SELAMAT DATANG DI BLOG MALAYCELAKA, CELAKALAH ORANG - ORANG MALAYSIA YANG TELAH MENYIKSA TKI INDONESIA, DAN SEGALA AKSI TINDAKAN BODOH NYA TERHADAP BANGSA INDONESIA.PENULIS TIDAK SEDANG BERPERANG, TAPI PENULIS SEDANG MENYENTIL LEWAT TULISAN.

MALINGSIA ibarat VIRUS, dia telah menggerogoti wilayah kita indonesia. blog dan web yang menghina kesatuan indonesia kini bertebaran di dunia maya. itu bukan penghormatan, melainkan penghinaan besar terhadap negara kita indonesia. apa kesan anda setelah membaca dan melihat semua itu? pasti sakit, kecewa, dan terasa terinjak - injak harga diri kita. apa lagi saudara kita yang pernah tersiksa di sana, sudah pasti menimbulkan luka yang sangat dalam. apakah kita cuma tinggal diam melihat semua itu? sudah barang tentu tidak!!!untuk itu sudah saatnya kita bangkit, sudah saatnya kita sadar, sudah saatnya kita peduli terhadap bangsa kita sendiri yaitu indonesia. kalo bukan kita, siapa lagi? mari kita perangi bersama untuk malingsia yang suka menghina dan menyakiti saudara kita. !

Malaysia Klaim Tari Pendet Bali

Malaysia kembali mengklaim budaya Indonesia -- tarian pendet, Bali -- menjadi budaya mereka yang dicantumkan dalam iklan visit year mereka. Sebelumnya, mereka telah mengklaim angklung, reog Ponorogo, batik, Hombo Batu, dan Tari Folaya.

Budayawan, Radhar Panca Dahana, mengatakan pengklaiman budaya Indonesia oleh Malaysia untuk kesekian kalinya merupakan kesalahan pemerintah Indonesia sendiri. "Ya tidak apa-apa lah, kita juga suka mengambil budaya lain untuk untuk promosi," katanya kepada Republika, Rabu (19/8).

Ia menilai kecolongan budaya tersebut sebenarnya sebuah cermin atau refleksi. Ia menilai kita terluka dan malu, karena kita sadar sebagai pemilik kebudayaan itu kita tidak memperhatikannya. "Selama ini kebudayaan dipinggirkan, pemerintah dan masyarakat tak lagi peduli," ujarnya.

Sedangkan negara lain, seperti Malaysia, kata Radhar, membutuhkan ekstensi kebudayaan, karena kebudayaan adalah senjata terbaik untuk diplomasi internasional. Potensi bisnisnya bagus. "Malaysia tahu mereka kekurangan budaya, mereka pintar melihat kebudayaan negara tetangganya, dan mereka menghargai budaya untuk mencari keuntungan, sedangkan pemerintah kita tidak peduli. Hanya peduli pada olahraga dan program lainnya," katanya.

Untuk itu, kata Radhar, kedepannya agar Indonesia tidak kecolongan lagi, pemerintah harus perhatikan kebudayaan itu. "Kita majukan budaya kita supaya kita ada di depan, munculkan budaya kita dalam upacara-upacara, acara-acara, jangan lagu-lagu masa kini yang dinyanyikan oleh Presiden kita," tandasnya.

sumber : republika

catatan : Mungkin bisa juga pemerintah kita lalai dalam memperhatikan budaya-budaya kita, sehingga ada pihak negara yang berusaha mengklaim budaya kita indonesia. tapi menurut saya apa enaknya suatu negara mengambil kebudayaan orang lain? apa tidak malu? atau tidak takut disebut sebagai pencuri ? apa lagi kejadian ini berulang - ulang. saya pikir ini sudah keterlaluan. jadi harapan saya, semoga negara2 yang berusaha mengklaim atau mencoba mengambil kebudayan negara lain sebaik nya sadar diri.

jadi kedepannya saya juga berharap semoga indonesia lebih waspada lagi terhadap negara yang mengaku tetangga dan serumpun dengan kita indoensia.

