikap dan kelakuan orang - orang malaysia, setelah melakukan yang buruk langsung menutup mata dan telinga tidak mau mendengar dan melihat kesalahannya. bahkan melempar kesalahan terhadap indonesia.

media indonesia sudah melakukan yang benar, yaitu memberitakan yang sesungguhnya. memberitakan yang sebenarnya terjadi. memberitakan yang fakta. tidak seperti media malaysia yang tertutup, yang memberitakan baik - baiknya saja padahal sesungguhnya yang terjadi adalah kebohongan publik, keburukan di tutup - tutupi padahal dalamnya bobrok. jadi saya pikir dengan adanya media rakyat indonesia bisa mengerti apa yang telah terjadi antar indonesia dan malaysia.

dan satu hal lagi yang saya perlu jadikan catatan disini adalah : negara malaysia saya ibaratkan sebagai anak kecil. alasanya kenapa? karena sipat dan kelakuan anak kecil itu biasanya manja, maunya di sayang, tidak mau disalahkan, dan sedikit egois. sebagai contoh: ketika malaysia melukai orang indonesia dan mengambil milik indonesia,maka malaysia pura-pura tidak bersalah, tidak mau mengaku dan berlaku egois atau ingin menang sendiri. padahal jelas - jelas melakukan kesalahan. tapi ketika indonesia baru saja ingin melakukan pembelaan dan memerangi hak nya, malaysia seperti kebakaran jenggot. sebagai contoh isu sweeping dilakukan indonesia, itu baru isu tapi malaysia sudah ketar - ketir. perdana mentri malaysia sudah kalang kabut ketakutan padahal baru isu dan tidak ada orang malaysia yang di tangkap atau terluka, tapi sebaliknya sudah berpuluh - puluh orang indonesia yang terluka dan cacad di aniyaya orang malaysia. apa itu sudah cukup adil?? sebenarnya negara malaysia negara kecil, bisanya mencolek tapi pas di colek tidak mau alias ketakutan. jadi jangan bermain api jika tidak ingin terbakar, jangan bikin ulah kalau tidak mau kena tulah.

singkat kata sebaiknya malaysia jangan salahkan indonesia jika indonesia berbuat anarkis, karena yang mulai duluan adalah engara anda malaysia. malaysia sudah melampaui batas, malaysia negara yang pintar dan cerdik, setelah melakukan perampasan, mengklaim dan penyiksaan kini dia menyuruh indonesia diam, tenang dan jangan emosi "KITA SERUMPUN" itulah dalih licik malaysia dalam menggerogoti indonesia.

maju terus indonesia, maju terus media indonesia, jangan mudah menyerah, jangan mudah di perdaya oleh bangsa yang lemah.

salam.

spooky_deidara mengatakan...

alahuakbar.. kesian aku tgk komen dlm blog ni... pade aku, orang yg komen kat cni sumenye bijak2. pandai-pandai belaka.. yg sorang bukak dalil itu, yg sorang bukak dalil ini. ade yg dah x tau nak jwb, trus maki hamun.

ok, cube kite tgk beratus-ratus thn kebelakang. rakyat malaysia yg berketurunan melayu(sama ade jawa. banjar, minang etc.) semua nye asal dari indon yg berhijrah ke Tanah Melayu untuk mencari rezeki. malah, orang membuka kota Melaka yg masyhur dizaman nya iaitu Parameswara juga berasal dari Palembang, indonesia.

cube plak kite tgk beribu-ribu thn sebelumnye.. masyarakat malaysia, indon, thailand, vietnam dll, semuanye berasal dari mereka yg terselamat dalam kejadian kisah nabi nuh alaissalam.

belum cukup lagi, cube kita lihat berjuta-juta tahun sebelum itu. seluruh umat manusia berasal dari pasangan nabi Allah adam alaissalam dan isterinya, hawa.

nah, jika dikaji dalam-dalam, kita semua sebenarnya adalah saudara. kerena itu Islam mengatakan setiap umatnya adalah bersaudara. sama ada orang malaysia atau indonesia atau dimana sekalipun, jika agamanya Islam, mereka adalah bersaudara! dan adakah saudara akan mencaci, menghina, memfitnah dan melakukan segala perkara yg menyakitkan terhadap saudara mereka sendiri? dan adakah Islam juga membenarkan umatnya mengeluarkan hukum dengan sesuka hati seperti mengatakan saudaranya yg lain sebagai yahudi? kafir? munafiq? kerena itu Islam menuntut umatnya menuntut ilmu.

