SELAMAT DATANG DI BLOG MALAYCELAKA, CELAKALAH ORANG - ORANG MALAYSIA YANG TELAH MENYIKSA TKI INDONESIA, DAN SEGALA AKSI TINDAKAN BODOH NYA TERHADAP BANGSA INDONESIA.PENULIS TIDAK SEDANG BERPERANG, TAPI PENULIS SEDANG MENYENTIL LEWAT TULISAN.

MALINGSIA ibarat VIRUS, dia telah menggerogoti wilayah kita indonesia. blog dan web yang menghina kesatuan indonesia kini bertebaran di dunia maya. itu bukan penghormatan, melainkan penghinaan besar terhadap negara kita indonesia. apa kesan anda setelah membaca dan melihat semua itu? pasti sakit, kecewa, dan terasa terinjak - injak harga diri kita. apa lagi saudara kita yang pernah tersiksa di sana, sudah pasti menimbulkan luka yang sangat dalam. apakah kita cuma tinggal diam melihat semua itu? sudah barang tentu tidak!!!untuk itu sudah saatnya kita bangkit, sudah saatnya kita sadar, sudah saatnya kita peduli terhadap bangsa kita sendiri yaitu indonesia. kalo bukan kita, siapa lagi? mari kita perangi bersama untuk malingsia yang suka menghina dan menyakiti saudara kita. !

Polisi Tahan 7 Ustad Asal Malaysia

Kepolisian Konawa, Sulawesi Utara menahan tujuh warga negara Malaysia pada Selasa 4 Agustus 2009. Mereka ditahan karena melanggar aturan imigrasi, dengan melakukan serangkaian dakwah di Indonesia.

Tengku Ahmad Kamal Al Riffin, Zul Khairi Amin Zakaria, Yusuf Abd Rahman, Hanafi Ismail, Rata PenuhHanafi Wahid, Mohamad Fouzi Mohd Arsad, dan Mohd Fauzi mengaku datang ke Indonesia untuk mengadiri tabligh akbar yang rencananya akan dilakukan di Jakarta.

Karena batal, mereka mengaku mengganti tujuannya dengan berdakwah di berbagai daerah di Sulawesi Tenggara.

Seperti dimuat laman Bernama, Kamis 6 Agustus 2009, polisi menahan mereka atas dasar laporan warga masyarakat. Polisi pun menginvestigasi mereka. Belum ada informasi apakah ada materi jihad dalam dakwah mereka.

Pasca kejadian bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton, Jumat 17 Juli 2009 lalu, kewaspadaan diarahkan ke negeri jiran.

Sebab, kejadian bom bunuh diri tersebut diduga didalangi Noordin M Top, yang adalah orang Malaysia.

Lebih jauh, teror di Indonesia diduga bermula dari sebuah sekolah agama di Ulu Tiram, Johor, Malaysia.

Daerah Ulu Tiram, Johor bukan kini masuk dalam peta teroris Asia Tenggara. Menurut mertua Mukhlas, terpidana mati Bom Bali, sebut saja Abbas, Noordin M Top dan Azahari dipertautkan di daerah tersebut.

Dari Ulu Tiram, Noordin dan Azahari lalu menuju Indonesia, mengubah drastis statusnya dalam masyarakat, dari akademisi menjadi 'teroris'.

"Saat menjabat sebagai kepala Madrasah Lukmanul Hakiem, Noordin dikenal sebagai pria yang sangat baik," kata dia, seperti dikutip laman berita Malaysia, Daily Express.

Madrasah tersebut lantas ditutup pemerintah Johor karena diduga didirikan oleh Abu Bakar Ba'asyir dan Abdullah Sungkar, yang sempat dikait-kaitkan dengan jaringan teroris.

sumber : vivanews.com

NB : perbedaan antara polisi indonesia dan malaysia adalah, biasanya kalau polisi malaysia menangkap orang indonesia selalu main hakim sendiri, main pukul, main tendang,main hajar dan berkelakuan tidak pantas terhadap warga asing. tapi jika polisi indonesia selalu menghormati dan bersikap baik dengan orang yang di tangkap, apa lagi yang di tangkap warga asing, polisi indonesia akan bersikap bijaksana dan tidak mau main pisik, itulah ciri2 polisi indonesia. bertindak dengan akal sehat dan berpendidikan.