3 komentar:

addilla mengatakan...

Kasihan sekali Malaysia..bahkan untuk mempromosikan pariwisata negaranya pun harus memakai budaya dari negara lain yaitu Indonesia...mungkin ada yang kurang dalam diri mereka yaitu seperti ada krisis identitas budaya, mereka butuh keanekaragaman budaya, kreatifitas dan produktifitas spt yg ada dlm diri manusia Indonesia. sayangnya mereka tdk pny itu dan budaya mereka pun cenderung monoton dan tdk berkembang...
Belum lg lagu2 karya musisi indonesia yg byk diidolain oleh anak muda malaysia, sinetron2 indonesia yg byk diputar di tv malaysia menjadi trend gaya hidup disana, disamping kebanggaan mereka bicara dengan dialek Jakarta..(bahkan beberapa postingan komentar dr malaysia di blog ini ada yg memakai dialek jakarta...)
Sekali lagi sungguh kasihan Malaysia..seharunya mereka malu bhw sebenarnya setiap negara harus menonjolkan ciri khas dan identitas lokal agar lebih dikenal oleh dunia internasional..tp malaysia malah melepas identitasnya sebagai bangsa melayu malaysia dan lebih memilih dikenal sbg Indonesia...Bahkan sebagai negara Islam tidak malu2 menggunakan Tari Pendet sebagai bagian dr promosi negaranya, yg kita tau bahwa tari Pendet adalh Tarian Suci Hindu Bali.
Mungkin kita usulkan aja ke pemerintah Indonesia spy malaysia dijadikan propinsi ke 34...hehehe..

Malaysia kembali mengklaim budaya Indonesia -- tarian pendet, Bali -- menjadi budaya mereka yang dicantumkan dalam iklan visit year mereka. Sebelumnya, mereka telah mengklaim angklung, reog Ponorogo, batik, Hombo Batu, dan Tari Folaya.


Budayawan, Radhar Panca Dahana, mengatakan pengklaiman budaya Indonesia oleh Malaysia untuk kesekian kalinya merupakan kesalahan pemerintah Indonesia sendiri. "Ya tidak apa-apa lah, kita juga suka mengambil budaya lain untuk untuk promosi," katanya kepada Republika, Rabu (19/8).

Ia menilai kecolongan budaya tersebut sebenarnya sebuah cermin atau refleksi. Ia menilai kita terluka dan malu, karena kita sadar sebagai pemilik kebudayaan itu kita tidak memperhatikannya. "Selama ini kebudayaan dipinggirkan, pemerintah dan masyarakat tak lagi peduli," ujarnya.

Sedangkan negara lain, seperti Malaysia, kata Radhar, membutuhkan ekstensi kebudayaan, karena kebudayaan adalah senjata terbaik untuk diplomasi internasional. Potensi bisnisnya bagus. "Malaysia tahu mereka kekurangan budaya, mereka pintar melihat kebudayaan negara tetangganya, dan mereka menghargai budaya untuk mencari keuntungan, sedangkan pemerintah kita tidak peduli. Hanya peduli pada olahraga dan program lainnya," katanya.

Untuk itu, kata Radhar, kedepannya agar Indonesia tidak kecolongan lagi, pemerintah harus perhatikan kebudayaan itu. "Kita majukan budaya kita supaya kita ada di depan, munculkan budaya kita dalam upacara-upacara, acara-acara, jangan lagu-lagu masa kini yang dinyanyikan oleh Presiden kita," tandasnya.

sumber : republika

catatan : Mungkin bisa juga pemerintah kita lalai dalam memperhatikan budaya-budaya kita, sehingga ada pihak negara yang berusaha mengklaim budaya kita indonesia. tapi menurut saya apa enaknya suatu negara mengambil kebudayaan orang lain? apa tidak malu? atau tidak takut disebut sebagai pencuri ? apa lagi kejadian ini berulang - ulang. saya pikir ini sudah keterlaluan. jadi harapan saya, semoga negara2 yang berusaha mengklaim atau mencoba mengambil kebudayan negara lain sebaik nya sadar diri.

jadi kedepannya saya juga berharap semoga indonesia lebih waspada lagi terhadap negara yang mengaku tetangga dan serumpun dengan kita indoensia.