dan, AllahSWT juga telah berfirman yg bermaksud begini, Allah berfirman bahawa setiap apa yg berlaku dimuka bumi ini terjadi ada hikmahnya. setiap perkara terjadi mesti ada penyebab dan hikmah mengapa perkara ini terjadi..

umat manusia bukan maksum seperti kekasih Allah, iaitu junjungan besar kita nabi Muhammad SAW.. kerena itu, manusia sering melakukan kesilapan kecil atau besar.

hidup manusia tidak lame. adakah kalian mahu menghabiskan seluruh hidup kalian dengan memaki hamun dengan saudara sendiri? atau menerima kesalahan masing-masing dan bersedia untuk memaafkan sasama kalian..

manusia bukan maksum. mukmin yang cemerlang adalah orang yg mengikut perintah Allah, melaksanakan amar makruf dan nahi munkar, dan orang yg berfikiran positif.

VIVAnews - Sweeping dan pembakaran bendera Malaysia di Indonesia rupanya menyita perhatian warga Malaysia. Media-media di Indonesia dinilai turut memanas-manasi suasana yang terjadi.

Fazlee Rahman, pembaca VIVAnews asal Malaysia mengirimkan surat elektronik atau email kepada VIVAnews, Jumat, 11 September 2009. Kegundahan hati Fazlee melihat pemberitaan soal pembakaran bendera kebangsaan Malaysia serta sweeping yang belum lama dilakukan warga Indonesia.

Fazlee menilai, panasnya hubungan Indonesia-Malaysia bukan kali ini saja terjadi. Tetapi mulai dari isu Ambalat hingga pemukulan wasit Indonesia di Malaysia.

Simak surat pria yang berasal dari Kuala Lumpur ini:

Apa kabar?

Saya Fazlee dari Malaysia. Saya rasa terpanggil untuk menulis kepada saudara sejak terbaca artikel saudara di sebuah laman web.

Isu demonstrasi jalanan, pembakaran bendera Malaysia dan lain-lain sering terjadi apabila sesuatu isu berlaku. Di sini saya mempertikaikan media Indonesia yang sering membakar semangat memberontak dan tidak bersabar dalam menyelesaikan sesuatu isu.

Sebelum ini pernah terjadi isu-isu seperti di Ambalat dan wasit dari Indonesia yang dipukul pihak Polis di Malaysia juga tentang isu pembantu rumah.

Harus diingat bahwa isu-isu ini bukan hanya berlaku di pihak Indonesia. Pihak kami juga pernah diperlakukan sedemikian. Di Malaysia terlalu ramai rakyat Indonesia mencari rezeki dan menyumbang tenaga mereka dalam memakmurkan Malaysia. Tetapi kebanjiran rakyat Indonesia juga mengundang kadar jenayah (kriminalitas) yang tinggi seperti pembunuhan, rompakan malah pembantu rumah yang mencuri barangan majikan.

Saya tidak katakan yang orang Malaysia tidak melakukan jenayah, kami juga mempunyai penjenayah yang ramai di sini. Tetapi kami tidak pernah membesarkan isu-isu ini. Bagi kami bukan negara penyebabnya, tetapi individu-individu yang pendek akal dalam menangani isu-isu tersebut.

Jadi saya rasakan yang rakyat Indonesia harus bertolak ansur (berangsur-angsur) dan mencari jalan penyelesaian secara damai, bukan dengan demonstrasi jalanan. Lagipun kita serumpun, kenapa perlu benci-membenci seperti begitu?

Sekian, terima kasih.

Fazlee Rahman

sumber : vivanews.com

catatan : kalau menurut saya, sebenarnya orang - orang malaysia mengerti letak masalahnya dimana. cuma saya pikir orang - orang malaysia yang memang terlalu congkak dan menutup mata sehingga dalam masalah ini indonesia terkesan disalahkan, padahal yang sebenarnya yang harus sadar diri dan membuka mata adalah negara malaysia.

kalau saya baca tulisan di atas orang malaysia jelas tahu bahwa isu ini memang sudah lama terjadi mulai dari kasus ambalat, penyiksaan TKI, pemukulan terhadap wasit dari indonesia itu semua terjadi dilakukan oleh siapa? dimulai oleh siapa ??negara malaysia kan? orang-orang malaysia kan? jadi apakah mungkin indonesia berbuat berlebihan tanpa ada sebab? coba tolong di renungkan wahai orang - orang malaysia.