2 komentar:

laily mengatakan...

Wakakak...gw orang Indonesia dan tidak suka sama Malaysia. Tapi kalau sama Polisi Indonesia tidak salut tuh. Coba yang ditangkap pribumi dan miskin, pasti dipukuli. Orang asing diperlakukan baik karena berharap disuap.

Kepolisian Konawa, Sulawesi Utara menahan tujuh warga negara Malaysia pada Selasa 4 Agustus 2009. Mereka ditahan karena melanggar aturan imigrasi, dengan melakukan serangkaian dakwah di Indonesia.


Tengku Ahmad Kamal Al Riffin, Zul Khairi Amin Zakaria, Yusuf Abd Rahman, Hanafi Ismail, Rata PenuhHanafi Wahid, Mohamad Fouzi Mohd Arsad, dan Mohd Fauzi mengaku datang ke Indonesia untuk mengadiri tabligh akbar yang rencananya akan dilakukan di Jakarta.

Karena batal, mereka mengaku mengganti tujuannya dengan berdakwah di berbagai daerah di Sulawesi Tenggara.

Seperti dimuat laman Bernama, Kamis 6 Agustus 2009, polisi menahan mereka atas dasar laporan warga masyarakat. Polisi pun menginvestigasi mereka. Belum ada informasi apakah ada materi jihad dalam dakwah mereka.

Pasca kejadian bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton, Jumat 17 Juli 2009 lalu, kewaspadaan diarahkan ke negeri jiran.

Sebab, kejadian bom bunuh diri tersebut diduga didalangi Noordin M Top, yang adalah orang Malaysia.

Lebih jauh, teror di Indonesia diduga bermula dari sebuah sekolah agama di Ulu Tiram, Johor, Malaysia.

Daerah Ulu Tiram, Johor bukan kini masuk dalam peta teroris Asia Tenggara. Menurut mertua Mukhlas, terpidana mati Bom Bali, sebut saja Abbas, Noordin M Top dan Azahari dipertautkan di daerah tersebut.

Dari Ulu Tiram, Noordin dan Azahari lalu menuju Indonesia, mengubah drastis statusnya dalam masyarakat, dari akademisi menjadi 'teroris'.

"Saat menjabat sebagai kepala Madrasah Lukmanul Hakiem, Noordin dikenal sebagai pria yang sangat baik," kata dia, seperti dikutip laman berita Malaysia, Daily Express.

Madrasah tersebut lantas ditutup pemerintah Johor karena diduga didirikan oleh Abu Bakar Ba'asyir dan Abdullah Sungkar, yang sempat dikait-kaitkan dengan jaringan teroris.

sumber : vivanews.com

NB : perbedaan antara polisi indonesia dan malaysia adalah, biasanya kalau polisi malaysia menangkap orang indonesia selalu main hakim sendiri, main pukul, main tendang,main hajar dan berkelakuan tidak pantas terhadap warga asing. tapi jika polisi indonesia selalu menghormati dan bersikap baik dengan orang yang di tangkap, apa lagi yang di tangkap warga asing, polisi indonesia akan bersikap bijaksana dan tidak mau main pisik, itulah ciri2 polisi indonesia. bertindak dengan akal sehat dan berpendidikan.

alie mengatakan...

org indon tolak dakwah...
adakah slah sesorg muslim itu berdakwah..
nabi dlu pon berdakwah....

Kepolisian Konawa, Sulawesi Utara menahan tujuh warga negara Malaysia pada Selasa 4 Agustus 2009. Mereka ditahan karena melanggar aturan imigrasi, dengan melakukan serangkaian dakwah di Indonesia.


Tengku Ahmad Kamal Al Riffin, Zul Khairi Amin Zakaria, Yusuf Abd Rahman, Hanafi Ismail, Rata PenuhHanafi Wahid, Mohamad Fouzi Mohd Arsad, dan Mohd Fauzi mengaku datang ke Indonesia untuk mengadiri tabligh akbar yang rencananya akan dilakukan di Jakarta.

Karena batal, mereka mengaku mengganti tujuannya dengan berdakwah di berbagai daerah di Sulawesi Tenggara.

