VIVAnews - Kemeriahan Hari Kemerdekaan ke-52 Malaysia, Senin 31 Agustus 2009, tercoreng oleh unjuk rasa bermotif sentimen rasial. Sentimen rasialis cenderung meningkat selama beberapa pekan terakhir dan menyebabkan kaum minoritas China dan India mewaspadai penggalangan kekuatan yang dilakukan kelompok Muslim Melayu.
Jumat pekan lalu, kelompok Muslim di negara bagian Selangor berparade membawa sebuah kepala sapi yang masih berlumuran darah. Itu sebagai simbol penolakan atas rencana pembangunan kuil Hindu di daerah mereka. Padahal, umat Hindu, yang sebagian besar berasal dari etnis India, memandang sapi sebagai binatang suci yang tak boleh disakiti.
Pemimpin oposisi, Lim Kit Siang menyatakan protes ini merupakan tamparan keras bagi Perdana Menteri Najib Razak yang selalu mendengungkan persamaan kedudukan setiap etnis melalui program '1Malaysia'.
"Protes kepala sapi itu merupakan peringatan bahwa peringatan Hari Kebangsaan pertama di bawah pemerintahan Najib dapat berujung pada kekacauan jika sentimen rasialis dan agama diabaikan," kata Lim.
Najib belum memberi komentar mengenai peristiwa ini. Namun Menteri Sumber Daya Manusia S. Subramaniam menyatakan insiden ini telah membangkitkan amarah Najib. Subramaniam juga mengatakan bahwa Najib telah meminta kepala kepolisian nasional melakukan penyelidikan.
Aksi ini juga menghantui upaya pembentukan citra negara Malaysia yang moderat. Pemerintah Malaysia telah berupaya membangun hubungan baik antara etnis Melayu, China, dan India yang merupakan penganut Muslim, Hindu, Kristen, Buddha, dan Sikh sejak kerusuhan etnis 1969 silam.
"Setelah merdeka selama 52 tahun, Malaysia tengah berada di persimpangan. Terjadi penurunan toleransi yang dilakukan kaum fundamentalis dan ekstremis sehingga cita-cita membentuk Malaysia yang beragam terancam gagal," tutur pengamat politik dari Monash University Kuala Lumpur, James Chin.
Sebelumnya, seorang perempuan dijatuhi hukuman cambuk karena meminum bir di muka umum. Hukuman ini ditinjau ulang karena memicu gelombang protes masyarakat. Selain itu, pemerintah membatasi penjualan minuman keras dan melarang warga Muslim menonton konser Black Eyed Peas yang disponsori produsen bir Guinness.
Meski aksi ini dilakukan dalam komunitas Muslim, sejumlah pihak khawatir akan bangkitnya kelompok garis keras yang akan mempengaruhi kedamaian hidup kelompok minoritas. Selama beberapa tahun terakhir, suasana antar-kelompok agama memanas seiring dengan menguatnya kelompok ekstremis.
Sekitar 60 persen dari 28 juta warga Malaysia merupakan keturunan Melayu. Etnik Melayu memegang posisi penting dalam pemerintahan Malaysia. Sebanyak 25 persen warga adalah minoritas China sementara warga keturunan India hanya delapan persen dari seluruh populasi. (AP)

sumber : vivanews.com
Catatan : Selamat Hari Merdeka Untuk malaysia yang ke 52 , Semoga di hari ulang tahun negara malaysia bisa lebih merenung dan mengoreksi diri tentang apa yang sudah di capai dan dilakukannya selama ini. tadi saya sempat baca di media, perayaan hari kemerdekaan malaysia di rayakan dengan sangat sederhana di istana, biasanya selalu di iringin dengan militer dan aksi demo para militer. apakah ini bertanda malaysia tidak ingin pamer - pamer kekuatannya? atau malysia tidak ingin acara hut nya di bilang bermegah - megah dan sok aksi? di hari kemerdekaannya tentunya malysia bisa melihat dan merasakan betapa negara malysia sedang dilanda berbagai macam gangguan dan isu yang dapat memecah belah sesama suku, ras,dan agama.
di tambah lagi dengan negara tetangga malaysia yaitu indonesia yang sedang panas dengan sikap malaysia yang sering mengaku-aku bahkan sampai mengklaim berbagai budaya yang pada dasarnya malaysia juga tau kalau semua itu memang hak indonesia dan milik bangsa indonesia. harus nya semua ini di jadikan renungan buat negara malaysia.