sudah terlalu banyak dosa-dosa negara malaysia terhadap indonesia, jadi pantaslah orang indonesia berbuat lebih dan berontak melawan ketidak adilan yang di lakukan negara malaysia terhdapa indonesia. "saya perlu jelaskan juga, malaysia jangan sering berdalih satu rumpun dalam menyelesaikan segala kasus. ini bukan masalah sepele dan bukan masalah satu orang, tapi ini masalah negara, masalah jutaan penduduk. jadi ketika ada penghinaan dan penyiksaan , pencurian dll sebagainya yang dilakukan negara malaysia terhadap orang atau negara indonesia, maka orang malaysia jangan asal enteng bilang "kita satu rumpun" atau kita " saudara" atau kita "Islam ". saya rasa tidak semudah itu. coba anda renungkan wahai orang - orang malaysia, bagaimana nasib TKI indonesia yang anda siksa yang sekarang cacad seumur hidup? bagai mana sikap negara malaysia yang jelas - jelas sudah mengambil wilayah indonesia? bagai mana nasib budaya - budaya indonesia yang anda cap sebagai hak anda???? coba pikirka nitu????pasti dalam hal ini orang atau negara malaysia menutup mata, dan pura - pura tidak mengerti, atau pura - pura bodoh kalau di tanya soal ini. karena memang sesungguhnya begitulah sikap dan kelakuan orang - orang malaysia, setelah melakukan yang buruk langsung menutup mata dan telinga tidak mau mendengar dan melihat kesalahannya. bahkan melempar kesalahan terhadap indonesia.

media indonesia sudah melakukan yang benar, yaitu memberitakan yang sesungguhnya. memberitakan yang sebenarnya terjadi. memberitakan yang fakta. tidak seperti media malaysia yang tertutup, yang memberitakan baik - baiknya saja padahal sesungguhnya yang terjadi adalah kebohongan publik, keburukan di tutup - tutupi padahal dalamnya bobrok. jadi saya pikir dengan adanya media rakyat indonesia bisa mengerti apa yang telah terjadi antar indonesia dan malaysia.

dan satu hal lagi yang saya perlu jadikan catatan disini adalah : negara malaysia saya ibaratkan sebagai anak kecil. alasanya kenapa? karena sipat dan kelakuan anak kecil itu biasanya manja, maunya di sayang, tidak mau disalahkan, dan sedikit egois. sebagai contoh: ketika malaysia melukai orang indonesia dan mengambil milik indonesia,maka malaysia pura-pura tidak bersalah, tidak mau mengaku dan berlaku egois atau ingin menang sendiri. padahal jelas - jelas melakukan kesalahan. tapi ketika indonesia baru saja ingin melakukan pembelaan dan memerangi hak nya, malaysia seperti kebakaran jenggot. sebagai contoh isu sweeping dilakukan indonesia, itu baru isu tapi malaysia sudah ketar - ketir. perdana mentri malaysia sudah kalang kabut ketakutan padahal baru isu dan tidak ada orang malaysia yang di tangkap atau terluka, tapi sebaliknya sudah berpuluh - puluh orang indonesia yang terluka dan cacad di aniyaya orang malaysia. apa itu sudah cukup adil?? sebenarnya negara malaysia negara kecil, bisanya mencolek tapi pas di colek tidak mau alias ketakutan. jadi jangan bermain api jika tidak ingin terbakar, jangan bikin ulah kalau tidak mau kena tulah.

singkat kata sebaiknya malaysia jangan salahkan indonesia jika indonesia berbuat anarkis, karena yang mulai duluan adalah engara anda malaysia. malaysia sudah melampaui batas, malaysia negara yang pintar dan cerdik, setelah melakukan perampasan, mengklaim dan penyiksaan kini dia menyuruh indonesia diam, tenang dan jangan emosi "KITA SERUMPUN" itulah dalih licik malaysia dalam menggerogoti indonesia.

maju terus indonesia, maju terus media indonesia, jangan mudah menyerah, jangan mudah di perdaya oleh bangsa yang lemah.

salam.

Anonim mengatakan...

sbb itu dijadikan SYURGA NERAKA kalo manusia itu baik aja siapa yg menghuni neraka? ahaks! nak mati berperang biar mati syahid kerana agama bkn mati sbb budayanya diinjak2 indon goblok.

