SELAMAT DATANG DI BLOG MALAYCELAKA, CELAKALAH ORANG - ORANG MALAYSIA YANG TELAH MENYIKSA TKI INDONESIA, DAN SEGALA AKSI TINDAKAN BODOH NYA TERHADAP BANGSA INDONESIA.PENULIS TIDAK SEDANG BERPERANG, TAPI PENULIS SEDANG MENYENTIL LEWAT TULISAN.

MALINGSIA ibarat VIRUS, dia telah menggerogoti wilayah kita indonesia. blog dan web yang menghina kesatuan indonesia kini bertebaran di dunia maya. itu bukan penghormatan, melainkan penghinaan besar terhadap negara kita indonesia. apa kesan anda setelah membaca dan melihat semua itu? pasti sakit, kecewa, dan terasa terinjak - injak harga diri kita. apa lagi saudara kita yang pernah tersiksa di sana, sudah pasti menimbulkan luka yang sangat dalam. apakah kita cuma tinggal diam melihat semua itu? sudah barang tentu tidak!!!untuk itu sudah saatnya kita bangkit, sudah saatnya kita sadar, sudah saatnya kita peduli terhadap bangsa kita sendiri yaitu indonesia. kalo bukan kita, siapa lagi? mari kita perangi bersama untuk malingsia yang suka menghina dan menyakiti saudara kita. !

Sentimen Etnis Cemarkan Perayaan HUT Malaysia

VIVAnews - Kemeriahan Hari Kemerdekaan ke-52 Malaysia, Senin 31 Agustus 2009, tercoreng oleh unjuk rasa bermotif sentimen rasial. Sentimen rasialis cenderung meningkat selama beberapa pekan terakhir dan menyebabkan kaum minoritas China dan India mewaspadai penggalangan kekuatan yang dilakukan kelompok Muslim Melayu.

Jumat pekan lalu, kelompok Muslim di negara bagian Selangor berparade membawa sebuah kepala sapi yang masih berlumuran darah. Itu sebagai simbol penolakan atas rencana pembangunan kuil Hindu di daerah mereka. Padahal, umat Hindu, yang sebagian besar berasal dari etnis India, memandang sapi sebagai binatang suci yang tak boleh disakiti.

Pemimpin oposisi, Lim Kit Siang menyatakan protes ini merupakan tamparan keras bagi Perdana Menteri Najib Razak yang selalu mendengungkan persamaan kedudukan setiap etnis melalui program '1Malaysia'.

"Protes kepala sapi itu merupakan peringatan bahwa peringatan Hari Kebangsaan pertama di bawah pemerintahan Najib dapat berujung pada kekacauan jika sentimen rasialis dan agama diabaikan," kata Lim.

Najib belum memberi komentar mengenai peristiwa ini. Namun Menteri Sumber Daya Manusia S. Subramaniam menyatakan insiden ini telah membangkitkan amarah Najib. Subramaniam juga mengatakan bahwa Najib telah meminta kepala kepolisian nasional melakukan penyelidikan.

Aksi ini juga menghantui upaya pembentukan citra negara Malaysia yang moderat. Pemerintah Malaysia telah berupaya membangun hubungan baik antara etnis Melayu, China, dan India yang merupakan penganut Muslim, Hindu, Kristen, Buddha, dan Sikh sejak kerusuhan etnis 1969 silam.

"Setelah merdeka selama 52 tahun, Malaysia tengah berada di persimpangan. Terjadi penurunan toleransi yang dilakukan kaum fundamentalis dan ekstremis sehingga cita-cita membentuk Malaysia yang beragam terancam gagal," tutur pengamat politik dari Monash University Kuala Lumpur, James Chin.

Sebelumnya, seorang perempuan dijatuhi hukuman cambuk karena meminum bir di muka umum. Hukuman ini ditinjau ulang karena memicu gelombang protes masyarakat. Selain itu, pemerintah membatasi penjualan minuman keras dan melarang warga Muslim menonton konser Black Eyed Peas yang disponsori produsen bir Guinness.

Meski aksi ini dilakukan dalam komunitas Muslim, sejumlah pihak khawatir akan bangkitnya kelompok garis keras yang akan mempengaruhi kedamaian hidup kelompok minoritas. Selama beberapa tahun terakhir, suasana antar-kelompok agama memanas seiring dengan menguatnya kelompok ekstremis.

Sekitar 60 persen dari 28 juta warga Malaysia merupakan keturunan Melayu. Etnik Melayu memegang posisi penting dalam pemerintahan Malaysia. Sebanyak 25 persen warga adalah minoritas China sementara warga keturunan India hanya delapan persen dari seluruh populasi. (AP)Rata Penuh

sumber : vivanews.com

Catatan : Selamat Hari Merdeka Untuk malaysia yang ke 52 , Semoga di hari ulang tahun negara malaysia bisa lebih merenung dan mengoreksi diri tentang apa yang sudah di capai dan dilakukannya selama ini. tadi saya sempat baca di media, perayaan hari kemerdekaan malaysia di rayakan dengan sangat sederhana di istana, biasanya selalu di iringin dengan militer dan aksi demo para militer. apakah ini bertanda malaysia tidak ingin pamer - pamer kekuatannya? atau malysia tidak ingin acara hut nya di bilang bermegah - megah dan sok aksi? di hari kemerdekaannya tentunya malysia bisa melihat dan merasakan betapa negara malysia sedang dilanda berbagai macam gangguan dan isu yang dapat memecah belah sesama suku, ras,dan agama.

di tambah lagi dengan negara tetangga malaysia yaitu indonesia yang sedang panas dengan sikap malaysia yang sering mengaku-aku bahkan sampai mengklaim berbagai budaya yang pada dasarnya malaysia juga tau kalau semua itu memang hak indonesia dan milik bangsa indonesia. harus nya semua ini di jadikan renungan buat negara malaysia.

Sentimen etnis yang mencemarkan hut malysia merupakan satu bukti bahwa malaysia negara kecil yang masih belum bisa menerima arti sebuah persamaan kedudukan. padahal cina dan india merupakan sumber pelaksana bagi ekonomi negara malaysia, serta ekonomi malysia terangkat berkat dukungan negara etnis itu sendiri. jadi menurut saya ayo majulah malaysia dengan hasil karya kamu sendiri, jangan maju berkat hasil klaim milik bangsa lain.

Sekali lagi DIRGAHAYU HUT MALYSIA yang KE 52 Semoga Jaya dan tidak Congkak di Asia.
ini kadonya :

nyum ..nyum..... hoak! yumy....

12 komentar:

La Syahruul mengatakan...

anda hanya melihat permasalahan di Malaysia tapi tutup mata dengan masalah di negara sendiri..mana blog-blog yang menghina indonesia???

VIVAnews - Kemeriahan Hari Kemerdekaan ke-52 Malaysia, Senin 31 Agustus 2009, tercoreng oleh unjuk rasa bermotif sentimen rasial. Sentimen rasialis cenderung meningkat selama beberapa pekan terakhir dan menyebabkan kaum minoritas China dan India mewaspadai penggalangan kekuatan yang dilakukan kelompok Muslim Melayu.

Jumat pekan lalu, kelompok Muslim di negara bagian Selangor berparade membawa sebuah kepala sapi yang masih berlumuran darah. Itu sebagai simbol penolakan atas rencana pembangunan kuil Hindu di daerah mereka. Padahal, umat Hindu, yang sebagian besar berasal dari etnis India, memandang sapi sebagai binatang suci yang tak boleh disakiti.

Pemimpin oposisi, Lim Kit Siang menyatakan protes ini merupakan tamparan keras bagi Perdana Menteri Najib Razak yang selalu mendengungkan persamaan kedudukan setiap etnis melalui program '1Malaysia'.

"Protes kepala sapi itu merupakan peringatan bahwa peringatan Hari Kebangsaan pertama di bawah pemerintahan Najib dapat berujung pada kekacauan jika sentimen rasialis dan agama diabaikan," kata Lim.

Najib belum memberi komentar mengenai peristiwa ini. Namun Menteri Sumber Daya Manusia S. Subramaniam menyatakan insiden ini telah membangkitkan amarah Najib. Subramaniam juga mengatakan bahwa Najib telah meminta kepala kepolisian nasional melakukan penyelidikan.

Aksi ini juga menghantui upaya pembentukan citra negara Malaysia yang moderat. Pemerintah Malaysia telah berupaya membangun hubungan baik antara etnis Melayu, China, dan India yang merupakan penganut Muslim, Hindu, Kristen, Buddha, dan Sikh sejak kerusuhan etnis 1969 silam.

"Setelah merdeka selama 52 tahun, Malaysia tengah berada di persimpangan. Terjadi penurunan toleransi yang dilakukan kaum fundamentalis dan ekstremis sehingga cita-cita membentuk Malaysia yang beragam terancam gagal," tutur pengamat politik dari Monash University Kuala Lumpur, James Chin.

Sebelumnya, seorang perempuan dijatuhi hukuman cambuk karena meminum bir di muka umum. Hukuman ini ditinjau ulang karena memicu gelombang protes masyarakat. Selain itu, pemerintah membatasi penjualan minuman keras dan melarang warga Muslim menonton konser Black Eyed Peas yang disponsori produsen bir Guinness.

Meski aksi ini dilakukan dalam komunitas Muslim, sejumlah pihak khawatir akan bangkitnya kelompok garis keras yang akan mempengaruhi kedamaian hidup kelompok minoritas. Selama beberapa tahun terakhir, suasana antar-kelompok agama memanas seiring dengan menguatnya kelompok ekstremis.