Sentimen etnis yang mencemarkan hut malysia merupakan satu bukti bahwa malaysia negara kecil yang masih belum bisa menerima arti sebuah persamaan kedudukan. padahal cina dan india merupakan sumber pelaksana bagi ekonomi negara malaysia, serta ekonomi malysia terangkat berkat dukungan negara etnis itu sendiri. jadi menurut saya ayo majulah malaysia dengan hasil karya kamu sendiri, jangan maju berkat hasil klaim milik bangsa lain.
Sekali lagi DIRGAHAYU HUT MALYSIA yang KE 52 Semoga Jaya dan tidak Congkak di Asia. ini kadonya :

nyum ..nyum..... hoak! yumy....
Dari sisi pendapatan per kapita, GNP Malaysia US$ 13.740 dan Indonesia US$ 3.830.
VIVAnews - Kontroversi tari Pendet menimbulkan hubungan Indonesia - Malaysia memanas. Pemberitaan media dan perbincangan hangat di banyak milis pun berkembang ke isu-isu lain, seperti Tenaga Kerja Indonesia yang memburu pekerjaan hingga ke negeri jiran.
Media Malaysia menyebutkan, puluhan ribu TKI menyeberang ke Malaysia memburu pekerjaan karena negeri ini jauh lebih makmur ketimbang Indonesia.
Lantas bagaimana sesungguhnya kondisi ekonomi Indonesia dibandingkan dengan Malaysia.
Untuk melihat kemakmuran kedua negara, banyak kalangan biasanya menggunakan ukuran pendapatan kotor per kapita (GNP) sebuah negara. Di sini bisa dibandingkan GNP antara Indonesia dengan Malaysia.
Jika mengacu pada data World Development Indicators database yang dirilis oleh Bank Dunia pada 1 Juli 2009, Malaysia berada di urutan ke 79 dengan GNP per kapita sebesar US$ 13.740 per tahun.
Sedangkan, Indonesia berada di urutan ke 146 dengan GNP per kapita sebesar US$ 3.830 per tahun. Itu setara dengan Rp 38 jutaan per tahun.
Itu berarti GNP per kapita Malaysia 3,5 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan Indonesia. Artinya, penduduk Malaysia yang populasinya jauh lebih rendah dibandingkan dengan Indonesia secara rata-rata lebih makmur dari Indonesia.
Populasi Malaysia pada 2008 sekitar 25 juta orang. Sedangkan jumlah penduduk Indonesia 240 jutaan orang atau 10 kali lipat dibandingkan penduduk Malaysia.
Namun, jika membandingkan seberapa besar volume ekonominya secara nasional, Indonesia jauh lebih besar dibandingkan Malaysia. Artinya, dilihat dari sisi kekuatan ekonomi, Indonesia jauh lebih berpengaruh dibandingkan Malaysia.
Menurut data World Development Indicators database 2008 yang dirilis Bank Dunia pada 1 Juli 2009, dilihat dari sisi produk domestik bruto (PDB), Indonesia jauh lebih kaya ketimbang Malaysia. Indonesia berada di urutan ke-19 mengalahkan negara-negara maju seperti Belgia, Swiss, Swedia, Norwegia, Denmark dan Arab Saudi.
Indonesia berada di bawah China, India, Australia dan Meksiko. Total PDB Indonesia berdasarkan data Bank Dunia sebesar US$ 514 miliar atau sekitar Rp 5000 triliunan.
Dengan PDB sebesar itu, Indonesia adalah negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Karena itu, Indonesia satu-satunya negara yang mewakili Asia Tenggara dalam forum G-20, kumpulan 20 negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Selain Indonesia, di sini ada pula Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Jepang, China, India, Rusia hingga Australia.