VIVAnews - Sweeping dan pembakaran bendera Malaysia di Indonesia rupanya menyita perhatian warga Malaysia. Media-media di Indonesia dinilai turut memanas-manasi suasana yang terjadi.

Fazlee Rahman, pembaca VIVAnews asal Malaysia mengirimkan surat elektronik atau email kepada VIVAnews, Jumat, 11 September 2009. Kegundahan hati Fazlee melihat pemberitaan soal pembakaran bendera kebangsaan Malaysia serta sweeping yang belum lama dilakukan warga Indonesia.

Fazlee menilai, panasnya hubungan Indonesia-Malaysia bukan kali ini saja terjadi. Tetapi mulai dari isu Ambalat hingga pemukulan wasit Indonesia di Malaysia.

Simak surat pria yang berasal dari Kuala Lumpur ini:

Apa kabar?

Saya Fazlee dari Malaysia. Saya rasa terpanggil untuk menulis kepada saudara sejak terbaca artikel saudara di sebuah laman web.

Isu demonstrasi jalanan, pembakaran bendera Malaysia dan lain-lain sering terjadi apabila sesuatu isu berlaku. Di sini saya mempertikaikan media Indonesia yang sering membakar semangat memberontak dan tidak bersabar dalam menyelesaikan sesuatu isu.

Sebelum ini pernah terjadi isu-isu seperti di Ambalat dan wasit dari Indonesia yang dipukul pihak Polis di Malaysia juga tentang isu pembantu rumah.

Harus diingat bahwa isu-isu ini bukan hanya berlaku di pihak Indonesia. Pihak kami juga pernah diperlakukan sedemikian. Di Malaysia terlalu ramai rakyat Indonesia mencari rezeki dan menyumbang tenaga mereka dalam memakmurkan Malaysia. Tetapi kebanjiran rakyat Indonesia juga mengundang kadar jenayah (kriminalitas) yang tinggi seperti pembunuhan, rompakan malah pembantu rumah yang mencuri barangan majikan.

Saya tidak katakan yang orang Malaysia tidak melakukan jenayah, kami juga mempunyai penjenayah yang ramai di sini. Tetapi kami tidak pernah membesarkan isu-isu ini. Bagi kami bukan negara penyebabnya, tetapi individu-individu yang pendek akal dalam menangani isu-isu tersebut.

Jadi saya rasakan yang rakyat Indonesia harus bertolak ansur (berangsur-angsur) dan mencari jalan penyelesaian secara damai, bukan dengan demonstrasi jalanan. Lagipun kita serumpun, kenapa perlu benci-membenci seperti begitu?

Sekian, terima kasih.

Fazlee Rahman

sumber : vivanews.com

catatan : kalau menurut saya, sebenarnya orang - orang malaysia mengerti letak masalahnya dimana. cuma saya pikir orang - orang malaysia yang memang terlalu congkak dan menutup mata sehingga dalam masalah ini indonesia terkesan disalahkan, padahal yang sebenarnya yang harus sadar diri dan membuka mata adalah negara malaysia.

kalau saya baca tulisan di atas orang malaysia jelas tahu bahwa isu ini memang sudah lama terjadi mulai dari kasus ambalat, penyiksaan TKI, pemukulan terhadap wasit dari indonesia itu semua terjadi dilakukan oleh siapa? dimulai oleh siapa ??negara malaysia kan? orang-orang malaysia kan? jadi apakah mungkin indonesia berbuat berlebihan tanpa ada sebab? coba tolong di renungkan wahai orang - orang malaysia.

sudah terlalu banyak dosa-dosa negara malaysia terhadap indonesia, jadi pantaslah orang indonesia berbuat lebih dan berontak melawan ketidak adilan yang di lakukan negara malaysia terhdapa indonesia. "saya perlu jelaskan juga, malaysia jangan sering berdalih satu rumpun dalam menyelesaikan segala kasus. ini bukan masalah sepele dan bukan masalah satu orang, tapi ini masalah negara, masalah jutaan penduduk. jadi ketika ada penghinaan dan penyiksaan , pencurian dll sebagainya yang dilakukan negara malaysia terhadap orang atau negara indonesia, maka orang malaysia jangan asal enteng bilang "kita satu rumpun" atau kita " saudara" atau kita "Islam ". saya rasa tidak semudah itu. coba anda renungkan wahai orang - orang malaysia, bagaimana nasib TKI indonesia yang anda siksa yang sekarang cacad seumur hidup? bagai mana sikap negara malaysia yang jelas - jelas sudah mengambil wilayah indonesia? bagai mana nasib budaya - budaya indonesia yang anda cap sebagai hak anda???? coba pikirka nitu????pasti dalam hal ini orang atau negara malaysia menutup mata, dan pura - pura tidak mengerti, atau pura - pura bodoh kalau di tanya soal ini. karena memang sesungguhnya begitulah sikap dan kelakuan orang - orang malaysia, setelah melakukan yang buruk langsung menutup mata dan telinga tidak mau mendengar dan melihat kesalahannya. bahkan melempar kesalahan terhadap indonesia.

