SELAMAT DATANG DI BLOG MALAYCELAKA, CELAKALAH ORANG - ORANG MALAYSIA YANG TELAH MENYIKSA TKI INDONESIA, DAN SEGALA AKSI TINDAKAN BODOH NYA TERHADAP BANGSA INDONESIA.PENULIS TIDAK SEDANG BERPERANG, TAPI PENULIS SEDANG MENYENTIL LEWAT TULISAN.

MALINGSIA ibarat VIRUS, dia telah menggerogoti wilayah kita indonesia. blog dan web yang menghina kesatuan indonesia kini bertebaran di dunia maya. itu bukan penghormatan, melainkan penghinaan besar terhadap negara kita indonesia. apa kesan anda setelah membaca dan melihat semua itu? pasti sakit, kecewa, dan terasa terinjak - injak harga diri kita. apa lagi saudara kita yang pernah tersiksa di sana, sudah pasti menimbulkan luka yang sangat dalam. apakah kita cuma tinggal diam melihat semua itu? sudah barang tentu tidak!!!untuk itu sudah saatnya kita bangkit, sudah saatnya kita sadar, sudah saatnya kita peduli terhadap bangsa kita sendiri yaitu indonesia. kalo bukan kita, siapa lagi? mari kita perangi bersama untuk malingsia yang suka menghina dan menyakiti saudara kita. !

Discovery Channel Cabut Iklan 'Tari Pendet' Malaysia


Jakarta - Gambar penari pendet yang memicu rasa marah publik Indonesia merupakan iklan acara Discovery Channel bertajuk 'Enigmatic Malaysia'. Iklan tersebut dicabut hari ini.

"Iklan dari Discovery sudah dicabut, mereka akan mencabutnya hari ini dan tidak akan menayangkan kembali," kata Dirjen Nilai Kebudayaan Seni dan Film Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Tjetjep Suparman kepada wartawan di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2009).

Tjetjep menjelaskan, sebelum masalah ini muncul ke permukaan, kedua negara telah mempunyai kesepakatan bersama tentang kebudayaan. Kedua belah pihak harus fair untuk menyatakan siapa pemilik budaya tersebut.

"Jika ingin menampilkan kebudayaan, kebudayaan tersebut harus jelas maka mesti dicantumkan siapa pemiliknya. Namun jika kebudayaan tersebut masih abu-abu juga mesti dicantumkan grey area atau abu-abu," jelasnya.

Kedubes Malaysia menyatakan iklan yang menampilkan penari pendet bukanlah buatan pemerintah Malaysia. Iklan itu merupakan produksi swasta.

"Malaysia sebenarnya tidak ada apa-apa tentang klaim (tidak pernah mengklaim-red) tari pendet tersebut," kata Kuasa Usaha Sementara Dubes Malaysia Amran Muhammad Zein.

sumber : kaskus.us

catatan: begitulah cara - cara negara malingsia menghindar dari masalah, dengan alasan bukan buatan pemerintah malaysia. padahal jelas2 itu merupakan tindakan pencurian budaya indonesia yang di pakai untuk promosi dan kepentingan negara maling dan mengeruk keuntungannya. menurut saya pemerintah malaysia tidak punya rasa malu dan tidak pernah jera dalam hal klaim mengklaim. dengan kejadian seperti ini sudah jelas, malaysia semakin jelas dan pantas di sebut sebagai negara maling budaya!

5 komentar:

test mengatakan...

Siapa yang maling ya???

Lagu2 Indon banyak yang ditiru / diciplak dari lagu2 barat! Jadi tak payahlah nak mengaku yang korang tu kreatif! Sekurang2 lagu2 malaysia takde yg menciplak!!!! Hidup menipu memang sebahagian dari cara hidup diorg tu rupanya...

Musik!
Lihat - musik di Film "Ayat-ayat Cinta" nyontek abis instrumen "Legend Of The Fall".