Sedangkan, kekuatan ekonomi Malaysia jauh berada di bawah Indonesia. Bahkan, Malaysia juga kalah oleh Thailand, Afrika Selatan, Israel dan Nigeria sekalipun. Malaysia berada di urutan ke 42 dengan total PDB sebesar US$ 194 miliar atau hampir Rp 2000 triliunan. Artinya, kue ekonomi nasional Malaysia tidak sampai separuhnya ekonomi Indonesia.
Dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata minimal 7 persen per tahun, Indonesia diharapkan bisa mendongkrak pendapatan per kapita masyarakat.
Tak mengherankan, lembaga keuangan dunia seperti PricewaterhouseCoopers memperkirakan Indonesia bakal menjadi kekuatan ekonomi baru dunia bersama Brazil, Meksiko, Turki dan Rusia. Ekonomi Indonesia bakal jauh lebih maju dengan pendapatan per kapita berkali lipat. Jadi, mengapa musti tunduk dengan Malaysia? ....
sumber : vivanews.com
catatan : boleh saja sekarang malaysia menjadi tujuan TKI indonesia mencari nafkah, tapi lihat kedepannya dengan berbagai macam kejadian mulai dari penyiksaan para TKI, pemukulan, pengklaim budaya indonesia, pencuri wilayah indonesia serta teroris asal malaysia yang mencoba mengganggu kedaulatan indonesia maka dalam sekejap akan menjadi bumerang buat negara malaysia. orang - orang indonesia akan berubah pikiran dan berbelok arah dalam memandang negara malaysia yang terkesan se'enaknya. malaysia akan di tinggalkan oleh orang - orang indonesia, malaysia akan menjadi nama yang menjijikan bagi orang indonesia, orang - orang indonesia akan berbelok arah dan berbodong bondong mencari negara yang lebih baik, makmur, sopan, dan menghormati wisatawan serta para TKI.
malaysia adalah sebuah negara kecil yang congkak dengan keterbatasannya, tak heran makanya malaysia tidak segan - segan mengklaim kebudayaan yang ada di indonesia. tapi tidak usah takut, karena dengan berbagai macam kejadian, maka indonesia akan lebih berdaulat dan semakin bersatu dalam membungkam kebodohan yang ada di kepala orang - orang malaysia.
maju terus Indonesia, satu kata terakhir untuk malaysia, "Indonesia tidak pernah takut dan tunduk dengan negara malingsia".
Berita terbaru Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Sikap tak terpuji kembali ditunjukkan petugas Diraja Malaysia. Seorang tenaga kerja asal Indonesia diduga dianiaya beberapa polisi Malaysia hingga babak belur. Tanpa banyak tanya diduga seorang polisi Malaysia langsung melayangkan pukulan ke lelaki asal Indonesia. Tak kuasa menahan hantaman, TKI ini langsung terkapar.
Meski kondisi TKI tak berdaya lagi, tak lantas mengundang iba aparat lainnya yang berada di ruang tersebut. Mereka bahkan semakin buas. Tendangan dan pukulan para aparat ini secara bertubi-tubi terus mendarat di sekujur tubuh TKI. Mereka tak ingin menghiraukan permohonan ampun TKI. Dengan sepatu lars, beberapa aparat menginjak-injak tubuh lelaki malang itu.
Ahli Forensik Teknologi Informasi (IT) Ruby Alamsyah membenarkan sekumpulan orang yang melakukan penyiksaan terhadap orang yang diduga TKI dalam gambar penyiksaan yang telah beredar di masyarakat adalah polisi di Raja Malaysia. Ruby juga mengungkapkan sangat dimungkinkan gambar ini adalah gambar asli. Sebab, gambar yang didapat dari spy camera sangat sulit untuk diedit atau direkayasa.
Untuk mengetahui isi pembicaraannya, Ruby mengaku membutuhkan waktu satu hingga 12 jam. Ia juga menyatakan sangat dimungkinkan lokasi penyiksaan dilakukan di kantor polisi di Raja Malaysia.(BEY)
sumber :
metronewsCatatan :
Maklum lah polisi malysia ini di didiknya di kandang babi, jadi kelakukannya macam babi.