media indonesia sudah melakukan yang benar, yaitu memberitakan yang sesungguhnya. memberitakan yang sebenarnya terjadi. memberitakan yang fakta. tidak seperti media malaysia yang tertutup, yang memberitakan baik - baiknya saja padahal sesungguhnya yang terjadi adalah kebohongan publik, keburukan di tutup - tutupi padahal dalamnya bobrok. jadi saya pikir dengan adanya media rakyat indonesia bisa mengerti apa yang telah terjadi antar indonesia dan malaysia.

dan satu hal lagi yang saya perlu jadikan catatan disini adalah : negara malaysia saya ibaratkan sebagai anak kecil. alasanya kenapa? karena sipat dan kelakuan anak kecil itu biasanya manja, maunya di sayang, tidak mau disalahkan, dan sedikit egois. sebagai contoh: ketika malaysia melukai orang indonesia dan mengambil milik indonesia,maka malaysia pura-pura tidak bersalah, tidak mau mengaku dan berlaku egois atau ingin menang sendiri. padahal jelas - jelas melakukan kesalahan. tapi ketika indonesia baru saja ingin melakukan pembelaan dan memerangi hak nya, malaysia seperti kebakaran jenggot. sebagai contoh isu sweeping dilakukan indonesia, itu baru isu tapi malaysia sudah ketar - ketir. perdana mentri malaysia sudah kalang kabut ketakutan padahal baru isu dan tidak ada orang malaysia yang di tangkap atau terluka, tapi sebaliknya sudah berpuluh - puluh orang indonesia yang terluka dan cacad di aniyaya orang malaysia. apa itu sudah cukup adil?? sebenarnya negara malaysia negara kecil, bisanya mencolek tapi pas di colek tidak mau alias ketakutan. jadi jangan bermain api jika tidak ingin terbakar, jangan bikin ulah kalau tidak mau kena tulah.

singkat kata sebaiknya malaysia jangan salahkan indonesia jika indonesia berbuat anarkis, karena yang mulai duluan adalah engara anda malaysia. malaysia sudah melampaui batas, malaysia negara yang pintar dan cerdik, setelah melakukan perampasan, mengklaim dan penyiksaan kini dia menyuruh indonesia diam, tenang dan jangan emosi "KITA SERUMPUN" itulah dalih licik malaysia dalam menggerogoti indonesia.

maju terus indonesia, maju terus media indonesia, jangan mudah menyerah, jangan mudah di perdaya oleh bangsa yang lemah.

salam.

Anonim mengatakan...

aneh... saya baca isi beritanya kok beda dengan pernyataan\pendapat yg diomongin orang malaysia... haahaaaaa...keliatan banget mereka oneng banget... oon...

intinya berita sama tanggapan kayak langit dan bumi....

VIVAnews - Sweeping dan pembakaran bendera Malaysia di Indonesia rupanya menyita perhatian warga Malaysia. Media-media di Indonesia dinilai turut memanas-manasi suasana yang terjadi.

Fazlee Rahman, pembaca VIVAnews asal Malaysia mengirimkan surat elektronik atau email kepada VIVAnews, Jumat, 11 September 2009. Kegundahan hati Fazlee melihat pemberitaan soal pembakaran bendera kebangsaan Malaysia serta sweeping yang belum lama dilakukan warga Indonesia.

Fazlee menilai, panasnya hubungan Indonesia-Malaysia bukan kali ini saja terjadi. Tetapi mulai dari isu Ambalat hingga pemukulan wasit Indonesia di Malaysia.

Simak surat pria yang berasal dari Kuala Lumpur ini:

Apa kabar?