Sekitar 60 persen dari 28 juta warga Malaysia merupakan keturunan Melayu. Etnik Melayu memegang posisi penting dalam pemerintahan Malaysia. Sebanyak 25 persen warga adalah minoritas China sementara warga keturunan India hanya delapan persen dari seluruh populasi. (AP)Rata Penuh

sumber : vivanews.com

Catatan : Selamat Hari Merdeka Untuk malaysia yang ke 52 , Semoga di hari ulang tahun negara malaysia bisa lebih merenung dan mengoreksi diri tentang apa yang sudah di capai dan dilakukannya selama ini. tadi saya sempat baca di media, perayaan hari kemerdekaan malaysia di rayakan dengan sangat sederhana di istana, biasanya selalu di iringin dengan militer dan aksi demo para militer. apakah ini bertanda malaysia tidak ingin pamer - pamer kekuatannya? atau malysia tidak ingin acara hut nya di bilang bermegah - megah dan sok aksi? di hari kemerdekaannya tentunya malysia bisa melihat dan merasakan betapa negara malysia sedang dilanda berbagai macam gangguan dan isu yang dapat memecah belah sesama suku, ras,dan agama.

di tambah lagi dengan negara tetangga malaysia yaitu indonesia yang sedang panas dengan sikap malaysia yang sering mengaku-aku bahkan sampai mengklaim berbagai budaya yang pada dasarnya malaysia juga tau kalau semua itu memang hak indonesia dan milik bangsa indonesia. harus nya semua ini di jadikan renungan buat negara malaysia.

Sentimen etnis yang mencemarkan hut malysia merupakan satu bukti bahwa malaysia negara kecil yang masih belum bisa menerima arti sebuah persamaan kedudukan. padahal cina dan india merupakan sumber pelaksana bagi ekonomi negara malaysia, serta ekonomi malysia terangkat berkat dukungan negara etnis itu sendiri. jadi menurut saya ayo majulah malaysia dengan hasil karya kamu sendiri, jangan maju berkat hasil klaim milik bangsa lain.

Sekali lagi DIRGAHAYU HUT MALYSIA yang KE 52 Semoga Jaya dan tidak Congkak di Asia.
ini kadonya :

nyum ..nyum..... hoak! yumy....

Gelas Biru Muda mengatakan...

kalau benar Malaysia x begitu baik di mata anda, apakah sebabnya terlalu banyak pendatang izin dr Indonesia bertebaran di seluruh muka bumi Malaysia mencari rezeki, x cukupkah rezeki Tuhan bagi di negara sendiri?

VIVAnews - Kemeriahan Hari Kemerdekaan ke-52 Malaysia, Senin 31 Agustus 2009, tercoreng oleh unjuk rasa bermotif sentimen rasial. Sentimen rasialis cenderung meningkat selama beberapa pekan terakhir dan menyebabkan kaum minoritas China dan India mewaspadai penggalangan kekuatan yang dilakukan kelompok Muslim Melayu.

Jumat pekan lalu, kelompok Muslim di negara bagian Selangor berparade membawa sebuah kepala sapi yang masih berlumuran darah. Itu sebagai simbol penolakan atas rencana pembangunan kuil Hindu di daerah mereka. Padahal, umat Hindu, yang sebagian besar berasal dari etnis India, memandang sapi sebagai binatang suci yang tak boleh disakiti.

Pemimpin oposisi, Lim Kit Siang menyatakan protes ini merupakan tamparan keras bagi Perdana Menteri Najib Razak yang selalu mendengungkan persamaan kedudukan setiap etnis melalui program '1Malaysia'.

"Protes kepala sapi itu merupakan peringatan bahwa peringatan Hari Kebangsaan pertama di bawah pemerintahan Najib dapat berujung pada kekacauan jika sentimen rasialis dan agama diabaikan," kata Lim.

Najib belum memberi komentar mengenai peristiwa ini. Namun Menteri Sumber Daya Manusia S. Subramaniam menyatakan insiden ini telah membangkitkan amarah Najib. Subramaniam juga mengatakan bahwa Najib telah meminta kepala kepolisian nasional melakukan penyelidikan.

Aksi ini juga menghantui upaya pembentukan citra negara Malaysia yang moderat. Pemerintah Malaysia telah berupaya membangun hubungan baik antara etnis Melayu, China, dan India yang merupakan penganut Muslim, Hindu, Kristen, Buddha, dan Sikh sejak kerusuhan etnis 1969 silam.

"Setelah merdeka selama 52 tahun, Malaysia tengah berada di persimpangan. Terjadi penurunan toleransi yang dilakukan kaum fundamentalis dan ekstremis sehingga cita-cita membentuk Malaysia yang beragam terancam gagal," tutur pengamat politik dari Monash University Kuala Lumpur, James Chin.

Sebelumnya, seorang perempuan dijatuhi hukuman cambuk karena meminum bir di muka umum. Hukuman ini ditinjau ulang karena memicu gelombang protes masyarakat. Selain itu, pemerintah membatasi penjualan minuman keras dan melarang warga Muslim menonton konser Black Eyed Peas yang disponsori produsen bir Guinness.

Meski aksi ini dilakukan dalam komunitas Muslim, sejumlah pihak khawatir akan bangkitnya kelompok garis keras yang akan mempengaruhi kedamaian hidup kelompok minoritas. Selama beberapa tahun terakhir, suasana antar-kelompok agama memanas seiring dengan menguatnya kelompok ekstremis.

Sekitar 60 persen dari 28 juta warga Malaysia merupakan keturunan Melayu. Etnik Melayu memegang posisi penting dalam pemerintahan Malaysia. Sebanyak 25 persen warga adalah minoritas China sementara warga keturunan India hanya delapan persen dari seluruh populasi. (AP)Rata Penuh

sumber : vivanews.com

Catatan : Selamat Hari Merdeka Untuk malaysia yang ke 52 , Semoga di hari ulang tahun negara malaysia bisa lebih merenung dan mengoreksi diri tentang apa yang sudah di capai dan dilakukannya selama ini. tadi saya sempat baca di media, perayaan hari kemerdekaan malaysia di rayakan dengan sangat sederhana di istana, biasanya selalu di iringin dengan militer dan aksi demo para militer. apakah ini bertanda malaysia tidak ingin pamer - pamer kekuatannya? atau malysia tidak ingin acara hut nya di bilang bermegah - megah dan sok aksi? di hari kemerdekaannya tentunya malysia bisa melihat dan merasakan betapa negara malysia sedang dilanda berbagai macam gangguan dan isu yang dapat memecah belah sesama suku, ras,dan agama.

di tambah lagi dengan negara tetangga malaysia yaitu indonesia yang sedang panas dengan sikap malaysia yang sering mengaku-aku bahkan sampai mengklaim berbagai budaya yang pada dasarnya malaysia juga tau kalau semua itu memang hak indonesia dan milik bangsa indonesia. harus nya semua ini di jadikan renungan buat negara malaysia.

Sentimen etnis yang mencemarkan hut malysia merupakan satu bukti bahwa malaysia negara kecil yang masih belum bisa menerima arti sebuah persamaan kedudukan. padahal cina dan india merupakan sumber pelaksana bagi ekonomi negara malaysia, serta ekonomi malysia terangkat berkat dukungan negara etnis itu sendiri. jadi menurut saya ayo majulah malaysia dengan hasil karya kamu sendiri, jangan maju berkat hasil klaim milik bangsa lain.

Sekali lagi DIRGAHAYU HUT MALYSIA yang KE 52 Semoga Jaya dan tidak Congkak di Asia.
ini kadonya :

nyum ..nyum..... hoak! yumy....

Gelas Biru Muda mengatakan...

kalau sudah dasar Indon, memang x boleh di bagi muka, mesti mau pijak kepala... sekurang-kurang kami di sini tidak kebuluran seperti di Indonesia, purata orang miskin sangat lah ramai, di Malaysia pun semua rakyat Indonesia jahat-jahat belaka, selain jadi pekerja kontrak bikin rumah, pembantu rumah, kerja kilang dll kerja jadi peragut, perogol, pembunuh pun ramai yang terlibat.

apa bagus sangat ke anda ingat orang Indonesia di sini??? kami orang Malaysia sendiri pun benci orang Indonesia yang tinggal di sini, tak ada siapa pun yang panggil orang Indonesia datang tinggal di negara kami Malaysia!

VIVAnews - Kemeriahan Hari Kemerdekaan ke-52 Malaysia, Senin 31 Agustus 2009, tercoreng oleh unjuk rasa bermotif sentimen rasial. Sentimen rasialis cenderung meningkat selama beberapa pekan terakhir dan menyebabkan kaum minoritas China dan India mewaspadai penggalangan kekuatan yang dilakukan kelompok Muslim Melayu.

Jumat pekan lalu, kelompok Muslim di negara bagian Selangor berparade membawa sebuah kepala sapi yang masih berlumuran darah. Itu sebagai simbol penolakan atas rencana pembangunan kuil Hindu di daerah mereka. Padahal, umat Hindu, yang sebagian besar berasal dari etnis India, memandang sapi sebagai binatang suci yang tak boleh disakiti.

Pemimpin oposisi, Lim Kit Siang menyatakan protes ini merupakan tamparan keras bagi Perdana Menteri Najib Razak yang selalu mendengungkan persamaan kedudukan setiap etnis melalui program '1Malaysia'.

"Protes kepala sapi itu merupakan peringatan bahwa peringatan Hari Kebangsaan pertama di bawah pemerintahan Najib dapat berujung pada kekacauan jika sentimen rasialis dan agama diabaikan," kata Lim.

Najib belum memberi komentar mengenai peristiwa ini. Namun Menteri Sumber Daya Manusia S. Subramaniam menyatakan insiden ini telah membangkitkan amarah Najib. Subramaniam juga mengatakan bahwa Najib telah meminta kepala kepolisian nasional melakukan penyelidikan.

Aksi ini juga menghantui upaya pembentukan citra negara Malaysia yang moderat. Pemerintah Malaysia telah berupaya membangun hubungan baik antara etnis Melayu, China, dan India yang merupakan penganut Muslim, Hindu, Kristen, Buddha, dan Sikh sejak kerusuhan etnis 1969 silam.