Seperti dimuat laman Bernama, Kamis 6 Agustus 2009, polisi menahan mereka atas dasar laporan warga masyarakat. Polisi pun menginvestigasi mereka. Belum ada informasi apakah ada materi jihad dalam dakwah mereka.

Pasca kejadian bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton, Jumat 17 Juli 2009 lalu, kewaspadaan diarahkan ke negeri jiran.

Sebab, kejadian bom bunuh diri tersebut diduga didalangi Noordin M Top, yang adalah orang Malaysia.

Lebih jauh, teror di Indonesia diduga bermula dari sebuah sekolah agama di Ulu Tiram, Johor, Malaysia.

Daerah Ulu Tiram, Johor bukan kini masuk dalam peta teroris Asia Tenggara. Menurut mertua Mukhlas, terpidana mati Bom Bali, sebut saja Abbas, Noordin M Top dan Azahari dipertautkan di daerah tersebut.

Dari Ulu Tiram, Noordin dan Azahari lalu menuju Indonesia, mengubah drastis statusnya dalam masyarakat, dari akademisi menjadi 'teroris'.

"Saat menjabat sebagai kepala Madrasah Lukmanul Hakiem, Noordin dikenal sebagai pria yang sangat baik," kata dia, seperti dikutip laman berita Malaysia, Daily Express.

Madrasah tersebut lantas ditutup pemerintah Johor karena diduga didirikan oleh Abu Bakar Ba'asyir dan Abdullah Sungkar, yang sempat dikait-kaitkan dengan jaringan teroris.

sumber : vivanews.com

NB : perbedaan antara polisi indonesia dan malaysia adalah, biasanya kalau polisi malaysia menangkap orang indonesia selalu main hakim sendiri, main pukul, main tendang,main hajar dan berkelakuan tidak pantas terhadap warga asing. tapi jika polisi indonesia selalu menghormati dan bersikap baik dengan orang yang di tangkap, apa lagi yang di tangkap warga asing, polisi indonesia akan bersikap bijaksana dan tidak mau main pisik, itulah ciri2 polisi indonesia. bertindak dengan akal sehat dan berpendidikan.

Poskan Komentar

kasih pendapat anda,

Anwar Ibrahim

Anwar Ibrahim
saat ini generasi muda Malaysia hanya mengenal Indonesia dari TKI dan lagu “rasa sayange” yang diributkan. Mereka kurang mengenal tokoh pemikir Indonesia seperti Mohammad Natsir dan Buya Hamka. dengan kata lain pemuda malaysia tidak tau apa - apa tentang indonesia mereka buta sejarah indonesia.

Pengunjung Online

Statistik Pengunjung

website hit counter

Tukar Link

dari Bung Admin

jangan hanya ada kejadian TKI kita ingin di penggal lehernya,dihukum pancung,disiksa,dan diperkosa kita baru menyadarinya, tapi pemerintah kita harus melek dan berbuat sebelum semua itu terjadi. negara indonesia harus serius dalam menangani masalah TKI indonesia. karena ini menyangkut masalah nyawa, tenaga dan harga diri indonesia dimata dunia khususnya dinegara malaysia dan arab saudi yang sudah menjadi langganan masalah dalam hal TKI.

efek dari sulitnya lapangan kerja di indonesia, dan minimnya peluang kerja bagi rakyat miskin membuat rasa tidak percaya rakyat indonesia terhadap pemerintahnya, hal inilah yang mendorong, memicu bagi segelintir warga indonesia untuk hijrah mencari rejeki dinegara lain.

apakah hal ini salah? atau siapa yang harus disalahkan, pemerintah atau rakyatnya?

Alasan Benci Malaysia

Kenapa Orang Indonesia benci malaysia?
mau tau alasanya?

masukan kata sesuka anda.

Dari Bung Admin

akibat kebodohan generasi muda malaysia, sehingga
pemuda - pemuda malaysia tidak mampu menyebut
kata indonesia.

Perlu saya luruskan bahwa, menyebut kata indonesia
bukan indon, tapi INDONESIA.
untuk itu pemuda - pemuda malaysia
harus banyak belajar lagi. dan jangan mau di bilang
pemuda bodoh dan tak berpendidikan.

Pengikut