Greeves mengatakan...

AHhhh....,
Dijadikan Propinsi pun tak layak...
hanya jadi duru dalam daging ntar...
jadikan KECAMATAN aja....
hhe....

Malaysia kembali mengklaim budaya Indonesia -- tarian pendet, Bali -- menjadi budaya mereka yang dicantumkan dalam iklan visit year mereka. Sebelumnya, mereka telah mengklaim angklung, reog Ponorogo, batik, Hombo Batu, dan Tari Folaya.


Budayawan, Radhar Panca Dahana, mengatakan pengklaiman budaya Indonesia oleh Malaysia untuk kesekian kalinya merupakan kesalahan pemerintah Indonesia sendiri. "Ya tidak apa-apa lah, kita juga suka mengambil budaya lain untuk untuk promosi," katanya kepada Republika, Rabu (19/8).

Ia menilai kecolongan budaya tersebut sebenarnya sebuah cermin atau refleksi. Ia menilai kita terluka dan malu, karena kita sadar sebagai pemilik kebudayaan itu kita tidak memperhatikannya. "Selama ini kebudayaan dipinggirkan, pemerintah dan masyarakat tak lagi peduli," ujarnya.

Sedangkan negara lain, seperti Malaysia, kata Radhar, membutuhkan ekstensi kebudayaan, karena kebudayaan adalah senjata terbaik untuk diplomasi internasional. Potensi bisnisnya bagus. "Malaysia tahu mereka kekurangan budaya, mereka pintar melihat kebudayaan negara tetangganya, dan mereka menghargai budaya untuk mencari keuntungan, sedangkan pemerintah kita tidak peduli. Hanya peduli pada olahraga dan program lainnya," katanya.

Untuk itu, kata Radhar, kedepannya agar Indonesia tidak kecolongan lagi, pemerintah harus perhatikan kebudayaan itu. "Kita majukan budaya kita supaya kita ada di depan, munculkan budaya kita dalam upacara-upacara, acara-acara, jangan lagu-lagu masa kini yang dinyanyikan oleh Presiden kita," tandasnya.

sumber : republika

catatan : Mungkin bisa juga pemerintah kita lalai dalam memperhatikan budaya-budaya kita, sehingga ada pihak negara yang berusaha mengklaim budaya kita indonesia. tapi menurut saya apa enaknya suatu negara mengambil kebudayaan orang lain? apa tidak malu? atau tidak takut disebut sebagai pencuri ? apa lagi kejadian ini berulang - ulang. saya pikir ini sudah keterlaluan. jadi harapan saya, semoga negara2 yang berusaha mengklaim atau mencoba mengambil kebudayan negara lain sebaik nya sadar diri.

jadi kedepannya saya juga berharap semoga indonesia lebih waspada lagi terhadap negara yang mengaku tetangga dan serumpun dengan kita indoensia.

WongJowoMalaysia mengatakan...

Eww..kami tidak mahu tarian bali yang hodoh itu.Kalian Indo takut gagal menarik orang berlibur lagi ke bali kan..?? iklan tari pendet itu ditayangkan secara statik..tanpa sebarang pergerakan.Jika Indo gak menyalak2..orang ramai sendiri gak akan tahu itu pendet.

Malaysia kembali mengklaim budaya Indonesia -- tarian pendet, Bali -- menjadi budaya mereka yang dicantumkan dalam iklan visit year mereka. Sebelumnya, mereka telah mengklaim angklung, reog Ponorogo, batik, Hombo Batu, dan Tari Folaya.


Budayawan, Radhar Panca Dahana, mengatakan pengklaiman budaya Indonesia oleh Malaysia untuk kesekian kalinya merupakan kesalahan pemerintah Indonesia sendiri. "Ya tidak apa-apa lah, kita juga suka mengambil budaya lain untuk untuk promosi," katanya kepada Republika, Rabu (19/8).

