SELAMAT DATANG DI BLOG MALAYCELAKA, CELAKALAH ORANG - ORANG MALAYSIA YANG TELAH MENYIKSA TKI INDONESIA, DAN SEGALA AKSI TINDAKAN BODOH NYA TERHADAP BANGSA INDONESIA.PENULIS TIDAK SEDANG BERPERANG, TAPI PENULIS SEDANG MENYENTIL LEWAT TULISAN.

MALINGSIA ibarat VIRUS, dia telah menggerogoti wilayah kita indonesia. blog dan web yang menghina kesatuan indonesia kini bertebaran di dunia maya. itu bukan penghormatan, melainkan penghinaan besar terhadap negara kita indonesia. apa kesan anda setelah membaca dan melihat semua itu? pasti sakit, kecewa, dan terasa terinjak - injak harga diri kita. apa lagi saudara kita yang pernah tersiksa di sana, sudah pasti menimbulkan luka yang sangat dalam. apakah kita cuma tinggal diam melihat semua itu? sudah barang tentu tidak!!!untuk itu sudah saatnya kita bangkit, sudah saatnya kita sadar, sudah saatnya kita peduli terhadap bangsa kita sendiri yaitu indonesia. kalo bukan kita, siapa lagi? mari kita perangi bersama untuk malingsia yang suka menghina dan menyakiti saudara kita. !

Mengapa Calon Bomber Disebut 'Pengantin'?

Nama Saefudin Jaelani tiba-tiba mencuat di tengah hiruk-pikuk perburuan gembong teroris Noordin M Top oleh Densus 88 Antiteror. Konon pedagang obat-obat herbal dan ahli pengobatan bekam itu juga sama berbahayanya dengan Noordin, karena kepiawaiannya merekrut calon pelaku bom bunuh diri.

Polri bahkan sangat meyakini bahwa Sefudin-lah yang merekrut Danni Dwi Permana, bomber Hotel JW Marriott 17 Juli 2009. Tak cuma itu. Ustadz asal Cirebon, Jawa Barat, itu juga diyakini telah merekrut 14 pemuda lain untuk dijadikan sebagai 'pengantin' yang akan menebar teror bom di sejumlah tempat.

Mengapa kelompok teroris menyebut calon 'pengebom bunuh diri' dengan istilah 'pengantin'?

Mengenai pelaku bom bunuh diri, seorang jurnalis David Brooks pernah mengkaitkannya dengan sejarah pengebom bunuh diri di kalangan pejuang Palestina yang menentang pendudukan Israel. Dalam artikel "The Culture of Martyrdom" (Majalah Atlantic edisi Juni 2002) Brooks memuat laporan Nasra Hassan, wartawan Pakistan yang telah mewawancarai 250 perekrut pelaku bom bunuh diri di Palestina selama kurun 1996-1999.

Pelaku bom bunuh diri, kata Brooks, umumnya sangat loyal kepada kelompoknya. Loyalitas ini mereka tanamkan melalui proses indoktrinasi dan cuci otak, persis seperti yang dilakukan oleh Jim Jones pemimpin Sekte Matahari kepada para jemaahnya menjelang bunuh diri masal tahun 1977.

Para calon pelaku bom burun diri itu terbagi dalam sel-sel kecil. Mereka diberi ceramah agama serta melakukan ritual ibadah yang intensif. Kebencian mereka terhadap musuh (biasanya simbol-simbol Barat dan pendukung Israel) dibakar setiap hari. Mereka lalu diajak untuk berjihad, meski dengan pemahaman tentang jihad yang menyesatkan.

Selain itu, calon pelaku bom bunuh diri selalu diyakinkan akan masuk surga sebagai balasan tindakannya. Mereka dicekoki keyakinan bahwa surga terbentang di balik detonator pemantik bom. Ajal kematian bahkan hanya akan dirasakan tidak lebih dari sekadar cubitan, sama sekali tidak menyakitkan.