Lagu2
D’massive ‘Dilema’ nyontek lagunya Muse ‘Soldier’s Poem’…
my heart - irwansyah & acha, jiplak lagu mandarin taon 90/91, ai siang i ke pu huei cia ti ren
Ceria by J-Rocks VS C'est La Vie by L'Arc en Ciel
Entah Bagaimana by J-Rocks VS Bell Air by Malice Mizer
Topeng Sahabat by J-Rocks VS Shinsoku (Lose Control) by L'Arc en Ciel
Serba Salah by J-Rocks VS Sobakasu by Judy and Mary
Mestinya Kuakhiri Semua by J-Rocks VS Butterfly Sleep by L'Arc en Ciel…
ambil kau
- Dewa (Arjuna Mencari Cinta) => U2 (I Still Haven’t Found What I’m Looking For) + The Police (Roxanne)
- Dewa (Pangeran Cinta) => Led Zeppelin (Immigrant Song)
- Dewa (Hadapi Dengan Senyum) => Queen (Let Us Cling Together)
- Ratu (Lelaki Buaya Darat) => Chantal Kreviazuk (Another Small Adventure)
- Sheila On 7 (Anugerah Terindah …) => Cat Stevens (Father & Son)
- Sheila On 7 (Karna Aku Setia) => Oasis ((What’s The Story) Morning Glory)
- Sheila On 7 (Kita) => Blur (Coffee & TV)
- Sheila On 7 (Percayakan Padaku) => The Beatles (Blackbird)
- Sheila On 7 (Saat Aku Lanjut Usia) => The Beatles (When I’m Sixty Four)
- Sheila On 7 (Seandainya) => Blur (No Distance Left To Run)
- Sheila On 7 (Temani Aku) => Oasis (She’s Electric)
- Sheila On 7 (Tunggu Aku Di Jakarta) => Oasis (Champagne Supernova)

Movie / sinetron 90% niru korea, india, brasil & cina


Jakarta - Gambar penari pendet yang memicu rasa marah publik Indonesia merupakan iklan acara Discovery Channel bertajuk 'Enigmatic Malaysia'. Iklan tersebut dicabut hari ini.

"Iklan dari Discovery sudah dicabut, mereka akan mencabutnya hari ini dan tidak akan menayangkan kembali," kata Dirjen Nilai Kebudayaan Seni dan Film Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Tjetjep Suparman kepada wartawan di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2009).

Tjetjep menjelaskan, sebelum masalah ini muncul ke permukaan, kedua negara telah mempunyai kesepakatan bersama tentang kebudayaan. Kedua belah pihak harus fair untuk menyatakan siapa pemilik budaya tersebut.

"Jika ingin menampilkan kebudayaan, kebudayaan tersebut harus jelas maka mesti dicantumkan siapa pemiliknya. Namun jika kebudayaan tersebut masih abu-abu juga mesti dicantumkan grey area atau abu-abu," jelasnya.

Kedubes Malaysia menyatakan iklan yang menampilkan penari pendet bukanlah buatan pemerintah Malaysia. Iklan itu merupakan produksi swasta.

"Malaysia sebenarnya tidak ada apa-apa tentang klaim (tidak pernah mengklaim-red) tari pendet tersebut," kata Kuasa Usaha Sementara Dubes Malaysia Amran Muhammad Zein.

sumber : kaskus.us

catatan: begitulah cara - cara negara malingsia menghindar dari masalah, dengan alasan bukan buatan pemerintah malaysia. padahal jelas2 itu merupakan tindakan pencurian budaya indonesia yang di pakai untuk promosi dan kepentingan negara maling dan mengeruk keuntungannya. menurut saya pemerintah malaysia tidak punya rasa malu dan tidak pernah jera dalam hal klaim mengklaim. dengan kejadian seperti ini sudah jelas, malaysia semakin jelas dan pantas di sebut sebagai negara maling budaya!

test mengatakan...

INDON MALING

Siapa sebenar nya yang meniru dan mencuri Malaysia atau indonesial ? Indon mengaku semua nya adalah miliknya. Lagu rakyat, makanan,batik, pulau, laut, lautan, selat, tanah, bukit, gunung dan biawak komodo. Indon menuduh Malaysia mencuri, mencontek, maling dan sebagainya. Indonesia juga banyak menciplak hampir semua .....