"Setelah merdeka selama 52 tahun, Malaysia tengah berada di persimpangan. Terjadi penurunan toleransi yang dilakukan kaum fundamentalis dan ekstremis sehingga cita-cita membentuk Malaysia yang beragam terancam gagal," tutur pengamat politik dari Monash University Kuala Lumpur, James Chin.

Sebelumnya, seorang perempuan dijatuhi hukuman cambuk karena meminum bir di muka umum. Hukuman ini ditinjau ulang karena memicu gelombang protes masyarakat. Selain itu, pemerintah membatasi penjualan minuman keras dan melarang warga Muslim menonton konser Black Eyed Peas yang disponsori produsen bir Guinness.

Meski aksi ini dilakukan dalam komunitas Muslim, sejumlah pihak khawatir akan bangkitnya kelompok garis keras yang akan mempengaruhi kedamaian hidup kelompok minoritas. Selama beberapa tahun terakhir, suasana antar-kelompok agama memanas seiring dengan menguatnya kelompok ekstremis.

Sekitar 60 persen dari 28 juta warga Malaysia merupakan keturunan Melayu. Etnik Melayu memegang posisi penting dalam pemerintahan Malaysia. Sebanyak 25 persen warga adalah minoritas China sementara warga keturunan India hanya delapan persen dari seluruh populasi. (AP)Rata Penuh

sumber : vivanews.com

Catatan : Selamat Hari Merdeka Untuk malaysia yang ke 52 , Semoga di hari ulang tahun negara malaysia bisa lebih merenung dan mengoreksi diri tentang apa yang sudah di capai dan dilakukannya selama ini. tadi saya sempat baca di media, perayaan hari kemerdekaan malaysia di rayakan dengan sangat sederhana di istana, biasanya selalu di iringin dengan militer dan aksi demo para militer. apakah ini bertanda malaysia tidak ingin pamer - pamer kekuatannya? atau malysia tidak ingin acara hut nya di bilang bermegah - megah dan sok aksi? di hari kemerdekaannya tentunya malysia bisa melihat dan merasakan betapa negara malysia sedang dilanda berbagai macam gangguan dan isu yang dapat memecah belah sesama suku, ras,dan agama.

di tambah lagi dengan negara tetangga malaysia yaitu indonesia yang sedang panas dengan sikap malaysia yang sering mengaku-aku bahkan sampai mengklaim berbagai budaya yang pada dasarnya malaysia juga tau kalau semua itu memang hak indonesia dan milik bangsa indonesia. harus nya semua ini di jadikan renungan buat negara malaysia.

Sentimen etnis yang mencemarkan hut malysia merupakan satu bukti bahwa malaysia negara kecil yang masih belum bisa menerima arti sebuah persamaan kedudukan. padahal cina dan india merupakan sumber pelaksana bagi ekonomi negara malaysia, serta ekonomi malysia terangkat berkat dukungan negara etnis itu sendiri. jadi menurut saya ayo majulah malaysia dengan hasil karya kamu sendiri, jangan maju berkat hasil klaim milik bangsa lain.

Sekali lagi DIRGAHAYU HUT MALYSIA yang KE 52 Semoga Jaya dan tidak Congkak di Asia.
ini kadonya :

nyum ..nyum..... hoak! yumy....

Ayu Rahaman mengatakan...

mungkin orang di indonesia lupa agaknya, satu dunia sedang dilanda wabak H1N1, wajar kah perbarisan yang panjang2 dilakukan?

Negara Malaysia masih sayang rakyat2 yang lain dan mahu mmeminimakan pendedahan rakyat kepada wabak ini.

Indonesia lupa ke? kalau tiada pelancong2 yang paling dekat sekali, dari M'sia, beranikah pelancong pelancong dari negara lain?

Sebelum mencari kesalahan dan kekurangan negara baik diri orang lain, sudah cermin diri sendiri ?

Tiada negara baik manusia yang sempurna di dunia ini, tapi sebaik nye, kita cuba jadi yang terbaik. Adakah mencaci, menghina, dan memfitnah satu contoh yang baik yang anda cuba tunjukkan selaku wakil negara anda sendiri?

Anda tidak menjadi rakyat, tidak menetap, tidak membesar, tidak hidup di negara malaysia, tapi boleh berkata yang macam macam seolah2 anda lah tuhan yang memerhatikan malaysia. Sebagaimana rakyat malaysia tidak akan memahami dilema atau apa saja yang berlaku di indonesia, anda juga belum tentu tahu semuanya,tapi syabas, anda memberikan komen seolah2, anda tahu luar dalam malaysia, sebenarnya tidak. sebagaimana kami di malaysia tidak tahu apa yang berlaku disana.

Sebelum rasanya ingin "ceroboh" negara lain, "ceroboh" lah negara anda sendiri.

VIVAnews - Kemeriahan Hari Kemerdekaan ke-52 Malaysia, Senin 31 Agustus 2009, tercoreng oleh unjuk rasa bermotif sentimen rasial. Sentimen rasialis cenderung meningkat selama beberapa pekan terakhir dan menyebabkan kaum minoritas China dan India mewaspadai penggalangan kekuatan yang dilakukan kelompok Muslim Melayu.

Jumat pekan lalu, kelompok Muslim di negara bagian Selangor berparade membawa sebuah kepala sapi yang masih berlumuran darah. Itu sebagai simbol penolakan atas rencana pembangunan kuil Hindu di daerah mereka. Padahal, umat Hindu, yang sebagian besar berasal dari etnis India, memandang sapi sebagai binatang suci yang tak boleh disakiti.

Pemimpin oposisi, Lim Kit Siang menyatakan protes ini merupakan tamparan keras bagi Perdana Menteri Najib Razak yang selalu mendengungkan persamaan kedudukan setiap etnis melalui program '1Malaysia'.

"Protes kepala sapi itu merupakan peringatan bahwa peringatan Hari Kebangsaan pertama di bawah pemerintahan Najib dapat berujung pada kekacauan jika sentimen rasialis dan agama diabaikan," kata Lim.

Najib belum memberi komentar mengenai peristiwa ini. Namun Menteri Sumber Daya Manusia S. Subramaniam menyatakan insiden ini telah membangkitkan amarah Najib. Subramaniam juga mengatakan bahwa Najib telah meminta kepala kepolisian nasional melakukan penyelidikan.

Aksi ini juga menghantui upaya pembentukan citra negara Malaysia yang moderat. Pemerintah Malaysia telah berupaya membangun hubungan baik antara etnis Melayu, China, dan India yang merupakan penganut Muslim, Hindu, Kristen, Buddha, dan Sikh sejak kerusuhan etnis 1969 silam.

"Setelah merdeka selama 52 tahun, Malaysia tengah berada di persimpangan. Terjadi penurunan toleransi yang dilakukan kaum fundamentalis dan ekstremis sehingga cita-cita membentuk Malaysia yang beragam terancam gagal," tutur pengamat politik dari Monash University Kuala Lumpur, James Chin.

Sebelumnya, seorang perempuan dijatuhi hukuman cambuk karena meminum bir di muka umum. Hukuman ini ditinjau ulang karena memicu gelombang protes masyarakat. Selain itu, pemerintah membatasi penjualan minuman keras dan melarang warga Muslim menonton konser Black Eyed Peas yang disponsori produsen bir Guinness.

Meski aksi ini dilakukan dalam komunitas Muslim, sejumlah pihak khawatir akan bangkitnya kelompok garis keras yang akan mempengaruhi kedamaian hidup kelompok minoritas. Selama beberapa tahun terakhir, suasana antar-kelompok agama memanas seiring dengan menguatnya kelompok ekstremis.

Sekitar 60 persen dari 28 juta warga Malaysia merupakan keturunan Melayu. Etnik Melayu memegang posisi penting dalam pemerintahan Malaysia. Sebanyak 25 persen warga adalah minoritas China sementara warga keturunan India hanya delapan persen dari seluruh populasi. (AP)Rata Penuh

sumber : vivanews.com

Catatan : Selamat Hari Merdeka Untuk malaysia yang ke 52 , Semoga di hari ulang tahun negara malaysia bisa lebih merenung dan mengoreksi diri tentang apa yang sudah di capai dan dilakukannya selama ini. tadi saya sempat baca di media, perayaan hari kemerdekaan malaysia di rayakan dengan sangat sederhana di istana, biasanya selalu di iringin dengan militer dan aksi demo para militer. apakah ini bertanda malaysia tidak ingin pamer - pamer kekuatannya? atau malysia tidak ingin acara hut nya di bilang bermegah - megah dan sok aksi? di hari kemerdekaannya tentunya malysia bisa melihat dan merasakan betapa negara malysia sedang dilanda berbagai macam gangguan dan isu yang dapat memecah belah sesama suku, ras,dan agama.

di tambah lagi dengan negara tetangga malaysia yaitu indonesia yang sedang panas dengan sikap malaysia yang sering mengaku-aku bahkan sampai mengklaim berbagai budaya yang pada dasarnya malaysia juga tau kalau semua itu memang hak indonesia dan milik bangsa indonesia. harus nya semua ini di jadikan renungan buat negara malaysia.

Sentimen etnis yang mencemarkan hut malysia merupakan satu bukti bahwa malaysia negara kecil yang masih belum bisa menerima arti sebuah persamaan kedudukan. padahal cina dan india merupakan sumber pelaksana bagi ekonomi negara malaysia, serta ekonomi malysia terangkat berkat dukungan negara etnis itu sendiri. jadi menurut saya ayo majulah malaysia dengan hasil karya kamu sendiri, jangan maju berkat hasil klaim milik bangsa lain.

Sekali lagi DIRGAHAYU HUT MALYSIA yang KE 52 Semoga Jaya dan tidak Congkak di Asia.
ini kadonya :

nyum ..nyum..... hoak! yumy....

bad73tomato mengatakan...