Letnan Jenderal Babacar Gaye pimpinan militer tertinggi misi PBB di Kongo memuji TNI.VIVAnews - Pasukan TNI yang tergabung dalam misi perdamaian dunia di bawah Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dinilai Markas Besar PBB bersih dari pelanggaran-pelanggaran, baik personal maupun tim.
Karena itu, Monuc Force Commander dalam lokakarya SEA (Sexual and Exploitation Abuse) yang dilangsungkan selama satu hari di Goma, Kamis 27 Agustus 2009 meminta seluruh kontingen yang tergabung dalam misi PBB di Kongo untuk mencontoh Kontingen Indonesia yang tidak pernah tersangkut masalah exploitasi dan penyalahgunaan seksual.
Letnan Jenderal Babacar Gaye sebagai pimpinan militer tertinggi misi PBB di Kongo memuji Kontingen Indonesia, Bangladesh dan Cina yang dinilai “bersih” dari pelanggaran SEA.
"Sebagai misi PBB dengan jumlah pasukan penjaga perdamaian terbesar di dunia, Monuc juga memiliki kasus pelanggaran yang tidak sedikit," ujar Letjen Babacar Gaye.
Karena itu, tak henti-hentinya Monuc menyelenggarakan seminar SEA guna mencegah peningkatan pelanggugaran, khususnya masalah eksploitasi dan penyalahgunaan seksual.
Perhatian yang sangat tinggi dari pimpinan PBB terhadap masalah SEA disampaikan oleh Ms. Malcorra karena the peacekeeper adalah simbol perwakilan tertinggi dari lembaga dunia United Nations. Oleh karena itu menurut Ms. Malorrca, perilaku peacekeeper harus setara dengan simbol yang sangat tinggi derajatnya tersebut.
Utusan PBB yang bermarkas di New York itu mengatakan, “masyarakat dunia menaruh harapan besar kepada the peacekeeper akan terciptanya perdamaian di seluruh dunia.” Oleh sebab itu setiap personel pasukan penjaga perdamaian dunia memiliki tanggung jawab yang besar dipundaknya untuk menciptakan dunia yang lebih baik.
Pimpinan PBB memahami kondisi the peacekeeper yang bertugas di dalam lingkungan dan situasi yang sangat sulit, namun mereka meminta agar seluruh personel pasukan penjaga perdamaian dunia tetap berpegang pada kebijakan Sekjen PBB tentang “zero tolerance policy” terhadap kasus SEA.
Dimana PBB tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran SEA, khususnya di daerah misi. Oleh karenanya, PBB mengkategorikan pelanggaran SEA sebagai pelanggaran kategori 1 atau pelanggaran berat dengan sanksi yang berat pula.
sumber : vivanews.com
Catatan : itulah TNI prajurit dari Indonesia, sebaiknya hal yang membanggakan ini di pertahankan. agar bangsa indonesia tetap terpandang di mata dunia. Go TNI, Sukses!

Jakarta - Gambar penari pendet yang memicu rasa marah publik Indonesia merupakan iklan acara Discovery Channel bertajuk 'Enigmatic Malaysia'. Iklan tersebut dicabut hari ini.
"Iklan dari Discovery sudah dicabut, mereka akan mencabutnya hari ini dan tidak akan menayangkan kembali," kata Dirjen Nilai Kebudayaan Seni dan Film Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Tjetjep Suparman kepada wartawan di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2009).
Tjetjep menjelaskan, sebelum masalah ini muncul ke permukaan, kedua negara telah mempunyai kesepakatan bersama tentang kebudayaan. Kedua belah pihak harus fair untuk menyatakan siapa pemilik budaya tersebut.
"Jika ingin menampilkan kebudayaan, kebudayaan tersebut harus jelas maka mesti dicantumkan siapa pemiliknya. Namun jika kebudayaan tersebut masih abu-abu juga mesti dicantumkan grey area atau abu-abu," jelasnya.