Benderanya ditiru daripada bendera Poland. Lambang kerajaan pun ditiru dari poland. Sudah ada 2 yang indonesial tiru dari Poland. Hairan lah. Adakah ini kemungkinan atau memang mereka meniru. Memang indonesia dasar maling. Kalau Malaysia tiru bendera Amerika, sekurang-kurangnya Amerika menang perang dunia kedua. Poland kalah perang dunia kedua bong !!!... Apa yang hendak kamu banggakan dengan Poland. Malaysia beli kereta kebal (tank) dari Poland. Kah kahh kahhh !!!

Nama indonesiaL ditiru daripada India dan russia. india + sia = indonesia. Kononnya mereka beranggapan Indonesia adalah negara kuasa besar setaraf dengan India dan Rusia dan ingin menandingi Amerika. Nama pun mahu di tiru. Tiada nama lainkah. Kamu yang selalu mencuri identiti Negara lain dan bukan Malaysia. Apakah kamu kekeringan idea? Dasar peniru, penciplak, pencontek dan maling. Dia yang maling, mengatakan bangsa lain yang maling. Kalau dah bodoh memang bodoh.

Matawang nya pula ditiru daripada matawang Rupee dari India menjadi rupee-ah atau rupiah indonesiaL. Adakah ini juga kebetulan. Sudahlah nama negara hampir sama (Ind, India=indonesiaL) dan sekarang nama mata wang pula sama (Rupee=Rupee-ah=rupiah). Malangnya matawang Rupiah Indonesia hanyalah menjadi gelak ketawa di Malaysia. Ini adalah kerana nilainya yang terlalu amat rendah. Nilai satu juta rupiah (wow banyak tu) bernilai antara Ringgit Malaysia RM300 hingga RM 400 sahaja. Kah Kahh Kahhh ...

Banyak lagi Indonesia mencuri idea dan budaya bangsa lain. Bangunan MONAS Indon juga ditiru daripada Washington Monument di Amerika.

Dasar maling memang bangsa maling. Semua mahu ditiru. Semua lagu inggeris dan melayu mahu di dangdut kan oleh orang indonesiaL. Saya pernah mendengar lagu Cindai Siti Nurhaliza versi dangdut nyanyian penyanyi populer indonesia maling ini. Malah banyak lagi lagu melayu dan inggeris. Tiru semua lagu di dunia ini lah dan kamu tidak perlu bersusah payah mencipta lagu. Dasar maling pemalas ...


Jakarta - Gambar penari pendet yang memicu rasa marah publik Indonesia merupakan iklan acara Discovery Channel bertajuk 'Enigmatic Malaysia'. Iklan tersebut dicabut hari ini.

"Iklan dari Discovery sudah dicabut, mereka akan mencabutnya hari ini dan tidak akan menayangkan kembali," kata Dirjen Nilai Kebudayaan Seni dan Film Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Tjetjep Suparman kepada wartawan di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2009).

Tjetjep menjelaskan, sebelum masalah ini muncul ke permukaan, kedua negara telah mempunyai kesepakatan bersama tentang kebudayaan. Kedua belah pihak harus fair untuk menyatakan siapa pemilik budaya tersebut.

"Jika ingin menampilkan kebudayaan, kebudayaan tersebut harus jelas maka mesti dicantumkan siapa pemiliknya. Namun jika kebudayaan tersebut masih abu-abu juga mesti dicantumkan grey area atau abu-abu," jelasnya.

Kedubes Malaysia menyatakan iklan yang menampilkan penari pendet bukanlah buatan pemerintah Malaysia. Iklan itu merupakan produksi swasta.