Para perekrut malah kadang-kadang menyuruh calon pelaku bom bunuh diri untuk telentang di lubang kubur kosong, sehingga mereka bisa merasakan bagaimana tenteramnya kematian yang akan tiba. Sebaliknya kepada mereka diingatkan secara terus menerus bahwa hidup di dunia itu fana. Banyak penderitaan, cobaan, dan penghianatan.

Mereka selalu diyakinkan bahwa yang abadi adalah di surga, di mana ada 72 bidadari yang menunggu dengan penuh cinta. Mungkin karena digambarkan akan bertemu dan menikah dengan bidadari di surga itu, maka calon pelaku bom bunuh diri kemudian disebut sebagai 'pengantin'. Lalu saat bom meledak dan nyawa si pelaku melayang, disebut sebagai 'perkawinan', yakni pertemuan antara jiwa si pelaku dengan sang bidadari.

Sumber : inilah.com

Catatan : Sangat sulit dipahami untuk orang yang otaknya normal, dari cara - cara berpikir dan tindakan - tindakan yang sangat tidak masuk akal, para penjihad mencuci otak orang-orang yang tidak mengerti apa-apa. mereka persis setan yang membisikan telinga orang-orang yang tidak berdosa untuk berbuat dosa. membunuh, merusak, dan mengancurkan kedamaian umat beragama. islam dan al-quran tidak mengajarkan seperti itu, apalagi sampai membunuh saudaranya sendiri. hanya tuhan yang tau setelah hambanya menemui ajalnya. saya sungguh prihatin dengan kejadian semua ini.

2 komentar:

tforce2009 mengatakan...

wah,wah, blog yang nasionalis.
salam kenal

Nama Saefudin Jaelani tiba-tiba mencuat di tengah hiruk-pikuk perburuan gembong teroris Noordin M Top oleh Densus 88 Antiteror. Konon pedagang obat-obat herbal dan ahli pengobatan bekam itu juga sama berbahayanya dengan Noordin, karena kepiawaiannya merekrut calon pelaku bom bunuh diri.

Polri bahkan sangat meyakini bahwa Sefudin-lah yang merekrut Danni Dwi Permana, bomber Hotel JW Marriott 17 Juli 2009. Tak cuma itu. Ustadz asal Cirebon, Jawa Barat, itu juga diyakini telah merekrut 14 pemuda lain untuk dijadikan sebagai 'pengantin' yang akan menebar teror bom di sejumlah tempat.

Mengapa kelompok teroris menyebut calon 'pengebom bunuh diri' dengan istilah 'pengantin'?

Mengenai pelaku bom bunuh diri, seorang jurnalis David Brooks pernah mengkaitkannya dengan sejarah pengebom bunuh diri di kalangan pejuang Palestina yang menentang pendudukan Israel. Dalam artikel "The Culture of Martyrdom" (Majalah Atlantic edisi Juni 2002) Brooks memuat laporan Nasra Hassan, wartawan Pakistan yang telah mewawancarai 250 perekrut pelaku bom bunuh diri di Palestina selama kurun 1996-1999.

Pelaku bom bunuh diri, kata Brooks, umumnya sangat loyal kepada kelompoknya. Loyalitas ini mereka tanamkan melalui proses indoktrinasi dan cuci otak, persis seperti yang dilakukan oleh Jim Jones pemimpin Sekte Matahari kepada para jemaahnya menjelang bunuh diri masal tahun 1977.

Para calon pelaku bom burun diri itu terbagi dalam sel-sel kecil. Mereka diberi ceramah agama serta melakukan ritual ibadah yang intensif. Kebencian mereka terhadap musuh (biasanya simbol-simbol Barat dan pendukung Israel) dibakar setiap hari. Mereka lalu diajak untuk berjihad, meski dengan pemahaman tentang jihad yang menyesatkan.

Selain itu, calon pelaku bom bunuh diri selalu diyakinkan akan masuk surga sebagai balasan tindakannya. Mereka dicekoki keyakinan bahwa surga terbentang di balik detonator pemantik bom. Ajal kematian bahkan hanya akan dirasakan tidak lebih dari sekadar cubitan, sama sekali tidak menyakitkan.