TAKKAN ALLAH MEMBERKATI IBADAT PUASA KALIAN ANDAI KALIAN MENCERCA DAN MENGHINA DAN MEMFITNAH SESAMA ISLAM...
SEDARLAH...KENAPA INDONESIA SELALU DILANDA MALAPETAKA???
KERANA ALLAH MURKA PADA CARA HIDUP RAKYAT INDONESIA....
CUBALAH JADI MATANG DAN JANGAN KEBUDAK BUDAKAN SANGAT.
BERTAUBATLAH...
MOGA ALLAH AMPUNKAN DOSA ANDA...
AMIN.....

VIVAnews - Kemeriahan Hari Kemerdekaan ke-52 Malaysia, Senin 31 Agustus 2009, tercoreng oleh unjuk rasa bermotif sentimen rasial. Sentimen rasialis cenderung meningkat selama beberapa pekan terakhir dan menyebabkan kaum minoritas China dan India mewaspadai penggalangan kekuatan yang dilakukan kelompok Muslim Melayu.

Jumat pekan lalu, kelompok Muslim di negara bagian Selangor berparade membawa sebuah kepala sapi yang masih berlumuran darah. Itu sebagai simbol penolakan atas rencana pembangunan kuil Hindu di daerah mereka. Padahal, umat Hindu, yang sebagian besar berasal dari etnis India, memandang sapi sebagai binatang suci yang tak boleh disakiti.

Pemimpin oposisi, Lim Kit Siang menyatakan protes ini merupakan tamparan keras bagi Perdana Menteri Najib Razak yang selalu mendengungkan persamaan kedudukan setiap etnis melalui program '1Malaysia'.

"Protes kepala sapi itu merupakan peringatan bahwa peringatan Hari Kebangsaan pertama di bawah pemerintahan Najib dapat berujung pada kekacauan jika sentimen rasialis dan agama diabaikan," kata Lim.

Najib belum memberi komentar mengenai peristiwa ini. Namun Menteri Sumber Daya Manusia S. Subramaniam menyatakan insiden ini telah membangkitkan amarah Najib. Subramaniam juga mengatakan bahwa Najib telah meminta kepala kepolisian nasional melakukan penyelidikan.

Aksi ini juga menghantui upaya pembentukan citra negara Malaysia yang moderat. Pemerintah Malaysia telah berupaya membangun hubungan baik antara etnis Melayu, China, dan India yang merupakan penganut Muslim, Hindu, Kristen, Buddha, dan Sikh sejak kerusuhan etnis 1969 silam.

"Setelah merdeka selama 52 tahun, Malaysia tengah berada di persimpangan. Terjadi penurunan toleransi yang dilakukan kaum fundamentalis dan ekstremis sehingga cita-cita membentuk Malaysia yang beragam terancam gagal," tutur pengamat politik dari Monash University Kuala Lumpur, James Chin.

Sebelumnya, seorang perempuan dijatuhi hukuman cambuk karena meminum bir di muka umum. Hukuman ini ditinjau ulang karena memicu gelombang protes masyarakat. Selain itu, pemerintah membatasi penjualan minuman keras dan melarang warga Muslim menonton konser Black Eyed Peas yang disponsori produsen bir Guinness.

Meski aksi ini dilakukan dalam komunitas Muslim, sejumlah pihak khawatir akan bangkitnya kelompok garis keras yang akan mempengaruhi kedamaian hidup kelompok minoritas. Selama beberapa tahun terakhir, suasana antar-kelompok agama memanas seiring dengan menguatnya kelompok ekstremis.

Sekitar 60 persen dari 28 juta warga Malaysia merupakan keturunan Melayu. Etnik Melayu memegang posisi penting dalam pemerintahan Malaysia. Sebanyak 25 persen warga adalah minoritas China sementara warga keturunan India hanya delapan persen dari seluruh populasi. (AP)Rata Penuh

sumber : vivanews.com

Catatan : Selamat Hari Merdeka Untuk malaysia yang ke 52 , Semoga di hari ulang tahun negara malaysia bisa lebih merenung dan mengoreksi diri tentang apa yang sudah di capai dan dilakukannya selama ini. tadi saya sempat baca di media, perayaan hari kemerdekaan malaysia di rayakan dengan sangat sederhana di istana, biasanya selalu di iringin dengan militer dan aksi demo para militer. apakah ini bertanda malaysia tidak ingin pamer - pamer kekuatannya? atau malysia tidak ingin acara hut nya di bilang bermegah - megah dan sok aksi? di hari kemerdekaannya tentunya malysia bisa melihat dan merasakan betapa negara malysia sedang dilanda berbagai macam gangguan dan isu yang dapat memecah belah sesama suku, ras,dan agama.

di tambah lagi dengan negara tetangga malaysia yaitu indonesia yang sedang panas dengan sikap malaysia yang sering mengaku-aku bahkan sampai mengklaim berbagai budaya yang pada dasarnya malaysia juga tau kalau semua itu memang hak indonesia dan milik bangsa indonesia. harus nya semua ini di jadikan renungan buat negara malaysia.

Sentimen etnis yang mencemarkan hut malysia merupakan satu bukti bahwa malaysia negara kecil yang masih belum bisa menerima arti sebuah persamaan kedudukan. padahal cina dan india merupakan sumber pelaksana bagi ekonomi negara malaysia, serta ekonomi malysia terangkat berkat dukungan negara etnis itu sendiri. jadi menurut saya ayo majulah malaysia dengan hasil karya kamu sendiri, jangan maju berkat hasil klaim milik bangsa lain.

Sekali lagi DIRGAHAYU HUT MALYSIA yang KE 52 Semoga Jaya dan tidak Congkak di Asia.
ini kadonya :

nyum ..nyum..... hoak! yumy....

Ricard Palaniapan mengatakan...

Pelik

yang korang sibuk sangat pasal Malaysia kenapa ek?

Jaga negara sendiri yang banyak merempat bawah jambatan tu lagi bagus la...

Sibuk sangat mengutuk Malaysia, apa yang korang dapat? Dapat duit? dapat cowok? dapat pngat?

Rakyat Indonesia sendiri banyak yang merempat ke Malaysia. Lebih kurang 3juta masuk secara Izin dan Haram.

Tak malu punya blogger.
1. Ramai yang berubah hidup dari fakir miskin menjadi kaya kerana bekerja dan berniaga di Malaysia.

2. Kami tidak pernah mau mencuri apa apa dari Indonesia yang memang tidak punya apa-apa

3. Penyanyi, pelakun, Drama dan Filem serta lagu lagu dari Indonesia banyak di siarkan di TV dan Stesyen radio Malaysia, tapi lagu lagu Malaysia tidak pernah di mainkan di Indonesia.

4. Pengusaha Indonesia banyak yang menjadi kaya raya di Malaysia, namun tidak di Malaysia.

5. Penjenayah dan orang jahat terlalu ramai dari Indonesia, tapi kami tidak pernah ada kempen bakar bendera Indonesia atau kempen anti Malaysia Di Blog blog atau Internet.

Indonesia patut berterima kasih banyak kepada Malaysia, daripada menyibuk mengutuk, menghina dan membakar bendera malaysia.

VIVAnews - Kemeriahan Hari Kemerdekaan ke-52 Malaysia, Senin 31 Agustus 2009, tercoreng oleh unjuk rasa bermotif sentimen rasial. Sentimen rasialis cenderung meningkat selama beberapa pekan terakhir dan menyebabkan kaum minoritas China dan India mewaspadai penggalangan kekuatan yang dilakukan kelompok Muslim Melayu.

Jumat pekan lalu, kelompok Muslim di negara bagian Selangor berparade membawa sebuah kepala sapi yang masih berlumuran darah. Itu sebagai simbol penolakan atas rencana pembangunan kuil Hindu di daerah mereka. Padahal, umat Hindu, yang sebagian besar berasal dari etnis India, memandang sapi sebagai binatang suci yang tak boleh disakiti.

Pemimpin oposisi, Lim Kit Siang menyatakan protes ini merupakan tamparan keras bagi Perdana Menteri Najib Razak yang selalu mendengungkan persamaan kedudukan setiap etnis melalui program '1Malaysia'.

"Protes kepala sapi itu merupakan peringatan bahwa peringatan Hari Kebangsaan pertama di bawah pemerintahan Najib dapat berujung pada kekacauan jika sentimen rasialis dan agama diabaikan," kata Lim.

Najib belum memberi komentar mengenai peristiwa ini. Namun Menteri Sumber Daya Manusia S. Subramaniam menyatakan insiden ini telah membangkitkan amarah Najib. Subramaniam juga mengatakan bahwa Najib telah meminta kepala kepolisian nasional melakukan penyelidikan.

Aksi ini juga menghantui upaya pembentukan citra negara Malaysia yang moderat. Pemerintah Malaysia telah berupaya membangun hubungan baik antara etnis Melayu, China, dan India yang merupakan penganut Muslim, Hindu, Kristen, Buddha, dan Sikh sejak kerusuhan etnis 1969 silam.

"Setelah merdeka selama 52 tahun, Malaysia tengah berada di persimpangan. Terjadi penurunan toleransi yang dilakukan kaum fundamentalis dan ekstremis sehingga cita-cita membentuk Malaysia yang beragam terancam gagal," tutur pengamat politik dari Monash University Kuala Lumpur, James Chin.

Sebelumnya, seorang perempuan dijatuhi hukuman cambuk karena meminum bir di muka umum. Hukuman ini ditinjau ulang karena memicu gelombang protes masyarakat. Selain itu, pemerintah membatasi penjualan minuman keras dan melarang warga Muslim menonton konser Black Eyed Peas yang disponsori produsen bir Guinness.

Meski aksi ini dilakukan dalam komunitas Muslim, sejumlah pihak khawatir akan bangkitnya kelompok garis keras yang akan mempengaruhi kedamaian hidup kelompok minoritas. Selama beberapa tahun terakhir, suasana antar-kelompok agama memanas seiring dengan menguatnya kelompok ekstremis.