Kedubes Malaysia menyatakan iklan yang menampilkan penari pendet bukanlah buatan pemerintah Malaysia. Iklan itu merupakan produksi swasta.
"Malaysia sebenarnya tidak ada apa-apa tentang klaim (tidak pernah mengklaim-red) tari pendet tersebut," kata Kuasa Usaha Sementara Dubes Malaysia Amran Muhammad Zein.
sumber :
kaskus.uscatatan:
begitulah cara - cara negara malingsia menghindar dari masalah, dengan alasan bukan buatan pemerintah malaysia. padahal jelas2 itu merupakan tindakan pencurian budaya indonesia yang di pakai untuk promosi dan kepentingan negara maling dan mengeruk keuntungannya. menurut saya pemerintah malaysia tidak punya rasa malu dan tidak pernah jera dalam hal klaim mengklaim. dengan kejadian seperti ini sudah jelas, malaysia semakin jelas dan pantas di sebut sebagai negara maling budaya!

Malaysia kembali mengklaim budaya Indonesia -- tarian pendet, Bali -- menjadi budaya mereka yang dicantumkan dalam iklan visit year mereka. Sebelumnya, mereka telah mengklaim angklung, reog Ponorogo, batik, Hombo Batu, dan Tari Folaya.
Budayawan, Radhar Panca Dahana, mengatakan pengklaiman budaya Indonesia oleh Malaysia untuk kesekian kalinya merupakan kesalahan pemerintah Indonesia sendiri. "Ya tidak apa-apa lah, kita juga suka mengambil budaya lain untuk untuk promosi," katanya kepada Republika, Rabu (19/8).
Ia menilai kecolongan budaya tersebut sebenarnya sebuah cermin atau refleksi. Ia menilai kita terluka dan malu, karena kita sadar sebagai pemilik kebudayaan itu kita tidak memperhatikannya. "Selama ini kebudayaan dipinggirkan, pemerintah dan masyarakat tak lagi peduli," ujarnya.
Sedangkan negara lain, seperti Malaysia, kata Radhar, membutuhkan ekstensi kebudayaan, karena kebudayaan adalah senjata terbaik untuk diplomasi internasional. Potensi bisnisnya bagus. "Malaysia tahu mereka kekurangan budaya, mereka pintar melihat kebudayaan negara tetangganya, dan mereka menghargai budaya untuk mencari keuntungan, sedangkan pemerintah kita tidak peduli. Hanya peduli pada olahraga dan program lainnya," katanya.
Untuk itu, kata Radhar, kedepannya agar Indonesia tidak kecolongan lagi, pemerintah harus perhatikan kebudayaan itu. "Kita majukan budaya kita supaya kita ada di depan, munculkan budaya kita dalam upacara-upacara, acara-acara, jangan lagu-lagu masa kini yang dinyanyikan oleh Presiden kita," tandasnya.
sumber :
republikacatatan :
Mungkin bisa juga pemerintah kita lalai dalam memperhatikan budaya-budaya kita, sehingga ada pihak negara yang berusaha mengklaim budaya kita indonesia. tapi menurut saya apa enaknya suatu negara mengambil kebudayaan orang lain? apa tidak malu? atau tidak takut disebut sebagai pencuri ? apa lagi kejadian ini berulang - ulang. saya pikir ini sudah keterlaluan. jadi harapan saya, semoga negara2 yang berusaha mengklaim atau mencoba mengambil kebudayan negara lain sebaik nya sadar diri. jadi kedepannya saya juga berharap semoga indonesia lebih waspada lagi terhadap negara yang mengaku tetangga dan serumpun dengan kita indoensia.

MANADO - Hari ini, Minggu (16/8) rekor dunia selam massal yang pernah dicatat di Maladewa pada 2007 terpecahkan. Ketika itu, jumlah penyelam 925 orang. Tapi, kali ini ribuan orang menyelam bersama di Pantai Malalayang, Teluk Manado, Sulut, dalam rangkaian acara Sail Bunaken 2009. Dari data yang tercatat Sabtu kemarin (15/8), jumlah penyelam mencapai 2.657 orang.