Saya Fazlee dari Malaysia. Saya rasa terpanggil untuk menulis kepada saudara sejak terbaca artikel saudara di sebuah laman web.

Isu demonstrasi jalanan, pembakaran bendera Malaysia dan lain-lain sering terjadi apabila sesuatu isu berlaku. Di sini saya mempertikaikan media Indonesia yang sering membakar semangat memberontak dan tidak bersabar dalam menyelesaikan sesuatu isu.

Sebelum ini pernah terjadi isu-isu seperti di Ambalat dan wasit dari Indonesia yang dipukul pihak Polis di Malaysia juga tentang isu pembantu rumah.

Harus diingat bahwa isu-isu ini bukan hanya berlaku di pihak Indonesia. Pihak kami juga pernah diperlakukan sedemikian. Di Malaysia terlalu ramai rakyat Indonesia mencari rezeki dan menyumbang tenaga mereka dalam memakmurkan Malaysia. Tetapi kebanjiran rakyat Indonesia juga mengundang kadar jenayah (kriminalitas) yang tinggi seperti pembunuhan, rompakan malah pembantu rumah yang mencuri barangan majikan.

Saya tidak katakan yang orang Malaysia tidak melakukan jenayah, kami juga mempunyai penjenayah yang ramai di sini. Tetapi kami tidak pernah membesarkan isu-isu ini. Bagi kami bukan negara penyebabnya, tetapi individu-individu yang pendek akal dalam menangani isu-isu tersebut.

Jadi saya rasakan yang rakyat Indonesia harus bertolak ansur (berangsur-angsur) dan mencari jalan penyelesaian secara damai, bukan dengan demonstrasi jalanan. Lagipun kita serumpun, kenapa perlu benci-membenci seperti begitu?

Sekian, terima kasih.

Fazlee Rahman

sumber : vivanews.com

catatan : kalau menurut saya, sebenarnya orang - orang malaysia mengerti letak masalahnya dimana. cuma saya pikir orang - orang malaysia yang memang terlalu congkak dan menutup mata sehingga dalam masalah ini indonesia terkesan disalahkan, padahal yang sebenarnya yang harus sadar diri dan membuka mata adalah negara malaysia.

kalau saya baca tulisan di atas orang malaysia jelas tahu bahwa isu ini memang sudah lama terjadi mulai dari kasus ambalat, penyiksaan TKI, pemukulan terhadap wasit dari indonesia itu semua terjadi dilakukan oleh siapa? dimulai oleh siapa ??negara malaysia kan? orang-orang malaysia kan? jadi apakah mungkin indonesia berbuat berlebihan tanpa ada sebab? coba tolong di renungkan wahai orang - orang malaysia.

sudah terlalu banyak dosa-dosa negara malaysia terhadap indonesia, jadi pantaslah orang indonesia berbuat lebih dan berontak melawan ketidak adilan yang di lakukan negara malaysia terhdapa indonesia. "saya perlu jelaskan juga, malaysia jangan sering berdalih satu rumpun dalam menyelesaikan segala kasus. ini bukan masalah sepele dan bukan masalah satu orang, tapi ini masalah negara, masalah jutaan penduduk. jadi ketika ada penghinaan dan penyiksaan , pencurian dll sebagainya yang dilakukan negara malaysia terhadap orang atau negara indonesia, maka orang malaysia jangan asal enteng bilang "kita satu rumpun" atau kita " saudara" atau kita "Islam ". saya rasa tidak semudah itu. coba anda renungkan wahai orang - orang malaysia, bagaimana nasib TKI indonesia yang anda siksa yang sekarang cacad seumur hidup? bagai mana sikap negara malaysia yang jelas - jelas sudah mengambil wilayah indonesia? bagai mana nasib budaya - budaya indonesia yang anda cap sebagai hak anda???? coba pikirka nitu????pasti dalam hal ini orang atau negara malaysia menutup mata, dan pura - pura tidak mengerti, atau pura - pura bodoh kalau di tanya soal ini. karena memang sesungguhnya begitulah sikap dan kelakuan orang - orang malaysia, setelah melakukan yang buruk langsung menutup mata dan telinga tidak mau mendengar dan melihat kesalahannya. bahkan melempar kesalahan terhadap indonesia.