"Malaysia sebenarnya tidak ada apa-apa tentang klaim (tidak pernah mengklaim-red) tari pendet tersebut," kata Kuasa Usaha Sementara Dubes Malaysia Amran Muhammad Zein.

sumber : kaskus.us

catatan: begitulah cara - cara negara malingsia menghindar dari masalah, dengan alasan bukan buatan pemerintah malaysia. padahal jelas2 itu merupakan tindakan pencurian budaya indonesia yang di pakai untuk promosi dan kepentingan negara maling dan mengeruk keuntungannya. menurut saya pemerintah malaysia tidak punya rasa malu dan tidak pernah jera dalam hal klaim mengklaim. dengan kejadian seperti ini sudah jelas, malaysia semakin jelas dan pantas di sebut sebagai negara maling budaya!

malaycelaka mengatakan...

silahkan membela diri, tapi fakta lebih banyak bicara, siapa sebenarnya yang paling sering mengklaim budaya negara lain. maaf mas, anda harus melek dan bisa membedadakan mana yang flagiat dan mana yang bukan flagiat. indonesia tidak pernah mencuri atau mengklaim negara lain, karena indonesia tidak miskin budaya seperti malaysia. indonesia mengerti akan hak cipta karya orang. banyak lagu yang mirip itu merupakan inspirasi,bukan seratus persen meniru atau mengcopy. dan dalam hal lagu orang indonesia pasti punya izin resmi, buktinya tidak ada yang protes atau mengklaim dari setiap lagu yang di bawakan orang indonesia.

kecuali anda orang malaysia yang tidak punya aturan, suka semena - mena terhadap karya orang dan budaya negara lain. ingat mas, ini fakta loh, bukan rekayasa.

ini sedang membicarakan budaya indonesia yang di klaim untuk kepentingan dan keuntungan negara maling seperti anda. jadi jangan mebalikan fakta dan jangan mengambil cerita yang mundur dan sudah basi. sebab kalau mau di lihat lebih jauh kebelakang indonesia lebih baik ketimbang malysia yang negaranya tidak ada apa apanya. malaysia lebih bobrok ketimbang indonesia.

malaysia harusnya malu, karena promisi dengan budaya orang atau negara lain bukan punyanya sendiri. apa kata dunia?? sudah miskin budaya nekat lagi ngaku - ngaku punya orang. pemerintah malaysia juga kurang menghormati kebudayaan yang ada di indonesia. jadi antara pemerintah malaysia dan rakyatnya sama-sama begonya. kwkwkkw....


Jakarta - Gambar penari pendet yang memicu rasa marah publik Indonesia merupakan iklan acara Discovery Channel bertajuk 'Enigmatic Malaysia'. Iklan tersebut dicabut hari ini.

"Iklan dari Discovery sudah dicabut, mereka akan mencabutnya hari ini dan tidak akan menayangkan kembali," kata Dirjen Nilai Kebudayaan Seni dan Film Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Tjetjep Suparman kepada wartawan di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2009).

Tjetjep menjelaskan, sebelum masalah ini muncul ke permukaan, kedua negara telah mempunyai kesepakatan bersama tentang kebudayaan. Kedua belah pihak harus fair untuk menyatakan siapa pemilik budaya tersebut.

"Jika ingin menampilkan kebudayaan, kebudayaan tersebut harus jelas maka mesti dicantumkan siapa pemiliknya. Namun jika kebudayaan tersebut masih abu-abu juga mesti dicantumkan grey area atau abu-abu," jelasnya.

Kedubes Malaysia menyatakan iklan yang menampilkan penari pendet bukanlah buatan pemerintah Malaysia. Iklan itu merupakan produksi swasta.

"Malaysia sebenarnya tidak ada apa-apa tentang klaim (tidak pernah mengklaim-red) tari pendet tersebut," kata Kuasa Usaha Sementara Dubes Malaysia Amran Muhammad Zein.

sumber : kaskus.us

catatan: begitulah cara - cara negara malingsia menghindar dari masalah, dengan alasan bukan buatan pemerintah malaysia. padahal jelas2 itu merupakan tindakan pencurian budaya indonesia yang di pakai untuk promosi dan kepentingan negara maling dan mengeruk keuntungannya. menurut saya pemerintah malaysia tidak punya rasa malu dan tidak pernah jera dalam hal klaim mengklaim. dengan kejadian seperti ini sudah jelas, malaysia semakin jelas dan pantas di sebut sebagai negara maling budaya!