Sekitar 60 persen dari 28 juta warga Malaysia merupakan keturunan Melayu. Etnik Melayu memegang posisi penting dalam pemerintahan Malaysia. Sebanyak 25 persen warga adalah minoritas China sementara warga keturunan India hanya delapan persen dari seluruh populasi. (AP)Rata Penuh

sumber : vivanews.com

Catatan : Selamat Hari Merdeka Untuk malaysia yang ke 52 , Semoga di hari ulang tahun negara malaysia bisa lebih merenung dan mengoreksi diri tentang apa yang sudah di capai dan dilakukannya selama ini. tadi saya sempat baca di media, perayaan hari kemerdekaan malaysia di rayakan dengan sangat sederhana di istana, biasanya selalu di iringin dengan militer dan aksi demo para militer. apakah ini bertanda malaysia tidak ingin pamer - pamer kekuatannya? atau malysia tidak ingin acara hut nya di bilang bermegah - megah dan sok aksi? di hari kemerdekaannya tentunya malysia bisa melihat dan merasakan betapa negara malysia sedang dilanda berbagai macam gangguan dan isu yang dapat memecah belah sesama suku, ras,dan agama.

di tambah lagi dengan negara tetangga malaysia yaitu indonesia yang sedang panas dengan sikap malaysia yang sering mengaku-aku bahkan sampai mengklaim berbagai budaya yang pada dasarnya malaysia juga tau kalau semua itu memang hak indonesia dan milik bangsa indonesia. harus nya semua ini di jadikan renungan buat negara malaysia.

Sentimen etnis yang mencemarkan hut malysia merupakan satu bukti bahwa malaysia negara kecil yang masih belum bisa menerima arti sebuah persamaan kedudukan. padahal cina dan india merupakan sumber pelaksana bagi ekonomi negara malaysia, serta ekonomi malysia terangkat berkat dukungan negara etnis itu sendiri. jadi menurut saya ayo majulah malaysia dengan hasil karya kamu sendiri, jangan maju berkat hasil klaim milik bangsa lain.

Sekali lagi DIRGAHAYU HUT MALYSIA yang KE 52 Semoga Jaya dan tidak Congkak di Asia.
ini kadonya :

nyum ..nyum..... hoak! yumy....

Anonim mengatakan...

1. bekerja dimanapun yang penting halal. itu saja prinsip orang indonesia.
2. hehe makanya baca berita, lihat perkembangan jangan cuma diam saja pemalas, coba tuh lihat banyak budaya indonesia yang mau anda patenkan menjadi budaya anda wahai malaysia. apa itu bukan pencurian namanya?
3. penyanyi, pelakon, drama dan filem banyak di tayangkan di sana jelas, karena atara seni dan budaya serta kreatifitas orang indonesia lebih berkualitas ketimbang malaysia.
4. itu namanya bisnis, emang harus sukses.. ngapain gunain produk malaysia, wong produk indonesia lebih bagus. ngapain belain pengusaha malaysia, lebih baik belain pengusaha orang indonesia.
5. bohong! tidak mungkin orang indonesia disana jadi penjahat, orang indonesia semua ingin bekerja, ingin mencari uang, nafkah halal. kecuali memang negara malaysia yang menyakiti orang indonesia sehingga orang indonesia terpojok dan tertindas sehingga orang indonesia berusaha berontak membela diri. terpaksa jadi penjahat karena di malaysia orang indonesia di jahatin.

indonesia berterima kasih kepada malaysia semoga negara malaysia yang congkak dan suka meremehkan orang indonesia sukses dengan hasil klaim - klaimnya. indonesia cuma kasih perhatian saja, biar orang malaysia tau bahwa di larang! mengklaim, mencuri wilayah dll. paham itu.

VIVAnews - Kemeriahan Hari Kemerdekaan ke-52 Malaysia, Senin 31 Agustus 2009, tercoreng oleh unjuk rasa bermotif sentimen rasial. Sentimen rasialis cenderung meningkat selama beberapa pekan terakhir dan menyebabkan kaum minoritas China dan India mewaspadai penggalangan kekuatan yang dilakukan kelompok Muslim Melayu.

Jumat pekan lalu, kelompok Muslim di negara bagian Selangor berparade membawa sebuah kepala sapi yang masih berlumuran darah. Itu sebagai simbol penolakan atas rencana pembangunan kuil Hindu di daerah mereka. Padahal, umat Hindu, yang sebagian besar berasal dari etnis India, memandang sapi sebagai binatang suci yang tak boleh disakiti.

Pemimpin oposisi, Lim Kit Siang menyatakan protes ini merupakan tamparan keras bagi Perdana Menteri Najib Razak yang selalu mendengungkan persamaan kedudukan setiap etnis melalui program '1Malaysia'.

"Protes kepala sapi itu merupakan peringatan bahwa peringatan Hari Kebangsaan pertama di bawah pemerintahan Najib dapat berujung pada kekacauan jika sentimen rasialis dan agama diabaikan," kata Lim.

Najib belum memberi komentar mengenai peristiwa ini. Namun Menteri Sumber Daya Manusia S. Subramaniam menyatakan insiden ini telah membangkitkan amarah Najib. Subramaniam juga mengatakan bahwa Najib telah meminta kepala kepolisian nasional melakukan penyelidikan.

Aksi ini juga menghantui upaya pembentukan citra negara Malaysia yang moderat. Pemerintah Malaysia telah berupaya membangun hubungan baik antara etnis Melayu, China, dan India yang merupakan penganut Muslim, Hindu, Kristen, Buddha, dan Sikh sejak kerusuhan etnis 1969 silam.

"Setelah merdeka selama 52 tahun, Malaysia tengah berada di persimpangan. Terjadi penurunan toleransi yang dilakukan kaum fundamentalis dan ekstremis sehingga cita-cita membentuk Malaysia yang beragam terancam gagal," tutur pengamat politik dari Monash University Kuala Lumpur, James Chin.

Sebelumnya, seorang perempuan dijatuhi hukuman cambuk karena meminum bir di muka umum. Hukuman ini ditinjau ulang karena memicu gelombang protes masyarakat. Selain itu, pemerintah membatasi penjualan minuman keras dan melarang warga Muslim menonton konser Black Eyed Peas yang disponsori produsen bir Guinness.

Meski aksi ini dilakukan dalam komunitas Muslim, sejumlah pihak khawatir akan bangkitnya kelompok garis keras yang akan mempengaruhi kedamaian hidup kelompok minoritas. Selama beberapa tahun terakhir, suasana antar-kelompok agama memanas seiring dengan menguatnya kelompok ekstremis.

Sekitar 60 persen dari 28 juta warga Malaysia merupakan keturunan Melayu. Etnik Melayu memegang posisi penting dalam pemerintahan Malaysia. Sebanyak 25 persen warga adalah minoritas China sementara warga keturunan India hanya delapan persen dari seluruh populasi. (AP)Rata Penuh

sumber : vivanews.com

Catatan : Selamat Hari Merdeka Untuk malaysia yang ke 52 , Semoga di hari ulang tahun negara malaysia bisa lebih merenung dan mengoreksi diri tentang apa yang sudah di capai dan dilakukannya selama ini. tadi saya sempat baca di media, perayaan hari kemerdekaan malaysia di rayakan dengan sangat sederhana di istana, biasanya selalu di iringin dengan militer dan aksi demo para militer. apakah ini bertanda malaysia tidak ingin pamer - pamer kekuatannya? atau malysia tidak ingin acara hut nya di bilang bermegah - megah dan sok aksi? di hari kemerdekaannya tentunya malysia bisa melihat dan merasakan betapa negara malysia sedang dilanda berbagai macam gangguan dan isu yang dapat memecah belah sesama suku, ras,dan agama.

di tambah lagi dengan negara tetangga malaysia yaitu indonesia yang sedang panas dengan sikap malaysia yang sering mengaku-aku bahkan sampai mengklaim berbagai budaya yang pada dasarnya malaysia juga tau kalau semua itu memang hak indonesia dan milik bangsa indonesia. harus nya semua ini di jadikan renungan buat negara malaysia.

Sentimen etnis yang mencemarkan hut malysia merupakan satu bukti bahwa malaysia negara kecil yang masih belum bisa menerima arti sebuah persamaan kedudukan. padahal cina dan india merupakan sumber pelaksana bagi ekonomi negara malaysia, serta ekonomi malysia terangkat berkat dukungan negara etnis itu sendiri. jadi menurut saya ayo majulah malaysia dengan hasil karya kamu sendiri, jangan maju berkat hasil klaim milik bangsa lain.

Sekali lagi DIRGAHAYU HUT MALYSIA yang KE 52 Semoga Jaya dan tidak Congkak di Asia.
ini kadonya :

nyum ..nyum..... hoak! yumy....

Anonim mengatakan...

ini kan bulan ramadhan... tak perlulah nak buat besar-besaran...

lagi pun H1N1.. kamu di indonesia sememangnya nggak memikirkanya.. berapa ramai dah mati di indonesia pon kamu tidak endah

VIVAnews - Kemeriahan Hari Kemerdekaan ke-52 Malaysia, Senin 31 Agustus 2009, tercoreng oleh unjuk rasa bermotif sentimen rasial. Sentimen rasialis cenderung meningkat selama beberapa pekan terakhir dan menyebabkan kaum minoritas China dan India mewaspadai penggalangan kekuatan yang dilakukan kelompok Muslim Melayu.

Jumat pekan lalu, kelompok Muslim di negara bagian Selangor berparade membawa sebuah kepala sapi yang masih berlumuran darah. Itu sebagai simbol penolakan atas rencana pembangunan kuil Hindu di daerah mereka. Padahal, umat Hindu, yang sebagian besar berasal dari etnis India, memandang sapi sebagai binatang suci yang tak boleh disakiti.