media indonesia sudah melakukan yang benar, yaitu memberitakan yang sesungguhnya. memberitakan yang sebenarnya terjadi. memberitakan yang fakta. tidak seperti media malaysia yang tertutup, yang memberitakan baik - baiknya saja padahal sesungguhnya yang terjadi adalah kebohongan publik, keburukan di tutup - tutupi padahal dalamnya bobrok. jadi saya pikir dengan adanya media rakyat indonesia bisa mengerti apa yang telah terjadi antar indonesia dan malaysia.

dan satu hal lagi yang saya perlu jadikan catatan disini adalah : negara malaysia saya ibaratkan sebagai anak kecil. alasanya kenapa? karena sipat dan kelakuan anak kecil itu biasanya manja, maunya di sayang, tidak mau disalahkan, dan sedikit egois. sebagai contoh: ketika malaysia melukai orang indonesia dan mengambil milik indonesia,maka malaysia pura-pura tidak bersalah, tidak mau mengaku dan berlaku egois atau ingin menang sendiri. padahal jelas - jelas melakukan kesalahan. tapi ketika indonesia baru saja ingin melakukan pembelaan dan memerangi hak nya, malaysia seperti kebakaran jenggot. sebagai contoh isu sweeping dilakukan indonesia, itu baru isu tapi malaysia sudah ketar - ketir. perdana mentri malaysia sudah kalang kabut ketakutan padahal baru isu dan tidak ada orang malaysia yang di tangkap atau terluka, tapi sebaliknya sudah berpuluh - puluh orang indonesia yang terluka dan cacad di aniyaya orang malaysia. apa itu sudah cukup adil?? sebenarnya negara malaysia negara kecil, bisanya mencolek tapi pas di colek tidak mau alias ketakutan. jadi jangan bermain api jika tidak ingin terbakar, jangan bikin ulah kalau tidak mau kena tulah.

singkat kata sebaiknya malaysia jangan salahkan indonesia jika indonesia berbuat anarkis, karena yang mulai duluan adalah engara anda malaysia. malaysia sudah melampaui batas, malaysia negara yang pintar dan cerdik, setelah melakukan perampasan, mengklaim dan penyiksaan kini dia menyuruh indonesia diam, tenang dan jangan emosi "KITA SERUMPUN" itulah dalih licik malaysia dalam menggerogoti indonesia.

maju terus indonesia, maju terus media indonesia, jangan mudah menyerah, jangan mudah di perdaya oleh bangsa yang lemah.

salam.

Poskan Komentar

kasih pendapat anda,

Anwar Ibrahim

Anwar Ibrahim
saat ini generasi muda Malaysia hanya mengenal Indonesia dari TKI dan lagu “rasa sayange” yang diributkan. Mereka kurang mengenal tokoh pemikir Indonesia seperti Mohammad Natsir dan Buya Hamka. dengan kata lain pemuda malaysia tidak tau apa - apa tentang indonesia mereka buta sejarah indonesia.

Pengunjung Online

Statistik Pengunjung

website hit counter

Tukar Link

dari Bung Admin

jangan hanya ada kejadian TKI kita ingin di penggal lehernya,dihukum pancung,disiksa,dan diperkosa kita baru menyadarinya, tapi pemerintah kita harus melek dan berbuat sebelum semua itu terjadi. negara indonesia harus serius dalam menangani masalah TKI indonesia. karena ini menyangkut masalah nyawa, tenaga dan harga diri indonesia dimata dunia khususnya dinegara malaysia dan arab saudi yang sudah menjadi langganan masalah dalam hal TKI.

efek dari sulitnya lapangan kerja di indonesia, dan minimnya peluang kerja bagi rakyat miskin membuat rasa tidak percaya rakyat indonesia terhadap pemerintahnya, hal inilah yang mendorong, memicu bagi segelintir warga indonesia untuk hijrah mencari rejeki dinegara lain.

apakah hal ini salah? atau siapa yang harus disalahkan, pemerintah atau rakyatnya?

Alasan Benci Malaysia

Kenapa Orang Indonesia benci malaysia?
mau tau alasanya?

masukan kata sesuka anda.

Dari Bung Admin

akibat kebodohan generasi muda malaysia, sehingga
pemuda - pemuda malaysia tidak mampu menyebut
kata indonesia.

Perlu saya luruskan bahwa, menyebut kata indonesia
bukan indon, tapi INDONESIA.
untuk itu pemuda - pemuda malaysia
harus banyak belajar lagi. dan jangan mau di bilang
pemuda bodoh dan tak berpendidikan.

Pengikut