Greeves mengatakan...

Semakin sering Malaysia membuat ulah, semakin menunjukan bahwa MALINGSIA tidak berbudaya. Budaya dalam hal ini bukan hanya sekedar tentang Tarian, Lagu dsb. Tapi MALINGSIA tidak punya BUDAYA MORAL. Miskin budaya, tak tahu malu lagi. Where U put U`re Dignity..?. kalau saya jadi warga negara Malaysia, Saya sudah pindah Kewarganegaraan Karena malu.

kalau bicara soal sejarah. Apalah yang kalian banggakan dengan kemerdekaan yang hanya diberi. Malaysia Non-Sense. Malaysia is Nothing.

oh ya. seharusnya moto iklan malaysia seperti Malaysia Trully Asia DIGANTI menjadi MALAYSIA TRULLY MALING ASIA.
Ntuh baru bener...


Jakarta - Gambar penari pendet yang memicu rasa marah publik Indonesia merupakan iklan acara Discovery Channel bertajuk 'Enigmatic Malaysia'. Iklan tersebut dicabut hari ini.

"Iklan dari Discovery sudah dicabut, mereka akan mencabutnya hari ini dan tidak akan menayangkan kembali," kata Dirjen Nilai Kebudayaan Seni dan Film Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Tjetjep Suparman kepada wartawan di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2009).

Tjetjep menjelaskan, sebelum masalah ini muncul ke permukaan, kedua negara telah mempunyai kesepakatan bersama tentang kebudayaan. Kedua belah pihak harus fair untuk menyatakan siapa pemilik budaya tersebut.

"Jika ingin menampilkan kebudayaan, kebudayaan tersebut harus jelas maka mesti dicantumkan siapa pemiliknya. Namun jika kebudayaan tersebut masih abu-abu juga mesti dicantumkan grey area atau abu-abu," jelasnya.

Kedubes Malaysia menyatakan iklan yang menampilkan penari pendet bukanlah buatan pemerintah Malaysia. Iklan itu merupakan produksi swasta.

"Malaysia sebenarnya tidak ada apa-apa tentang klaim (tidak pernah mengklaim-red) tari pendet tersebut," kata Kuasa Usaha Sementara Dubes Malaysia Amran Muhammad Zein.

sumber : kaskus.us

catatan: begitulah cara - cara negara malingsia menghindar dari masalah, dengan alasan bukan buatan pemerintah malaysia. padahal jelas2 itu merupakan tindakan pencurian budaya indonesia yang di pakai untuk promosi dan kepentingan negara maling dan mengeruk keuntungannya. menurut saya pemerintah malaysia tidak punya rasa malu dan tidak pernah jera dalam hal klaim mengklaim. dengan kejadian seperti ini sudah jelas, malaysia semakin jelas dan pantas di sebut sebagai negara maling budaya!

Anonim mengatakan...

Pasal joget pon nak bergaduh sakan. Kalau betul pon tarian tu milik orang indonesia, apa hal nak kecoh2 ambil jer la. Agak tak paham bahasa agaknye bile nk memahamkan 'siapa salah' dalam hal ni. Islam tidak mengajar umatnya menari berjoget macam monyet. Jangan lah korang nk kate "jgn libatkan agama". masalahnya kita semua Agama Islam & sekarang ni sepanjang aku bace blog ni, kutuk mengutuk & mencarut paling banyak sekali. hilang nilai2 Islam. Baik bergaduh atau berdebat dengan orang Israil/Yahudi yang sedang memijak saudara kita di Gaza sana. Ini tidak, sibuk nak gaduh pasal "hoi ini joget guee punyeee" SO joget lah sampai akhir nyawa anda & cubalah untuk mengucap dengan nama ALLAH yang maha besar


Jakarta - Gambar penari pendet yang memicu rasa marah publik Indonesia merupakan iklan acara Discovery Channel bertajuk 'Enigmatic Malaysia'. Iklan tersebut dicabut hari ini.