Sebelumnya, 2.612 penyelam dari dalam dan luar negeri dilaporkan siap berpartisipasi memecahkan rekor dunia menyelam massal itu. Selama kurang lebih 45 menit, mereka akan menyelam di kedalaman 13 - 15 meter dan mengikuti upacara pemecahan rekor yang dipimpin Wakil Kepala Staf TNI AL Laksamana Madya TNI Moekhlas Sidik (sebagai inspektur upacara) dan Kepala Pusat Dinas Penerangan Mabes TNI-AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul selaku komandan upacara.
Sejumlah pejabat penting dijadwalkan hadir dan menyelam bersama. Di antaranya, Kapolda Sulut Bekto Suprapto, Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad, Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu, Kapolda Gorontalo Soenarjono, Danlantamal VII Manado Willem Rapangilei, Danlantamal VI Makasar Dadiek Suratro, Wali Kota Padang Fauzi Bah, dan Bupati Kepulauan Seribu A Rochman A. Laksdya TNI Moekhlas Sidik meyakinkan bahwa TNI-AL telah mempersiapkan semua dengan matang.
“Kami sudah mempersiapkan ini setahun lalu. Ide utamanya hanya pemecahan rekor. Tapi, dalam perjalanan justru timbul ide baru untuk membuat rekor baru,” ucapnya saat melihat geladi bersih, kemarin (15/8). Persiapan itu termasuk keamanan peserta selama kegiatan. Di lokasi penyelaman, ada KRI dr Soeharso dengan 13 dokter, KRI Soputan, dan KRI P Rengah.
Dua kapal yang terakhir dilengkapi chamber untuk mengantisipasi jika penyelam mengalami gangguan serius. Di darat juga ada beberapa mobil klinik. “Keamanan tak hanya diwujudkan pada kesediaan fasilitas, tetapi juga keamanan internal penyelam. Mereka harus tahu betul apakah kondisinya qualified mengikuti kegiatan ini,” terangnya. Kemarin pagi, seluruh peserta mengikuti gladi bersih.
Ini dilakukan agar peserta bisa menempatkan diri dengan benar. Geladi bersih dilakukan dalam dua tahap. Yakni latihan kering dan latihan bawah air. Pada latihan kering, peserta berlatih pergerakan tanpa alat dari daerah persiapan darat di sepanjang jalan trans Sulawesi menuju pantai. Sesuai kelompoknya, mereka turun melalui tangga yang sudah disiapkan.
Karena banyaknya peserta, mereka dibagi menjadi tiga gelombang. Setiap gelombang terdiri sekitar 13 kelompok. Setiap kelompok terdiri sekitar 50 penyelam. Selesai latihan kering, acara dilanjutkan latihan bawah air dengan peralatan scuba diving. Kelompok yang termasuk dalam gelombang pertama berjalan bersamaan menuruni tangga. Setelah semua berdiri rapi di bibir pantai, seorang panitia dari TNI-AL berteriak. “Are you OK?” serunya lantang.
Pertanyaan ini dijawab serentak, “OK!!” Pertanyaan itu sekaligus memastikan bahwa penyelam siap dengan kondisinya maupun peralatan. Selanjutnya, peserta diperbolehkan untuk berenang menuju buoy (pelampung) yang sesuai dengan nama kelompoknya. Pelampung itu akan menjadi tanda di mana para peserta turun ke bawah laut. Jadi, satu kelompok dengan kelompok lain tidak bertabrakan.
Peserta pun beramai-ramai berenang dengan gaya turtle back (kura-kura telentang). Ini dilakukan agar mudah bergerak. Memakai peralatan scuba diving akan membuat sulit bergerak jika berenang dengan gaya bebas. Sementara peserta berenang, ratusan kapal karet (rubber boat) siap mengawasi. Termasuk, sebagai alat angkut jika tiba-tiba ada peserta yang mengalami masalah kesehatan maupun alat selam.
Tahapan ini terus dilakukan sampai seluruh peserta berada di buoy masing-masing. Ditandai suara terompet, para peserta secara bersamaan mengempeskan buoyancy compensator (semacam rompi yang digunakan untuk menyelam, bisa diisi udara dan dikempeskan). Pada bagian ini, ternyata tidak semua peserta bisa menyelam dengan sempurna. Beberapa naik lagi ke permukaan karena kesulitan turun.