Ia menilai kecolongan budaya tersebut sebenarnya sebuah cermin atau refleksi. Ia menilai kita terluka dan malu, karena kita sadar sebagai pemilik kebudayaan itu kita tidak memperhatikannya. "Selama ini kebudayaan dipinggirkan, pemerintah dan masyarakat tak lagi peduli," ujarnya.

Sedangkan negara lain, seperti Malaysia, kata Radhar, membutuhkan ekstensi kebudayaan, karena kebudayaan adalah senjata terbaik untuk diplomasi internasional. Potensi bisnisnya bagus. "Malaysia tahu mereka kekurangan budaya, mereka pintar melihat kebudayaan negara tetangganya, dan mereka menghargai budaya untuk mencari keuntungan, sedangkan pemerintah kita tidak peduli. Hanya peduli pada olahraga dan program lainnya," katanya.

Untuk itu, kata Radhar, kedepannya agar Indonesia tidak kecolongan lagi, pemerintah harus perhatikan kebudayaan itu. "Kita majukan budaya kita supaya kita ada di depan, munculkan budaya kita dalam upacara-upacara, acara-acara, jangan lagu-lagu masa kini yang dinyanyikan oleh Presiden kita," tandasnya.

sumber : republika

catatan : Mungkin bisa juga pemerintah kita lalai dalam memperhatikan budaya-budaya kita, sehingga ada pihak negara yang berusaha mengklaim budaya kita indonesia. tapi menurut saya apa enaknya suatu negara mengambil kebudayaan orang lain? apa tidak malu? atau tidak takut disebut sebagai pencuri ? apa lagi kejadian ini berulang - ulang. saya pikir ini sudah keterlaluan. jadi harapan saya, semoga negara2 yang berusaha mengklaim atau mencoba mengambil kebudayan negara lain sebaik nya sadar diri.

jadi kedepannya saya juga berharap semoga indonesia lebih waspada lagi terhadap negara yang mengaku tetangga dan serumpun dengan kita indoensia.

Poskan Komentar

kasih pendapat anda,

Anwar Ibrahim

Anwar Ibrahim
saat ini generasi muda Malaysia hanya mengenal Indonesia dari TKI dan lagu “rasa sayange” yang diributkan. Mereka kurang mengenal tokoh pemikir Indonesia seperti Mohammad Natsir dan Buya Hamka. dengan kata lain pemuda malaysia tidak tau apa - apa tentang indonesia mereka buta sejarah indonesia.

Pengunjung Online

Statistik Pengunjung

website hit counter

Tukar Link

dari Bung Admin

jangan hanya ada kejadian TKI kita ingin di penggal lehernya,dihukum pancung,disiksa,dan diperkosa kita baru menyadarinya, tapi pemerintah kita harus melek dan berbuat sebelum semua itu terjadi. negara indonesia harus serius dalam menangani masalah TKI indonesia. karena ini menyangkut masalah nyawa, tenaga dan harga diri indonesia dimata dunia khususnya dinegara malaysia dan arab saudi yang sudah menjadi langganan masalah dalam hal TKI.

efek dari sulitnya lapangan kerja di indonesia, dan minimnya peluang kerja bagi rakyat miskin membuat rasa tidak percaya rakyat indonesia terhadap pemerintahnya, hal inilah yang mendorong, memicu bagi segelintir warga indonesia untuk hijrah mencari rejeki dinegara lain.

apakah hal ini salah? atau siapa yang harus disalahkan, pemerintah atau rakyatnya?

Alasan Benci Malaysia

Kenapa Orang Indonesia benci malaysia?
mau tau alasanya?

masukan kata sesuka anda.

Dari Bung Admin

akibat kebodohan generasi muda malaysia, sehingga
pemuda - pemuda malaysia tidak mampu menyebut
kata indonesia.

Perlu saya luruskan bahwa, menyebut kata indonesia
bukan indon, tapi INDONESIA.
untuk itu pemuda - pemuda malaysia
harus banyak belajar lagi. dan jangan mau di bilang
pemuda bodoh dan tak berpendidikan.

Pengikut