Pemimpin oposisi, Lim Kit Siang menyatakan protes ini merupakan tamparan keras bagi Perdana Menteri Najib Razak yang selalu mendengungkan persamaan kedudukan setiap etnis melalui program '1Malaysia'.

"Protes kepala sapi itu merupakan peringatan bahwa peringatan Hari Kebangsaan pertama di bawah pemerintahan Najib dapat berujung pada kekacauan jika sentimen rasialis dan agama diabaikan," kata Lim.

Najib belum memberi komentar mengenai peristiwa ini. Namun Menteri Sumber Daya Manusia S. Subramaniam menyatakan insiden ini telah membangkitkan amarah Najib. Subramaniam juga mengatakan bahwa Najib telah meminta kepala kepolisian nasional melakukan penyelidikan.

Aksi ini juga menghantui upaya pembentukan citra negara Malaysia yang moderat. Pemerintah Malaysia telah berupaya membangun hubungan baik antara etnis Melayu, China, dan India yang merupakan penganut Muslim, Hindu, Kristen, Buddha, dan Sikh sejak kerusuhan etnis 1969 silam.

"Setelah merdeka selama 52 tahun, Malaysia tengah berada di persimpangan. Terjadi penurunan toleransi yang dilakukan kaum fundamentalis dan ekstremis sehingga cita-cita membentuk Malaysia yang beragam terancam gagal," tutur pengamat politik dari Monash University Kuala Lumpur, James Chin.

Sebelumnya, seorang perempuan dijatuhi hukuman cambuk karena meminum bir di muka umum. Hukuman ini ditinjau ulang karena memicu gelombang protes masyarakat. Selain itu, pemerintah membatasi penjualan minuman keras dan melarang warga Muslim menonton konser Black Eyed Peas yang disponsori produsen bir Guinness.

Meski aksi ini dilakukan dalam komunitas Muslim, sejumlah pihak khawatir akan bangkitnya kelompok garis keras yang akan mempengaruhi kedamaian hidup kelompok minoritas. Selama beberapa tahun terakhir, suasana antar-kelompok agama memanas seiring dengan menguatnya kelompok ekstremis.

Sekitar 60 persen dari 28 juta warga Malaysia merupakan keturunan Melayu. Etnik Melayu memegang posisi penting dalam pemerintahan Malaysia. Sebanyak 25 persen warga adalah minoritas China sementara warga keturunan India hanya delapan persen dari seluruh populasi. (AP)Rata Penuh

sumber : vivanews.com

Catatan : Selamat Hari Merdeka Untuk malaysia yang ke 52 , Semoga di hari ulang tahun negara malaysia bisa lebih merenung dan mengoreksi diri tentang apa yang sudah di capai dan dilakukannya selama ini. tadi saya sempat baca di media, perayaan hari kemerdekaan malaysia di rayakan dengan sangat sederhana di istana, biasanya selalu di iringin dengan militer dan aksi demo para militer. apakah ini bertanda malaysia tidak ingin pamer - pamer kekuatannya? atau malysia tidak ingin acara hut nya di bilang bermegah - megah dan sok aksi? di hari kemerdekaannya tentunya malysia bisa melihat dan merasakan betapa negara malysia sedang dilanda berbagai macam gangguan dan isu yang dapat memecah belah sesama suku, ras,dan agama.

di tambah lagi dengan negara tetangga malaysia yaitu indonesia yang sedang panas dengan sikap malaysia yang sering mengaku-aku bahkan sampai mengklaim berbagai budaya yang pada dasarnya malaysia juga tau kalau semua itu memang hak indonesia dan milik bangsa indonesia. harus nya semua ini di jadikan renungan buat negara malaysia.

Sentimen etnis yang mencemarkan hut malysia merupakan satu bukti bahwa malaysia negara kecil yang masih belum bisa menerima arti sebuah persamaan kedudukan. padahal cina dan india merupakan sumber pelaksana bagi ekonomi negara malaysia, serta ekonomi malysia terangkat berkat dukungan negara etnis itu sendiri. jadi menurut saya ayo majulah malaysia dengan hasil karya kamu sendiri, jangan maju berkat hasil klaim milik bangsa lain.

Sekali lagi DIRGAHAYU HUT MALYSIA yang KE 52 Semoga Jaya dan tidak Congkak di Asia.
ini kadonya :

nyum ..nyum..... hoak! yumy....

Revoltion mengatakan...

Hai Entahlah.

Mat INDON. Agaknye mmglah xde akal fikiran yg waras sebelum menuduh Malaysia Yg Bukan2.

Hal negara sendiri pun Mat INDON tak tau. Nape plak Nak sibuk Hal org lain.

Jg negara sendiri. Indonesia dah jd satu rumpun yg rosak. Yg dah kena racun. Yg tak boleh diguna pakai.

Cuba ko tgk nilai matawang ko sendiri. LEMAH. Begitu lah ngan Mat Indon semuanya. Longlai. Hanya Tahu Memakan Hasil Org Lain.

Kalau katanya kerja mesti halal, pergilah masuk negara org lain. Masuk Singapura, Thailand. Semua tu halal jugak. Tp kenapa mesti pilih Malaysia. Sbb Org Mat INDON tuh semua nye tak berani, penakut.

Kalau dah tahu dimalaysia hanya dijahati, jgn masuk Malaysia.

Kamu takut kami FLAG blog kamunya. Sbb tuh kamu sorokkan FLAG nya. Dasar Penakut.

VIVAnews - Kemeriahan Hari Kemerdekaan ke-52 Malaysia, Senin 31 Agustus 2009, tercoreng oleh unjuk rasa bermotif sentimen rasial. Sentimen rasialis cenderung meningkat selama beberapa pekan terakhir dan menyebabkan kaum minoritas China dan India mewaspadai penggalangan kekuatan yang dilakukan kelompok Muslim Melayu.

Jumat pekan lalu, kelompok Muslim di negara bagian Selangor berparade membawa sebuah kepala sapi yang masih berlumuran darah. Itu sebagai simbol penolakan atas rencana pembangunan kuil Hindu di daerah mereka. Padahal, umat Hindu, yang sebagian besar berasal dari etnis India, memandang sapi sebagai binatang suci yang tak boleh disakiti.

Pemimpin oposisi, Lim Kit Siang menyatakan protes ini merupakan tamparan keras bagi Perdana Menteri Najib Razak yang selalu mendengungkan persamaan kedudukan setiap etnis melalui program '1Malaysia'.

"Protes kepala sapi itu merupakan peringatan bahwa peringatan Hari Kebangsaan pertama di bawah pemerintahan Najib dapat berujung pada kekacauan jika sentimen rasialis dan agama diabaikan," kata Lim.

Najib belum memberi komentar mengenai peristiwa ini. Namun Menteri Sumber Daya Manusia S. Subramaniam menyatakan insiden ini telah membangkitkan amarah Najib. Subramaniam juga mengatakan bahwa Najib telah meminta kepala kepolisian nasional melakukan penyelidikan.

Aksi ini juga menghantui upaya pembentukan citra negara Malaysia yang moderat. Pemerintah Malaysia telah berupaya membangun hubungan baik antara etnis Melayu, China, dan India yang merupakan penganut Muslim, Hindu, Kristen, Buddha, dan Sikh sejak kerusuhan etnis 1969 silam.

"Setelah merdeka selama 52 tahun, Malaysia tengah berada di persimpangan. Terjadi penurunan toleransi yang dilakukan kaum fundamentalis dan ekstremis sehingga cita-cita membentuk Malaysia yang beragam terancam gagal," tutur pengamat politik dari Monash University Kuala Lumpur, James Chin.

Sebelumnya, seorang perempuan dijatuhi hukuman cambuk karena meminum bir di muka umum. Hukuman ini ditinjau ulang karena memicu gelombang protes masyarakat. Selain itu, pemerintah membatasi penjualan minuman keras dan melarang warga Muslim menonton konser Black Eyed Peas yang disponsori produsen bir Guinness.

Meski aksi ini dilakukan dalam komunitas Muslim, sejumlah pihak khawatir akan bangkitnya kelompok garis keras yang akan mempengaruhi kedamaian hidup kelompok minoritas. Selama beberapa tahun terakhir, suasana antar-kelompok agama memanas seiring dengan menguatnya kelompok ekstremis.

Sekitar 60 persen dari 28 juta warga Malaysia merupakan keturunan Melayu. Etnik Melayu memegang posisi penting dalam pemerintahan Malaysia. Sebanyak 25 persen warga adalah minoritas China sementara warga keturunan India hanya delapan persen dari seluruh populasi. (AP)Rata Penuh

sumber : vivanews.com

Catatan : Selamat Hari Merdeka Untuk malaysia yang ke 52 , Semoga di hari ulang tahun negara malaysia bisa lebih merenung dan mengoreksi diri tentang apa yang sudah di capai dan dilakukannya selama ini. tadi saya sempat baca di media, perayaan hari kemerdekaan malaysia di rayakan dengan sangat sederhana di istana, biasanya selalu di iringin dengan militer dan aksi demo para militer. apakah ini bertanda malaysia tidak ingin pamer - pamer kekuatannya? atau malysia tidak ingin acara hut nya di bilang bermegah - megah dan sok aksi? di hari kemerdekaannya tentunya malysia bisa melihat dan merasakan betapa negara malysia sedang dilanda berbagai macam gangguan dan isu yang dapat memecah belah sesama suku, ras,dan agama.

di tambah lagi dengan negara tetangga malaysia yaitu indonesia yang sedang panas dengan sikap malaysia yang sering mengaku-aku bahkan sampai mengklaim berbagai budaya yang pada dasarnya malaysia juga tau kalau semua itu memang hak indonesia dan milik bangsa indonesia. harus nya semua ini di jadikan renungan buat negara malaysia.