Para perekrut malah kadang-kadang menyuruh calon pelaku bom bunuh diri untuk telentang di lubang kubur kosong, sehingga mereka bisa merasakan bagaimana tenteramnya kematian yang akan tiba. Sebaliknya kepada mereka diingatkan secara terus menerus bahwa hidup di dunia itu fana. Banyak penderitaan, cobaan, dan penghianatan.

Mereka selalu diyakinkan bahwa yang abadi adalah di surga, di mana ada 72 bidadari yang menunggu dengan penuh cinta. Mungkin karena digambarkan akan bertemu dan menikah dengan bidadari di surga itu, maka calon pelaku bom bunuh diri kemudian disebut sebagai 'pengantin'. Lalu saat bom meledak dan nyawa si pelaku melayang, disebut sebagai 'perkawinan', yakni pertemuan antara jiwa si pelaku dengan sang bidadari.

Sumber : inilah.com

Catatan : Sangat sulit dipahami untuk orang yang otaknya normal, dari cara - cara berpikir dan tindakan - tindakan yang sangat tidak masuk akal, para penjihad mencuci otak orang-orang yang tidak mengerti apa-apa. mereka persis setan yang membisikan telinga orang-orang yang tidak berdosa untuk berbuat dosa. membunuh, merusak, dan mengancurkan kedamaian umat beragama. islam dan al-quran tidak mengajarkan seperti itu, apalagi sampai membunuh saudaranya sendiri. hanya tuhan yang tau setelah hambanya menemui ajalnya. saya sungguh prihatin dengan kejadian semua ini.

malaycelaka mengatakan...

rasa nasionalis tumbuh ketika kita merasa ditekan, disakiti dan hina oleh negara lain. semoga sahabat2 indonesia bisa menular rasa itu, agar negara kita tidak mudah goyah dan pemuda indonesia bisa bersatu melawan segala gangguan.

Nama Saefudin Jaelani tiba-tiba mencuat di tengah hiruk-pikuk perburuan gembong teroris Noordin M Top oleh Densus 88 Antiteror. Konon pedagang obat-obat herbal dan ahli pengobatan bekam itu juga sama berbahayanya dengan Noordin, karena kepiawaiannya merekrut calon pelaku bom bunuh diri.

Polri bahkan sangat meyakini bahwa Sefudin-lah yang merekrut Danni Dwi Permana, bomber Hotel JW Marriott 17 Juli 2009. Tak cuma itu. Ustadz asal Cirebon, Jawa Barat, itu juga diyakini telah merekrut 14 pemuda lain untuk dijadikan sebagai 'pengantin' yang akan menebar teror bom di sejumlah tempat.

Mengapa kelompok teroris menyebut calon 'pengebom bunuh diri' dengan istilah 'pengantin'?

Mengenai pelaku bom bunuh diri, seorang jurnalis David Brooks pernah mengkaitkannya dengan sejarah pengebom bunuh diri di kalangan pejuang Palestina yang menentang pendudukan Israel. Dalam artikel "The Culture of Martyrdom" (Majalah Atlantic edisi Juni 2002) Brooks memuat laporan Nasra Hassan, wartawan Pakistan yang telah mewawancarai 250 perekrut pelaku bom bunuh diri di Palestina selama kurun 1996-1999.

Pelaku bom bunuh diri, kata Brooks, umumnya sangat loyal kepada kelompoknya. Loyalitas ini mereka tanamkan melalui proses indoktrinasi dan cuci otak, persis seperti yang dilakukan oleh Jim Jones pemimpin Sekte Matahari kepada para jemaahnya menjelang bunuh diri masal tahun 1977.

Para calon pelaku bom burun diri itu terbagi dalam sel-sel kecil. Mereka diberi ceramah agama serta melakukan ritual ibadah yang intensif. Kebencian mereka terhadap musuh (biasanya simbol-simbol Barat dan pendukung Israel) dibakar setiap hari. Mereka lalu diajak untuk berjihad, meski dengan pemahaman tentang jihad yang menyesatkan.