"Iklan dari Discovery sudah dicabut, mereka akan mencabutnya hari ini dan tidak akan menayangkan kembali," kata Dirjen Nilai Kebudayaan Seni dan Film Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Tjetjep Suparman kepada wartawan di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2009).

Tjetjep menjelaskan, sebelum masalah ini muncul ke permukaan, kedua negara telah mempunyai kesepakatan bersama tentang kebudayaan. Kedua belah pihak harus fair untuk menyatakan siapa pemilik budaya tersebut.

"Jika ingin menampilkan kebudayaan, kebudayaan tersebut harus jelas maka mesti dicantumkan siapa pemiliknya. Namun jika kebudayaan tersebut masih abu-abu juga mesti dicantumkan grey area atau abu-abu," jelasnya.

Kedubes Malaysia menyatakan iklan yang menampilkan penari pendet bukanlah buatan pemerintah Malaysia. Iklan itu merupakan produksi swasta.

"Malaysia sebenarnya tidak ada apa-apa tentang klaim (tidak pernah mengklaim-red) tari pendet tersebut," kata Kuasa Usaha Sementara Dubes Malaysia Amran Muhammad Zein.

sumber : kaskus.us

catatan: begitulah cara - cara negara malingsia menghindar dari masalah, dengan alasan bukan buatan pemerintah malaysia. padahal jelas2 itu merupakan tindakan pencurian budaya indonesia yang di pakai untuk promosi dan kepentingan negara maling dan mengeruk keuntungannya. menurut saya pemerintah malaysia tidak punya rasa malu dan tidak pernah jera dalam hal klaim mengklaim. dengan kejadian seperti ini sudah jelas, malaysia semakin jelas dan pantas di sebut sebagai negara maling budaya!

Poskan Komentar

kasih pendapat anda,

Anwar Ibrahim

Anwar Ibrahim
saat ini generasi muda Malaysia hanya mengenal Indonesia dari TKI dan lagu “rasa sayange” yang diributkan. Mereka kurang mengenal tokoh pemikir Indonesia seperti Mohammad Natsir dan Buya Hamka. dengan kata lain pemuda malaysia tidak tau apa - apa tentang indonesia mereka buta sejarah indonesia.

Pengunjung Online

Statistik Pengunjung

website hit counter

Tukar Link

dari Bung Admin

jangan hanya ada kejadian TKI kita ingin di penggal lehernya,dihukum pancung,disiksa,dan diperkosa kita baru menyadarinya, tapi pemerintah kita harus melek dan berbuat sebelum semua itu terjadi. negara indonesia harus serius dalam menangani masalah TKI indonesia. karena ini menyangkut masalah nyawa, tenaga dan harga diri indonesia dimata dunia khususnya dinegara malaysia dan arab saudi yang sudah menjadi langganan masalah dalam hal TKI.

efek dari sulitnya lapangan kerja di indonesia, dan minimnya peluang kerja bagi rakyat miskin membuat rasa tidak percaya rakyat indonesia terhadap pemerintahnya, hal inilah yang mendorong, memicu bagi segelintir warga indonesia untuk hijrah mencari rejeki dinegara lain.

apakah hal ini salah? atau siapa yang harus disalahkan, pemerintah atau rakyatnya?

Alasan Benci Malaysia

Kenapa Orang Indonesia benci malaysia?
mau tau alasanya?

masukan kata sesuka anda.

Dari Bung Admin

akibat kebodohan generasi muda malaysia, sehingga
pemuda - pemuda malaysia tidak mampu menyebut
kata indonesia.

Perlu saya luruskan bahwa, menyebut kata indonesia
bukan indon, tapi INDONESIA.
untuk itu pemuda - pemuda malaysia
harus banyak belajar lagi. dan jangan mau di bilang
pemuda bodoh dan tak berpendidikan.

Pengikut