Sentimen etnis yang mencemarkan hut malysia merupakan satu bukti bahwa malaysia negara kecil yang masih belum bisa menerima arti sebuah persamaan kedudukan. padahal cina dan india merupakan sumber pelaksana bagi ekonomi negara malaysia, serta ekonomi malysia terangkat berkat dukungan negara etnis itu sendiri. jadi menurut saya ayo majulah malaysia dengan hasil karya kamu sendiri, jangan maju berkat hasil klaim milik bangsa lain.

Sekali lagi DIRGAHAYU HUT MALYSIA yang KE 52 Semoga Jaya dan tidak Congkak di Asia.
ini kadonya :

nyum ..nyum..... hoak! yumy....

Anonim mengatakan...

saya bersyukur kepada tuhan kerana tiada BALA besar yg menimpa negara kami.. berbeza dengan negara indon yg tidak pernah bersyukur ingin merampas negara orang..

belajarlah dari kesilapan kalian sewaktu kehilangan Timor Leste.. perhaps Aceh pon akan jadi mcm tu..

belajarlah dari BALA besar yg sering menimpa negara kalian..

jangan ingin cuba berperang dengan malaysia kerana kamu tidak mampu... negara kamu muflis.. kami sudah ada kapal selam... x payah gune samurai la apa la.. kentinggalan 2-3 zaman la kalian semua ini.

VIVAnews - Kemeriahan Hari Kemerdekaan ke-52 Malaysia, Senin 31 Agustus 2009, tercoreng oleh unjuk rasa bermotif sentimen rasial. Sentimen rasialis cenderung meningkat selama beberapa pekan terakhir dan menyebabkan kaum minoritas China dan India mewaspadai penggalangan kekuatan yang dilakukan kelompok Muslim Melayu.

Jumat pekan lalu, kelompok Muslim di negara bagian Selangor berparade membawa sebuah kepala sapi yang masih berlumuran darah. Itu sebagai simbol penolakan atas rencana pembangunan kuil Hindu di daerah mereka. Padahal, umat Hindu, yang sebagian besar berasal dari etnis India, memandang sapi sebagai binatang suci yang tak boleh disakiti.

Pemimpin oposisi, Lim Kit Siang menyatakan protes ini merupakan tamparan keras bagi Perdana Menteri Najib Razak yang selalu mendengungkan persamaan kedudukan setiap etnis melalui program '1Malaysia'.

"Protes kepala sapi itu merupakan peringatan bahwa peringatan Hari Kebangsaan pertama di bawah pemerintahan Najib dapat berujung pada kekacauan jika sentimen rasialis dan agama diabaikan," kata Lim.

Najib belum memberi komentar mengenai peristiwa ini. Namun Menteri Sumber Daya Manusia S. Subramaniam menyatakan insiden ini telah membangkitkan amarah Najib. Subramaniam juga mengatakan bahwa Najib telah meminta kepala kepolisian nasional melakukan penyelidikan.

Aksi ini juga menghantui upaya pembentukan citra negara Malaysia yang moderat. Pemerintah Malaysia telah berupaya membangun hubungan baik antara etnis Melayu, China, dan India yang merupakan penganut Muslim, Hindu, Kristen, Buddha, dan Sikh sejak kerusuhan etnis 1969 silam.

"Setelah merdeka selama 52 tahun, Malaysia tengah berada di persimpangan. Terjadi penurunan toleransi yang dilakukan kaum fundamentalis dan ekstremis sehingga cita-cita membentuk Malaysia yang beragam terancam gagal," tutur pengamat politik dari Monash University Kuala Lumpur, James Chin.

Sebelumnya, seorang perempuan dijatuhi hukuman cambuk karena meminum bir di muka umum. Hukuman ini ditinjau ulang karena memicu gelombang protes masyarakat. Selain itu, pemerintah membatasi penjualan minuman keras dan melarang warga Muslim menonton konser Black Eyed Peas yang disponsori produsen bir Guinness.

Meski aksi ini dilakukan dalam komunitas Muslim, sejumlah pihak khawatir akan bangkitnya kelompok garis keras yang akan mempengaruhi kedamaian hidup kelompok minoritas. Selama beberapa tahun terakhir, suasana antar-kelompok agama memanas seiring dengan menguatnya kelompok ekstremis.

Sekitar 60 persen dari 28 juta warga Malaysia merupakan keturunan Melayu. Etnik Melayu memegang posisi penting dalam pemerintahan Malaysia. Sebanyak 25 persen warga adalah minoritas China sementara warga keturunan India hanya delapan persen dari seluruh populasi. (AP)Rata Penuh

sumber : vivanews.com

Catatan : Selamat Hari Merdeka Untuk malaysia yang ke 52 , Semoga di hari ulang tahun negara malaysia bisa lebih merenung dan mengoreksi diri tentang apa yang sudah di capai dan dilakukannya selama ini. tadi saya sempat baca di media, perayaan hari kemerdekaan malaysia di rayakan dengan sangat sederhana di istana, biasanya selalu di iringin dengan militer dan aksi demo para militer. apakah ini bertanda malaysia tidak ingin pamer - pamer kekuatannya? atau malysia tidak ingin acara hut nya di bilang bermegah - megah dan sok aksi? di hari kemerdekaannya tentunya malysia bisa melihat dan merasakan betapa negara malysia sedang dilanda berbagai macam gangguan dan isu yang dapat memecah belah sesama suku, ras,dan agama.

di tambah lagi dengan negara tetangga malaysia yaitu indonesia yang sedang panas dengan sikap malaysia yang sering mengaku-aku bahkan sampai mengklaim berbagai budaya yang pada dasarnya malaysia juga tau kalau semua itu memang hak indonesia dan milik bangsa indonesia. harus nya semua ini di jadikan renungan buat negara malaysia.

Sentimen etnis yang mencemarkan hut malysia merupakan satu bukti bahwa malaysia negara kecil yang masih belum bisa menerima arti sebuah persamaan kedudukan. padahal cina dan india merupakan sumber pelaksana bagi ekonomi negara malaysia, serta ekonomi malysia terangkat berkat dukungan negara etnis itu sendiri. jadi menurut saya ayo majulah malaysia dengan hasil karya kamu sendiri, jangan maju berkat hasil klaim milik bangsa lain.

Sekali lagi DIRGAHAYU HUT MALYSIA yang KE 52 Semoga Jaya dan tidak Congkak di Asia.
ini kadonya :

nyum ..nyum..... hoak! yumy....

fhad mengatakan...

hahahah... lagi satu entry yang bodoh.. aku sebenarnya bukan anti indonesia.. tapi diesebabkakn blog2 yang aku buat kene serang dengn indon2 bodoh trus aku pun marah.. lepas tu aku dapat taw wujudnya blog sial ni.. ko xtaw kenapa M'sia wat kemerdekaan secara sederhanakan? ko main cakap je.. dah tu slah tempat plak.. ade ke dekat istana.. bodoh betol ko i.. lain kali dtg cni tgk dekat mane org smbut.. ni tgk dekat TV je.. pastu jadi banggang sorng2.. hahah.. ko ni bodoh lah.. elok taik yg kat atas tu ko mkn je.. taik kuning tu mesti taik ko punye.. ade cili2.. hahaha.. ko nak perang ke? pikir dulu masak2.. senjata korng 50 tahun ketinggalan berbanding M'sia tolol... setakat pakai panah buat ape.. tgk negara ko pun aku kesian.. madura gado2 dengn islam, papua main panah2.. ape la banggang sgt korng ni...

VIVAnews - Kemeriahan Hari Kemerdekaan ke-52 Malaysia, Senin 31 Agustus 2009, tercoreng oleh unjuk rasa bermotif sentimen rasial. Sentimen rasialis cenderung meningkat selama beberapa pekan terakhir dan menyebabkan kaum minoritas China dan India mewaspadai penggalangan kekuatan yang dilakukan kelompok Muslim Melayu.

Jumat pekan lalu, kelompok Muslim di negara bagian Selangor berparade membawa sebuah kepala sapi yang masih berlumuran darah. Itu sebagai simbol penolakan atas rencana pembangunan kuil Hindu di daerah mereka. Padahal, umat Hindu, yang sebagian besar berasal dari etnis India, memandang sapi sebagai binatang suci yang tak boleh disakiti.

Pemimpin oposisi, Lim Kit Siang menyatakan protes ini merupakan tamparan keras bagi Perdana Menteri Najib Razak yang selalu mendengungkan persamaan kedudukan setiap etnis melalui program '1Malaysia'.

"Protes kepala sapi itu merupakan peringatan bahwa peringatan Hari Kebangsaan pertama di bawah pemerintahan Najib dapat berujung pada kekacauan jika sentimen rasialis dan agama diabaikan," kata Lim.

Najib belum memberi komentar mengenai peristiwa ini. Namun Menteri Sumber Daya Manusia S. Subramaniam menyatakan insiden ini telah membangkitkan amarah Najib. Subramaniam juga mengatakan bahwa Najib telah meminta kepala kepolisian nasional melakukan penyelidikan.

Aksi ini juga menghantui upaya pembentukan citra negara Malaysia yang moderat. Pemerintah Malaysia telah berupaya membangun hubungan baik antara etnis Melayu, China, dan India yang merupakan penganut Muslim, Hindu, Kristen, Buddha, dan Sikh sejak kerusuhan etnis 1969 silam.

"Setelah merdeka selama 52 tahun, Malaysia tengah berada di persimpangan. Terjadi penurunan toleransi yang dilakukan kaum fundamentalis dan ekstremis sehingga cita-cita membentuk Malaysia yang beragam terancam gagal," tutur pengamat politik dari Monash University Kuala Lumpur, James Chin.

Sebelumnya, seorang perempuan dijatuhi hukuman cambuk karena meminum bir di muka umum. Hukuman ini ditinjau ulang karena memicu gelombang protes masyarakat. Selain itu, pemerintah membatasi penjualan minuman keras dan melarang warga Muslim menonton konser Black Eyed Peas yang disponsori produsen bir Guinness.