Ada yang alatnya bermasalah, ada yang kekurangan pemberat, ada pula yang sakit. Aisha Syafriati, peserta dari Jawa Tengah, tak bisa mengikuti gladi bersih di bawah laut. “Saya masih sulit melakukan ear equalizing (teknik penyamaan tekanan udara). Makanya, saya naik,” tuturnya. Mereka berada di bawah laut selama kurang lebih 36 menit.
Menurut Widayati Kusumastuti, peserta yang juga atlet selam Jateng, peserta diberi arahan supaya menggunakan hand signal (bahasa isyarat untuk komunikasi dengan sesama penyelam) bagaimana formasi berbaris dan sikap selama mengikuti upacara.
“Kami diminta menjaga buoyancy (keseimbangan) dengan posisi knee foot (seperti berlutut),” katanya. Dia menuturkan kondisi di bawah air cukup tenang, dan kecerahan air juga bagus. Jadi, peserta tidak mengalami kendala penglihatan
BISA KOMUNIKASI
Saat upacara pemecahan rekor dan pengibaran bendera besok (17/8), petugas akan menggunakan alat selam Kirby Morgan. Dengan alat ini, penyelam bisa berkomunikasi dengan penyelam yang lain. Tidak perlu menggunakan bahasa isyarat lagi.
Peserta upacara bisa mendengarkan apa yang diucapkan oleh petugas upacara. “Jadi upacara akan dilakukan seperti layaknya upacara di darat,” kata Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul. Juri dari Guinness Book of Record yang hadir dan menilai acara tersebut adalah Lusia Sinigagliesi dari London, Inggris.
Sedangkan yang bertindak sebagai juri lokal adalah Lenda Neivi Pelealu, kepala desa Malalayang 2, Manado, serta seorang notaris lokal. “Guinness hanya mengirim seorang juri. Biasanya tiga. Tapi, mereka memercayakan dua lainnya ke juri lokal. Itu tidak berpengaruh pada penilaian,” ucap Iskandar. Dia juga mengatakan nama ribuan penyelam yang berpartisipasi akan diukir dalam sebuah monumen.
Monumen tersebut rencananya diberi nama Sail Bunaken, seperti halnya nama even ini. Monumen itu akan dibangun di Teluk Manado, tempat peristiwa besar ini terjadi. “Pemecahan rekor dunia ini kejadian besar yang patut diingat. Ribuan orang datang dari seluruh tanah air ke Manado untuk berpartisipasi,” tutur Iskandar. “Di lokasi ini pula tergambar sebuah persatuan.
Pejabat, prajurit, muda dan tua. Semua bekerja sama menyukseskan acara. Karena itu, akan dibangun monumen yang mengukir nama mereka,” lanjutnya. Ide pembuatan monumen diungkapkan Iskandar kepada Wali Kota Manado Abdi Buchari beberapa waktu lalu. “Wali kota menyetujui,” katanya.
sumber :
kaltimpostcatatan :
Guinness World Records (Rekor Dunia Guinness), atau dikenal sebagai The Guinness Book of Records (atau diterbitkan di Amerika Serikat sebagai The Guinness Book of World Records) adalah buku rujukan yang diterbitkan setiap tahun, berisi kumpulan rekor dunia yang berkaitan dengan prestasi manusia, serta catatan "ter-" dan "paling" yang ada di dunia dan mendapat pengakuan secara internasional. Buku ini diterbitkan perusahaan bir hitam Guinness dan memegang rekor dunia sebagai seri buku berhak cipta yang paling laku di dunia.Di hari HUT RI ke 64 indonesia memecahkan rekor dunia dalam hal Menyelam Bersama. sekitar 2.657 Orang Menyelam secara bersama. wow.. hebat. semoga indonesia tetap merdeka dan dapat menciptakan ide - ide terbaik dibuku dunia. maju terus indonesia, dan MERDEKA!!!