Selain itu, calon pelaku bom bunuh diri selalu diyakinkan akan masuk surga sebagai balasan tindakannya. Mereka dicekoki keyakinan bahwa surga terbentang di balik detonator pemantik bom. Ajal kematian bahkan hanya akan dirasakan tidak lebih dari sekadar cubitan, sama sekali tidak menyakitkan.

Para perekrut malah kadang-kadang menyuruh calon pelaku bom bunuh diri untuk telentang di lubang kubur kosong, sehingga mereka bisa merasakan bagaimana tenteramnya kematian yang akan tiba. Sebaliknya kepada mereka diingatkan secara terus menerus bahwa hidup di dunia itu fana. Banyak penderitaan, cobaan, dan penghianatan.

Mereka selalu diyakinkan bahwa yang abadi adalah di surga, di mana ada 72 bidadari yang menunggu dengan penuh cinta. Mungkin karena digambarkan akan bertemu dan menikah dengan bidadari di surga itu, maka calon pelaku bom bunuh diri kemudian disebut sebagai 'pengantin'. Lalu saat bom meledak dan nyawa si pelaku melayang, disebut sebagai 'perkawinan', yakni pertemuan antara jiwa si pelaku dengan sang bidadari.

Sumber : inilah.com

Catatan : Sangat sulit dipahami untuk orang yang otaknya normal, dari cara - cara berpikir dan tindakan - tindakan yang sangat tidak masuk akal, para penjihad mencuci otak orang-orang yang tidak mengerti apa-apa. mereka persis setan yang membisikan telinga orang-orang yang tidak berdosa untuk berbuat dosa. membunuh, merusak, dan mengancurkan kedamaian umat beragama. islam dan al-quran tidak mengajarkan seperti itu, apalagi sampai membunuh saudaranya sendiri. hanya tuhan yang tau setelah hambanya menemui ajalnya. saya sungguh prihatin dengan kejadian semua ini.

Poskan Komentar

kasih pendapat anda,

Anwar Ibrahim

Anwar Ibrahim
saat ini generasi muda Malaysia hanya mengenal Indonesia dari TKI dan lagu “rasa sayange” yang diributkan. Mereka kurang mengenal tokoh pemikir Indonesia seperti Mohammad Natsir dan Buya Hamka. dengan kata lain pemuda malaysia tidak tau apa - apa tentang indonesia mereka buta sejarah indonesia.

Pengunjung Online

Statistik Pengunjung

website hit counter

Tukar Link

dari Bung Admin

jangan hanya ada kejadian TKI kita ingin di penggal lehernya,dihukum pancung,disiksa,dan diperkosa kita baru menyadarinya, tapi pemerintah kita harus melek dan berbuat sebelum semua itu terjadi. negara indonesia harus serius dalam menangani masalah TKI indonesia. karena ini menyangkut masalah nyawa, tenaga dan harga diri indonesia dimata dunia khususnya dinegara malaysia dan arab saudi yang sudah menjadi langganan masalah dalam hal TKI.

efek dari sulitnya lapangan kerja di indonesia, dan minimnya peluang kerja bagi rakyat miskin membuat rasa tidak percaya rakyat indonesia terhadap pemerintahnya, hal inilah yang mendorong, memicu bagi segelintir warga indonesia untuk hijrah mencari rejeki dinegara lain.

apakah hal ini salah? atau siapa yang harus disalahkan, pemerintah atau rakyatnya?

Alasan Benci Malaysia

Kenapa Orang Indonesia benci malaysia?
mau tau alasanya?

masukan kata sesuka anda.

Dari Bung Admin

akibat kebodohan generasi muda malaysia, sehingga
pemuda - pemuda malaysia tidak mampu menyebut
kata indonesia.

Perlu saya luruskan bahwa, menyebut kata indonesia
bukan indon, tapi INDONESIA.
untuk itu pemuda - pemuda malaysia
harus banyak belajar lagi. dan jangan mau di bilang
pemuda bodoh dan tak berpendidikan.

Pengikut