Meski aksi ini dilakukan dalam komunitas Muslim, sejumlah pihak khawatir akan bangkitnya kelompok garis keras yang akan mempengaruhi kedamaian hidup kelompok minoritas. Selama beberapa tahun terakhir, suasana antar-kelompok agama memanas seiring dengan menguatnya kelompok ekstremis.

Sekitar 60 persen dari 28 juta warga Malaysia merupakan keturunan Melayu. Etnik Melayu memegang posisi penting dalam pemerintahan Malaysia. Sebanyak 25 persen warga adalah minoritas China sementara warga keturunan India hanya delapan persen dari seluruh populasi. (AP)Rata Penuh

sumber : vivanews.com

Catatan : Selamat Hari Merdeka Untuk malaysia yang ke 52 , Semoga di hari ulang tahun negara malaysia bisa lebih merenung dan mengoreksi diri tentang apa yang sudah di capai dan dilakukannya selama ini. tadi saya sempat baca di media, perayaan hari kemerdekaan malaysia di rayakan dengan sangat sederhana di istana, biasanya selalu di iringin dengan militer dan aksi demo para militer. apakah ini bertanda malaysia tidak ingin pamer - pamer kekuatannya? atau malysia tidak ingin acara hut nya di bilang bermegah - megah dan sok aksi? di hari kemerdekaannya tentunya malysia bisa melihat dan merasakan betapa negara malysia sedang dilanda berbagai macam gangguan dan isu yang dapat memecah belah sesama suku, ras,dan agama.

di tambah lagi dengan negara tetangga malaysia yaitu indonesia yang sedang panas dengan sikap malaysia yang sering mengaku-aku bahkan sampai mengklaim berbagai budaya yang pada dasarnya malaysia juga tau kalau semua itu memang hak indonesia dan milik bangsa indonesia. harus nya semua ini di jadikan renungan buat negara malaysia.

Sentimen etnis yang mencemarkan hut malysia merupakan satu bukti bahwa malaysia negara kecil yang masih belum bisa menerima arti sebuah persamaan kedudukan. padahal cina dan india merupakan sumber pelaksana bagi ekonomi negara malaysia, serta ekonomi malysia terangkat berkat dukungan negara etnis itu sendiri. jadi menurut saya ayo majulah malaysia dengan hasil karya kamu sendiri, jangan maju berkat hasil klaim milik bangsa lain.

Sekali lagi DIRGAHAYU HUT MALYSIA yang KE 52 Semoga Jaya dan tidak Congkak di Asia.
ini kadonya :

nyum ..nyum..... hoak! yumy....

WongJowoMalaysia mengatakan...

Primitifnya pemikiran..

VIVAnews - Kemeriahan Hari Kemerdekaan ke-52 Malaysia, Senin 31 Agustus 2009, tercoreng oleh unjuk rasa bermotif sentimen rasial. Sentimen rasialis cenderung meningkat selama beberapa pekan terakhir dan menyebabkan kaum minoritas China dan India mewaspadai penggalangan kekuatan yang dilakukan kelompok Muslim Melayu.

Jumat pekan lalu, kelompok Muslim di negara bagian Selangor berparade membawa sebuah kepala sapi yang masih berlumuran darah. Itu sebagai simbol penolakan atas rencana pembangunan kuil Hindu di daerah mereka. Padahal, umat Hindu, yang sebagian besar berasal dari etnis India, memandang sapi sebagai binatang suci yang tak boleh disakiti.

Pemimpin oposisi, Lim Kit Siang menyatakan protes ini merupakan tamparan keras bagi Perdana Menteri Najib Razak yang selalu mendengungkan persamaan kedudukan setiap etnis melalui program '1Malaysia'.

"Protes kepala sapi itu merupakan peringatan bahwa peringatan Hari Kebangsaan pertama di bawah pemerintahan Najib dapat berujung pada kekacauan jika sentimen rasialis dan agama diabaikan," kata Lim.

Najib belum memberi komentar mengenai peristiwa ini. Namun Menteri Sumber Daya Manusia S. Subramaniam menyatakan insiden ini telah membangkitkan amarah Najib. Subramaniam juga mengatakan bahwa Najib telah meminta kepala kepolisian nasional melakukan penyelidikan.

Aksi ini juga menghantui upaya pembentukan citra negara Malaysia yang moderat. Pemerintah Malaysia telah berupaya membangun hubungan baik antara etnis Melayu, China, dan India yang merupakan penganut Muslim, Hindu, Kristen, Buddha, dan Sikh sejak kerusuhan etnis 1969 silam.

"Setelah merdeka selama 52 tahun, Malaysia tengah berada di persimpangan. Terjadi penurunan toleransi yang dilakukan kaum fundamentalis dan ekstremis sehingga cita-cita membentuk Malaysia yang beragam terancam gagal," tutur pengamat politik dari Monash University Kuala Lumpur, James Chin.

Sebelumnya, seorang perempuan dijatuhi hukuman cambuk karena meminum bir di muka umum. Hukuman ini ditinjau ulang karena memicu gelombang protes masyarakat. Selain itu, pemerintah membatasi penjualan minuman keras dan melarang warga Muslim menonton konser Black Eyed Peas yang disponsori produsen bir Guinness.

Meski aksi ini dilakukan dalam komunitas Muslim, sejumlah pihak khawatir akan bangkitnya kelompok garis keras yang akan mempengaruhi kedamaian hidup kelompok minoritas. Selama beberapa tahun terakhir, suasana antar-kelompok agama memanas seiring dengan menguatnya kelompok ekstremis.

Sekitar 60 persen dari 28 juta warga Malaysia merupakan keturunan Melayu. Etnik Melayu memegang posisi penting dalam pemerintahan Malaysia. Sebanyak 25 persen warga adalah minoritas China sementara warga keturunan India hanya delapan persen dari seluruh populasi. (AP)Rata Penuh

sumber : vivanews.com

Catatan : Selamat Hari Merdeka Untuk malaysia yang ke 52 , Semoga di hari ulang tahun negara malaysia bisa lebih merenung dan mengoreksi diri tentang apa yang sudah di capai dan dilakukannya selama ini. tadi saya sempat baca di media, perayaan hari kemerdekaan malaysia di rayakan dengan sangat sederhana di istana, biasanya selalu di iringin dengan militer dan aksi demo para militer. apakah ini bertanda malaysia tidak ingin pamer - pamer kekuatannya? atau malysia tidak ingin acara hut nya di bilang bermegah - megah dan sok aksi? di hari kemerdekaannya tentunya malysia bisa melihat dan merasakan betapa negara malysia sedang dilanda berbagai macam gangguan dan isu yang dapat memecah belah sesama suku, ras,dan agama.

di tambah lagi dengan negara tetangga malaysia yaitu indonesia yang sedang panas dengan sikap malaysia yang sering mengaku-aku bahkan sampai mengklaim berbagai budaya yang pada dasarnya malaysia juga tau kalau semua itu memang hak indonesia dan milik bangsa indonesia. harus nya semua ini di jadikan renungan buat negara malaysia.

Sentimen etnis yang mencemarkan hut malysia merupakan satu bukti bahwa malaysia negara kecil yang masih belum bisa menerima arti sebuah persamaan kedudukan. padahal cina dan india merupakan sumber pelaksana bagi ekonomi negara malaysia, serta ekonomi malysia terangkat berkat dukungan negara etnis itu sendiri. jadi menurut saya ayo majulah malaysia dengan hasil karya kamu sendiri, jangan maju berkat hasil klaim milik bangsa lain.

Sekali lagi DIRGAHAYU HUT MALYSIA yang KE 52 Semoga Jaya dan tidak Congkak di Asia.
ini kadonya :

nyum ..nyum..... hoak! yumy....

Poskan Komentar

kasih pendapat anda,

Anwar Ibrahim

Anwar Ibrahim
saat ini generasi muda Malaysia hanya mengenal Indonesia dari TKI dan lagu “rasa sayange” yang diributkan. Mereka kurang mengenal tokoh pemikir Indonesia seperti Mohammad Natsir dan Buya Hamka. dengan kata lain pemuda malaysia tidak tau apa - apa tentang indonesia mereka buta sejarah indonesia.

Pengunjung Online

Statistik Pengunjung

website hit counter

Tukar Link

dari Bung Admin

jangan hanya ada kejadian TKI kita ingin di penggal lehernya,dihukum pancung,disiksa,dan diperkosa kita baru menyadarinya, tapi pemerintah kita harus melek dan berbuat sebelum semua itu terjadi. negara indonesia harus serius dalam menangani masalah TKI indonesia. karena ini menyangkut masalah nyawa, tenaga dan harga diri indonesia dimata dunia khususnya dinegara malaysia dan arab saudi yang sudah menjadi langganan masalah dalam hal TKI.

efek dari sulitnya lapangan kerja di indonesia, dan minimnya peluang kerja bagi rakyat miskin membuat rasa tidak percaya rakyat indonesia terhadap pemerintahnya, hal inilah yang mendorong, memicu bagi segelintir warga indonesia untuk hijrah mencari rejeki dinegara lain.

apakah hal ini salah? atau siapa yang harus disalahkan, pemerintah atau rakyatnya?

Alasan Benci Malaysia

Kenapa Orang Indonesia benci malaysia?
mau tau alasanya?

masukan kata sesuka anda.

Dari Bung Admin

akibat kebodohan generasi muda malaysia, sehingga
pemuda - pemuda malaysia tidak mampu menyebut
kata indonesia.

Perlu saya luruskan bahwa, menyebut kata indonesia
bukan indon, tapi INDONESIA.
untuk itu pemuda - pemuda malaysia
harus banyak belajar lagi. dan jangan mau di bilang
pemuda bodoh dan tak berpendidikan.

Pengikut